Bacaterus / Film Terbaik / 10 Film Terbaik yang Meraih Penghargaan Best Actress

10 Film Terbaik yang Meraih Penghargaan Best Actress

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dalam sebuah produksi film, peran seorang aktris utama sangatlah penting. Meski awalnya hanya terlihat sebagai pelengkap jalan cerita atau pemanis bagi pasangan sang aktor utama, tetapi nyatanya peran mereka juga terlihat sangat menonjol dalam banyak film, apalagi yang mengusung tema tentang wanita.

Dalam sejarah ajang penghargaan perfilman, salah satunya adalah Academy Awards, pernah terjadi seorang aktris mendapatkan penghargaan sebagai Best Actress dari tiga film sekaligus, yaitu Janet Gaynor di film 7th Heaven (1927), Street Angel (1928) dan Sunrise: A Song of Two Humans (1927).

Hal ini tidak pernah terjadi di kategori Best Actor, yang menandakan jika kualitas akting Janet Gaynor saat itu melebihi kemampuan para aktor utama di industri perfilman dunia.

Jalan untuk meraih penghargaan Best Actress di ajang Academy Awards tidaklah mudah. Para aktris ini selain harus menunjukkan kualitas akting yang memukau, mereka juga harus mampu membawa penonton ke dalam perasaan sang karakter yang diperankannya dan yang paling utama harus total dalam membawakan peran tersebut.

Berikut ini kami pilihkan sepuluh film terbaik yang menampilkan acting memikat dari para aktris utamanya yang berhasil meraih penghargaan sebagai Best Actress di ajang Academy Awards.

10 Film yang Meraih Penghargaan Best Actress

1. Sunrise: A Song of Two Humans [1927]

Sunrise: A Song of Two Humans

Film klasik karya sutradara Jerman F.W. Murnau ini menampilkan Janet Gaynor, pada saat itu masih berusia 21 tahun, dalam performa terbaiknya. Film bisu produksi Fox Film Corporation ini adalah salah satu film pionir penggunaan soundtrack musik untuk mengisi adegan demi adegan di dalamnya.

Peran Gaynor sebagai The Wife, karena semua karakter di film ini tidak diberi nama spesifik, sangat memikat. Meski tanpa dialog, ekspresi Gaynor dalam setiap adegannya dapat membuat penonton mengerti bagaimana perasaannya ketika suaminya terpikat oleh gadis lain dari kota besar.

2. It Happened One Night [1934]

It Happened One Night

Film komedi romantis yang disutradarai oleh Frank Capra ini adalah film pertama yang meraih Oscar di lima kategori utama. Salah satunya Best Actress untuk Claudette Colbert yang saat itu berusia 31 tahun.

Ia kemudian diberi gelar oleh para kritikus film sebagai “The epitome of chic sophistication” karena perannya sebagai Ellie Andrews, seorang putri bangsawan yang melarikan diri dari rumahnya dan jatuh cinta kepada seorang reporter yang sedang membutuhkan cerita dalam perjalanannya.

3. Gone with the Wind [1939]

Gone with the Wind

Dalam film romantis kolosal dengan durasi 222 menit ini, peran Scarlett O’Hara yang dibawakan oleh Vivien Leigh sangat memukau semua pihak yang pernah menonton film ini. Untuk karakter ini, pihak MGM mengaudisi 1.400 aktris dalam sebuah audisi terbuka di mana akhirnya peran itu didapatkan oleh Leigh, yang berusia 26 tahun saat itu, dan melambungkan karirnya di industri perfilman Hollywood.

Chemistry-nya bersama Clark Gable sangat apik dan bersinergi, ditambah lagi kestabilan performa aktingnya yang tidak kendor selama hampir 4 jam durasi film berjalan.

4. The Heiress [1949]

The Heiress [1949]

Dalam film drama keluarga besutan sutradara legendaris William Wyler ini, akting Olivia de Havilland sebagai wanita naïf yang mencintai pria yang tidak disukai oleh ayahnya sangat total dan memikat penonton.

Saat itu usianya sudah 33 tahun dan sudah banyak berakting dalam beberapa produksi film mulai dari era film bisu hingga film berwarna, sehingga film ini bisa dibilang adalah puncak karirnya sebagai aktris papan atas Hollywood. De Havilland adalah salah satu bintang dari era Golden Age of Hollywood yang berhasil meraih dua Oscar di kategori Best Actress, film lainnya adalah To Each His Own (1946).

5. One Flew Over the Cuckoo’s Nest [1975]

One Flew Over the Cuckoo’s Nest [1975]

Memang peran Jack Nicholson di film komedi tragis ini sangat sentral, tetapi peran Louis Fletcher sebagai Nurse Mildred Ratched mampu mengimbanginya sebagai lawan yang sepadan bagi Nicholson.

Dalam film karya Milos Forman yang sukses besar dari sisi komersial dan kualitas ini, Fletcher yang saat itu sudah berusia 41 tahun, adalah pendatang baru di industri perfilman Hollywood. Meski bisa dibilang terlambat, tetapi kepercayaan Forman kepadanya mampu ditebusnya dengan sebuah Oscar sebagai Best Actress yang akhirnya mengatrol namanya naik di peta perfilman Hollywood.

6. Annie Hall [1977]

Annie Hall

Film romantis dengan imbuhan komedi khas Woody Allen ini menampilkan Diane Keaton dalam performa terbaiknya, dan kabarnya, karakter di film ini memang ditulis oleh Woody Allen hanya untuknya yang diinspirasi oleh hubungan asmara mereka berdua saat itu.

Lewat film ini, Keaton terangkat namanya setelah di beberapa film sebelumnya dia hanya mendapatkan peran yang kurang memaksimalkan bakat aktingnya. Karakternya yang tampak sangat bodoh tetapi innocent sebagai Annie Hall sepertinya terus melekat dalam karakter-karakter yang diperankannya di film-filmnya kemudian, meski tidak sepenuhnya sama persis.

7. The Silence of the Lambs [1991]

The Silence of the Lambs

Peran Jodie Foster sebagai agen FBI Clarice Starling sangat krusial dalam film thriller psikologis yang sudah menjadi klasik ini. Dia mampu menampilkan kebingungannya saat harus berkonsultasi dengan seorang psikopat untuk membantunya dalam menebak pemikiran seorang serial killer yang sedang diburunya.

Meskipun mencoba tegar, tetapi terkadang dia juga sesekali terbawa oleh mind games yang diberikan Hannibal Lecter, sang psikopat. Lewat perannya di film arahan Jonathan Demme ini, Foster berhasil meraih Oscar sebagai Best Actress untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya didapatnya dari film The Accused (1988).

8. Fargo [1996]

Fargo

Frances McDormand yang pada saat itu sudah kenyang dalam bidang akting karena selain tampil di layar lebar dia juga ditempa lewat drama panggung di Broadway. Jadi, ketika suaminya, Joel Coen, mengarahkan film komedi kriminal ini, pilihan utama jatuh kepadanya, dan amanah itu ditebusnya dengan sebuah Oscar sebagai Best Actress.

Perannya sebagai seorang polisi yang sedang hamil tetapi harus menjalankan tugasnya untuk memburu pelaku penculikan, diapresiasi dengan baik oleh publik dan kritikus film.

9. Million Dollar Baby [2004]

Million Dollar Baby

Sejak kemunculannya dalam Boys Don’t Cry (1999) yang membuatnya meraih Oscar sebagai Best Actress, banyak moviegoers yang menunggu performa akting Hilary Swank yang maksimal setelah banyak film yang dibintanginya bisa dibilang tidak memiliki kualitas yang baik.

Lewat film drama olahraga arahan Clint Eastwood inilah kemampuan aktingnya kembali terangkat dengan baik, dan chemistry-nya dengan Eastwood sangat bersinergi. Keinginan besar seorang petinju amatir yang berlatih keras untuk menjadi profesional sangat terlihat di wajah dan gesture-nya. Yang pasti, aktingnya di akhir film mampu membuat penonton meneteskan air mata.

10. Room [2015]

Room

Di usia yang masih bisa dibilang muda, belum menyentuh angka 30, Brie Larson lebih dikenal sebagai bintang film indie, karena memang filmography-nya dipenuhi oleh film-film produksi independent. Hanya beberapa judul saja yang merupakan produksi studio besar Hollywood.

Di film produksi Irlandia dan Kanada ini, Larson tampil natural, nyaris tanpa make-up, untuk menampilkan jika karakternya tersekap di ruangan tersebut selama tujuh tahun bersama putranya yang tidak pernah keluar dari ruangan itu sejak dia lahir.

Beban psikologis karakternya mampu dibawakan secara sangat baik dan believable. Wajar jika dirinya berhasil meraih Best Actress bukan hanya dari Academy Awards saja, tetapi juga dari Golden Globe Awards, BAFTA dan Screen Actors Guild Awards.

Itulah sepuluh film yang menampilkan aktris utamanya dalam performa akting terbaik mereka yang disaring dari 88 kali penyelenggaraan Academy Awards, dari 1927 hingga 2015.

Masih banyak nama aktris lainnya yang berhasil meraih predikat ini, contohnya Katharine Hepburn yang masih memegang rekor sebagai aktris dengan Oscar sebagai Best Actress terbanyak yaitu 4 kali, tetapi pilihan kami berdasarkan juga performa keseluruhan elemen film, bukan hanya sang aktris saja. Kita tunggu bersama, siapakah aktris-aktris masa depan yang akan bersaing untuk mengungguli para peraih Best Actress ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *