bacaterus web banner retina

10 Film Indonesia tentang Emansipasi Wanita yang Menginspirasi

Ditulis oleh Erfah Nanda SW - Diperbaharui 15 April 2021

Emansipasi wanita mempunyai pengertian usaha yang dilakukan seseorang atau sekelompok untuk mendapat hak-hak wanita. Hal ini bermanfaat agar wanita mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki di segala bidang. Mulai dari politik, pendidikan, hingga pemerintahan.

Berangkat dari situ beberapa filmmaker mengangkat emansipasi wanita jadi sebuah film yang menginspirasi bagi penonton. Kira-kira ada film Indonesia apa saja yang menyuarakan emansipasi wanita? Simak daftarnya di bawah ini. Check this out!

1. Berbagi Suami

  • Tahun Rilis: 2006
  • Genre: Drama
  • Produksi: Kalyana Shira Films, Wall Works
  • Sutradara: Nia Dinata
  • Pemeran: Jajang C. Noer, Annisa Nurul Shanty, Dominique Agisca Diyose, dan El Manik

Poligami tampak tidak bisa dilepaskan di kehidupan suami istri. Dalam film Berbagi Suami mengambil sudut pandang  perempuan tentang poligami. Tak heran jika film ini menunjukkan keputusan, tingkah laku, dan perasaan wanita ketika suaminya memilih poligami.

Film Berbagi Suami mengisahkan tiga perempuan, Salma (Jajang C. Noer), Siti (Annisa Nurul Shanty), dan Ming (Dominique Agisca Diyose) yang sama-sama dipoligami oleh suami mereka.

Salma merupakan seorang dokter dan hidupnya berada di strata sosial yang tinggi. Sementara Siti gadis kampung yang pergi ke Jakarta untuk mewujudkan mimpinya. Akan tetapi dia malah dinikahi Pak Liknya (Lukman Sardi) yang sudah punya dua istri.

Lalu Ming adalah remaja berusia 19 tahun dinikahkan oleh pemilih restoran tempat dia bekerja, Koh Abun (Tio Pakusadewo) yang juga sudah beristri.  Dari latar belakang yang berbeda, ketiganya memberikan pesan untuk wanita terkait poligami.

2. Perempuan Punya Cerita

  • Tahun Rilis: 2008
  • Genre: Drama
  • Produksi: Kaylana Shira Film
  • Sutradara: Upi Avianto, Fatimah Rony, Lasja Fauzia, dan Nia Dinata
  • Pemeran: Susan Bachtiar, Kirana Larasati, Arswendi Nasution, dan Rieke Diah Pitaloka

Film Perempuan Punya Cerita mempunyai empat segmen yang berbeda. Meski demikian 4 film pendek tersebut sama-sama dibuat memakai perspektif dari perempuan. Dalam kisah yang berbeda tapi Perempuan Punya Cerita punya pesan yang mendalam bagi kaum hawa.

Nah, empat segmen Perempuan Punya Cerita berjudul Cerita Pulau, Cerita Yogyakarta, Cerita Cibinong, dan Cerita Jakarta. Ada yang tentang perjuangan sang ibu bertahan hidup demi aak-anaknya, sampai perjuangan perempuan yang mengidap HIV.

3. Perempuan Berkalung Sorban

Perempuan Berkalung Sorban
  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Drama
  • Produksi: Kharisma Starvision Plus, Dapur Film
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Pemeran: Revalina S. Temat, Oka Antara, Reza Rahadian, Widyawato, dan Ida Leman

Film Perempuan Berkalung Sorban diangkat dari novel karangan Abidah El Khalieqy dengan judul yang sama.  Perempuan Berkalung Sorban mengisahkan hidup Anissa (Revalina S. Temat) sebagai wanita berpendirian kuat dan cerdas.

Akan tetapi di ruang lingkupnya cenderung mempraktekkan tradisi konservatif terjadi wanita dengan kehidupan modern. Hal ini membuat Annisa membela hak-hak perempuan muslim di tengah keluarga pesantrennya.

4. Sokola Rimba

Sokola RimbaSumber: uc.ac.id
  • Tahun Rilis: 2013
  • Genre: Drama
  • Produksi: Visi Lintas Films
  • Sutradara: Riri Riza
  • Pemeran: Prisia Nasution, Rukman Rosadi, Nadhira Suryadi, dan Nyungsang Bungo

Film Sokola Rimba tak kalah menginspirasi dengan film emansipasi wanita lainnya. Film ini menunjukkan perjuangan Butet Manurung (Prisia Nasution) yang ingin mewujudkan anak-anak suku dalam atau masyarakat Rimba untuk mendapat pendidikan. Butet mengajak anak-anak setempat untuk belajar baca tulis dan menghitung.

Dalam kepercayaan kelompok Rombong Bungo jika belajar baca tulis bisa membawa malapetaka bagi mereka. Namun Butet tak berhenti untuk mengajar Nyungsang Bungo (Nyungsang Bungo). Hingga sampai akhirnya Butet terpisahkan dari masyarakat Rimba.

5. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Drama
  • Produksi: MD Pictures
  • Sutradara: Hestu Saputra
  • Pemeran: Chelsea Islan, Dion Wiyoko, Kimberly Ryder, dan Ferry Salim

Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar mengisahkan perjuangan Merry Riana (Chelsea Islan) yang harus tinggal di Singapura karena kondisi keuangan tidaklah mudah. Di Singapura dia harus bekerja dan kuliah untuk bertahan hidup.

Sempat gagal dalam meraih mimpinya. Merry tak lama dalam keterpurukan. Bersama dengan Alva (Dion Wiyoko), Merry semakin gigih bekerja. Sampai usaha yang pantang menyerah Merry membawakan hasil satu juta dolar!

6. Athirah

AthirahSumber: cultura.id
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama biopik
  • Produksi: Miles Films
  • Sutradara: Riri Riza
  • Pemeran: Cut Mini, Tika Bravani, dan Christoffer Nelwan

Kisah hidup Hj. Athirah Kalla, ibunda Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, dikemas di novel karya Alberthiene Endah. Kemudian rumah produksi Miles Films mengangkat kisah ini jadi film layar lebar berjudul Athirah.

Film ini mengisahkan saat Athirah (Cut Mini) berani menolak permintaan suaminya poligami. Dirinya memperjuangkan perasaannya dan mempertahankan keutuhan keluarganya. Tekad, usahanya, dan kegigihan Athirah  pun akhirnya berbuah manis.

7. 3 Srikandi

3 SrikandiSumber: efenerr.com
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama biopik
  • Produksi: Multivision Plus
  • Sutradara: Imam Brotoseno
  • Pemeran: Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Islan

Film 3 Srikandi juga mengisahkan perjuangan wanita dalam mewujudkan mimpinya di bidang olahraga. Kata siapa jadi atlet hanya bisa dirasakan laki-laki? Lilies (Chelsea Islan), Kusuma (Tara Basro), dan Yana (Bunga Citra Lestari) dapat membuktikannya.

3 Srikandi mengisahkan kisah nyata atlet panahan Indonesia di Olimpiade Musim Panas 1988. Lilies, Yana, dan Kusuma harus berlatih fisik, mental, sampai emosi. Semangat mereka yang membara akhirnya digantikan dengan kemenangan.

8. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Raihan Segudang Prestasi di Skala Nasional dan InternasionalSumber: akuaktor.com
  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Drama
  • Produksi: Cinesurya, Kaninga Pictures, dan HOOQ Original
  • Sutradara: Mouly Surya
  • Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama, dan Egi Fedly

Review & Sinopsis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Zaman sekarang perempuan bukan mahluk yang lemah lagi. Kini dengan adanya emansipasi wanita dan kesetaraan gender, kaum hawa juga bisa sama hebatnya dengan laki-laki. Lewat film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak membuktikannya.

Film ini mengisahkan tentang Marlina (Marsha Timothy) seorang janda yang berhadapan dengan perampok. Mereka mengancam nyawa, harta, juga kehormatan Marlina. Akan tetapi dia tak menyerah, Marlina mulai mencari keadilan.

9. Kartini

  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Biografi
  • Produksi: Legacy Pictures, Screeplay Films
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, dan Ayushita

Jika bicara emansipasi wanita tidak boleh melupakan perjuangan Kartini. Salah satu pahlawan perempuan ini kisahnya dijadikan film berjudul Kartini. Saat menonton film ini kamu akan merasakan bahwa wanita bukanlah mahluk yang rendah dan lemah.

Ya, film ini mengisahkan Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang berjuang menyetarakan hak bagi semua orang, baik itu keturunan ningrat maupun bukan. Bersama saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa), dan Kardinah (AyuShita), Kartini berjuang mendiri sekolah bagi masyarakat miskin. Kartini berusaha mengangkat derajat perempuan di tengah kasta sosial.

10. 27 Steps of May

27 Steps of MaySumber: hipwee.com
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Green Glow Pictures, Go Studio
  • Sutradara: Ravi Bharwani
  • Pemeran: Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, Verdi Solaiman, dan Hengky Solaiman

Sinopsis & Review 27 Steps of May

Film 27 Steps of May seakan mengajak wanita di luar untuk bersuara jika mendapat pelecehan seksual dari segi apapun. Ya, 27 Steps of May sendiri mengisahkan tentang May (Raihaanun) yang jadi korban pemerkosaan saat kerusuhan Mei 1998.

Rasa trauma yang dialami May dan keluarganya sukses menyentuh hati penonton. Butuh waktu lama membuat May kembali bersemangat jalani hidup. Bagi kamu yang alami seperti May, jangan takut untuk bercerita dan bersuara. Kamu berhak dapat perlindungan!

Nah itulah tadi film-film Indonesia yang menyuarakan emansipasi wanita. Banyak pesan-pesan yang bisa kamu ambil dari film di atas. Tentang mimpi, mengeluarkan pendapat, perjuangan mengangkat derajat perempuan, melawan untuk diinjak-injak, dan mencari keadilan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram