bacaterus web banner retina

15 Film Animasi Terbaik yang Bukan Dibuat oleh Disney

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 25 Februari 2021

Jika kita mendengar film animasi, maka yang terbayang adalah film-film animasi dari Disney. Mengapa seperti itu? Hal ini terjadi karena Walt Disney Animation Studios adalah studio animasi pertama di Hollywood yang mencetak kesuksesan lewat film-film animasinya, baik itu di layar lebar ataupun di televisi.

Bahkan kemudian studio melebarkan sayap hingga memiliki rumah produksi untuk film-film live-action, penjualan merchandise, mainan dan taman hiburan Disneyland.

Tetapi dengan terus berkembangnya teknologi animasi, semakin banyak pula studio-studio animasi yang awalnya independen kemudian di akuisisi oleh perusahaan film besar. Dua studio animasi besar yang selalu meramaikan peta persaingan film-film animasi ialah Pixar dan DreamWorks.

Pixar dari awal kemunculan hingga kini berada di bawah distribusi Disney, sedangkan DreamWorks yang awalnya berada di bawah Paramount Pictures, saat ini dipegang oleh 20th Century Fox.

Kemudian juga banyak bermunculan studio-studio animasi baru yang merupakan pecahan atau partner dari studio animasi ternama yang kemudian berdiri sendiri dan hak distribusinya dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar Hollywood yang bahkan tadinya mereka tidak bergerak di bidang itu, seperti Universal Pictures.

Selain beberapa artikel sebelumnya yang menampilkan deretan film-film animasi terbaik dari Pixar, DreamWorks dan Disney, berikut ini kami pilihkan lagi 15 film animasi terbaik dari beberapa studio animasi lainnya dengan berbagai macam penggunaan teknik animasi yang berbeda.

1. Persepolis

Persepolis

* sumber: elangiepereda.wordpress.com

  • Tahun Rilis: 2007
  • Genre: Animation, Biography, Drama
  • Sutradara: Vincent Paronnaud, Marjane Satrapi
  • Pengisi Suara: Chiara Mastroianni, Catherine Deneuve, Gena Rowlands
  • Perusahaan Produksi: Celluloid Dreams, CNC, France 3 Cinéma, The Kennedy/Marshall Company, Région Ile-de-France

Dari sejumlah film animasi yang kami bahas di daftar ini, nampakny “Persepolis” adalah film animasi yang tergolong cukup berat. Mengapa? Karena film ini mengambil tema tentang Revolusi Iran, sebuah tema yang tidak lazim kita temukan dalam film-film animasi.

Sinopsis film ini menceritakan tentang gadis berusia 9 tahun bernama Marjane (Chiara Mastroianni). Di usia yang masih sangat dini, Marjane tumbuh menjadi gadis blak-blakan dan dewasa sebelum usianya. Di tengah kondisi negaranya, Iran, yang sedang berevolusi, Marjane mulai mengenal musik-musik dari dunia barat, seperti ABBA dan Iron Maiden.

Saat usianya memasuki belasan tahun, Marjane pindah ke Austria untuk bersekolah. Sayangnya, Marjane merasa kesepian dan homesick sehingga dirinya kembali ke Iran. Ia harus kembali berkerudung dan hidup di tengah masyarakat tiranik.

Baru pada usia ke 24 tahun Marjane memutuskan bahwa dirinya tidak bisa terus menerus hidup di Iran. Ia pun memberanikan diri untuk hijrah dan memulai kehidupan baru di Perancis.

2. The Iron Giant

The Iron Giant

* sumber: www.thetimes.co.uk

  • Tahun Rilis: 1999
  • Genre: Animation, Family
  • Sutradara: Brad Bird
  • Pengisi Suara: Jennifer Aniston, Harry Connick Jr., Vin Diesel
  • Perusahaan Produksi: Warner Bros. Feature Animation

Sebelum Brad Bird menjadi salah seorang sineas di Pixar Studios, dia pernah membesut film animasi di Warner Bros. Animation Studios lewat film The Iron Giant yang merupakan adaptasi dari novel The Iron Man karya Ted Hughes yang diterbitkan di tahun 1968. Menggabungkan animasi tradisional dengan polesan CGI pada proses editingnya, film ini dipuji para kritikus saat penayangannya di bioskop-bioskop di AS.

Tetapi karena Warner tidak melakukan promosi terhadap film ini, di tangga box-office, The Iron Giant hanya berhasil mendapat $31 juta saja. Tetapi setelah dirilis untuk home video dan channel televisi, popularitas film ini meningkat hingga saat ini menyandang cult status dan dianggap sebagai salah satu pionir film animasi modern.

3. The Nightmare Before Christmas

The Nightmare Before Christmas

* sumber: letterboxd.com

  • Tahun Rilis: 1993
  • Genre: Animation, Family, Fantasy
  • Sutradara: Henry Selick
  • Pengisi Suara: Danny Elfman, Chris Sarandon, Catherine O'Hara
  • Perusahaan Produksi: Touchstone Pictures, Skellington Productions Inc., Tim Burton Productions

Ide film animasi ini muncul dari pemikiran sutradara unik Tim Burton saat dia masih menjadi seorang animator di Walt Disney Animation Studios pada tahun 1982. Lewat proses yang lama karena karirnya sebagai sutradara sedang menanjak, akhirnya ide ini kembali diangkat dan Burton memilih Henry Selick sebagai sutradara.

Walt Disney tidak bersedia merilis film ini dibawah benderanya, karena temanya yang tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Akhirnya lewat Touchstone Pictures film ini dirilis. Teknik yang digunakan adalah stop-motion. Nuansa mencekam khas Halloween ditampilkan dengan sangat unik diiringi juga oleh alunan musik dari Danny Elfman, musisi yang merupakan sahabat karib Burton, yang juga mengisi vocal karakter utamanya.

Karena keunikannya, film animasi ini berhasil masuk nominasi Best Visual Effects di ajang Academy Awards. Hingga saat ini, film ini selalu masuk dalam daftar top 10 film animasi terbaik di berbagai media.

4. Fantastic Mr. Fox

Fantastic Mr. Fox

* sumber: www.screendaily.com

  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Animation, Comedy, Adventure
  • Sutradara: Wes Anderson
  • Pengisi Suara: George Clooney, Meryl Streep, Bill Murray
  • Perusahaan Produksi: Twentieth Century Fox, Indian Paintbrush, Regency Enterprises

Film ini merupakan film animasi pertama bagi sutradara unik Wes Anderson. Meski begitu, nuansa dari film-film karya Anderson sebelumnya sangat terasa kental disini. Tempo yang cepat, ritme yang dinamis, karakter-karakter yang unik dan jalan cerita yang sulit ditebak tetap tersaji di film yang merupakan adaptasi dari Novel karya Roald Dahl ini.

Teknik animasi yang digunakan adalah stop-motion. Banyak adegan yang bisa memancing tawa penonton, terutama penggambaran kejar-kejaran di dalam tanah lewat proses lubang-melubangi setiap jengkal tanahnya. Sangat menggelitik! Diisi oleh suara-suara dari para aktor/aktris top Hollywood, seperti George Clooney dan Meryl Streep, film ini dirilis oleh 20th Century Fox.

5. Kubo and the Two Strings

Kubo and the Two Strings

* sumber: www.laika.com

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Animation, Action, Adventure
  • Sutradara: Travis Knight
  • Pengisi Suara: Charlize Theron, Art Parkinson, Matthew McConaughey
  • Perusahaan Produksi: Laika

Kubo masih berusia 12 tahun. Namun, bocah laki-laki itu harus mengurus ibunya yang sakit dan mencari nafkah dengan cara memanipusai origami secara ajaib menggunakan musik dari Shamisen. Ayah Kubo, Hanzo, adalah prajurit samurai yang hilang entah kemana.

Suatu hari, Kubo mengikuti Festival Bon, upacara di mana manusia bisa berbicara dengan orang yang telah meninggal. Kubo memanfaatkan festival tersebut untuk bisa berjumpa dan berbicara dengan Hanzo.

6. The LEGO Movie

The LEGO Movie

* sumber: bricksfans.com

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Animation, Action, Adventure
  • Sutradara: Christopher Miller, Phil Lord
  • Pengisi Suara: Chris Pratt, Will Ferrell, Elizabeth Banks
  • Perusahaan Produksi: Warner Bros., Village Roadshow Pictures, RatPac-Dune Entertainment

Permainan anak-anak legendaris ini memiliki cerita yang panjang untuk mencapai layar lebar. Tetapi penantian itu tidak sia-sia dengan hasil film yang berkualitas dan menghibur. Ditampilkan dalam animasi CGI secara penuh, permainan ini tampak hidup dan nyata. Karakter-karakternya pun lucu dan unik, terutama dengan hadirnya tokoh-tokoh dari DC Comics, seperti Supeman, Batman dan Wonder Woman.

Banyak pujian dilayangkan kepada film animasi terbaik ini, antara lain karena gaya visualisasinya, humor, pengisi suara dan pesan moral yang hangat. Ke depannya, The LEGO Movie akan menghadirkan beberapa film lagi dan akan menjadi franchise tersendiri.

7. Coraline

Coraline

* sumber: imgur.com

  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Animation, Family
  • Sutradara: Henry Selick
  • Pengisi Suara: Dakota Fanning, Teri Hatcher, Jennifer Saunders, Dawn French
  • Perusahaan Produksi: Laika, Pandemonium Films

Film animasi bernuansa gelap ini diisisuarakan oleh aktris Dakota Fanning. Henry Selick bertindak selaku sutradara dari adaptasi novel karya Neil Gaiman yang diterbitkan di tahun 2002.

Ceritanya sangat menarik dan misterius, dilengkapi juga dengan pesan moral yang cukup baik dan mudah dicerna oleh seluruh anggota keluarga, termasuk para orang tua. Di Academy Awards dan Golden Globe, film ini berhasil masuk ke dalam nominasi Best Animated Feature.

8. South Park: Bigger, Longer & Uncut

South Park Bigger, Longer & Uncut

  • Tahun Rilis: 1999
  • Genre: Animation, Musical
  • Sutradara: Trey Parker
  • Pengisi Suara: Trey Parker, Matt Stone, Mary Kay Bergman, Isaac Hayes
  • Perusahaan Produksi: Comedy Central Films, Scott Rudin Productions, Braniff Productions

Film animasi bukan hanya milik anak-anak saja, tetapi juga ada film animasi khusus dewasa. Tema yang diusung juga sangat berbeda, seperti kebebasan berbicara, kesalahan pendidikan dari orang tua dan masalah penyensoran. South Park telah dikenal lebih dulu sebagai serial animasi di channel Comedy Central yang menampilkan komedi dengan tema-tema dewasa dan bahasa-bahasa kasar sebagai dialognya.

Untuk film layar lebarnya, masih dengan tim yang sama, menceritakan kisah beberapa anak muda AS yang mendorong para orang tuanya untuk memerangi negara Kanada. Ide cerita yang sangat konyol, tetapi seluruh elemen yang ada di serialnya berhasil ditampilkan dengan baik. Hingga saat ini, film ini adalah film animasi dengan rating R terbaik.

9. Despicable Me

Despicable Me

* sumber: www.netflix.com

  • Tahun Rilis: 2010
  • Genre: Animation, Family
  • Sutradara: Pierre Coffin, Chris Renaud
  • Pengisi Suara: Steve Carell, Jason Segel, Russell Brand, Kristen Wiig
  • Perusahaan Produksi: Illumination Entertainment, Universal Pictures

Ketika Gru ingin menyaingi kejahatan pesaingnya, dia mengadopsi 3 anak kecil dari panti asuhan yang ternyata malah membuatnya menjadi sosok yang baik hati. Ide cerita ini mungkin hampir sama dengan film Megamind (2010) dan Wreck-It Ralph (2012) dimana karakter antagonis berubah menjadi sosok superhero dadakan dalam perjalanannya berkubang di dunia kejahatan.

Animasi CGI-nya yang unik, karakter-karakter yang juga unik serta humor yang cukup mampu mengocok perut, membuat film ini sukses besar, baik secara komersial ataupun kualitas, sehingga menaikkan nama Illumination Studios ke jajaran studio animasi yang pantas untuk diperhitungkan.

Petualangan Gru dan para Minions dilanjutkan di Despicable Me 2 (2013) dan spin-off-nya, Minions (2015), yang merupakan prequel dari petualangan para Minions sebelum mereka bertemu dengan Gru.

10. Ice Age

Ice Age

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun Rilis: 2002
  • Genre: Animation, Family
  • Sutradara: Chris Wedge
  • Pengisi Suara: Ray Romano, John Leguizamo, Denis Leary
  • Perusahaan Produksi: Blue Sky Studios, 20th Century Fox Animation

Franchise animasi kebanggaan Blue Sky Studios yang menempatkan mereka sebagai pesaing Pixar dan DreamWorks ini menceritakan petualangan 3 hewan di zaman es dimana mereka harus menyelamatkan seorang anak manusia di tengah musibah mencairnya es di kutub.

Karena keseluruhan karakter sangat loveable bagi anak-anak, film animasi terbaik ini langsung sukses secara komersial dan memasukkan mereka ke dalam deretan nominasi Academy Awards di kategori Best Animated Feature.

Kemudian petualangan Manny, Sid dan Diego dengan selingan penampilan kocak dari Scrat, dilanjutkan lewat Ice Age: The Meltdown (2006), Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) dan Ice Age: Continental Drift (2012). Sepertinya kisah mereka akan terus berlanjut selama anak-anak seluruh dunia masih menyambut cerita petualangan mereka.

11. Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit

The Curse of the Were-Rabbit

  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Animation, Adventure, Comedy
  • Sutradara: Steve Box, Nick Park
  • Pengisi Suara: Peter Sallis, Helena Bonham Carter, Ralph Fiennes
  • Perusahaan Produksi: Aardman Animations, DreamWorks Animation

The Curse of the Were-Rabbit adalah film hasil kerjasama antara Aardman Animations dengan DreamWorks Animation. Film yang masuk kategori animasi stop-motion ini hanya membutuhkan biaya produksi 30 juta dollar Amerika. Akan tetapi, sambutan yang baik dari penonton membuat film komedi ini meraup pendapatan 192,6 juta dollar Amerika.

Sinopsis film ini menceritakan tentang Wallace dan anjingnya yang serba bisa, Gromit. Keduanya bekerjasama untuk mencari orang yang melakukan sabotase taman secara terus menerus. Dengan alur cerita yang ringan dan animasi sederhana, The Curse of the Were-Rabbit menjadi film animasi non-Amerika dan film animasi non-komputer terbaik setelah Spirited Away.

12. Corpse Bride

Corpse Bride

* sumber: www.toledoblade.com

  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Animation, Fantasy
  • Sutradara: Mike Johnson, Tim Burton
  • Pengisi Suara: Johnny Depp, Helena Bonham Carter
  • Perusahaan Produksi: Tim Burton Productions, Laika Entertainment, Patalex II Productions

Film animasi stop-motion pertama yang diarahkan oleh Tim Burton sendiri ini, merupakan ide ketiganya setelah sukses dengan The Nightmare Before Christmas (1993) dan James and the Giant Peach (1996). Memasang Johnny Depp dan Helena Bonham Carter, sepasang artis yang selalu jadi langganan di film-filmnya Burton, masih bernuansa gelap dengan setting Eropa era Victorian.

Visualisasinya sering dijadikan ide dalam dunia fotografi, terutama untuk pre-wedding, meskipun terkesan horror. Masuk sebagai nominator Academy Awards di kategori Best Animated Feature, sayangnya, film ini gagal membawa pulang Oscar.

13. The Simpsons Movie

The Simpsons Movie

* sumber: movfreak.blogspot.com

  • Tahun Rilis: 2007
  • Genre: Animation, Comedy, Adventure
  • Sutradara: David Silverman
  • Pengisi Suara: Dan Castellaneta, Julie Kavner, Nancy Cartwright
  • Perusahaan Produksi: Twentieth Century Fox, Gracie Films, The Curiosity Company

Film animasi yang diangkat dari serial animasi sukses di channel Fox sejak tahun 1989 ini akhirnya hadir di layar lebar setelah memakan proses yang rumit dan cukup lama. Hal ini karena penggodokan naskah yang dilakukan secara keroyokan, yaitu oleh 11 orang screenwriter. Bahkan kabarnya, selama proses syuting juga kembali banyak terjadi perubahan naskah secara spontan.

Seluruh karakter diisisuarakan oleh para pemeran dari serialnya, sehingga esensi film tetap murni dan terjaga. Cerita yang mengusung pesan moral tentang polusi dan pelestarian alam dianggap cukup mengena dengan sempilan humor-humor lucu nan kasar khas The Simpsons. Dalam proses promosinya, film ini menggaet Burger King dan 7-Eleven. Tom Hanks dan Green Day tampil sebagai cameo, tentu saja dalam versi kartun.

14. Rango

Rango

* sumber: letterboxd.com

  • Tahun Rilis: 2011
  • Genre: Animation, Adventure, Comedy
  • Sutradara: Gore Verbinski
  • Pengisi Suara: Johnny Depp, Isla Fisher, Timothy Olyphant
  • Perusahaan Produksi: Paramount Pictures, Nickelodeon Movies, Blind Wink Productions, GK Films, Industrial Light & Magic

Sinopsis & Review Rango

Sungguh malang nasib Rango (Johnny Depp), seekor bunglon peliharaan yang tak sengaja terjatuh dari mobil pemiliknya. Ia terdampar di Padang Pasir Mojave, Nevada. Kemudian, ia berjalan hingga ke Kota Dirt dan mendapat sambutan yang kurang baik karena penduduk di sana menuduh Rango mencuri cadangan air di kota tersebut.

Karena bukan ialah pelakunya, Rango akhirnya mengaku bahwa dirinya adalah penegak keadilan. Walikota setempat bahkan mengangkat dirinya sebagai sheriff. Dengan ‘jabatan’ baru tersebut Rango mau tidak mau harus menyelidiki ke mana hilangnya cadangan air penduduk Kota Dirt.

15. Rio

Rio

Diproduksi oleh 20th Century Fox, Rio juga merupakan sebuah film animasi terbaik non-Disney yang cukup sukses. Film ini menceritakan tentang Blu, burung kakaktua biru, yang dirawat oleh Linda, gadis pemilik toko buku.

Suatu hari Linda mendapat undangan dari seorang dokter ahli burung yang mengajak Linda dan Blu pergi ke Rio de Janeiro dengan alasan untuk memasangkan Blu dengan betina sejenisnya untuk menyelamatkan spesies Blu dari kepunahan.

Akan tetapi saat berada di Rio, Blu malah ditangkap oleh penyelundup yang ingin menjualnya dengan harga mahal. Berhasilkah Linda menyelamatkan Blu?

Film animasi keluarga ini sangat layak untuk ditonton. Hanya dengan modal produksi 90 juta dollar Amerika, Rio berhasil memperoleh pendapatan kotor 484 juta dollar Amerika. Bahkan, film ini juga memiliki sekuel, yaitu Rio 2.

Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, terutama teknologi komputer, akan semakin memajukan dunia perfilman, termasuk perfilman animasi. Berbagai teknik animasi kemudian terus berkembang dan berinovasi melahirkan teknik-teknik baru yang semakin menambah khasanah dunia animasi.

Ide cerita dan alur yang menarik juga patut menjadi perhatian utama, terutama yang meninggalkan pesan moral yang baik serta mudah untuk dicerna oleh seluruh anggota keluarga. Semoga ke depannya akan hadir lebih banyak lagi film-film animasi berkualitas dari perfilman Hollywood.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram