Bacaterus / Film Terbaik / 10 Film Barat Non-Hollywood Terbaik Sepanjang Masa

10 Film Barat Non-Hollywood Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Meskipun Hollywood selalu dianggap sebagai pusat perfilman dunia, tetapi perfilman negara lain pun banyak menghasilkan film-film berkualitas tinggi dengan gaya penuturan yang unik dan pastinya berbeda dengan produksi Hollywood.

Sebagai contoh, perfilman Eropa yang dimotori oleh Prancis dan Italia menyuguhkan film-film dengan cerita yang menarik, unik dan visualisasi lembut khas Eropa. Berbeda lagi dengan perfilman di benua Asia, dimana Jepang dan Hong Kong mendominasi dengan film-film action martial-arts dan gangster yang terkenal di era 1980an.

Perfilman benua lain pun tidak kalah dari kedua benua sebelumnya. Perfilman benua Amerika Selatan banyak menampilkan kisah membumi tentang budaya dan kehidupan mereka dan perfilman Afrika, meski sedikit, tetapi pernah menghasilkan beberapa film drama berkualitas Oscar yang ikut meramaikan dunia sinema.

Indonesia pun tidak kalah, dengan menampilkan action beroktan tinggi dalam The Raid [2011] dan sequel-nya. Untuk itu, berikut ini kami pilihkan sepuluh film terbaik dan tersukses dari perfilman dunia di luar Hollywood.

10 Film Barat Non-Hollywood Terbaik

1. Das Boot [1981]

das boot

Salah satu film dengan budget termahal dalam perfilman Jerman ini (Jerman Barat pada saat itu) disutradarai oleh Wolfgang Petersen yang berhasil menempatkannya sebagai salah satu sutradara terbaik dunia.

Kisahnya diadaptasi dari novel dengan seting Perang Dunia II di sebuah kapal selam U-96. Ceritanya sendiri memang fiktif, tetapi karena didukung oleh dua orang konsultan perang yang pernah bertugas di kapal selam Jerman, maka setiap adegan yang ditampilkan terasa nyata dan mampu membawa kita hanyut dan tegang bersama kisahnya. Film ini masuk dalam enam nominasi Oscar.

2. Ran [1985]

ran

Film tragedi kolosal ini adalah film terakhir dari sutradara legendaris asal Jepang, Akira Kurosawa, yang dianggap sebagai salah satu masterpiece-nya. Merupakan adaptasi bebas dari King Lear karya Shakespeare dan dipadukan dengan legenda Mori Motonari.

Film ini juga menampilkan kisah yang sangat rumit, penuh intrik, konspirasi, yang berakhir dengan sebuah tragedi dalam keluarga kerajaan. Dalam perhelatan Academy Awards, film ini meraih Oscar sebagai Best Costume Design, yang memang menampilkan kedetilan kostum pada zaman terjadinya seting film ini.

3. Wings of Desire [1987]

wings of desire

Film produksi bersama Jerman Barat dan Prancis ini menceritakan tentang seorang malaikat yang tinggal di atap gedung-gedung tinggi di kota Berlin dan jatuh cinta kepada seorang wanita. Untuk cintanya, dia rela melepas status kemalaikatannya demi menjadi manusia dan hidup bersama dengan sang kekasih.

Seperti pernah mendengar premise film seperti ini? Ya betul, City of Angels [1998] merupakan remake dari film yang mewakili Jerman Barat di pentas Academy Awards ini yang juga menginspirasi lagu dan video clip dari U2 berjudul “Stay (Faraway, So Close)”.

4. Au Revoir les Enfants [1987]

au revoir les enfants

Film peraih Golden Lion di Venice Film Festival ini memiliki arti “Selamat tinggal, nak” yang merupakan sebuah autobiografi karya Louis Malle yang bertindak sebagai penulis naskah, produser dan sutradaranya. Mengambil seting di sebuah sekolah asrama pada saat Perang Dunia II, dimana persaingan menjadikan dua murid menjadi sahabat.

Film ini menuai banyak pujian, terutama karena nilai artistik dan kedetilan sejarah yang disajikan. Film ini mewakili Prancis di Academy Awards dan masuk nominasi di kategori Best Foreign Language Film dan Best Original Screenplay.

5. Cinema Paradiso [1988]

cinema paradiso

Film produksi Italia karya Giuseppe Tornatore ini didedikasikan untuk dunia sinema secara umum dan bioskop berproyektor secara khusus. Karena kisahnya menampilkan kecintaan seorang anak kecil akan dunia film yang selalu menonton seluruh film dari balik proyektor bioskop.

Film yang musiknya digarap oleh Ennio Morricone ini berhasil meraih Oscar sebagai Best Foreign Language Film dan banyak penghargaan lainnya dari berbagai festival film dunia.

6. Life Is Beautiful [1997]

life is beautiful

Nama Roberto Benigni sebagai sineas Italia ternama terangkat lewat film comedy-drama dengan seting pendudukan Nazi di Italia dan kamp konsentrasi bagi penduduk Yahudi di Eropa. Banyak adegan lucu sekaligus mengharukan dimana sang ayah melakukan segala cara agar anaknya tidak tahu jika mereka sedang dalam peperangan dan berada di kamp konsentrasi Nazi.

Film ini berhasil meraih banyak penghargaan, antara lain masuk di tujuh nominasi Academy Awards dan berhasil meraih tiga Oscar diantaranya sebagai Best Actor, Best Foreign Language Film dan Best Original Score.

7. Amelie [2001]

amelie

Amelie adalah seorang gadis Paris yang polos yang memiliki niat untuk membuat orang-orang disekitarnya memiliki hidup lebih baik dari hari ke hari, meski dirinya sendiri hidup dalam kesendirian. Produksi bersama Prancis dan Jerman ini adalah film Prancis tersukses dengan hasil box-office yang tinggi selama pemutarannya di Amerika.

Lewat film ini, nama Jean-Pierre Jeunet sebagai sutradara dan Audrey Tautou sebagai aktris mulai terangkat. Masuk di lima nominasi Oscar dan menjadi film terbaik di ajang Cesar Awards, film ini kemudian diadaptasi ke dalam pentas teater musikal di Berkeley, California.

8. City of God [2002]

city of god

Rio de Janeiro adalah kota yang indah dan eksotis. Tetapi siapa yang menyangka jika tingkat kriminalitas di kota itu sangat tinggi, terutama di era akhir 1960an hingga awal 1980an dimana banyak kelompok gangster berkuasa di setiap daerahnya.

Anggota gangster tersebut rata-rata adalah para pemuda, bahkan ada juga yang terdiri dari anak-anak remaja tanggung. Mereka semua membawa pistol masing-masing.

Itulah sekilas gambaran dari yang ditampilkan dalam film karya Fernando Meirelles ini yang menjadi bahan perbincangan hangat ketika dirilis, bukan hanya karena kualitas filmnya saja, tetapi juga karena tema kriminal yang tidak biasa tetapi nyata ini.

9. The Lives of Others [2006]

the lives of others

Drama politik dengan seting kota Berlin Timur yang pada saat itu berada di kekuasaan Jerman Timur yang berpaham sosialis ini adalah peraih Oscar sebagai Best Foreign Language Film dan banyak penghargaan lainnya dari beberapa festival film bergengsi di Eropa.

Banyak orang yang pernah hidup di masa itu sangat terkesan dengan kedetilan penggambaran suasana kota yang sangat mirip dengan aslinya, padahal sutradara film ini baru berusia 16 tahun pada saat seting film ini terjadi. Kehandalan sutradara Florian Henckel von Donnersmarck dalam meramu kisah penuh intrik ini dipuji oleh kritikus film dan publik, terlebih lagi ini adalah film perdananya.

10. Pan’s Labyrinth [2006]

pan's labyrinth

Film fantasy dengan seting Spanyol di tahun 1944 ini memadukan kisah perburuan buronan perang dengan dunia fantasy yang dialami oleh Ofelia, karakter utama film ini. Sutradara Guillermo del Toro memang ahlinya dalam membuat dunia fantasy seolah-olah hidup dan nyata dengan paduan CGI dan animatronics yang apik.

Film produksi bersama Spanyol dan Meksiko ini kemudian meraih tiga Oscar sebagai Best Art Direction, Best Cinematography dan Best Make-Up. Selain itu, masih ada tiga nominasi Oscar yang tidak berhasil mereka raih dan beberapa penghargaan lain dari berbagai festival film bergengsi Eropa.

Itulah beberapa film terbaik dari berbagai negara dengan keunikan dan kekhasan masing-masing. Biasanya, karena keberhasilan mereka dalam menampilkan film yang bagus, pada akhirnya, sutradara dan aktor-aktris film-film ini kemudian menggarap atau bermain dalam film-film produksi Hollywood juga.

Dan beberapa diantaranya berhasil menancapkan namanya di perfilman Hollywood hingga kini. Kita tunggu lagi gebrakan dari para sineas muda perfilman dunia dalam meramaikan dunia sinema masa depan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *