Bacaterus / Film Disney / 10 Film Animasi Klasik Terbaik Buatan Disney

10 Film Animasi Klasik Terbaik Buatan Disney

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Walt Disney Animation Studios adalah studio animasi pertama, terbesar dan tersukses di dunia saat ini. Kerajaan hiburan yang dibangun oleh Walt Disney dan Roy O. Disney pada 16 Oktober 1923 ini sekarang telah menguasai segala sudut dunia hiburan.

Mulai dari studio animasi, lalu rumah produksi untuk film-film live-action yang sekarang bernama Walt Disney Motion Pictures, hingga hadirnya Disney Channel di jaringan televisi ABC. Lalu kemudian dengan dibangunnya Disneyland dan Walt Disney Parks and Resorts di 14 lokasi di seluruh dunia dan penjualan mainan dan merchandise karakter-karakter Disney di seluruh dunia yang banyak menghasilkan keuntungan berlipat setiap tahunnya.

Film animasi klasik adalah pondasi dari seluruh kerajaan hiburan Disney yang terus maju dan berkembang ini. Sejak film pertamanya, Snow White and the Seven Dwarfs di tahun 1937, film-film animasi Disney mengalami fase turun-naik hingga saat ini.

Tercatat paling tidak sudah dua kali film-film animasi Disney mengalami penurunan kualitas secara berturut-turut. Yang pertama kali di era 1980an yang kemudian dibangkitkan dengan “Disney Renaissance” di awal 1990an. Kemudian di era 2000an hingga bangkit lagi di tahun 2009 hingga saat ini.

Mayoritas film-film animasi Disney memiliki kualitas yang baik, sehingga sangat terasa sulit untuk memilih 10 film diantaranya. Meski begitu, berikut ini kami pilihkan deretan film animasi klasik terbaik yang pernah diproduksi oleh Disney, diluar produksi bersama Pixar Studios yang sudah pernah kami bahas di artikel lainnya.

1. Pinocchio [1940]

Pinocchio film animasi klasik

Adaptasi dari novel Italia karya Carlo Collodi ini merupakan film animasi kedua Disney setelah suksesnya Snow White and the Seven Dwarfs (1937). Kisah sederhana dengan pesan moral yang baik bagi anak-anak ini menjadi semakin populer setelah itu.

Film ini mengajarkan Pinocchio, dan juga anak-anak yang menontonnya, untuk memiliki sifat pemberani, jujur dan tidak egois. Jika berbohong, hidung Pinocchio akan menjadi panjang. Hal ini terjadi karena keinginan Pinocchio untuk menjadi anak manusia, bukan boneka kayu lagi yang membuat Peri Biru akan mengabulkan permintaannya dengan ketiga syarat tadi yang akhirnya bisa diemban oleh sang boneka kayu ini.

Meski gagal secara komersialitas, film ini dianggap sebagai terobosan dalam dunia animasi, dimana efek hujan, petir, asap, bayangan dan air ditampilkan begitu nyata dan seolah hidup lewat proses editing yang sangat baik.

Di ajang Academy Awards, Pinocchio berhasil membawa pulang Oscar di kategori Best Original Song dan Best Original Score. Boneka kayu yang telah menjadi anak manusia ini membawa pulang Oscarnya sambil bernyanyi riang.

2. Fantasia [1940]

Fantasia

Film animasi ini terdiri dari 8 film pendek dengan balutan musik klasik karya Leopold Stokowski. Lewat film ini, Walt Disney bermaksud membangkitkan kembali karakter Mickey Mouse yang saat itu popularitasnya sudah semakin anjlok.

Ternyata film ini mendulang sukses, sehingga Mickey Mouse, Donald Duck dan rekan-rekannya kembali terangkat popularitasnya hingga saat ini. Fantasia dihadirkan di bioskop-bioskop AS dengan sound tersendiri yaitu Fantasound, yang membuat adanya penambahan biaya lagi untuk instalasi di setiap bioskop yang akan diputarkan film ini.

Selain itu, Perang Dunia 2 membawa masalah tersendiri bagi peredaran film ini di Eropa, dimana distribusinya dihentikan karena perang tersebut yang otomatis mengurangi rencana pendapatan bagi Disney. Tetapi di atas masalah tersebut, saat ini Fantasia termasuk ke dalam 10 film animasi terbaik sepanjang masa di berbagai versi media yang membuat daftar tersebut dan telah terdaftar di National Film Registry.

3. Bambi [1942]

Kisah petualangan anak rusa di tengah hutan rimba setelah ditinggal mati ibunya yang ditembak pemburu ini sangat terkenal di seluruh dunia. Merupakan adaptasi buku karya penulis Austria, Felix Salten, yang mengalami perbedaan fisik Bambi di buku dengan di film.

Dikarenakan spesies rusa di dalam buku habitatnya berada di Eropa, maka Walt Disney mengganti dengan spesies rusa yang ada di AS. Tetapi secara jalan cerita tidak ada perubahan. Sering dianggap sebagai film animasi Disney yang paling sendu dan tidak banyak dialog di dalamnya, Bambi tetap meraih kesuksesan hingga masuk dalam nominasi Oscar dan sekarang sudah terdaftar di National Film Registry sebagai film klasik.

4. Alice in Wonderland [1951]

Alice in Wonderland

Dari sekian banyaknya adaptasi kisah Alice in Wonderland karya Lewis Carroll, film animasi produksi Walt Disney ini adalah yang terbaik. Dengan pewarnaan yang natural dan animasi yang seolah hidup, menempatkan film ini ke dalam status cult classics. Lagu-lagu yang hadir di film ini kemudian menjadi populer dan masuk sebagai lagu jazz standard.

Sebenarnya produksi film ini sudah akan dimulai sejak tahun 1930an dengan format penggabungan live-action dan animasi. Tetapi di akhir tahun 1940an, diputuskan jika film ini akan hadir dalam format animasi saja.

Meski hanya masuk di satu nominasi Oscar, Alice in Wonderland dianggap mendahului zamannya saat film ini dirilis, yang membuat Walt Disney menyandang predikat sebagai salah seorang visioner terkemuka di dunia, khususnya dunia hiburan.

5. The Jungle Book [1967]

The Jungle Book

Adaptasi dari buku populer karya Rudyard Kipling ini merupakan film terakhir yang langsung diproduseri oleh Walt Disney yang meninggal dunia dalam proses produksinya. Disney melakukan beberapa perubahan dari bukunya yang bernada sedikit gelap menjadi lebih ceria dengan lantunan lagu-lagu riang khas anak-anak.

Mowgli yang dari kecil hidup di hutan dan diasuh oleh Bagheera the Panther dan Baloo the Bear, terpaksa harus berhadapan dengan musuh besarnya, Shere Khan the Evil Tiger, yang mengancam kelangsungan hidup manusia disekitar hutannya yang merupakan tempat tinggal keluarganya sendiri yang belum pernah ditemuinya.

Mendulang sukses yang serupa secara kualitas dan komersialitas dengan film-film animasi Disney lainnya, membuat film ini beberapa kali di remake ke dalam film live-action, yang pertama dirilis di tahun 1994 dan kemudian versi tahun 2016.

6. Robin Hood [1973]

Robin Hood

Kali ini Disney mengangkat kisah legendaries Robin Hood tetapi dihadirkan dalam dunia anthropomorphic (hewan-hewan yang berbicara bahasa manusia). Alur ceritanya sama persis dengan kisah Robin Hood yang sudah terkenal, dimana dia dan rekan-rekannya berjuang melawan kebijakan pajak Prince John yang merugikan rakyatnya dan merebut hati Maid Marian.

Dengan tampilan karakter hewan seperti ini, jalan cerita menjadi lebih menarik dan lucu yang dikhususkan untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Dibuat dengan bujet yang kecil dan banyak memakai stok adegan animasi dari film-film sebelumnya, tidak mengurangi kenikmatan film yang masuk sebagai nominator di ajang Academy Awards ini.

7. The Many Adventures of Winnie the Pooh [1977]

The Many Adventures of Winnie the Pooh

Siapa sih yang tidak kenal dengan Winnie the Pooh dan teman-temannya? Karakter-karakter yang dibuat oleh A.A. Milne ini sudah sangat familiar bagi anak-anak di seluruh dunia. Makanya, setiap film yang mengetengahkan kisah tentang mereka selalu ditunggu oleh anak-anak, meski film itu hadir hanya untuk distribusi video bukan di bioskop.

Dari sekian banyak film tentang petualangan Winnie the Pooh dan teman-temannya, The Many Adventures of Winnie the Pooh adalah yang terbaik. Merupakan kumpulan dari beberapa film pendek, kisah-kisah di film ini menjadi pondasi cerita wahana Winnie the Pooh di beberapa Disneyland.

8. The Lion King [1994]

The Lion King

Sebagai salah satu film animasi klasik yang hadir di era “Disney Renaissance”, The Lion King menyandang predikat sebagai film animasi terbaik hingga saat ini. Tidak ada yang meragukannya. Semua elemen di film ini terasa komplit.

Cerita yang menarik, menghibur dan penuh pesan moral, diiringi musik dan lagu yang bagus serta memorable, dan tentu saja animasi yang sangat baik yang mampu menampilkan pergerakan karakter yang natural dan juga menangkap landscape benua Afrika secara nyaris sempurna.

Terinspirasi kisah Hamlet karya William Shakespeare, karakter utamanya, Simba, adalah putra mahkota dari sang raja rimba, Mufasa. Dengan beban tanggung jawab sebagai penerus tahta, Simba dan teman-temannya berpetualang untuk mencari jati diri yang akan membuatnya berbeda dari raja-raja rimba sebelumnya.

The Lion King berhasil meraih Oscar di kategori Best Original Song dan Best original Score yang membuktikan jika memang lagu-lagu karya Elton John dan musik gubahan Hans Zimmer di film ini sangat bagus dan berkesan. Menonton film ini bersama keluarga, tidak akan pernah dihinggapi rasa bosan. Dijamin.

9. Wreck-It Ralph [2012]

Wreck-It Ralph

Bagi yang suka bermain “ding-dong”, pasti sudah familiar dengan karakter dari game arcade ini. Dalam game-nya, Ralph adalah tokoh antagonis. Tetapi di film ini, dia memiliki keinginan untuk menjadi karakter baik. Oleh karena itu, dia berpetualang dari game ke game untuk mengumpulkan medali yang dianggapnya akan membuat dia menjadi karakter yang baik.

Ternyata karena aksinya tersebut, salah satu tokoh jahat dari game Hero’s Duty berhasil keluar dan meneror seluruh dunia game arcade. Tugas Ralph untuk memperbaiki kesalahannya dan menyelamatkan teman-temannya sesama karakter game.

Sepanjang film, kita akan diajak bernostalgia dengan beberapa game arcade dan karakter-karakternya yang sebagian besar pernah kita kenal. Ceritanya sendiri sangat menarik, tetapi hampir menjurus klise karena adanya kemiripan dengan cerita Despicable Me (2010) dan Megamind (2010), dimana karakter antagonis kemudian berubah menjadi superhero. Tetapi hal itu tidak mengurangi kenikmatan kita dalam menonton film ini.

10. Big Hero 6 [2014]

Big Hero 6

Dengan bergabungnya Marvel Comics ke dalam Walt Disney Company, salah satu komik superhero-nya kemudian diangkat ke layar lebar sebagai film animasi klasik Disney pertama yang menampilkan karakter superhero. Alur cerita yang lancar dan karakter Baymax yang loveable, membuat film ini terasa nikmat untuk ditonton berulang kali.

Bercerita tentang Hiro Hamada, seorang jenius cilik, yang bersama Baymax dan rekan-rekannya bertarung dengan tokoh jahat yang ternyata adalah profesor sebuah universitas dimana Hiro ingin belajar disana. Sama seperti film-film Disney lainnya, pesan moral tentang pengorbanan terasa kental disini dan kita pasti menanti saat-saat pengorbanan tersebut, apakah akan membuat terharu atau tidak.

Ternyata jawaban yang pertama yang muncul. Karena dari awal cerita sudah dibangun keterikatan yang baik antara Hiro dan Baymax. Karena kualitas yang baik, Big Hero 6 berhasil memenangi persaingan Oscar di kategori Best Animated Feature dari para kompetitornya.

Itulah 10 film animasi klasik Disney terbaik dari awal kemunculannya hingga tahun 2015. Bisa dipastikan, di masa gemilangnya saat ini, Disney akan terus menjaga kualitas dari produksinya dengan merilis film-film animasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, meski kemungkinan perputaran roda nasib bisa terulang kembali seperti pada dekade-dekade sebelumnya.

Film-film animasi Disney memiliki ciri khas tersendiri, terutama di sisi musikalitasnya dengan hadirnya lagu-lagu yang memorable dan alunan musik yang sesuai dengan mood adegannya. Winning Formula ini tetap dipertahankan dan terus dikembangkan. Kita tunggu bersama film-film animasi terbaik Disney di tahun-tahun ke depan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *