bacaterus web banner retina

Daftar Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh Linda - Diperbaharui 28 September 2021

Sebelum 2000

Ada sejumlah film-film lawas yang masih menarik untuk ditonton. Berikut adalah rangkuman film-film klasik terbaik dari tanah air yang hadir sebelum era milenium dimulai.

1. Daun di Atas Bantal

Daun di Atas Bantal
*
Tahun Rilis 1998
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Christine Hakim Heru Kancil Sugeng

“Daun di Atas Bantal” pernah didapuk menjadi perwakilan film Indonesia ke Academy Award. Bahkan, film yang mengisahkan tentang kehidupan anak-anak jalanan ini juga sempat ditayangkan di Un Certain Regard dalam Festival Film Cannes 1998.

Tiga anak jalanan – Heru, Kancil, dan Sugeng – menjalani kehidupan yang tidak pantas di Yogyakarta. Mereka bertahan hidup mulai dari mengemis sampai dengan menjual ganja. Beruntung ada Asih (Christine Hakim), pelayan toko yang menganggap ketiga anak tersebut sebagai anak asuhnya. Asih mengizinkan tiga anak itu untuk tidur di tempat kerjanya.

Setiap malam ketiga anak tersebut selalu memperebutkan bantal daun milik Asih. Meskipun melakukan pekerjaan yang keras, mereka memiliki keinginan untuk bisa lepas dari kemiskinan dan memperoleh pendidikan. Namun sayang impian mereka tak pernah terwujud karena ketiganya mengalami nasib yang tragis.

2. Ramadhan dan Ramona

Ramadhan dan Ramona
*
  • Rilis: 1992
  • Genre: Comedy, Romance
  • Produksi: P.T. Citra Wiwitan Film
  • Sutradara: Chaerul Umam
  • Pemeran: Lydia Kandou, Djamal Mirdad, Amak Baldjun, Sylvana Herman, Ami Prijono, Leroy Osmani

Ramona (Lydia Kandou) terlahir di keluarga kaya. Gadis ini sangat membenci laki-laki yang dianggap memiliki sikap seenaknya terhadap wanita. Dalam pencarian jati dirinya, Ramona coba menyelami kehidupan rakyat kecil.

Di sisi lain, Ramadhan (Djamal Mirdad) yang merupakan anak bangsawan Malaysia datang ke Jakarta untuk mencari pengalaman kerja menjadi karyawan biasa. Di Jakarta, Ramadhan bertemu dengan Ramona. Keduanya sama-sama merahasiakan identitasnya masing-masing. Namun lambat tapi pasti tumbuh rasa cinta di antara mereka berdua.

3. Malam Satu Suro

Malam Satu Suro
*

Dari sekian banyak film yang pernah dibintangi oleh Alm. Suzanna, “Malam Satu Suro” adalah salah satu film terbaiknya yang cukup banyak ditonton oleh masyarakat Indonesia.

Sinopsis film bermula dari Suketi (Suzanna) yang merupakan sundel bolong yang diubah menjadi manusia oleh Ki Renggo (Soendjoto Adibroto). Kemudian, Suketi menikah dengan seorang pemuda bernama Bardo (Fendy Pradhana).

Kesuksesan Bardo ternyata membuat saingan bisnisnya curiga. Saingan bisnis Bardo berusaha menjatuhkannya dengan cara mengembalikan Suketi ke wujud aslinya.

4. Kejarlah Daku Kau Kutangkap

Kejarlah Daku Kau Kutangkap
*
Tahun Rilis 1986
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Deddy Mizwar Lydia Kandou

Ramadan (Deddy Mizwar) memotret Mona (Lidya Kandouw) pada sebuah pertandingan voli. Kala itu, Mona bertanding membela bank tempatnya bekerja. Tak disangka-sangka, foto yang diambil Ramadan ternyata dimuat di koran dan Ramadan memperoleh hadiah berupa uang tunai.

Mona tidak terima dan menganggap Ramadan mengambil fotonya tanpa izin. Gadis itu bermaksud menuntut Mona. Panji (Usbanda), atasan Ramadan, mendesak Ramadan untuk membujuk Mona. Usaha Ramadan ternyata berhasil, bahkan Mona jadi jatuh cinta pada pria itu.

Singkat cerita, Ramadan dan Mona menikah. Namun mereka baru menyadari bahwa ada banyak perbedaan karakter di antara mereka berdua. Mona memilih curhat pada sahabatnya, Marni (Ully Artha). Sedangkan Ramadan meminta masukan dari Panji dan pamannya, Markum (Ikranegara). Akan tetapi, saran-saran dari pihak luar justru menimbulkan kesalahpahaman antara Ramadan dan Mona.

5. Nagabonar

Nagabonar
Tahun Rilis 1987
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Deddy Mizwar Nurul Arifin

Meskipun sudah beberapa kali diremake, “Nagabonar” versi 1987 tetap dinilai sebagai yang terbaik. Film ini juga menjadi salah satu film legendaris yang pernah dibintangi oleh aktor senior Deddy Mizwar.

Dikisahkan bahwa Nagabonar (Deddy Mizwar) adalah seorang pencopet di Medan. Ia terbiasa keluar masuk penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun suatu ketika Nagabonar mendapat kesempatan untuk menjadi seorang ‘jenderal’ dalam pasukan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara.

6. Bayi Ajaib

Bayi Ajaib
Tahun Rilis 1982
Genre
Produksi
Sutradara
Pemeran Muni Cader Rina Hassim W.D Mochtar Wolly Sutinah

Kosim (Muni Cader) dan Dorman (W.D. Mochtar) mengetahui ada tambang intan di sebuah desa. Mereka pun berambisi untuk bisa menjadi lurah di desa tersebut. Dorman yang merupakan keturunan Portugis memohon pada arwah leluhurnya, Alberto Domenique, yang dikubur di desa tersebut. Sementara Kosim membagi-bagikan uang untuk menarik simpati penduduk desa.

Bersamaan dengan itu, Sumi (Rina Hassim), istri Kosim, sedang mengandung. Dukun di desa itu merasakan bahwa ada yang aneh dengan kehamilan Sumi. Benar saja, ketika lahir bayi Sumi tidak seperti bayi-bayi normal pada umumnya. Bahkan, malapetaka nampak seperti selalu menyertai keluarga Kosim pasca kelahiran bayi itu.

7. Jaka Sembung Sang Penakluk

Jaka Sembung Sang Penakluk
Tahun Rilis 1981
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Barry Prima

Film laga di tahun 1980-an ternyata masih seru untuk ditonton. Apalagi film-film aksi tersebut juga dibintangi oleh aktor laga berpengalaman, seperti Barry Prima misalnya.

“Jaka Sembung Sang Penakluk” menceritakan tentang kehidupan Parmin alias Jaka Sembung (Barry Prima) yang merupakan jawara sakti di Kadanghaur. Jaka Sembung dengan gagah berani memberontak atas ketidakadilan Belanda yang mengharuskan penduduk desa untuk bekerja paksa.

8. Pengabdi Setan

Pengabdi Setan 1980
Tahun Rilis 1980
Genre
Produksi
Sutradara
Pemeran W.D Mochtar Siska Karebety Fachrul Rozy

Sebuah keluarga yang jauh dari agama baru saja dirundung duka lantaran sang ibu dalam keluarga itu meninggal. Sang ayah yang hanya peduli terhadap bisnisnya ternyata membawa pengaruh besar terhadap kehidupan kedua anaknya, Tomi (Fachrul Rozy) dan Rita (Siska Karabety). Tomi diam-diam ingin mempelajari ilmu hitam. Sementara Rita jadi gadis yang gemar berpesta.

Suatu hari, datang wanita yang mengaku bernama Darminah (Ruth Pelupessy). Darminah mengatakan bahwa dirinya adalah pembantu rumah tangga baru yang dikirim oleh kenalan sang ayah.

Sejak kedatangan Darminah, keluarga ini sering mendapatkan pengalaman-pengalaman aneh. Tak jarang mereka melihat penampakan makhluk gaib yang menyerupai sosok almarhum ibunya. Puncaknya, muncul mayat-mayat hidup yang berwujud mirip orang-orang di sekitar keluarga tersebut.

9. Perempuan dalam Pasungan

Perempuan dalam Pasungan
*

Fitria adalah gadis yang pemalu dan penurut. Sifatnya ini membuat dirinya susah mengungkapkan perasaannya, termasuk ketika ia jatuh cinta kepada pria bernama Andi. Berbeda dengan Fitria, Marni yang merupakan sahabatnya lebih blak-blakan. Marni yang juga menyukai Andi dengan berani menunjukkan perasannya. Meskipun demikian, Andi akhirnya tetap memilih dan menikahi Fitria.

Setelah menikah, Andi dan Fitria pindah ke Jakarta. Marni yang juga hendak bekerja di ibukota akhirnya menumpang sementara waktu di rumah Andi dan Fitria. Lama-lama Fitria tersiksa melihat keakraban antara suaminya dengan sahabatnya itu. Suatu waktu, Fitri melihat sebuah peristiwa yang mengejutkannya sehingga membuat dirinya mengalami gangguan kejiwaan dan terpaksa harus dipasung oleh keluarganya.

10. Lewat Djam Malam

Lewat Djam Malam
*
Tahun Rilis 1954
Genre
Produksi ,
Sutradara
Pemeran A.N Alcaff Netty Herawati Dhalia Awaludin R.D Ismail

Film klasik yang satu ini berhasil memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia 1955 melalui kategori Film Terbaik. Film yang bertema perjuangan ini juga dibumbui dengan sedikit romansa di dalamnya.

Sinopsisnya bertumpu pada Iskandar (A.N Alcaff) seorang tentara Indonesia yang berniat untuk memulai kehidupan baru sebagai warga sipil. Kala itu, Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya. Jam malam juga ditetapkan di Kota Bandung untuk menguasai keadaan agar tetap kondusif.

Iskandar meminta bantuan Norma (Netty Herawati), kekasihnya. Tak lupa Iskandar juga menghubungi kenalan-kenalan lamanya untuk mencari pekerjaan. Salah seorang kawan lamanya, Puja, menjadi seorang germo. Sedangkan mantan atasannya, Gunawan, ternyata bekerja sebagai kontraktor dan berhasil melakukan korupsi besar-besaran.

Iskandar yang tidak menyukai kecurangan yang dilakukan Gunawan akhirnya menyekap mantan atasannya itu. Gunawan dipaksa untuk mengakui kecurangannya selama ini. Namun Gunawan enggan menuruti meskipun Iskandar sudah mengancamnya dengan menodongkan senapan.

Saking kesalnya, Iskandar akhirnya menarik pelatuk senapannya yang berujung pada tewasnya Gunawan. Kejadian itu membuat Iskandar shock dan menjadi linglung. Ia berjalan entah tanpa tujuan hingga sampai ke rumah Norma. Namun naas, Iskandar tewas tertembak pasukan jaga malam karena dirinya berkeliran lewat jam malam yang ditentukan.

Itulah daftar film-film Indonesia terbaik sepanjang masa jika dilihat dari jumlah penonton yang menyaksikannnya. Semakin banyak penonton berarti sebuah film lebih disukai dan itu bisa saja dijadikan penentu apakah film itu baik atau tidak. Suka film yang diangkat dari kisah nyata? Baca artikel menarik tentang 10 Film yang Diangkat dari Kisah Nyata yang paling populer ini.

123 4

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram