Bacaterus / Film Horror / 10 Franchise Film Horor Terseram Sepanjang Masa

10 Franchise Film Horor Terseram Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Desember 2018

Film horror adalah genre film yang paling sukses dalam menggedor jantung supaya berdegup kencang. Makanya, genre film ini menjadi pilihan utama bagi para pria untuk menonton di bioskop bersama kekasihnya, dengan harapan sang kekasih takut dan memeluk dirinya atau menyembunyikan wajahnya di bahu sang pria. Jika tidak begitu, bagi minoritas penonton wanita pemberani, minimal menggenggam tangan sang pria karena ketakutan.

Dalam perjalanannya, film horror terkadang menampilkan sosok karakter menakutkan yang menjadi favorit penonton dan terkadang ada yang sudah menjadi icon tersendiri. Maka tidak heran, film-film tentang sosok menakutkan ini terus dibuat dari film ke film yang terkadang memiliki kualitas cukup baik, tetapi kebanyakan berkualitas buruk dan justru semakin memalukan sosok icon tersebut.

Dibawah ini adalah deretan franchise film-film horror yang terus menerus dibuat karena sosok icon tersebut yang turut menyukseskan film-filmnya, baik dalam bentuk sequel ataupun reboot, dari generasi ke generasi.

10 Franchise Film Horor Terseram

1. The Texas Chainsaw Massacre [1974 – 2013]

The Texas Chainsaw Massacre film horor terseram

Siapa yang menyangka jika film slasher-horror karya Tobe Hooper dengan bujet yang minim dan deretan aktor-aktris lokal tidak terkenal mampu tampil menjadi salah satu film horor terseram? Pada masanya, tidak ada yang menduga hal ini terjadi. Bahkan saat pertama kali penayangannya di bioskop-bioskop AS di tahun 1974, distribusi film ini sempat dihentikan karena tampilan adegan yang terlalu sadis.

Sosok Leatherface yang di wajahnya ditempelkan kulit-kulit dari korban-korbannya dan selalu membawa gergaji mesin ditangannya, adalah sosok antagonist yang sangat menakutkan di masa itu, bahkan hingga saat ini. Film pertamanya, The Texas Chain Saw Massacre (1974) sukses besar, sehingga disusul dengan sebuah sequel, The Texas Chainsaw Massacre 2 (1986), yang menuai kritik karena tampil sebagai black comedy.

Tanpa keterlibatan Tobe Hooper, Leatherface: Texas Chainsaw Massacre III (1990) dirilis dan menuai banyak kritikan pedas. Texas Chainsaw Massacre: The Next Generation (1994) adalah film independent yang menceritakan kisah setelah ending film pertama dan tidak memiliki koneksi dengan 2 film sequel-nya. Film ini dirilis ulang secara luas di tahun 1997 setelah Renee Zellwegger dan Matthew McConaughey yang membintangi film ini sudah menjadi aktor-aktris terkenal.

Michael Bay dengan rumah produksinya, Platinum Dunes, membeli hak cipta franchise ini dan merilis The Texas Chainsaw Massacre (2003) sebagai remake dengan Marcus Nispel sebagai sutradaranya dan didukung oleh Tobe Hooper sebagai produser. Dengan aktris Jessica Biel, film ini disambut dengan cukup baik, meski dianggap belum memiliki kualitas yang sama dengan film pertamanya.

Film selanjutnya, The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning (2006) merupakan prequel dari film sebelumnya yang mengambil waktu kejadian 4 tahun sebelum film versi 2003. Texas Chainsaw 3D (2013) merupakan kisah lain dari Leatherface dalam meneror orang-orang yang diumpankan kepadanya. Sudah dipastikan jika kisah Leatherface dan keluarga kanibalnya ini akan terus berlanjut dalam beberapa film ke depan.

2. Halloween [1978 – 2009]

Halloween

Sineas John Carpenter menciptakan icon horror pada diri Michael Myers lewat Halloween (1978) yang sukses secara kualitas dan komersial. Myers kabur dari RSJ untuk membunuh di malam Halloween dengan pisau dapur ditangannya. Jamie Lee Curtis terangkat karirnya dan seringkali dianggap sebagai scream queen berkat film ini.

Melanjutkan kisah dari ending yang menggantung, Halloween II (1981) dirilis dengan kesuksesan yang hampir menyamai film pertamanya. Setelah tidak ditampilkan di Halloween III: Season of the Witch (1982), Michael Myers kembali beraksi di Halloween 4: The Return of Michael Myers (1988) demi mengobati kekecewaan para penggemarnya.

Halloween 5: The Revenge of Michael Myers (1989) mengambil setting setahun setelah film terakhir dan Halloween: The Curse of Michael Myers (1995) mengungkap misteri mengapa Michael Myers tidak bisa mati meski sudah berkali-kali dibunuh.

Film selanjutnya, Halloween H20: 20 Years Later (1998), mengambil setting cerita tepat setelah film kedua dan mengabaikan keseluruhan sequel yang pernah ada dan menghadirkan kembali karakter Laurie Strode yang diperankan oleh Jamie Lee Curtis. Halloween: Resurrection (2002) melanjutkan kisah sebelumnya dimana Michael Myers membunuh para peserta acara reality show di rumahnya dahulu.

Rob Zombie dipercaya oleh John Carpenter untuk membuat reboot Halloween (2007) yang lebih mengupas sisi psikologis Michael Myers, dilanjutkan dengan Halloween II (2009) dengan perubahan psikologis dari ketiga karakter utamanya. Sayangnya, film ini mendapat respon negatif. Meski begitu, kemungkinan dibuatkannya kelanjutan film tentang Michael Myers selalu ada. Kita tunggu saja.

3. Friday the 13th [1980 – 2009]

Friday the 13th

Mengikuti kesuksesan Halloween dengan Michael Myers-nya, Paramount Pictures dan Warner Bros. Pictures merilis Friday the 13th (1980) karya Sean S. Cunningham dengan premise yang sama persis seperti kebrutalan dalam film Halloween dan menampilkan Jason Vorhees sebagai calon icon horror.

Dianggap lumayan sukses, franchise ini kemudian dilanjutkan dengan Friday the 13th Part 2 (1981) yang menampilkan Jason Vorhees dengan goloknya sebagai tokoh antagonist dan Friday the 13th Part III (1982) dimana Jason Vorhees tampil dengan topeng hockey-nya.

Friday the 13th: The Final Chapter (1984) direncanakan sebagai akhir dari kisah penjagalan ala Jason Vorhees, oleh karena itu di Friday the 13th: A New Beginning (1985), Jason Vorhees tidak terlalu mendapat tempat dalam jalan ceritanya.

Friday the 13th Part VI: Jason Lives (1986) membangkitkan kembali icon horror ini dalam konteks supernatural, dimana dia hidup kembali karena setrum listrik dalam tegangan tinggi. Friday the 13th Part VII: The New Blood (1988) melanjutkan petualangan Jason Vorhees yang sekarang memiliki kekuatan telekinesis.

Friday the 13th Part VIII: Jason Takes Manhattan (1989) kembali direncanakan sebagai akhir dari kisah Jason Vorhees dimana dia mengejar korbannya hingga ke kota New York. Jason Goes to Hell: The Final Friday (1993) adalah awal baru Jason Vorhees di bawah label New Line Cinema dimana ending-nya membuka jalan pertemuannya dengan Freddy Krueger.

Jason X (2001) membawa Jason Vorhees ke luar angkasa dengan setting ala film Alien dan Freddy vs. Jason (2003) akhirnya mempertemukan dua icon horror ini yang awalnya bekerjasama dan pada akhirnya saling bertikai.

Friday the 13th (2009) adalah remake yang disutradarai oleh Marcus Nispel yang sepertinya mengambil setting setelah film ketiganya karena pemakaian topeng hockey miliknya. Meski tidak sukses, setidaknya icon ini dikenal oleh generasi sekarang.

4. Poltergeist [1982 – 2015]

Poltergeist

Setelah sukses dengan franchise The Texas Chainsaw Massacre, Tobe Hooper bekerjasama dengan Steven Spielberg sebagai produser membuat film Poltergeist (1982). Sukses secara kualitas dan masuk sebagai nominator Oscar di kategori Best Sound Editing, Best Visual Effects dan Best original Score, film horor terseram ini dianggap memiliki kutukan, dimana beberapa kru dan aktor yang berpartisipasi di film ini kemudian banyak yang meninggal dunia.

Poltergeist II: The Other Side (1986) melanjutkan petualangan keluarga yang dihantui di dalam rumahnya dan Poltergeist III (1988) menutup trilogy yang berakhir dengan pencapaian kualitas yang buruk. Di tahun 2015, Poltergeist hadir kembali dalam versi remake yang menceritakan kembali kisah dari film pertama lengkap dengan adegan terseram yaitu “serangan badut”. Dianggap tidak bisa menyaingi performa film pertamanya, kelanjutan franchise ini diragukan untuk bisa lanjut ke film berikutnya.

5. A Nightmare on Elm Street [1984 – 2010]

A Nightmare on Elm Street

Film yang mempopulerkan karakter Freddy Krueger ini adalah buah karya sineas Wes Craven. Di kemunculan pertamanya, karakter yang mampu membunuh korbannya lewat mimpi ini tampil sangat menakutkan, terutama bagi para remaja yang merupakan mayoritas target korban sang icon horror ini.

Film-film berikutnya, A Nightmare on Elm Street 2: Freddy’s Revenge (1985) tampil dibawah performa film pertama, A Nightmare on Elm Street 3: Dream Warriors (1987) tampil lebih baik tetapi sempat dilarang tayang di Australia, A Nightmare on Elm Street 4: The Dream Master (1988) melanjutkan balas dendam Freddy Krueger kepada kelompok yang mampu mengalahkannya.

A Nightmare on Elm Street 5: The Dream Child (1989) menampilkan adegan mimpi yang lebih gothic daripada film-film sebelumnya, dan Freddy’s Dead: The Final Nightmare (1991) direncanakan sebagai akhir franchise dan bertabur banyak bintang film dan musik sebagai cameo.

Wes Craven kembali turun tangan sebagai sutradara dalam menghidupkan kembali Freddy Krueger lewat Wes Craven’s New Nightmare (1994) dimana Freddy Krueger tidak hanya membunuh lewat mimpi tetapi kali ini memburu para artis dan kru dari film pertamanya yang memasang dia sebagai tokoh antagonist. Ide yang brilian sebenarnya, tetapi tidak dilanjutkan di film berikutnya yang malah mempertemukan Freddy Krueger dan Jason Vorhees dalam Freddy vs. Jason (2003).

A Nightmare on Elm Street (2010) merupakan remake dari film pertama yang diproduksi oleh perusahaan milik Michael Bay, Platinum Dunes. Dengan kurang baiknya kualitas dan pendapatan dari film terakhir ini, menimbulkan keraguan akan kelanjutan petualangan dalam mimpi Freddy Krueger ini.

6. Child’s Play [1988 – 2013]

Child’s Play

Chucky adalah sebuah boneka yang dirasuki oleh arwah pembunuh berantai. Maka kemudian, boneka ini selalu berhasrat untuk terus membunuh. Child’s Play (1988) adalah awal dari franchise Chucky ini. Child’s Play 2 (1990) tampil lebih komikal dan Child’s Play 3 (1991) yang bersetting 8 tahun kemudian menampilkan usaha balas dendam chucky terhadap Andy.

Bride of Chucky (1998) tampil lebih bernuansa humor sehingga seperti sebuah parody dari ketiga film sebelumnya, tetapi penampilan Chucky kali ini lebih menyeramkan dengan banyaknya jahitan pada wajahnya. Seed of Chucky (2004) melanjutkan nuansa yang sama dengan film sebelumnya dimana Chucky sekarang telah memiliki anak dari pernikahannya bersama Tiff.

Karena semakin menurunnya kualitas dari film ke film, Curse of Chucky (2013) tidak dirilis di bioskop, melainkan langsung ke distribusi home video. Don Mancini sebagai kreator franchise ini mengembalikan nuansa horror yang lebih kental seperti film pertama hingga ketiganya. Belum ada kabar terbaru tentang kelanjutan kisah boneka pembunuh ini.

7. Scream [1996]

Scream

Sebagai sineas spesialis horror, Wes Craven membuat satu franchise horror lagi lewat Scream (1996) yang tampil seperti tribute untuk film-film slasher, karena semua karakter di film horor terseram ini diceritakan adalah pencinta film slasher.

Keluar dari kebiasaan film-film horror serupa, aktor-aktris yang tampil di film ini bukanlah aktor-akris debutan, melainkan para bintang film remaja yang rata-rata sudah memiliki nama lewat film layar lebar ataupun serial televisi.

Pembunuh yang berkeliaran dengan pisau ditangan dan memakai topeng ghostface kemudian sangat terkenal di kalangan remaja dan sering dianggap sebagai inspirasi pada kasus-kasus pembunuhan di sekolah atau kampus di AS.

Scream 2 (1997) hampir menyamai performa film pertamanya meski pengerjaan naskahnya terkadang dilakukan di lokasi syuting. Scream 3 (2000) tampil lebih seperti parody atau spoof dari 2 film sebelumnya dan naskahnya tidak lagi ditulis oleh Kevin Williamson, otak dibalik kisah misterius nan pintar di 2 film sebelumnya.

Scream 4 (2011) merupakan film terakhir Wes Craven sebelum wafatnya di tahun 2015. 3 bintang di film sebelumnya hadir kembali dengan naskah yang kembali ditangani oleh Kevin Williamson. Dengan wafatnya sang kreator, franchise ini kemungkinan tidak akan dilanjutkan.

8. Final Destination [2000 – 2011]

Final Destination

Seorang remaja mendapat ramalan lewat mimpi tentang kecelakaan pesawat yang akan ditumpanginya. Bersama beberapa temannya, dia turun dari pesawat sebelum berangkat dan selamat dari kematian. Tetapi sang maut kemudian mencabut nyawa orang-orang yang selamat tersebut satu-persatu yang dibuat dalam berbagai kecelakaan alami.

Yang membuat seru dan menarik dari film horor terseram ini adalah bagaimana para remaja ini memprediksi siapa yang akan mati berikutnya dan menyelamatkan diri dari kejaran sang maut. Final Destination (2000) mendulang sukses yang cukup baik untuk ukuran film horror.

Final Destination 2 (2003) hadir dengan deretan karakter baru tetapi memiliki premise dan alur cerita yang sama dengan film pertamanya. Kali ini adalah kecelakaan di jalan raya. Final Destination 3 (2006) menampilkan karakter baru lagi yang berhubungan dengan kecelakaan pada rollercoaster di sebuah taman hiburan. Kualitas cerita yang stagnan dari film ke film semakin menimbulkan kebosanan bagi penonton. Hanya variasi cara kematiannya saja yang selalu ditunggu.

The Final Destination (2009) tidak membawa pembaruan. Kali ini kecelakaan terjadi di arena balap mobil. Final Destination 5 (2011) kemungkinan adalah penutup dari rangkaian franchise horror ini. Kali ini menceritakan orang-orang yang selamat dari kecelakaan yang terjadi di jembatan yang terputus. Ending film ini merupakan awal dari film pertamanya, yaitu kecelakaan pesawat terbang.

9. Saw [2004 – 2010]

Saw

James Wan, yang saat ini adalah salah satu sutradara papan atas Hollywood, membesut film debutnya yang merupakan film horror psikologis berjudul Saw (2004). Film ini kemudian sukses secara komersial pada peredarannya di bioskop-bioskop dunia.

Sebagai kelanjutannya,  Saw II (2005) lebih menampilkan kemisteriusan sosok Jigsaw dalam membunuh korban-korbannya, Saw III (2006) lebih menampilkan sisi emosional dari Jigsaw yang ternyata mengidap penyakit mematikan, Saw IV (2007) melanjutkan metode pembunuhan ala Jigsaw yang dilakukan oleh penerusnya yang masih misterius meski dirinya dan muridnya sudah wafat.

Saw V (2008) menguak identitas sang penerus Jigsaw, Saw VI (2009) melanjutkan perjalanan Mark Hoffman sebagai penerus Jigsaw dalam menghukum orang-orang yang dianggapnya berdosa, dan Saw 3D (2010) adalah film terakhir dimana penerus Jigsaw berhasil dibunuh dan kasus ditutup oleh salah satu karakter utama dari film pertamanya.

Metode-metode pembunuhan dengan keterbatasan waktu dalam memecahkan teka-teki yang harus dijawab oleh korban demi keselamatan nyawanya, merupakan daya tarik bagi franchise horror ini.

10. Insidious [2011 – 2015]

Insidious

Sutradara James Wan dan rekannya Leigh Whannell yang sukses dengan film pertama dari franchise Saw (2004), membuat sebuah film horror yang memiliki cerita menarik dan tingkat keseraman yang tinggi. Insidious (2011) bercerita tentang seorang anak yang mengalami koma dan rohnya masuk ke dimensi lain dan ayahnya berusaha menjemput roh anaknya tersebut sebelum roh itu masuk ke alam kematian.

Insidious: Chapter 2 (2013) melanjutkan kisah dari film sebelumnya dan memiliki plot yang cerdas yang tidak bisa diduga oleh penonton. Insidious: Chapter 3 (2015) memajukan Leigh Whannell sebagai sutradara karena James Wan sudah mulai terlibat dengan syuting franchise Fast and Furious.

Film ini merupakan prequel dari 2 film sebelumnya yang menceritakan kisah Elise Rainier sebagai parapsychologist yang telah pensiun dan kembali beraksi demi membunuh rasa ketakutan di dalam dirinya.

11. Paranormal Activity [2007-2015]

Paranormal Activity

Paranormal Activity berhasil menjadi salah satu franchise film horor terseram sepanjang masa yang sukses di dunia perfilman. Film yang low-budget ini berhasil meraih pendapatan di Amerika Serikat saja sebesar 401,36 juta USD untuk semua gabungan filmnya.

Debut pertama Paranormal Activity dimulai dari tahun 2007, lalu dilanjutkan sampai Paranormal Activity: Ghost Dimension (2015). Film pertama untuk seri Paranormal Activity ini dibuat dengan budget sebesar 15 ribu USD saja, tetapi film pertama tersebut berhasil meraih pendapatan hingga 126,6 juta USD.

Semua film Paranormal Activity dibuat seperti film dokumenter yang tidak sengaja menangkap aktivitas dari mahluk astral. Jadi, akan banyak penampakan atau pergerakan yang dibuat oleh mahluk tak kasat mata dalam film ini.

12. The Conjuring [2013-2017]

The Conjuring

Berbicara mengenai franchise film horor terseram, The Conjuring pasti ada di dalam daftar tersebut. The Conjuring sukses menjadi film horor terseram di era modern. Bahkan, film ini juga sudah melahirkan sekuel The Conjuring 2 dan prekuel di film Annabelle dan Annabelle: Creation.

Film ini menceritakan tentang kisah sepasang suami istri yang merupakan paranormal terkenal, Ed dan Lorraine Warren. Kedua film The Conjuring yang sudah tayang juga terinspirasi dari kisah-kisah yang dialami Ed dan Lorraine sepanjang karirnya menjadi paranormal. Total keseluruhan pendapatan film The Conjuring mencapai 425,41 juta USD.

13. Alien [1979-2017]

Alien

Horror tidak harus melulu hal-hal gaib. Alien membuktikan bahwa kedelapan filmnya bisa menjadi franchise film horor terseram yang paling sukses versi Forbes dan IMDB. Total penghasilan yang diraih oleh delapan film Alien ini mencapai 590,19 juta USD. Yang paling sukses adalah Prometheus (2012) karena berhasil meraih pendapatan tertinggi di antara tujuh film lainnya, yaitu 126,5 juta USD.

Setiap film Alien mengambil setting cerita yang berbeda-beda, ada yang di luar angkasa, ada juga di bumi. Namun, jalan ceritanya kurang lebih sama yakni invasi alien ke dunia atau perlawanan manusia terhadap alien yang tidak segan membunuh mereka.

14. The Exorcist [1973-2005]

The Exorcist

The Exorcist adalah film-film yang mengisahkan tentang ritual pengusiran setan dari tubuh manusia. Ritual tersebut biasa dilakukan oleh pemuka agama. Akan tetapi, perlawanan dari setan yang diusir inilah yang menarik. Terkadang setan tersebut akan memberi perlawanan dengan menyiksa tubuh korban yang dirasuki.

Film pertama The Exorcist rilis di tahun 1973. Kemudian, franchise ini melanjutkan hingga empat film berikutnya dan yang terakhir adalah Dominion: Prequel to the Exorcist yang tayang pada tahun 2005. Kelima film The Exorcist berhasil meraih pendapatan hingga 331,6 juta USD.

15. Resident Evil [2002-2016]

Resident Evil

Resident Evil adalah film action-horror yang diadaptasi dari permainan konsol. Film horor terseram ini mengangkat zombie sebagai unsur horornya. Keenam film Resident Evil yang tayang mulai tahun 2002 ini mengusung Milla Jovovich sebagai tokoh utamanya.

Meskipun lebih banyak adegan laganya ketimbang jumpscare atau penampakan zombie-nya, tetapi Resident Evil termasuk sebagai film adaptasi video game terlaris sepanjang masa. Sejak penayangan film pertamanya, keenam seri Resident Evil berhasil meraup pendapatan kotor di Amerika sebesar 217,27 juta USD.

Itulah 10 franchise film horor terseram yang diantaranya menampilkan beberapa icon horror terkenal. Karena kesuksesan film pertamanya, maka dibuatkanlah film demi film sebagai kelanjutannya, baik sebagai sequel, prequel, remake ataupun reboot. Motivasinya tidak lain adalah demi mengeruk keuntungan, meski kemudian film-filmnya tidak menyamai kualitas film pertamanya.

Meski begitu, para icon horror ini sangat ditunggu aksinya kembali oleh para penikmat film horror dan para fans sang icon sendiri tentunya. Dan sudah pasti, Hollywood akan selalu mencari cara untuk membuat sang icon hidup kembali, atau bahkan membuat icon horror yang baru lagi.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar