Bacaterus / Film Barat / 10 Rekomendasi Film Found Footage Terbaik Sepanjang Masa

10 Rekomendasi Film Found Footage Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Januari 2019

Found footage adalah sebuah teknik yang dipakai dalam sebuah produksi film yang menggunakan handycam atau hand-held camera sebagai kamera utamanya. Meskipun diarahkan oleh seorang sutradara, yang sangat berperan penting dalam film found footage ini adalah aktor yang memegang kamera tersebut, bisa dianggap dialah cinematographer film sejenis ini.

Mayoritas film yang menggunakan teknik ini berasal dari genre horror, tetapi ada juga beberapa yang berasal dari sci-fi, drama dan comedy. Teknik ini memang sangat berguna jika digunakan di film horror karena menampilkan kedekatan antara penonton dan aktor seolah-olah penonton sedang berada bersama mereka dan merasakan ketakutan mereka hingga akhir film.

Sudah pasti jantung akan dibuat berdegup kencang. Untuk itu, Bacaterus telah memilihkan 10 film found footage terbaik yang pernah diproduksi Hollywood dalam berbagai macam genre. Apa sajakah itu? Berikut daftar lengkapnya.

10 Film Found Footage Terbaik

1. The Blair Witch Project [1999]

The Blair Witch Project film found footage terbaik

Bisa dibilang, The Blair Witch Project adalah pelopor utama film found footage. Meskipun ini adalah proyek indie, tetapi popularitasnya cukup mendunia. Karena cerita yang dibuat seolah-olah nyata dan penampakan di kamera betul-betul mengerikan, banyak yang percaya ini bukanlah film, tetapi rekaman asli dari para petualang yang hilang di sebuah hutan di Maryland pada tahun 1994 itu.

Diceritakan bahwa kamera dan perangkat-perangkatnya ditemukan setahun kemudian oleh petualang yang lain lalu kemudian dipublikasikan lewat film ini. Sempat dibuatkan sequel-nya, yaitu Book of Shadows: Blair Witch 2 (2000), yang sayangnya tidak sukses. Kemudian dunia Blair Witch dikembangkan lagi lewat beberapa novel, buku komik dan video games, serta beberapa merchandise.

2. Paranormal Activity [2007]

Paranormal Activity

Setelah suksesnya The Blair Witch Project, tidak banyak film found footage yang dibuat, meskipun ada beberapa yang hanya mendapat respon negatif, hingga hadirnya film Paranormal Activity yang mengingatkan akan kesuksesan film The Blair Witch Project.

Bermula dari film indie yang diputar di beberapa festival dan kemudian menanjak popularitasnya setelah dirilis luas hingga menghasilkan franchise tersendiri yang lebih sukses dibandingkan The Blair Witch Project. Meski hanya menggunakan kamera statis yang dipasang di sudut-sudut kamar, tetapi kemunculan berbagai penampakan dan keanehan di rumah itu tertangkap dengan jelas.

Oren Peli sebagai sutradara, kemudian terangkat namanya meski hingga tahun 2015 belum ada lagi filmnya yang bisa mengulangi kesuksesan Paranormal Activity. Meski kualitasnya dari film ke film semakin menurun, tetapi sequel-nya terus menerus diproduksi.

Hingga tahun 2015 sudah 5 sequel yang dirilis, Paranormal Activity 2 (2010), Paranormal Activity 3 (2011), Paranormal Activity 4 (2012), sebuah spin-off Paranormal Activity: The Marked Ones (2014) dan Paranormal Activity: The Ghost Dimension (2015) yang disinyalir sebagai film terakhir dari franchise ini.

3. Cloverfield [2008]

Cloverfield

Teknik found footage bukan hanya milik genre horror saja, Cloverfield membuktikan bahwa genre action sci-fi pun bisa menggunakan teknik ini dengan maksimal.

Sutradara Matt Reeves dan produser J.J. Abrams menampilkan amukan monster di kota New York lewat kamera sekelompok sahabat yang sedang berpesta saat peristiwa itu terjadi. Mereka pun harus survive dari situasi ini meski akhirnya tercerai-berai dan menemui ajalnya masing-masing.

Adegan kepala Patung Liberty yang menggelinding di jalan adalah salah satu adegan yang mengejutkan, karena penampakan sang monster sendiri baru terlihat menjelang akhir film saat pemegang kamera terakhir mengambil gambarnya dari jarak dekat sebelum rudal-rudal militer mengenai sang monster dan menghancurkan sisa kota serta warga yang belum sempat di evakuasi.

Saat pertama kali pemutarannya di AS, banyak penonton yang merasa pusing dengan pergerakan kamera yang cepat. Oleh karena itu, setelahnya dibuat pengumuman bagi penderita epilepsy, migraine dan sejenisnya dilarang menonton film ini.

4. Apollo 18 [2011]

Apollo 18

Apa yang membuat NASA tidak pernah lagi melakukan ekspedisi ke Bulan dan mendaratkan astronotnya? Jawaban itu bisa penonton dapatkan lewat film ini. Tentu saja jawabannya hanya berupa hoax, tetapi di akhir film dimunculkan beberapa fakta yang mendukung hoax tersebut.

Alasan NASA yang ditampilkan di film ini, karena di Bulan terdapat sebuah kehidupan yang bisa saja mengganggu kelangsungan hidup manusia di Bumi. Fakta yang dimunculkan adalah batu-batu yang dibawa dari Bulan untuk diteliti, mayoritas banyak yang hilang, dicuri, atau pecah dengan sendirinya.

Filmnya sendiri menampilkan found footage dari kamera astronot yang dimunculkan di layar besar di markas NASA yang menampilkan jawaban mengapa para astronot tersebut tidak bisa kembali lagi ke Bumi.

5. V/H/S [2012]

VHS

Meski bergenre horror, tema yang diangkat di film anthology ini cukup beragam. Selain kemunculan hantu, ada juga yang menampilkan alien, psikopat dan hal-hal aneh lainnya. Beberapa sutradara membesut beberapa segmen yang dimunculkan di film ini.

Kesuksesan film V/H/S ini ketika diputar di Sundance Film Festival kemudian melahirkan 2 sequel, yaitu V/H/S/2 (2013) dimana salah satu segmennya disutradarai oleh Gareth Evans dan Timo Tjahjanto yang menampilkan akting dari aktor-aktor Indonesia seperti Fachry Albar, Hannah Al-Rashid dan Oka Antara, dan V/H/S: Viral (2014).

6. Chronicle [2012]

Chronicle

Tiga sahabat mendapatkan kemampuan telekinesis karena terkena sebuah benda asing, kemungkinan dari luar angkasa. Awalnya hanya dijadikan lelucon, tetapi salah satu diantara mereka memiliki niat lain dan mengembangkan sisi gelapnya yang mengakibatkan kematian salah satu sahabatnya serta nyawanya sendiri.

Pameran special-effects yang tersaji dengan sangat baik di film yang mengambil setting di kota Seattle ini benar-benar memanjakan mata penonton yang sudah terikat karena penggunaan teknik found footage dan jalan cerita yang tersusun rapih.

Kehancuran kota karena pertarungan mereka, lempar-lemparan mobil serta gedung-gedung yang berterbangan karena penggunaan kekuatan mereka, adalah sedikit dari sekian banyak special-effects mengagumkan yang disuguhkan di film ini. Josh Trank dan Max Landis adalah kedua otak dibalik film yang mengangkat karir Dane DeHaan sebagai aktor laris Hollywood saat ini.

7. Project X [2012]

Project X

Jika bosan dengan film found footage bertema serius, maka Project X adalah jawabannya. Semangat anak muda yang doyan pesta dengan segala kebebasannya ditampilkan secara lengkap di film yang menampilkan banyak wajah baru yang didapat lewat beberapa open auditions di AS.

Tiga orang sahabat yang menjelang kelulusannya di SMA, membutuhkan pengakuan atas eksistensi mereka yang selama ini dianggap sebagai loser. Oleh karena itu, mereka merancang sebuah pesta besar dan mengundang seisi sekolahan serta beberapa orang dari luar sekolahan untuk datang ke pesta mereka yang berakhir dengan kericuhan hingga tim dari kepolisian datang lengkap dengan helikopternya.

Setelah penayangannya di AS, banyak remaja disana yang kemudian membuat pesta-pesta serupa yang disebutkan karena terinspirasi oleh film yang disutradarai oleh Nima Nourizadeh ini.

8. End of Watch [2012]

End of Watch

Kerja polisi di jalan raya di AS tidaklah mudah. Banyak sekali kejahatan yang harus mereka selesaikan di jalan. Terkadang itu bisa merenggut nyawa mereka. Hal inilah yang diangkat oleh sutradara David Ayer, sutradara spesialis film kepolisian.

Di film ini, persahabatan antara dua orang polisi yang berpartner saat patroli adalah fokus utama, meski tetap terdapat adegan tembak-tembakan dan kejar-kejaran mobil di jalan raya sebagai standard utama film action. Dan semua adegan tersebut direkam lewat kamera di mobil atau yang dipegang oleh kedua aktor yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal dan Michael Pena ini.

Penonton akan terasa dekat dengan kedua karakter ini karena obrolan dan candaan yang terlontar dari mulut mereka, tentang keluarga, kisah masa lalu dan lain-lainnya. Sehingga mampu mengundang simpati penonton.

9. Project Almanac [2015]

Project Almanac

Meski ceritanya tidak orisinil, karena mengandung unsur-unsur film sci-fi bertema time travel lainnya, tetapi karena penggunaan found footage, cerita film yang penuh dengan unsur misteri dan teka-teki ini menjadi menarik.

Penonton mungkin akan sedikit dibuat pusing dengan rumus-rumus ilmiah yang dipaparkan di film ini, tetapi itu semua tertutup dengan rasa penasaran akan solusi dari misteri yang akan terkuak di akhir film.

Sutradara Dean Israelite menampilkan jajaran aktor muda sebagai pemeran utama. Film ini sendiri sempat tertunda perilisannya hingga setahun untuk mengganti judul film dan strategi marketingnya.

10. Unfriended [2015]

Unfriended

Ini adalah film yang cocok ditonton oleh orang-orang yang suka mem-bully teman-temannya, terutama lewat social media seperti youtube, facebook dan lain-lain. Yang membuat unik film ini adalah seluruh layar yang kita lihat adalah berasal dari monitor Macbook salah satu karakternya yang menampilkan teror terhadap teman-temannya yang sedang melakukan video chat bersama.

Hantu dari teman mereka yang bunuh diri setelah di bully oleh mereka menuntut balas lewat video chat ini. Satu persatu mereka tewas yang dibuat seolah-olah sebuah kecelakaan di rumah saja. Tampilan film seperti ini menimbulkan keintiman kita kepada para karakternya dan yang pasti mampu mengejutkan ketika teror itu muncul.

Itulah 10 film found footage terbaik yang pernah diproduksi Hollywood. Mayoritas film dengan teknik jenis ini biasanya dibuat dengan bujet yang minim dan menampilkan aktor-aktor pendatang baru atau yang belum dikenal sama sekali.

Setelah diputar di sebuah festival film dan mendapat kontrak dengan studio besar untuk distribusinya, baru dikenal luas oleh publik dan mendapat respon yang beragam. Dengan semakin berkembangnya teknologi kamera saat ini, bisa dipastikan film sejenis ini akan selalu dibuat, terutama di genre horror yang sangat bisa untuk menakut-nakuti penonton. Kita tunggu saja.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar