Bacaterus / Film Indonesia / 10 Film Indonesia yang Berjaya di Festival Internasional

10 Film Indonesia yang Berjaya di Festival Internasional

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dunia perfilman Indonesia setiap tahunnya terus memberikan karya-karya terbaik produksi para sineas tanah air. Beberapa film tersebut bahkan tidak hanya menarik perhatian para pecinta film di dalam negeri saja, melainkan hingga sampai ke kancah internasional. Film-film terbaik tersebut bahkan meraih banyak penghargaan internasional dan ditayangkan di berbagai festival luar negeri.

Bagi kamu para pecinta film yang sedang mencari rekomendasi tontonan film Indonesia yang bermutu, berikut 10 judul film Indonesia yang berjaya di festival internasional yang wajib untuk kamu tonton.

1. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

* sumber: akuaktor.com

  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Drama
  • Produksi: Cinesurya, Kaninga Pictures, HOOQ Original
  • Sutradara: Mouly Surya
  • Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra

Film yang memiliki versi judul Bahasa Inggris Marlina the Murdered in Four Acts ini menjadi salah satu dari 15 proyek film dunia yang terlibat dalam sebuah project market di Festival Film Cannes. Selain ditayangkan di Festival Film Cannes, film ini juga memenangkan banyak penghargaan di Festival Film Indonesia, Festival Film Melbourne, dan Festival Film Toronto.

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak bercerita mengenai perjalanan seorang wanita di daerah Sumba, Marlina yang mencari keadilan untuk kasus pelecehan dan kekerasan yang dialaminya. Dalam film ini, kita akan melihat bagaimana warga pedalaman masih sulit mendapat keadilan, terutama bagi para wanita yang dianggap tidak memiliki kedudukan.

2. Sekala Niskala

Sekala Niskala

* sumber: cinemapoetica.com

  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fourcolours Films, Treewater Productions
  • Sutradara: Kamila Andini
  • Pemeran: Ayu Laksmi, Happy Salma

Sebelum dirilis di Indonesia, Sekala Niskala atau The Seen and Unseen sudah ditayangkan di Busan International Film Festival, Toronto International Film Festival, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Sekala Niskala juga memenangkan penghargaan dari Asia Pasific Screen Awards 2017 serta Tokyo FILMeX International Film Festival 2017.

Film ini bercerita tentang dua anak kembar bernama Tantri dan Tantra yang tinggal di Bali. Namun Tantra terkena penyakit yang membuat kemampuan indrawinya melemah. Tantri kemudian menemukan cara lain untuk tetap Bersama Tantra, yaitu melalui sebuah dunia fantasi di tengah malam yang magis dimana ia bisa menari dengan sosok tak kasat mata.

3. Kucumbu Tubuh Indahku

Kucumbu Tubuh Indahku

* sumber: lokadata.id

  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fourcolours Films
  • Sutradara: Garin Nugroho
  • Pemeran: Muhammad Khan, Randy Pangalila

Kucumbu Tubuh Indahku atau Memories of My Body ditayangkan pertama kali di Festival Film Internasional Venesia ke-75. Film ini juga memenangkan penghargaan di Venice Independent Film Critic, Festival Des 3 Continents, dan Asia Pasific Screen Awards. Di Festival Film Indonesia, film ini meraih 8 penghargaan termasuk film terbaik dan sutradara terbaik.

Film Kucumbu Tubuh Indahku menceritakan mengenai kisah hidup seorang penari lengger lanang bernama Juno. Tari lengger lanang tarian dimana para laki-laki berdandan dan menari seperti perempuan. Di film ini, kita akan melihat kisah hidup Juno dari awal masa kecilnya hingga keputusan-keputusan yang ia ambil saat beranjak dewasa.

4. Ave Maryam

Ave Maryam

* sumber: www.thejakartapost.com

  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Summerland
  • Sutradara: Ertanto Robby Soediskam
  • Pemeran: Maudy Koesnaedi, Chicco Jerikho

Film yang sebelumnya berjudul Salt is Leaving the Sea pernah ditayangkan di Festival Film International Hanoi 2018, Festival Film Asia Hong Kong 2018, dan Festival Film International Capetown 2018. Di Indonesia, film ini terlebih dahulu tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival sebelum kemudian dirilis di bioskop.

Film Ave Maryam bercerita tentang seorang pergolakan batin seorang biarawati bernama Suster Maryam. Ditengah pengabdiannya kepada gereja, Maryam jatuh cinta pada seorang Romo yang juga mencintainya. Kisah cinta terlarang antara Romo dan biarawati tersebut kemudian membawa mereka kepada suatu dilema yang cukup pelik.

5. Ziarah

Ziarah

* sumber: balepoint.com

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama
  • Produksi: Purbanegara Films
  • Sutradara: B W Purba Negara
  • Pemeran: Ponco Sutiyem, Rukman Rosadi

Dalam ajang ASEAN International Film Festival and Award (AIFFA) 2017, film Ziarah memenangkan kategori Best Screeplay dan kategori Special Jury Award berkat peranan Mbah Ponco, nenek 95 tahun yang menjadi pemeran utama film ini. Ziarah juga menjadi film terbaik di Salamindanaw Film Festival di Filipina dan beragam nominasi lainnya.

Film Ziarah bercerita tentang Mbah Sri, seorang nenek yang berusaha mencari makam sang suami. Suami yang dicarinya tersebut merupakan pejuang yang ikut turun dalam perang kemerdekaan. Dengan berbekal ingatannya mengenai sang suami, Mbah Sri berjalan puluhan kilometer seorang diri untuk mencari makan tersebut.

Baca juga: Film Indonesia yang Sukses Mendunia, Pernah Nonton?

6. Istirahatlah Kata-Kata

Istirahatlah Kata-Kata

* sumber: www.thejakartapost.com

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama / Sejarah
  • Produksi: Muara Foundation
  • Sutradara: Yosep Anggi Noen
  • Pemeran: Gunawan Maryanto, Marissa Anita

Film yang memiliki versi judul Bahasa Inggris Solo, Solitude ini memenangkan penghargaan sutradara terbaik dan aktor terbaik dalam ajang Usmar Ismail Awards serta penghargaan film terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Di Festival Film Indonesia, film ini juga meraih tiga nominasi dan memenangkan penghargaan sebagai penulis skenario terbaik.

Film Istirahatlah Kata-Kata mengisahkan tentang perjuangan seorang penyair sekaligus aktivis, Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan orang yang cukup lantang menyuarakan keadilan namun raganya hilang dan tak ditemukan hingga sekarang. Film ini memperlihatkan bagaimana kehidupan Wiji yang harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi keselamatannya.

7. 27 Steps of May

27 Steps of May

* sumber: akuaktor.com

  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Green Glow Pictures
  • Sutradara: Ravi Bharwani
  • Pemeran: Raihaanun, Lukman Sardi

Film 27 Steps of May meraih 9 nominasi pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2019 dan 6 nominasi pada Festival Film Tempo 2018. Film ini juga ditayangkan pada Bengaluru International Film Festival, Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival, dan Cambodia International Film Festival.

27 Steps of May mengisahkan tentang seorang gadis bernama May yang menjadi korban kekerasan seksual pada kerusuhan tahun 1998. Trauma kekerasan tersebut masih terus ia rasakan hingga ia dewasa dan membuatnya tak berani untuk melangkah keluar kamarnya. Sebuah keajaiban dari seorang pesulap kemudian memberi May sebuah harapan hidup baru.

8. Turah

Turah

* sumber: segalayangpop.id

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fourcolours Films
  • Sutradara: Wicaksono Wisnu Legowo
  • Pemeran: Ubaidillah, Slamet Ambari

Film Indonesia berbahasa Tegal ini memenangkan 3 kategori sekaligus di tahun 2016, termasuk Geber Awards dan Netpac Awards. Di tahun 2019, film ini juga diputar di ACMI Cinema Federation Square Melbourne. Australia. Film Turah juga mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards ke 90.

Turah bercerita mengenai para penduduk kampung Tirang di Kota Tegal yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun. Kehidupan tersebut membuat para penduduk selalu merasakan pesimisme dan diliputi perasaan takut. Hingga akhirnya, Turah dan Jadag memunculkan optimisme baru untuk terlepas dari kehidupan mereka selama ini.

9. Athirah

Athirah

* sumber: www.thejakartapost.com

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama / Roman
  • Produksi: Miles Films
  • Sutradara: Riri Riza
  • Pemeran: Cut Mini, Christoffer Nelwan

Film yang meraih 6 piala citra dan 10 nominasi di ajang Festival Film Indonesia tahun 2016 ini sempat ditayangkan di berbagai festival internasional seperti Vancouver International Film Festival di Kanada, Busan International Film Festival di Korea, dan Tokyo International Film Festival di Jepang.

Film Athirah merupakan film biografi ibunda Jusuf Kalla, yaitu Hj.Athirah Kalla. Film ini menceritakan kehidupan Athirah yang kala itu goyah saat sang suami menikahi wanita lain. Meskipun hancur, ia tetap menjadi wanita yang kuat dan tegar demi anak-anaknya dan keutuhan keluarganya.

10. Pasir Berbisik

Pasir Berbisik

* sumber: movfreak.blogspot.com

  • Tahun Rilis: 2001
  • Genre: Drama
  • Produksi: Salto Films
  • Sutradara: Nan Achnas
  • Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim

Sebelum memerankan tokoh Cinta, Dian Sastrowardoyo sempat bermain dalam film Pasir Berbisik yang memenangkannya sebagai aktris terbaik di Festival Film Asiatique Deauville 2002 dan Festival Film Antarbangsa Singapura ke 15. Film ini juga memenangkan 3 penghargaan di Festival Film Asia Pasific 2001 dan 8 nominasi di Festival Film Indonesia 2004.

Film Pasir Berbisik menceritakan mengenai Daya, seorang gadis muda yang tinggal Bersama ibunya di sebuah perkampungan miskin dekat pantai. Tanpa kehadiran seorang ayah dalam hidupnya, Daya dididik secara protektif oleh sang ibu di kampung halaman mereka yang sangat tertinggal dari kehidupan modern.

Itulah 10 karya terbaik para sineas Indonesia yang telah diapresiasi hingga ajang internasional. Film manakah yang sudah kamu tonton dan menjadi favoritmu? Bagikan review-mu mengenai film-film ini di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *