Bacaterus / Film Tokoh / 10 Film Comeback Terbaik dari Aktor dan Aktris Hollywood

10 Film Comeback Terbaik dari Aktor dan Aktris Hollywood

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Desember 2019

Menjadi superstar tidaklah mudah. Ketika sedang berada pada puncak kesuksesan, bergelimang dengan segala kemewahan, lalu tidak mampu mempertahankan prestasi, saat itulah karir mereka terjun bebas ke dalam lembah kehancuran. Apalagi jika ditambah dengan berbagai skandal dan perilaku negatif yang mereka lakukan.

Banyak selebritis yang kemudian tidak mampu mengatrol karir mereka kembali, tetapi di antara mereka masih ada pejuang-pejuang yang tidak pernah putus asa untuk mengembalikan kejayaan mereka dan mempertunjukkan bakat juga talenta mereka yang tertunda. Dari segelintir selebritis itu, kami pilihkan 10 aktor-aktris dan film yang mengangkat karir mereka kembali.

10 Film Comeback Terbaik

1. Pulp Fiction [1994]

Pulp Fiction [1994]

Siapa yang tidak kenal dengan John Travolta di era disco? Dialah salah satu icon yang memopulerkan disco lewat dua film hits-nya, Saturday Night Fever [1977] dan Grease [1978]. Tetapi setelah memasuki tahun 1980an, karirnya mendadak merosot seiring dengan film-filmnya yang tidak lagi menjadi hits.

Quentin Tarantino adalah sineas yang bertanggung jawab mengembalikan karir akting sang “raja disco” ini lewat film Pulp Fiction [1994]. Perannya sebagai pelaku kriminal bersama rekannya bisa dibilang sangat rumit dan menjadi inti cerita film yang ditampilkan secara tidak runut ini.

Setelahnya, Travolta mulai banyak bermain dalam film-film produksi besar, antara lain Face/Off [1997] bersama Nicolas Cage, Swordfish [2001] bersama Hugh Jackman dan Halle Berry, Wild Hogs [2007] bersama Tim Allen dan Martin Lawrence, dan Hairspray [2007] remake pentas Broadway.

2. Scream [1996]

Scream [1996]

Drew Barrymore terlahir di keluarga penggiat dunia sinema. Dia pertama kali tampil dan langsung mencuri perhatian lewat film E.T. the Extra-Terrestrial [1982] karya Steven Spielberg. Tetapi, yang terjadi setelah itu adalah keterpurukan dalam kelamnya dunia selebritis. Dia berkali-kali masuk pusat rehabilitasi dari ketergantungan terhadap narkoba dan alkohol.

Ketika Wes Craven hendak membuat film horror remaja, dia pun melirik Drew Barrymore yang saat itu sedang berusaha memperbaiki karirnya lewat film-film berbujet kecil. Tidak disangka, ternyata film Scream [1996] tidak hanya melambungkan namanya saja, tetapi juga beberapa aktor-aktris lainnya yang ikut ambil peran di film tersebut.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk masuk ke jajaran aktris papan atas Hollywood. The Wedding Singer [1998] bersama Adam Sandler memukau banyak pihak, Ever After [1998] menceritakan Cinderella dalam perspektif lain, dan Never Been Kissed [1999] merupakan film pertama dari perusahaan filmnya sendiri.

Kemudian, Charlie’s Angels [2000] menempatkannya sebagai salah satu aktris termahal di Hollywood, dan reuninya dengan Adam Sandler di 50 First Dates [2004] kembali berhasil menyentuh banyak hati. Di tahun 2009, dia pun memulai debut sebagai sutradara lewat film Whip It yang dipuji para kritikus film.

3. Harold & Kumar Go to White Castle [2004]

* sumber: www.allmovie.com

Di film comedy ini, yang menjadi sorotan bukan kedua pemeran utamanya, tetapi Neil Patrick Harris yang berperan sebagai versi fiktif dirinya sendiri. Bahkan, dia ikut berperan kembali dalam dua sequel-nya, Harold & Kumar Escape from Guantanamo Bay [2008] dan A Very Harold & Kumar 3D Christmas [2011].

Film ini mengembalikan karirnya kembali pada jalurnya, setelah sebelumnya dia dikenal lewat serial TV Doogie Howser, M.D. di tahun 1989 hingga 1993. Setelah itu, film-film layar lebarnya tidak mendapat respon positif hingga dia bermain di film comedy ini. Kemudian, dia pun semakin melambung lewat serial TV How I Meet Your Mother dari tahun 2005 hingga 2014.

4. Rocky Balboa [2006]

Rocky Balboa [2006]

Sylvester Stallone adalah icon dalam perfilman Hollywood karena perannya sebagai Rocky dan Rambo. Lewat dua karakter itu, namanya melambung hingga ke papan atas aktor ternama Hollywood. Di luar itu, film-filmnya ada beberapa yang sukses tetapi lebih banyak yang gagal dan mengantarkan karirnya terjun ke bawah.

Setelah hilang cukup lama dari dunia film, akhirnya Stallone kembali berperan sebagai Rocky dalam film bertajuk Rocky Balboa [2006] yang kuat secara cerita dan akting yang sangat penuh penjiwaan, mungkin karena film ini adalah representasi dari kisah hidupnya dalam keterpurukan.

Karakter John Rambo pun hadir kembali di tahun 2008 yang akhirnya membuat karakter ini bisa pulang ke Amerika setelah hidup lama di Asia Tenggara. Demi mengeruk keuntungan lebih dalam kesuksesan barunya ini, dia pun membuat trilogi The Expendables [2010-2014] yang mengumpulkan banyak bintang action dari era 1980an hingga terkini.

5. Iron Man [2008]

* sumber: www.allmovie.com

Meskipun sudah bermain film sejak remaja, Robert Downey, Jr. mulai dikenal sejak berperan di film Chaplin [1992]. Sebagai tokoh utama, dia berhasil menghidupkan kembali kenangan akan icon comedy Hollywood terkenal di era film bisu.

Karena perilaku negatifnya, salah satunya adalah pengaruh narkoba, dia terpaksa harus meringkuk lama di pusat rehabilitasi yang menghancurkan karirnya. Film-filmnya di masa ini pun tidak ada yang sukses. Hingga kemudian, dia mendapat peran sebagai Iron Man [2008] yang hingga kini terus melekat padanya dalam film-film Marvel Cinematic Universe.

Beriringan dengan Iron Man, dia pun sukses lewat film Tropic Thunder, di mana dia sangat menghayati karakternya sebagai seorang Afrika-Amerika. Selain itu, dia pun dipercaya berperan sebagai Sherlock Holmes dalam dua film karya Guy Ritchie, Sherlock Holmes [2009] dan Sherlock Holmes: A Game of Shadows [2011].

6. The Wrestler [2008]

* sumber: www.allmovie.com

Mickey Rourke adalah seorang aktor mantan petinju amatir. Setelah pensiun dari karir tinjunya, dia mulai berkarir di dunia akting. The Pope of Greenwich Village [1984] adalah film yang mengangkat karirnya. Kemudian dilanjutkan dengan deretan film berkelas lainnya, seperti Year of the Dragon [1985], Barfly [1987], dan Angel Heart [1987].

Karena karirnya sedang bagus, perilaku star syndrome menghampirinya dan dia pun mulai sulit diajak kerjasama dalam film-filmnya yang mengantarkannya pada kemunduran karirnya. Kemudian, dia pun memilih kembali bertinju. Meski kemudian dia mulai berkarir kembali di dunia film, tidak ada satu pun filmnya yang mampu mengangkat karirnya kembali.

Hingga akhirnya, The Wrestler [2008] karya Darren Aronofsky menyelamatkan karirnya. Aktingnya yang penuh penjiwaan, mungkin karena memang sedikit sama dengan kisah hidupnya, membuatnya banyak menuai pujian dan filmnya sendiri banyak meraih penghargaan. Setelah itu, dia pun mulai berperan dalam film-film mahal, seperti Iron Man 2 [2010] dan The Expendables [2010].

7. The Town [2010]

* sumber: www.allmovie.com

Ben Affleck adalah salah satu aktor dengan multi talenta terbaik saat ini. Selain berakting, dia juga pintar membuat naskah dan handal dalam mengarahkan film. Tetapi, itu semua terjadi setelah karirnya pernah ambruk karena tidak mampu mengatur diri saat berada pada puncak popularitas.

Dia dikenal sebagai sahabat dekat Matt Damon yang bersama pernah membuat naskah terbaik untuk film Good Will Hunting [1997] yang mengatrol karir mereka masing-masing. Bagi Affleck sendiri, karirnya cukup gemilang lewat film Armageddon [1998], Forces of Nature [1999], Pearl Harbor [2001] dan The Sum of All Fears [2002].

Setelah berperan dalam Daredevil [2003] dan Gigli [2003] bersama kekasihnya saat itu, Jennifer Lopez, karirnya terjun bebas. Berita seputarnya hanya kehadirannya dalam pesta pora dan foya-foya. Hingga dia menyadari jika karir filmnya harus diangkat kembali dan mulai belajar menjadi sutradara.

Gone Baby Gone [2007] adalah film debut penyutradaraannya yang terbilang cukup bagus sebagai sebuah thriller. Tetapi, The Town [2010] yang berhasil menampilkan semua talentanya, sebagai aktor, penulis naskah, dan sutradara. Talentanya ini semakin terasah dan berhasil meraih Oscar baginya lewat Argo [2012].

8. Horrible Bosses [2011]

* sumber: www.allmovie.com

Jason Bateman adalah aktor remaja yang bermain dalam beberapa serial TV sukses. Ketika masuk ke dunia film, tidak mudah baginya. Dia pun harus banyak berperan sebagai figuran atau supporting actor. Performa aktingnya di TV seolah tidak ada bekasnya ketika berada di dunia film, hingga membuatnya depresi dan beralih ke narkoba dan alkohol.

Sejak tahun 2004, dia pun kembali ke dunia film secara perlahan lewat film-film comedy yang populer, meski selalu mendapat peran kecil. Ketika mendapat peran utama, filmnya tidak sukses, hingga di film Horrible Bosses [2011] dia mendapat kesempatan untuk menunjukkan talentanya sebagai aktor dan komedian.

Setelah itu, tentu saja banyak film-film comedy yang dibintanginya, dan rata-rata semuanya sukses, bahkan dia pun menyutradarai film Bad Words [2013] yang membuktikan kemampuannya sebagai sineas masa depan di ranah comedy.

9. Dallas Buyers Club [2013]

Dallas Buyers Club [2013]

* sumber: www.allmovie.com

Matthew McConaughey adalah salah satu aktor yang suka berperan di berbagai macam genre. Namanya mulai terkenal lewat film A Time to Kill [1996] film pengadilan berdasarkan novel karya John Grisham. Setelah itu, dia berperan dalam Amistad [1997] karya Steven Spielberg.

Sayangnya, karirnya sempat jalan di tempat ketika dia mulai banyak bermain aman dalam genre romantic comedy. How to Lose a Guy in 10 Days [2003] adalah salah satu yang mudah diingat, sedangkan yang lainnya akan mudah dilupakan.

Lewat film Dallas Buyers Club [2013], dia membuktikan kapasitasnya sebagai aktor yang serius. Demi perannya, dia berani menurunkan berat badannya hingga tampil kurus di film. Setelahnya, karirnya kembali menanjak lewat film The Wolf of Wall Street [2013] dan Interstellar [2014].

10. Birdman [2014]

Birdman [2014]

Pernah berperan sebagai superhero adalah berkah tersendiri bagi Michael Keaton. Dia pun sukses di dua film Batman yang diperaninya, yaitu Batman [1989] dan Batman Returns [1992]. Tetapi kemudian, setelah pensiun dari karakter ini, seolah karirnya semakin mundur.

Banyak film yang diperaninya dalam mengarungi era 1990an dan 2000an, tetapi tidak ada satu pun yang membawanya pada status aktor papan atas, hingga film unik, Birdman [2014], sukses secara komersil dan meraih Oscar serta penghargaan lainnya. Kisah film itu sendiri, seolah-olah adalah refleksi hidup dirinya sendiri.

Kemudian, dia pun berperan dalam dua film drama beraroma Oscar, yaitu Spotlight [2015] dan The Founder [2016]. Meski cenderung tidak mengambil banyak film, tetapi film yang diperaninya memiliki kualitas yang sangat baik. Kemungkinan, memang saat ini, Keaton ingin berkreasi dalam film-film drama berkelas saja.

Kesungguhan untuk kembali ke dunia yang membesarkannya adalah prioritas utama para aktor-aktris di atas. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan diri mereka bisa lebih dari yang dilihat orang lain. Mereka pun sukses sebagai sutradara, penulis naskah, bahkan produser.

Mereka adalah bukti, bahwa keterpurukan bukanlah akhir segalanya. Bukan berapa kali kita terjatuh, tetapi keinginan kita untuk selalu bangkit kembali adalah motivasi terbaik yang telah mereka coba jalani dan membuat mereka kembali merengkuh kesuksesan bahkan lebih dari kesuksesan awal mereka dahulu.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *