Bacaterus / Film Indonesia / 10 Film Indonesia Terbaik yang Memenangkan Piala Citra

10 Film Indonesia Terbaik yang Memenangkan Piala Citra

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebuah karya yang baik dan berkualitas sudah tentu layak untuk diberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Dalam dunia perfilman Indonesia, penghargaan yang paling bergengsi untuk sebuah film adalah dengan meraih piala citra. Piala citra merupakan piala yang diberikan dalam ajang penghargaan Festival Film Indonesia atau FFI.

Festival Film Indonesia telah diselenggarakan sejak tahun 1955, namun sempat terhenti karena beberapa alasan. Festival ini kemudian kembali digelar secara berkala setiap tahunnya mulai tahun 2004. Dari sekian banyak karya film Indonesia, FFI mencatat beberapa film yang berhasil meraih piala citra dalam kategori film terbaik, yaitu 10 judul film berikut.

1. Nagabonar Jadi 2

Nagabonar Jadi 2

* sumber: citrasinema.co.id

  • Tahun Rilis: 2007
  • Genre: Drama / Komedi
  • Produksi: Citra Sinema
  • Sutradara: Deddy Mizwar
  • Pemeran: Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Wulan Guritno

Film Nagabonar Jadi 2 yang diproduksi tahun 2007 ini merupakan sekuel dari film sebelumnya yang dirilis tahun 1987 berjudul Nagabonar. Di tahun penayangannya, film ini menjadi film terlaris dengan meraih total penonton sebanyak 2,4 juta penonton. Selain meraih piala citra di Festival Film Indonesia 2007, film ini juga mendapat predikat Movie of The Year dari Guardians e-awards.

Film Nagabonar Jadi 2 mengisahkan hubungan Nagabonar dengan anaknya, Bonaga. Bonaga yang merupakan pengusaha sukses dan kaum metropolitan mendapat proyek pembangunan resort dari Jepang. Namun lahan proyek tersebut ternyata merupakan kebun sawit milik Nagabonar yang membuat Bonaga harus terlibat konflik dengan sang ayah.

2. Fiksi.

Fiksi.

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun Rilis: 2008
  • Genre: Drama / Fantasi
  • Produksi: Cinesurya Production
  • Sutradara: Mouly Surya
  • Pemeran: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih

Menurut sang sutradara, film Fiksi. Terinspirasi dari dongeng Alice in Wonderland. Film ini masuk dalam 10 nominasi pada ajang Festival Film Indonesia 2008 dan berhasil memenangkan 4 kategori diantaranya, yaitu untuk kategori film terbaik, sutradara terbaik, skenario asli terbaik, dan tata musik terbaik

Film Fiksi. Menceritakan tentang kehidupan di sebuah rumah susun di kota Jakarta dengan karakter-karakter manusianya yang unik. Kehidupan tersebut dilihat dari sudut pandang seorang perempuan yang memiliki kecenderungan psikopat dan memiliki fantasi serta obsesi akan cinta.

3. Identitas

Identitas

* sumber: i.ytimg.com

  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Drama / Satire
  • Produksi: Tits Film Workshop
  • Sutradara: Aria Kusumadewa
  • Pemeran: Tio Pakusadewo, Leony Vitria Hartanti

Tidak banyak film Indonesia yang mengusung tema satir, salah satunya adalah film Identitas yang rilis di tahun 2009. Pada ajang Festival Film Indonesia 2009, film ini meraih 9 nominasi dan memenangkan 4 kategori, yaitu kategori film terbaik, sutradara terbaik, pemeran utama pria terbaik, dan pengarah artistik terbaik.

Film Identitas bercerita tentang kehidupan seorang pembersih mayat di rumah sakit bernama Adam. Akibat trauma masa lalu dan ditinggalkan sang ayah di masa kecilnya, Adam tumbuh menjadi orang yang penyendiri dan membenci semua orang. Hingga suatu hari, ia bertemu seorang gadis di kamar mayat dimana ia bisa menceritakan semua masalah di hidupnya.

4. 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta

3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta

* sumber: www.kineforum.org

  • Tahun Rilis: 2010
  • Genre: Drama / Roman
  • Produksi: Mizan Production
  • Sutradara: Benni Setiawan
  • Pemeran: Reza Rahadian,Laura Basuki, Arumi Bachsin

Film ini diadaptasi dari novel Da Peci Code dan Rosid dan Della karya Ben Sohib. Dalam ajang Festival Film Indonesia 2010, film ini meraih penghargaan untuk film bioskop terbaik. Selain kategori film terbaik, film ini juga meraih 6 penghargaan lain di ajang tersebut, termasuk sutradara, pemeran utama pria, dan pemeran utama wanita terbaik.

Film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta bercerita tentang kisah cinta antara Rosid dan Della. Rosid merupakan seorang muslim yang begitu idealis dan terobsesi menjadi seniman, sementara Della adalah seorang gadis katolik. Mereka berdua kemudian berusaha untuk memperjuangkan cinta mereka di tengah perbedaan keyakinan.

5. Sang Penari

Sang Penari

* sumber: cinemapoetica.com

  • Tahun Rilis: 2011
  • Genre: Roman / Drama
  • Produksi: Salto Films
  • Sutradara: Ifa Isfansyah
  • Pemeran: Prisia Nasution, Dewi Irawan, Oka Antara

Film Sang Penari merupakan film yang diangkat dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang terbit tahun 1982. Sang Penari meraih penghargaan sebagai film terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2011. Film ini juga menjadi film yang diajukan Indonesia untuk kategori Film Bahasa Asing Terbaik di Academy Award tahun 2012.

Sang Penari mengisahkan tentang kisah yang terjadi di Dukuh Paruk pada tahun 1960-an. Kala itu, Srintil merupakan seorang ronggeng atau penari yang kemudian jatuh cinta pada pria bernama Rasus. Namun menjadi ronggeng pada masa itu ternyata tak hanya sekedar untuk menari, namun juga menyerahkan diri untuk menjadi milik bersama.

Baca juga: 10 Film Indonesia yang Berjaya di Festival Internasional

6. Tanah Surga…Katanya

Tanah Surga…Katanya

  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Drama
  • Produksi: Citra Sinema
  • Sutradara: Herwin Novianto
  • Pemeran: Aji Santosa, Fuad Idris, Ence Bagus

Tanah Surga…Katanya merupakan film yang meraih piala citra pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2012. Selain meraih penghargaan untuk Film Terbaik, film ini juga meraih piala citra untuk 5 nominasi lainnya, yaitu untuk pemeran pendukung pria, penata artistik, penata musik, penulis cerita asli, serta sutradara terbaik.

Film Tanah Surga…Katanya mengisahkan tentang kehidupan Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965 yang tinggal bersama anaknya, Haris, serta kedua cucunya, Mereka tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia, dimana Haris merasa bahwa Malaysia merupakan negara yang lebih baik baginya dibanding tanah airnya sendiri.

7. Sang Kiai

Sang Kiai

* sumber: nihaoindo.com

  • Tahun Rilis: 2013
  • Genre: Drama / Action
  • Produksi: Rapi Films
  • Sutradara: Rako Prijanto
  • Pemeran: Ikranagara, Christine Hakim

Film Sang Kiai mengangkat cerita tentang seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, KH Hasyim Asyari. Sang Kiai meraih 4 piala citra dalam ajang Festival Film Indonesia 2013 termasuk kategori film terbaik. Selain itu, film ini juga terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang Academy Awards ke-86.

Cerita dalam film Sang Kiai berkisah ketika KH Hasyim Asyari harus melawan para penjajah, mulai dari Jepang yang memerintahkan untuk hormat pada matahari hingga saat sekutu datang. Film ini juga menceritakan bagaimana perjuangan para santri dengan semangat spiritual yang berjuang melawan penjajah tanpa rasa takut sedikitpun.

8. Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Cahaya dari Timur Beta Maluku

* sumber: www.netflix.com

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Drama / Sejarah
  • Produksi: Visinema Pictures
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Pemeran: Chicco Jerikho, Shafira Umm

Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku merupakan film yang diangkat dari kisah nyata. Film ini juga cukup unik karena menggunakan Bahasa Ambon dalam keseluruhan film. Cahaya dari Timur: Beta Maluku meraih piala citra untuk kategori film terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2014 dan sejumlah penghargaan lain, termasuk Piala Maya.

Cahaya dari Timur: Beta Maluku mengisahkan tentang Sani Tawainell yang ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola. Tim sepak bola tersebut kemudian berhasil masuk kejuaraan nasional, namun perbedaan agama di dalam tim akhirnya membuat sebuah perpecahan.

9. Siti

Siti

* sumber: www.hollywoodreporter.com

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fourcolours Films
  • Sutradara: Eddie Cahyono
  • Pemeran: Sekar Sari, Bintang Timur

Siti merupakan film independen yang tidak ditayangkan di jaringan bioskop. Penayangan perdananya ialah pada Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014. Siti meraih piala citra untuk kategori film terbaik dan 2 piala citra di kategori lainnya pada Festival Film Indonesia 2015. Film ini juga meraih berbagai penghargaan internasional.

Film Siti bercerita tentang kehidupan seorang wanita bernama Siti. Ia merupakan penjual peyek jingking di daerah Parangtritis sekaligus menjadi pemandu karaoke di malam hari. Semua pekerjaan itu harus ia lakukan setelah sang suami mengalami kecelakaan di laut dan membuatnya terlilit hutang.

10. Athirah

Athirah

* sumber: www.cultura.id

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama / Roman
  • Produksi: Miles Films
  • Sutradara: Gary Ross
  • Pemeran: Cut Mini, Christoffer Nelwan, Tika Bravani

Athirah merupakan film drama biopik yang diangkat dari novel semi  biografi berjudul sama mengenai Hj Athirah Kalla, ibunda dari M Jusuf Kalla. Selain memenangkan 6 piala citra dalam Festival Film Indonesia 2016 termasuk untuk kategori film terbaik, Athirah juga meraih penghargaan internasional di Tokyo, Busan, dan Vancouver.

Film ini menceritakan tentang kehidupan Athirah yang goyah ketika suaminya mengawini perempuan lain, dimana budaya saat itu tak memberi ruang bagi perempuan seperti Athirah untuk bersuara. Namun ia mencoba bertahan dan bangkit demi keutuhan keluarganya, tanpa anaknya tahu konflik apa yang terjadi antara ia dan suaminya.

Itulah 10 film terbaik yang meraih piala citra pada ajang Festival Film Indonesia dan juga segenap-segenap penghargaan lainnya. Film-film terbaik tadi tentu bisa menjadi rekomendasi tontonanmu. Apakah kamu pernah menonton salah satu diantaranya? Manakah yang menjadi film favoritmu? Ceritakan di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *