Bacaterus / Entertainment / Film Barat / 10 Film Bertema Non-Linear Terbaik Sepanjang Masa

10 Film Bertema Non-Linear Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh

Film dengan alur maju cenderung mudah untuk dicerna. Tetapi dengan alur yang maju-mundur, banyak menggunakan flashback, mungkin akan sedikit membingungkan bagi penonton yang belum terbiasa dengannya. Tetapi dengan alur non-linear seperti ini, cerita film akan menjadi unik dan akan membuat penonton menebak-nebak kemana arah cerita dan apa maksud serta makna dari semuanya.

Para sineas kebanyakan menggunakan film ini untuk menyimpan misteri yang akan diungkap di akhir film, ada juga untuk studi karakter, ada juga membuat seperti puzzle, dan maksud-maksud lainnya. Dengan alur non-linear ini, cerita terlihat rumit, tetapi kaya akan makna yang siap digali di akhir film nanti.

Kejelian sineas dalam menempatkan adegan flashback dengan tepat akan sangat membantu penonton dalam memahami apa yang ingin disampaikan. Untuk lebih memahaminya, berikut ini kami pilihkan 10 film terbaik yang menampilkan kisah dalam alur non-linear.

10 Film Bertema Non-Linear Terbaik

1. Rashomon [1950]

rashomon

Film karya Akira Kurosawa ini sangat cerdas dalam mengolah cerita. Untuk mencari cerita mana yang memiliki nilai kebenaran, maka dibentangkanlah 4 perspektif secara lengkap dari masing-masing karakternya. Setiap ceritanya ada yang sama, juga ada yang berbeda. Setiap perspektif diimbuhkan simbol dalam adegannya sehingga tidak membingungkan penonton.

Alur ini sangat efektif, terutama untuk mengundang rasa penasaran, cerita siapakah yang benar? Metode ini kemudian dikenal dengan “Rashomon effect”, yang kemudian banyak digunakan kembali oleh film-film lain, salah satunya adalah Hero [2002].

2. Annie Hall [1977]

annie hall

Film romantic comedy karya Woody Allen ini memiliki alur yang dipenuhi dengan flashback dan narasi dari Allen sendiri yang menjadi tokoh utamanya dalam kisahnya mencintai Annie Hall yang diperankan oleh Diane Keaton.

Pada masanya, teknik narasi dan alur seperti ini belum pernah dilakukan dan dianggap sebuah terobosan dalam dunia sinema. Sehingga kemudian film ini meraih empat Oscar karena kualitas film yang di atas rata-rata. Beberapa teknik narasi di film ini kemudian banyak mempengaruhi film-film sejenis setelahnya.

3. Once Upon a Time in America [1984]

once upon a time in america

Film produksi Italia dengan durasi asli nyaris 4 jam ini menceritakan perjalanan seorang gangster berdarah Yahudi dalam meretas karirnya di Amerika. Kisahnya diceritakan dalam metode flashback, dimana setiap adegan flashback sangat mempengaruhi jalan cerita dan psikologi karakter, sehingga dapat mengundang kedekatan perasaan dengan penonton.

Sayangnya, dalam rilis versi US-nya, film ini ditampilkan dalam alur maju dan durasi hanya setengahnya. Hal ini membuat esensi film ini hilang dan menjadi biasa saja.

4. Pulp Fiction [1994]

pulp fiction

Jika berbicara tentang alur non-linear, film ini adalah pilihan utama. Struktur film yang tidak runut, membuat agak sedikit bingung dalam memahaminya pada awalnya. Tetapi akan semakin jelas sedikit demi sedikit saat kita sudah mulai mengerti. Alur non-linear di sini difungsikan untuk membuka clue satu-persatu sehingga terkuaklah apa yang sebenarnya dicari.

Quentin Tarantino adalah sineas nyentrik yang membesut film yang seringkali dianggap sebagai pendobrak dunia sinema modern ini. Alur ini kemudian digunakan lagi olehnya dalam dua film Kill Bill [2003 & 2004].

5. Memento [2000]

memento

Alur film ini unik dimana awal film menjadi ending dan akhir film adalah awal kisahnya. Dari satu adegan ke adegan lain diurutkan secara mundur tapi teratur, dan itu membuat misteri yang mengundang rasa penasaran kita sedikit demi sedikit terkuak. Christopher Nolan memang ahlinya dalam membuat film yang membuat kening penonton berkernyit.

Film ini adalah salah satu film di awal karirnya dengan Guy Pearce sebagai tokoh utamanya yang dikisahkan mencari pembunuh istrinya sementara dirinya menderita hilang ingatan. Di akhir film, kita akan tahu siapakah pembunuh istrinya sebenarnya.

6. Mulholland Drive [2001]

mulholland drive

Salah satu film terbaik karya David Lynch ini masih menjadi bahan diskusi hingga saat ini, karena kisahnya sangat penuh misteri yang susah untuk diungkap, sehingga menimbulkan jawaban tersendiri pada masing-masing individu.

Film yang menimbulkan banyak interpretasi dan spekulasi di benak penonton ini tidak dijelaskan, apakah itu sebuah mimpi atau realita alternatif? Apakah karena pengaruh obat-obatan, atau bukan? Bahkan sampai akhir film, jawaban ini belum bisa ditemukan. Asumsinya, jawaban ada di tangan penonton semua sesuai yang ada di benak masing-masing.

7. 21 Grams [2003]

21 grams

Film psychological drama dengan bintang Sean Penn, Naomi Watts dan Benicio Del Toro ini memiliki tiga karakter yang masing-masingnya memiliki “past”, “present” dan “future”.

Dengan kombinasi kisah mereka ini, alur film dibawa flashback dan flash-forward tanpa keterangan yang jelas, sehingga benar-benar membuat otak kelelahan saat menontonnya. Tetapi setelah film usai, kita akan mampu mencerna kisahnya secara utuh dan mengerti jika film ini seperti bermain puzzle. Sangat menarik bukan?

8. Eternal Sunshine of the Spotless Mind [2004]

eternal sunshine

Sebagai film romantic comedy, film yang dibintangi Jim Carey dan Kate Winslet ini cukup membingungkan dan seolah tidak masuk akal, karena dibumbui dengan fantasy penghapusan memori dalam otak tentang seseorang yang dicintainya.

Mood film yang dibangun dengan sangat baik, terutama karena penggunaan alur non-linear-nya secara tepat, membuat kita merasa empati pada kedua karakter ini. Sehingga kita pun akan merasa bahagia saat mereka bertemu lagi di ending setelah peristiwa penghapusan memori.

9. (500) Days of Summer [2009]

500 days of summer

Film romantic comedy ini adalah bentuk utuh film yang menggunakan metode non-linear, dimana adegan flashback dan flash-forward ditampilkan secara acak. Tetapi kita akan dibimbing oleh angka-angka yang tampil sebelum setiap adegan dimulai yang menempatkan adegan itu layaknya puzzle dalam pikiran kita.

Sehingga, kita tidak akan terlalu pusing dengan alurnya yang maju-mundur terus. Chemistry antara Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel memang padu, dan itu adalah salah satu faktor yang membuat kita erat dengan film karya Marc Webb ini.

10. Arrival [2016]

arrival

Nominator Best Picture di Academy Award ini sepanjang film mengundang rasa penasaran dan ribuan pertanyaan di dalam benak penonton. Banyak yang tidak mengerti dengan maksud dan arah film yang bertemakan alien ini. Potongan-potongan adegan, apakah itu flashback atau flash-forward, tidak dijelaskan.

Penonton diminta untuk menerjemahkannya sendiri. Banyak yang terjebak dengan menganggap potongan adegan itu adalah sebuah mimpi, atau realita alternatif yang berjalan beriringan dengan plot utama. Ternyata, semuanya berhubungan dengan masa depan.

Menonton film dengan alur non-linear seperti ini memang akan membuat kepala pusing. Plot yang tidak jelas apakah maju atau mundur, seting waktu yang tidak diberi tahu, dan semua unsur untuk mendukung agar misteri yang akan dikuak di akhir film tidak diketahui oleh penonton sedari awal.

Meskipun sudah banyak clue yang diberikan namun tak jarang penonton masih dibuat pusing dengan film ini, sehingga banyak menimbulkan spekulasi dan asumsi sementara hingga pada akhirnya kita tahu makna yang sesungguhnya.

Itulah maksud film-film yang ditampilkan dengan alur seperti ini. Lebih baik nikmati dan tetap fokus dengan adegan demi adegan yang disuguhkan di layar, dan berharap kita dapat mengerti inti ceritanya dengan baik.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Dhany Wahyudi
Film telah lama menjadi hiburan utama sedari kecil, menjadikan saya sebagai moviegoers yang tidak pernah melewatkan film-film berkualitas, terutama dari perfilman Hollywood. Sudah senang menulis sejak remaja dengan membuat banyak karya tulis, seperti cerpen dan artikel, saat ini saya sedang terjun dalam bisnis buku. Motto saya, “Be better for tomorrow.”

Leave A Comment