Bacaterus / Film Musikal / Fakta Menarik Film Musikal “The Sound of Music” (1965)

Fakta Menarik Film Musikal “The Sound of Music” (1965)

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dalam sejarahnya, perfilman Hollywood selalu menyuguhkan film-film musical dari panggung Broadway yang sangat bergengsi bahkan hingga saat ini. The Sound of Music adalah salah satu film musical yang diadaptasi dari salah satu pentas panggung Broadway yang sukses. Uniknya, kisah musical ini berdasarkan dari kisah nyata Maria von Trapp yang menjadi tokoh utama cerita.

Film yang dibintangi oleh Julie Andrews dan Christopher Plummer ini banyak mencatat rekor baru dalam dunia film dan memiliki banyak fakta menarik, baik itu dari inspirasi, produksi, dan pengaruhnya bagi industri perfilman setelahnya. Kami akan beberkan beberapa fakta dari film karya Robert Wise ini sehingga kita bisa memberikan apresiasi lebih sebagai salah satu film klasik terbaik.

Berawal dari Sebuah Memoir

Berawal dari Sebuah Memoir

Buku memoir ini ditulis oleh Maria Augusta von Trapp dan diterbitkan pada tahun 1949. Awalnya Maria tidak berniat untuk menuliskan kisah hidupnya, baik itu secara keseluruhan ataupun potongan cerita dalam hidupnya. Tetapi seorang temannya menyarankan Maria untuk menulis buku tentang kisahnya pada saat dia menjadi pengasuh bagi tujuh anak dari seorang pensiunan perwira militer.

Hingga suatu hari, Maria berdiam diri di kamarnya dan menulis beberapa kalimat sebagai awal bukunya. Ternyata dia menikmati aktivitas barunya ini dan berhasil menyelesaikan penulisan bukunya. Diterbitkan oleh J.B. Lippincott Company yang berkantor di Philadelphia, The Story of the Trapp Family Singers menjadi buku best-seller.

Adaptasi ke Pentas Broadway

Adaptasi ke Pentas Broadway

Setelah menonton film The Trapp Family (1956), sebuah film produksi Jerman Barat, sutradara teater Vincent J. Donehue mengajukan kisah ini kepada aktris Mary Martin, sahabat dekatnya. Donehue menganggap karakter Maria sangat cocok jika diperankan oleh Mary dalam sebuah pentas teater. Mereka mengajukan cikal bakal proyek ini kepada produser ternama saat itu, Leland Hayward.

Setelah Hayward setuju, dia merekrut Howard Lindsay dan Russel Crouse untuk menulis naskahnya. Duet penulis ini, yang biasa dikenal sebagai Lindsay & Crouse, adalah tim penulis terkenal saat itu yang telah menghasilkan banyak karya sukses, Anything Goes (1934) adalah salah satu karya terbaik mereka. Lewat State of the Union (1945), mereka berhasil meraih Pulitzer Prize for Drama di tahun 1946.

Awalnya pentas ini akan menggunakan lagu-lagu asli karya The Trapp Family Singers, tetapi setelah Hayward merekrut komposer Richard Rodgers dan penulis lirik Oscar Hammerstein II, yang lebih dikenal dengan Rodgers & Hammerstein, pentas ini akan diisi oleh lagu-lagu baru dan orisinal. Duet komposer dan penulis ini sangat sukses lewat karya mereka di pentas South Pacific (1949) dan The King and I (1951).

Pertama kali dipentaskan di Broadway pada 16 November 1959, The Sound of Music mendapatkan respon positif dari penonton. Setelah ditampilkan sebanyak 1.443 kali, pentas ini berakhir pada 15 Juni 1963. Dalam ajang Tony Award, sebuah acara penghargaan bergengsi untuk pentas teater, The Sound of Music berhasil menyabet beberapa pialanya di berbagai kategori.

Best Musical, Best Performance by a Leading Actress in a Musical untuk Mary Martin, Best Featured Actress in a Musical untuk Patricia Neway, Best Conductor and Musical Director untuk Frederick Dvonch, dan Best Scenic Design of a Musical untuk Oliver Smith adalah kategori yang dimenangkan oleh pentas musical yang tidak lama setelah itu hadir di layar lebar pada tahun 1965.

Pentas musical The Sound of Music kemudian beberapa kali ditampilkan ulang. Pada tahun 1981, penyanyi Inggris terkenal Petula Clark memerankan Maria dalam edisi baru musical ini yang dipentaskan di London. Kemudian di tahun 1998, dipentaskan kembali di Broadway. Lalu di tahun 2006 dipentaskan kembali di London dengan mengadakan audisi berupa reality show untuk mencari pemeran Maria.

Dan pentas musical ini juga pernah ditayangkan di televisi oleh NBC pada Desember 2013 dengan mantan juara American Idol Carrie Underwood sebagai Maria. Televisi di Inggris juga tidak mau kalah. ITV menampilkan pentas musical ini pada Desember 2015 dengan Kara Tointon sebagai Maria.

Album Soundtrack Memuncaki Tangga Album Billboard 200

Album Soundtrack Memuncaki Tangga Album Billboard 200

Musik tentu saja menjadi faktor utama yang ditonjolkan dalam film The Sound of Music. Komposisi lagu dari pentas Broadway karya Rodgers & Hammerstein kembali dihidupkan oleh arranger Irwin Kostal. Seluruh lagu yang sudah populer dalam pentasnya ditampilkan dalam musik yang lebih baru tapi tidak menghilangkan ciri khas musik aslinya.

Hanya tiga lagu yang tidak diikutsertakan dan diganti dengan dua lagu baru. “Maria”, “Sixteen Going on Seventeen”, “My Favorite Things”, “Climb Ev’ry Mountain”, “The Lonely Goatherd”, “The Sound of Music”, “Do-Re-Mi”, “Edelweiss”, dan “So Long, Farewell” menjadi lagu yang populer saat itu sejalan dengan kesuksesan filmnya.

Di tangga lagu album populer Billboard 200, album soundtrack The Sound of Music berhasil berada di posisi puncak mengindikasikan penjualan albumnya yang laris. Tidak hanya di Amerika saja, di Inggris album ini pun berhasil memuncaki UK Album Charts, menjadikan album soundtrack ini sebagai salah satu dari album musik yang merajai dua kutub industri musik dunia.

Proses Syuting di Dua Benua

Proses Syuting di Dua Benua

The Sound of Music memulai syuting di studio milik 20th Century Fox di Los Angeles pada bulan Maret 1964. Kemudian tim produksi, kru, dan para pemerannya terbang ke Salzburg, Austria, dan mulai melakukan syuting di sana pada bulan April. Dari bulan Juni hingga Juli, proses syuting berpindah ke Pegunungan Bavarian di Jerman untuk mengambil adegan-adegan pegunungan yang indah.

Setelah selesai di Eropa, mereka kembali ke Los Angeles pada bulan Juli dan melanjutkan syuting indoor, terutama untuk adegan-adegan musical, hingga bulan September. Total 83 adegan yang berhasil diambil dalam waktu lima bulan syuting. Selanjutnya proses pasca produksi dilangsungkan dan film dirilis di Amerika pada 2 Maret 1965.

Menggeser Gone with the Wind dari Puncak Box-Office

Menggeser Gone with the Wind dari Puncak Box-Office

Setelah penayangannya di bioskop-bioskop seluruh dunia, The Sound of Music mendapat penghasilan menembus lebih dari $100 juta dan menjadikannya sebagai film terlaris di tahun 1965. Film ini juga berhasil menggeser Gone with the Wind dari puncak daftar film terlaris di bulan November 1966 setelah film klasik itu berkuasa sejak tahun 1939.

Selain itu, film ini berhasil berada di urutan pertama box-office di 29 negara, menandakan kepopuleran film ini di seluruh dunia. Dan ada satu rekor lagi yang dicapai oleh The Sound of Music, yaitu ditayangkan di bioskop selama 4,5 tahun tanpa terputus! Sepertinya para penonton bisa berkali-kali kembali ke bioskop untuk menyimak kisah dan bernyanyi bersama dengan film ini.

Sukses di Ajang Academy Awards dan Golden Globe

Sukses di Ajang Academy Awards dan Golden Globe

Film dengan bujet besar, sukses di tangga box-office, dan disukai oleh publik menjadikan jalan The Sound of Music mulus menuju ajang penghargaan film yang akan menunjukkan kualitas film ini sebenarnya. Film ini dinominasikan di 10 kategori dan berhasil membawa pulang 5 Oscar, yaitu Best Picture, Best Director, Best Film Editing, Best Adaptation or Treatment Scoring of Music, dan Best Sound.

Sedangkan di Golden Globe, film ini berhasil meraih dua penghargaan, yaitu Best Musical or Comedy Motion Picture dan Best Actress in a Musical or Comedy Motion Picture untuk Julie Andrews. Selain itu film ini masih dinominasikan di dua kategori lainnya. Tentu saja semua raihan penghargaan ini cukup sebagai bukti kualitas film yang menampikan pemandangan yang indah ini.

Perbedaan Fakta Sejarah dengan Cerita Filmnya

Perbedaan Fakta Sejarah dengan Cerita Filmnya

Ada beberapa perbedaan cerita dalam film dengan fakta sejarah yang terjadi. Salah satunya adalah Maria menikah dengan Georg von Trapp pada tahun 1927, bukan pada tahun 1938 seperti yang diceritakan di dalam film. Kemudian Maria sebenarnya dipekerjakan sebagai guru untuk Louisa, sedangkan di film Maria dipekerjakan sebagai pengasuh.

Maria menikah karena mencintai anak-anak Georg, bukan karena jatuh cinta pada Georg. Tetapi setelah senang dan susah hidup bersama, Maria mengakui dia mencintai Georg dan bahagia bersamanya. Pernyataannya ini dikutip dari buku memoir-nya. Keluarga von Trapp mulai menyanyi untuk mendapatkan uang karena efek The Great Depression pada tahun 1930-an, bukan karena ketidaksengajaan.

Di dalam film, mereka melarikan diri dari kejaran Nazi dengan berjalan kaki melintasi Pegunungan Alpen dari Austria menuju Swiss. Jika dihitung, jarak yang ditempuh bisa mencapai 200 mil (sekitar 320 km). Sementara dalam kejadian nyatanya, mereka berjalan kaki ke stasiun kereta terdekat dan naik kereta menuju Italia. Setelah itu mereka ke London, lalu ke Amerika.

Itulah beberapa fakta menarik dari film The Sound of Music yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Saat ini, film ini sudah termasuk klasik dan terdaftar di National Film Registry pada tahun 2001. Setelah mengetahui fakta-fakta ini, kalian pasti tertarik untuk menonton filmnya kan? Silahkan simak film musical dengan cerita sederhana ini dan segarkan mata kalian dengan pemandangan indah di dalamnya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *