Bacaterus / Film Marvel / 10 Film Adaptasi Komik Marvel Terbaik Sepanjang Masa

10 Film Adaptasi Komik Marvel Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Marvel Comics adalah perusahaan penerbitan komik yang didirikan pada tahun 1939 dengan nama Timely Publications. Kemudian di awal 1950an, berubah menjadi Atlas Comics. Lalu pada tahun 1961 berubah lagi menjadi Marvel Comics. Dalam perjalanannya, Marvel Comics selalu bersaing dengan DC Comics dalam melahirkan dan mempopulerkan karakter-karakter superhero mereka masing-masing.

Di dunia perfilman Hollywood, Marvel sendiri terlambat untuk mengadaptasi komik-komiknya ke dalam film layar lebar, sedangkan DC Comics sudah lebih dulu sukses dengan film Superman dan Batman. Baru di akhir 1990an, film-film Marvel mulai eksis dan terus berkembang serta meraih kesuksesan yang lebih daripada saingannya.

Untuk itu, pada ulasan kali ini bacaterus.com akan mengulas 10 franchise film layar lebar terbaik produksi Marvel Studios. Apa sajakah film adaptasi komik Marvel terbaik tersebut?

1. The Avengers [2012]; Avengers: Age of Ultron [2015]

film adaptasi komik marvel the avengers

Menggabungkan beberapa superhero ke dalam satu tim bukanlah hal yang mudah. Masing-masing superhero pasti memiliki kekuatan dan ego masing-masing yang mungkin akan saling berbenturan satu sama lain. Untuk menerjemahkannya ke dalam film dengan durasi terbatas, membagi cerita bagi seluruh superhero akan menjadi sulit, tetapi di The Avengers, semua itu bisa terjawab dengan sangat baik.

Empat superhero utama, yaitu Iron Man, Captain America, Thor dan Hulk, mampu tampil dengan porsi durasi yang seimbang dan dalam ceritanya juga mampu untuk saling bahu-membahu menanggalkan ego masing-masing untuk mengalahkan sang musuh.

Jika Captain America, Iron Man dan Thor sudah tampil dalam beberapa film sebelum The Avengers, maka penampilan Mark Ruffalo sebagai Hulk adalah untuk pertama kalinya dan Mark Ruffalo mampu mambawakannya dengan baik. The Avengers sejauh ini dianggap sebagai film superhero terbaik.

Dilanjutkan dengan sequel-nya Avengers: Age of Ultron, masih mengusung formula yang sama dengan film pertamanya bahkan mereka melawan musuh yang lebih berat. Lagi-lagi kerjasama yang baik adalah hal utama dalam memenangi pertempuran.

2. X-Men [2000]; X2 [2003]; X-Men: The Last Stand [2006]; X-Men: First Class [2011]; X-Men: Days of Future Past [2014]

Tokoh-tokoh superhero mutan ini hadir dan merebut hati moviegoers yang menjadi pijakan utama kesuksesan film-film Marvel setelahnya. Bryan Singer sebagai sutradara mampu mengarahkan para aktornya untuk tampil baik dan juga menghadirkan adegan action tingkat tinggi dengan suguhan special-effects yang apik.

Sequel-nya malah tampil lebih baik dengan jalinan cerita yang terstruktur rapih. Sayangnya, Brett Ratner yang ditunjuk sebagai sutradara pengganti untuk film ketiganya tidak cukup baik untuk menyamai performa Bryan Singer yang membelot untuk membesut Superman Returns.

Kemudian pada tahun 2011 dirilis prequel dari X-Men, dimana Charles Xavier dan Magneto masih muda dan sama-sama berjuang untuk kehidupan para mutan. X-Men: First Class mendapat sambutan yang baik dari para moviegoers dan kritikus film yang kemudian disambung dengan X-Men: Days of Future Past yang kembali disutradarai oleh Bryan Singer.

Plot cerita yang rumit tetapi menyimpan misteri yang pelik, mampu membuat penonton terkesima dengan film terbaik X-Men ini.

3. Guardians of the Galaxy [2014]

Film tim superhero bertema luar angkasa ini mengangkat nama Chris Pratt sebagai aktor strata atas di Hollywood yang mengantarkannya untuk bermain di film-film produksi besar setelah kesuksesan film ini. Zoe Saldana kembali tampil dalam balutan special-effects sama seperti perannya di Avatar.

Masih termasuk dalam rentetan kisah Marvel Cinematic Universe, Guardians of the Galaxy tampil penuh warna dan selera humor yang baik dengan referensi kebudayaan bumi di era 90an. Tidak perlu waktu lama untuk menghadirkan sequel-nya yang rencananya akan dirilis di tahun 2017.

4. Iron Man [2008]; Iron Man 2 [2010]; Iron Man 3 [2013]

iron man

Kehadiran manusia setrika ini tidak bisa dilepaskan dari penampilan memikat Robert Downey, Jr. sebagai Tony Stark yang jenius, playboy dan tentu saja kaya raya. Sama seperti film-film Marvel lainnya, formula penuh warna dan selera humor yang baik menjadi andalan. Sequel-nya yang menampilkan Mickey Rourke sebagai musuh utama juga tidak kalah menakjubkan dari segi special-effects sehingga bisa masuk nominasi Oscar untuk kategori Best Visual Effects.

Film ketiganya yang tidak lagi diarahkan oleh Jon Favreau, memiliki cerita yang baik dan menyimpan misteri hingga akhir film sehingga menggiring pemikiran penonton untuk salah menebak tokoh antagonisnya. Sejauh ini belum ada rencana untuk melanjutkan franchise ini karena Robert Downey, Jr. hanya dikontrak untuk franchise The Avengers saja.

5. Captain America: The First Avenger [2011]; Captain America: The Winter Soldier [2014]

Avenger pertama yang tampil jadul dengan setting era Perang Dunia 2 ini tidak begitu baik dalam penampilan perdananya. Meski Chris Evans sangat cocok memerankan sang kapten, tetapi di awal-awal film, special-effects yang digunakan untuk menyulap badan Chris Evans menjadi kurus bisa dibilang kurang rapi dalam pengerjaannya.

Tetapi di sequel-nya, Captain America tampil lebih baik dengan lawan utama yang sepadan yaitu Winter Soldier yang merupakan sahabatnya saat berjuang dulu. Adegan action tingkat tinggi yang mampu memacu adrenalin penonton dipadukan dengan kecanggihan special-effects terkini sehingga mampu menciptakan sebuah adegan final yang spektakuler.

6. Spider-Man [2002]; Spider-Man 2 [2004]; Spider-Man 3 [2007]; The Amazing Spider-Man [2012]; The Amazing Spider-Man 2 [2014]

spider man

Superhero dengan kekuatan laba-laba ini sangat dinanti kehadirannya pada tahun 2002 dan sukses besar berkat performa akting yang baik dari Tobey Maguire sebagai Peter Parker dan pengarahan kelas atas oleh Sam Raimi.

Semua elemen terbaik dalam kisah superhero dihadirkan di Spider-Man dan juga Spider-Man 2 di mana musuh utama selalu menghadapkan pilihan bagi Spider-Man untuk menolong kekasihnya atau warga sipil. Ada satu adegan mengharukan di Spider-Man 2 di mana para warga sipil berjanji tidak akan membuka kedok Spider-Man dan membantu Spider-Man dalam melawan musuhnya.

Bohong kalau sobat semua tidak terharu dengan adegan ini! Sayangnya penurunan kualitas cerita di Spider-Man 3 mengantarkan akhir dari kisah manusia laba-laba ini. Lalu di tahun 2012, Andrew Garfield terpilih untuk memerankan Spider-Man baru yang disutradarai oleh Marc Webb.

Ceritanya sebangun dengan Spider-Man pertama hanya memiliki sedikit perbedaan saja. Karena kegagalan film sequel-nya, maka franchise kedua ini harus berakhir dan rencananya akan di reboot dengan Tom Holland sebagai Spider-Man yang baru.

7. Blade [1998]; Blade II [2002]; Blade: Trinity [2004]

Franchise ini bisa dibilang adalah pembuka bagi Marvel di perfilman Hollywood. Karakter vampire yang jago silat dan memburu vampire lain ini diperankan oleh Wesley Snipes yang memang mengidolakan tokoh superhero Blade ini.

Film pertamanya tampil dengan cerita dan latar belakang yang digarap dengan baik serta adegan-adegan martial arts yang cukup menakjubkan pada saat itu. Hal ini dikarenakan kemampuan beladiri Wesley Snipes yang juga mumpuni sehingga adegan berkelahinya tampil maksimal. Sayangnya, film kedua dan ketiganya mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan sehingga mengubur franchise ini tanpa ada rencana lanjutan.

8. Thor [2011]; Thor: The Dark World [2013]

Tokoh mythology asal Scandinavia yang selalu membawa palu raksasanya ini sangat tepat diperankan oleh Chris Hemsworth. Awalnya sempat diragukan akan berhasil di bawah arahan Kenneth Branagh yang belum pernah membesut film superhero. Tetapi semua dijawab dengan kualitas cerita dan action yang mantap.

Untuk kelanjutannya, Thor yang ditemani kekasihnya yang diperankan oleh aktris cantik Natalie Portman kembali hadir dengan action beroktan tinggi dan special-effects tercanggih di Thor: The Dark World yang melanjutkan petualangannya dalam melawan saudaranya sendiri, Loki, yang tampil lebih baik dari film pertamanya.

9. Hulk [2003]; The Incredible Hulk [2008]

hulk

Superhero berwarna hijau yang suka marah-marah ini pertama kali diperankan oleh Eric Bana. Secara fisik, dia cocok memerankan Hulk. Tetapi sayangnya, Ang Lee sebagai sutradara lebih menitikberatkan cerita yang sarat psikologis daripada kadar action-nya, sehingga film ini dianggap kurang sukses.

Lima tahun kemudian, Hulk diperankan oleh Edward Norton yang tampil lebih baik meski tidak cocok secara fisik, karena Edward Norton lebih kurus dibandingkan Eric Bana. Tetapi dari segi cerita dan action, The Incredible Hulk mampu menunjukkan semua kehebatan raksasa hijau ini lengkap dengan sisi psikologis yang tergali cukup dalam.

10. X-Men Origins: Wolverine [2009]; The Wolverine [2013]

Untuk memperpanjang tabungan pundi-pundi keuangan Marvel, dibuatlah spin-off dari superhero populer di kalangan X-Men, yaitu Wolverine. Hugh Jackman kembali memerankan tokoh ini, karena hanya dia yang pantas memerankannya yang anehnya selama lebih dari 10 tahun hampir tidak terlihat dirinya bertambah tua saat berperan sebagai Wolverine.

Meski ceritanya tidak begitu baik, tetapi adegan action yang ditampilkan lumayan seru dan membuat moviegoers bertanya, ”adakah yang mampu mengalahkan Wolverine selain golongannya sendiri?”.

Itulah beberapa franchise film produksi Marvel yang merupakan adaptasi dari komik-komik terbitan Marvel sendiri. Mayoritas superhero Marvel memiliki selera humor yang baik dan seperti bersahabat dengan anak-anak karena mereka juga tampil dengan warna-warna cerah.

Formula seperti ini sepertinya akan dipertahankan dan semoga saja tidak membuat bosan para moviegoers. Baiknya kita tunggu proyek-proyek film selanjutnya dari Marvel Studios. Dari daftar film adaptasi komik Marvel di atas, manakah yang menjadi favorit Anda?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *