Bacaterus / Film Barat / 10 Film Debut Aktor Sebagai Sutradara Paling Sukses

10 Film Debut Aktor Sebagai Sutradara Paling Sukses

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Januari 2019

Seorang aktor harus memiliki kualitas akting yang baik untuk menaikkan karirnya. Tetapi tidak banyak aktor yang mampu mengarahkan aktor lainnya untuk berakting. Selain diharuskan memiliki kemampuan akting yang baik juga harus mempunyai skill mempengaruhi orang lain yang akan berguna dalam menerjemahkan naskah menjadi bentuk visual.

Kemampuan mereka sebagai sutradara mungkin tidak langsung datang begitu saja. Mereka belajar dan banyak berdiskusi dengan para sutradara yang membesut film yang mereka bintangi.

Bahkan ada juga beberapa yang mengambil kuliah dan kursus perfilman, ada juga yang memulai dari menyutradarai video musik dan beberapa episode serial televisi sebelum mereka dipercaya mengarahkan film layar lebar pertamanya yang biasanya diperankan oleh mereka juga.

Dalam sejarah perfilman, sudah banyak aktor yang sukses juga menjadi sutradara. Pengalaman akting mereka dan keinginan mempelajari seni perfilman membuat mereka menjadi sutradara yang handal dari film ke film. Tetapi tidak banyak yang langsung sukses di film debut penyutradaraannya. Berikut ini Bacaterus akan memilihkan 10 film dari aktor yang sukses dalam film debutnya sebagai sutradara.

10 Film Debut Aktor Sebagai Sutradara Tersukses

1. The Slender Thread [1965]

The Slender Thread film debut aktor sebagai sutradara

Melacak pengguna telpon di zaman sekarang ini sangat mudah sekali. Tetapi akan berbeda halnya di tahun pembuatan film yang merupakan debut penyutradaraan Sidney Pollack yang melacak pengguna telpon secara manual dari kabel ke kabel.

Hal ini dilakukan oleh seorang detektif untuk melacak lokasi seorang wanita yang mengaku telah menelan banyak obat dengan maksud bunuh diri yang menelpon ke sebuah klinik. Film debut aktor sebagai sutradara ini cukup menegangkan, apalagi berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Seattle.

Setelah kesuksesan film ini, Sidney Pollack kemudian terus memanjangkan karirnya sebagai sutradara lewat This Property Is Condemned (1966), They Shoot Horses, Don’t They? (1969), Jeremiah Johnson (1972), The Way We Were (1973), The Yakuza (1974), Three Days of the Condor (1975), Tootsie (1982), dan Out of Africa (1985). Yang menarik, mayoritas film-filmnya dibintangi oleh Robert Redford.

2. Play Misty for Me [1971]

Play Misty for Me

Setelah sukses menjadi bintang di trilogy koboi Italia karya Sergio Leone di era 1960an, Clint Eastwood mencoba menyutradarai film thriller psikologis sebagai debut penyutradaraannya. Tidak disangka, ternyata film ini cukup sukses secara kualitas dan masuk nominasi Golden Globe.

Kesempatan sebagai sutradara sekaligus aktor tidak disia-siakan oleh Eastwood dalam perjalanan karir filmnya. Setelah itu, Eastwood banyak membesut film-film berkualitas baik, antara lain Unforgiven (1992), Mystic River (2003), Letters from Iwo Jima (2006), Gran Torino (2008), dan American Sniper (2014). Saat ini Eastwood sudah menjadi salah satu sutradara papan atas Hollywood.

3. Ordinary People [1980]

Ordinary People

Robert Redford adalah seorang aktor senior yang sudah diakui kehandalannya dalam berakting. Lewat Butch Cassidy and the Sundance Kid (1969), Redford mengukuhkan dirinya sebagai aktor papan atas Hollywood. Tetapi baru lewat The Sting (1973) dirinya masuk nominasi Oscar di kategori Best Actor.

Kemudian dia membesut film drama yang merupakan adaptasi novel Ordinary People karya Judith Guest yang terbit di tahun 1976. Pengarahannya yang sangat baik, mengantarkan film ini meraih banyak penghargaan, terutama Best Picture dan Best Director di ajang Academy Awards.

Tidak sampai disitu, kemudian dia pun mengarahkan beberapa film lagi, antara lain A River Runs Through It (1992), Quiz Show (1994) dan The Conspirator (2010). Selain itu, lewat festival film indie yang dibentuknya, Sundance Film Festival, banyak film-film dan sutradara-sutradara independent yang kemudian menjadi sukses berkat andilnya sebagai pencipta festival film tersebut.

4. This Is Spinal Tap [1984]

This Is Spinal Tap

Mungkin banyak yang tidak mengenal Rob Reiner ketika dia sebagai seorang aktor, tetapi pasti banyak yang mengenal dirinya sebagai sutradara yang sukses besar lewat Stand by Me (1986), When Harry Met Sally (1989) yang merupakan salah satu film komedi romantis terbaik dan A Few Good Men (1992).

Film debut penyutradaraannya, This Is Spinal Tap, merupakan sebuah mockumentary comedy tentang perjalanan band rock asal Inggris yang kisahnya didokumentasikan oleh seorang sutradara yang diperankan oleh Rob Reiner sendiri. Meski berseting dan bernuansa Inggris, tetapi seluruh aktornya adalah dari AS.

Empat bintang utamanya yang berperan sebagai personil band, tampil dengan aksen British yang kental dan lucu. Film yang sudah terdaftar di National Film Registry ini menggambarkan kehidupan rockstar dengan segala referensinya yang lengkap tetapi dalam nuansa satir.

5. Henry V [1989]

Henry V

Film drama action yang merupakan adaptasi dari sandiwara panggung karya William Shakespeare ini, selain dibintangi oleh Kenneth Branagh sebagai Henry V, dia juga bertindak selaku penulis naskah dan sutradara debutan yang mengantarkannya masuk nominasi Oscar untuk kategori Best Actor dan Best Director.

Film ini merupakan adaptasi kedua di layar lebar setelah versi sebelumnya dirilis di tahun 1944 oleh sutradara legendaris Laurence Olivier. Tetapi versi tahun 1989 inilah yang seringkali dianggap sebagai salah satu film adaptasi Shakespeare terbaik.

Setelah film debut aktor sebagai sutradara tersebut, kemampuan penyutradaraannya semakin terasah dari film ke film, antara lain Dead Again (1991), Peter’s Friends (1992), Much Ado About Nothing (1993) yang merupakan salah satu karya Shakespeare, A Midwinter’s Tale (1995), Hamlet (1996) karya Shakespeare lagi, Thor (2011) dan Cinderella (2015).

6. Dances with Wolves [1990]

Dances with Wolves

Saat Kevin Costner menyutradarai film pertamanya, dirinya adalah aktor papan atas Hollywood. Meski awalnya dianggap tidak akan sukses dengan bujet hanya $15 juta saja, ternyata film ini sukses besar di tangga box-office dan ajang-ajang penghargaan film, salah satunya adalah raihan Oscar di kategori Best Picture, dan saat ini sudah terdaftar di National Film Registry.

Sayangnya, karirnya sebagai sutradara tidak dia lanjutkan sementara ini. Sejak gagal lewat The Postman (1997), butuh waktu lama bagi Costner untuk kemudian membesut Open Range (2003) yang bernuansa western.

Saat ini dia kembali kebanjiran proyek film, tetapi hanya sebagai aktor, bukan sutradara. Sebagai moviegoers, kita harapkan kembali Kevin Costner mengasah kemampuan penyutradaraannya dan membuat film yang lebih baik dari film debutnya.

7. The Indian Runner [1991]

The Indian Runner

Sejak karir aktingnya dimulai lewat Taps (1981), Sean Penn selalu berperan dalam film-film sukses meski kemampuan aktingnya belum diakui oleh para kritikus film. Kemudian dia menyutradarai film yang naskahnya ditulis olehnya juga, The Indian Runner (1991), yang mendapat respon cukup positif.

Setelah dua film karyanya yang dibintangi oleh Jack Nicholson tidak begitu mendapat respon yang baik, akhirnya lewat film biografi Into the Wild (2007), Sean Penn kembali mendapat pengakuan sebagai sutradara yang cukup handal dan patut diperhitungkan. Apalagi dia menyeimbangkannya dengan peningkatan kemampuan aktingnya di film-film yang dibintanginya.

8. Confessions of a Dangerous Mind [2002]

Confessions of a Dangerous Mind

George Clooney adalah aktor flamboyan yang terangkat karirnya dengan kesuksesan serial E.R. yang dibintanginya. Kemudian merambah layar lebar dengan film-film box-office seperti Batman & Robin (1997), The Perfect Storm (2000) dan Ocean’s Eleven (2001).

Ketika proyek ini mulai dikembangkan kembali setelah hampir 15 tahun terhenti, George Clooney mengambil alih proyek sebagai sutradara dengan menunjuk Sam Rockwell sebagai Chuck Barris, seorang presenter acara televisi terkenal yang merasa dirinya direkrut oleh CIA sebagai pembunuh.

Duduknya Clooney di kursi sutradara, menarik banyak aktor-aktris papan atas Hollywood untuk bergabung meramaikan film ini, sebut saja Drew Barrymore, Julia Roberts dan Rutger Hauer dengan penampilan cameo dari Brad Pitt dan Matt Damon. Setelahnya, Clooney membesut Good Night, and Good Luck. (2005) dengan nuansa hitam-putih, dan The Ides of March (2011) tentang kampanye presiden.

9. Gone Baby Gone [2007]

Gone Baby Gone

Sebelum memulai karir sebagai sutradara, Ben Affleck adalah seorang aktor yang cukup sukses dan seorang penulis naskah jempolan lewat Good Will Hunting (1997). Tetapi karena sikap glamornya, karir filmnya terjun bebas dengan berperan dalam film-film berkualitas buruk.

Lewat film yang diadaptasi dari novel Gone Baby Gone karya Dennis Lehane, Ben Affleck menampilkan sebuah film drama mystery yang apik dengan adiknya, Casey Affleck, sebagai pemeran utama.

Kemampuan penyutradaraannya semakin meningkat lewat film The Town (2010) dan Argo (2012) yang mengantarkannya meraih Oscar di kategori Best Picture. Secara tidak langsung, karir aktingnya kemudian cerah kembali, hingga akhirnya dipercaya sebagai pemeran Batman terbaru.

10. The Gift [2015]

The Gift

Bully adalah sebuah perbuatan yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis bagi korbannya dari kecil hingga dewasa. Jika korbannya bisa menanggulangi beban psikis masa lalunya, mungkin tidak akan menjadi masalah. Tetapi jika dia memendam dendam? Hal inilah yang diangkat oleh Joel Edgerton di debut penyutradaraannya ini.

Meski hanya minimalis, diperankan oleh tiga aktor saja dengan beberapa aktor tambahan, tetapi nuansa mencekam khas thriller psikologis sangat terasa dalam setiap adegannya. Ketiga aktornya, termasuk Edgerton sendiri, tampil dengan performa akting yang baik.

Tidak disangka, salah satu film debut aktor sebagai sutradara terbaik ini menuai banyak pujian dari para kritikus film, sehingga membuka jalan yang lebih luas bagi Edgerton untuk berkarir di bidang penyutradaraan.

Itulah sepuluh film terbaik dari para aktor yang memulai karir penyutradaraannya. Pengalaman mereka sebagai aktor mampu mereka jadikan pelajaran untuk membentuk mereka menjadi sutradara yang handal. Apalagi beberapa diantaranya memiliki kemampuan menulis naskah yang baik, dan beberapa diantaranya juga menjadi aktor di film arahannya sendiri.

Semoga para aktor papan atas lainnya bisa belajar untuk menjadi sutradara juga, sehingga mereka bisa menurunkan ilmu dan pengalamannya kepada para aktor yang lebih muda.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar