bacaterus web banner retina

10 Fakta Film The King’s Man yang Menarik untuk Diketahui

The King's Man merupakan film tentang aksi mata-mata yang dirilis pada tahun 2021. Sutradara film ini adalah Matthew Vaughn, sedangkan skenarionya ditulis oleh Vaughn dan Karl Gajdusek.

Film ini diadaptasi dari sebuah komik berjudul The Secret Service yang ditulis oleh Mark Millar and Dave Gibbons. Komik tersebut kemudian judulnya diganti menjadi Kingsman.

Menurut sang sutradara, film ini merupakan prekuel untuk film sebelumnya, yaitu Kingsman: The Secret Service (2014) juga Kingsman: The Golden Circle (2017).

Para pemeran yang terlibat dalam film ini di antaranya Ralph Fiennes, Matthew Goode, Rhys Ifans, dkk. The King’s Man, seperti film lainnya, juga memiliki fakta yang menarik untuk dibahas. Berikut ini deretan fakta The King’s Man yang seru untuk disimak!

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Action The King’s Man (2021)

1. Awalnya Berjudul Kingsman: The Great Game

Awalnya Berjudul Kingsman The Great Game_

Menurut koran The Mirror, awalnya The King’s Man diberi judul Kingsman: The Great Game. Ternyata secara historis istilah “The Great Game” dipakai untuk mendeskripsikan pertikaian politik yang terjadi antara Rusia dengan Inggris pada abad ke-19.

Perubahan judul merupakan keputusan yang tepat karena judul “The Great Game” bisa membuat penonton berpikir cerita film ini berhubungan dengan pertandingan atau perlombaan. Bisa jadi tidak semua orang familier dengan istilah yang berhubungan dengan sejarah.

The King’s Man merupakan pilihan judul pengganti yang tepat. Itu karena judul tersebut sinkron dengan dua judul sekuel sebelumnya yang dirilis pada tahun 2014 and 2017, yaitu Kingsman: The Secret Service dan Kingsman: The Golden Circle.

2. The King's Man Memiliki Desain Kostum yang Unik

2. The King's Man Memiliki Desain Kostum yang Unik

Michele Clapton merupakan kostum desainer untuk film ini. Dia menjelaskan kepada majalah ICON bahwa desain kostum yang dibuat oleh timnya berusaha menyeimbangkan antara masa lalu dan masa sekarang.

Tujuannya agar penonton bioskop yang hidup di era sekarang tetap merasa terkoneksi dengan filmnya. Tim desain kostum The King’s Man melakukan riset tentang cara berpakaian pada tahun 1910, pakaian militer serta pakaian kasual yang dikenakan oleh para laki-laki pada 100 tahun yang lalu.

Meski dipengaruhi oleh gaya pakaian zaman dulu, kostumnya tetap memiliki sentuhan kontemporer yang segar. Penggunaan setelan jas tiga potong dan pernak-pernik yang berhubungan dengan militer Inggris juga terlihat menonjol di kostum yang dipakai karakter utama.

Pilihan fashion dari sang sutradara, Matthew Vaugh, juga ikut mempengaruhi kostum yang dibuat tim desainer. Matthew menyenangi setelan jas dengan potongan high cut dan double breast.

3. Archduke Franz Ferdinand Diincar Banyak Pembunuh

3. Archduke Franz Ferdinand Diincar Banyak Pembunuh

Dalam film The King’s Man diceritakan Conrad, anak Duke of Oxford, berhasil menggagalkan usaha pertama pembunuhan atas Archduke dan Duchess di Bosnia, yang dilakukan oleh Gavrilo Princip (Joel Basman).

Namun akhirnya Gavrilo berhasil membunuh Archduke Franz Ferdinand beserta Duchess di kesempatan lainnya. Kematian Archduke menjadi pemicu pecahnya Perang Dunia I.

Meski kisah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand mirip dengan apa yang diceritakan dalam film The King's Man, namun dalam kenyataannya upaya pembunuhan itu tidak hanya dilakukan oleh Gavrilo Princip saja.

Orang yang pernah berusaha menghilangkan nyawa Archduke sebelumnya adalah Muhamed Mehmedbašić dan Vaso ubrilovi, tapi mereka gagal.

Selanjutnya ada Nedeljko abrinovi yang mencoba membunuh Archduke dengan bom. Namun bom yang dilemparkan memantul sehingga gagal meledakkan mobil yang ditumpangi Archduke.

4. Rasputin Merupakan Karakter Fiksi

Rasputin Merupakan Karakter Fiksi

Dalam versi The King’s Man, kisah peperangan yang melibatkan beberapa negara Eropa tersebut didalangi oleh sebuah organisasi penjahat misterius. Pimpinan organisasi tersebut adalah seorang nasionalis asal Skotlandia.

Dialah yang bertanggung jawab untuk konflik yang terjadi di Eropa. Orang itu memiliki tangan kanan yang bernama Rasputin, seorang biarawan asal Rusia.

Kepada RadioTimes.com Rhys Ifans, yang memerankan karakter Rasputin, mengatakan bahwa karakter yang diperankannya adalah tokoh fiksi. Namun meskipun fiksi, karakter Rasputin sebagian penggambarannya didasarkan pada catatan sejarah.

Fakta tentang Rasputin muncul karena rumor, komentar atau juga legenda, yang sebagian besar diciptakan oleh Rasputin sendiri.

Informasi yang bisa diketahui tentang dirinya adalah Rasputin lahir tahun 1869 dan dia adalah seorang petani di Desa Pokrovskoye yang berada Siberia.

Diduga dia menjadi seorang biarawan sesudah kunjungannya ke sebuah biara pada tahun 1897. Namun, dia bukanlah anggota Gereja Ortodoks Rusia.

Faktanya, saat dia mulai membangun pengaruhnya di istana kekaisaran, Rasputin disebut sebagai pendeta yang menyimpang oleh para pendeta dari kota kelahirannya.

5. Tiga Pemeran di The King’s Man Pernah Bermain di Film James Bond

Tiga Pemeran di The King’s Man Pernah Bermain di Film James Bond

Tiga pemeran dalam film The King’s Man sebelumnya sudah pernah muncul dalam film James Bond. Ketiganya adalah Ralph Fiennes, Neil Jackson, dan Gemma Arterton.

Setelah kepergian Judi Dench dari film James Bond, Ralph Fiennes menggantikan sang aktris sebagai M. Sementara Gemma dan Neil, keduanya bermain di Quantum of Solace.

Banyak aktor yang cenderung memainkan jenis peran yang sama di Hollywood, salah satunya adalah Ralph Fiennes. Karakter Orlando yang diperankan oleh Ralph Fiennes tak beda jauh dengan karakter M dalam James Bond.

Keduanya adalah bos dari organisasi intelijen. Dikatakan pula film karya Vaugh ini masih memiliki banyak kesamaan dengan seri film Bond.

6. Ditinggalkan oleh Sinematografernya

Ditinggalkan oleh Sinematografernya

Ben Davis adalah orang yang diserahi tugas untuk menggarap sinematografi film ini. Namun dia terpaksa harus meninggalkan tim produksi film ini lebih awal.

Hal itu karena dia sudah harus menggarap film Eternals. Karena itu, pengambilan gambar terakhir dikerjakan oleh tim yang berbeda.

Ketika film The King’s Man dan Eternals mendapatkan kritikan pedas, kemungkinan orang-orang akan menuduh Ben Davis sebagai biang keroknya. Karena dia tidak fokus di satu proyek film, akhirnya mengorbankan kedua film tersebut.

Namun, sebenarnya para kritik film belum ada yang mengomentari sinematografi dari The King’s Man ataupun Eternals.

Faktanya, The King's Man mempunyai visual yang luar biasa sehingga dibandingkan dengan film 1917, salah satu karya terbaik dari Sam Mendes yang juga tentang Perang Dunia I.

7. Keterlibatan AS dalam Perang Dunia I Berbeda dari Versi Nyatanya

Keterlibatan AS dalam Perang Dunia I Berbeda dari Versi Nyatanya

Di dalam film diceritakan AS terlibat dalam Perang Dunia I setelah bukti skandal Presiden Woodrow Wilson dimusnahkan seluruhnya. Sebelumnya Presiden AS tersebut mendapatkan pemerasan dikarenakan skandalnya.

Begitu bukti skandalnya telah musnah, Amerika pun segera mengerahkan pasukannya dan melibatkan diri dalam peperangan dengan Jerman.

Namun fakta sebenarnya tidaklah seperti itu. Amerika Serikat baru benar-benar terlibat dalam perang tersebut pada April 1917.

Saat itu Presiden Woodrow Wilson menghadap ke hadapan kongres agar kongres mengeluarkan deklarasi perang dengan Jerman. Tindakan Presiden Woodrow Wilson tersebut tidak ada hubungannya dengan pemerasan atau skandalnya.

Alasan deklarasi perang itu karena Jerman menyerang kapal dagang Amerika Serikat dan negara itu juga membujuk Meksiko untuk bergabung melawan AS. Kedua peristiwa itu sudah cukup untuk menjadi alasan bagi AS terlibat dalam Perang Dunia I.

8. Aaron Taylor-Johnson Menolak Tawaran Seri Film Kingsman yang Pertama

Aaron Taylor-Johnson Menolak Tawaran Seri Film Kingsman yang Pertama

Aaron Taylor-Johnson yang berperan sebagai Archie Reid di The King’s Man pernah ditawari untuk main dalam seri pertama film Kingsman yang dirilis tahun 2014. Dia ditawari peran sebagai Eggsy, putra dari agen rahasia Lee Unwin.

Namun ia menolaknya. Karakter itu akhirnya diperankan oleh Taron Egerton. Kemudian dia ditawari lagi untuk berperan dalam The King’s Man sebagai Archie Reid.

Kali ini dia menerima tawarannya. Aaron berhasil mendapatkan tawaran lagi karena dia pernah bekerja dengan sutradara Vaughn sebelumnya.

9. The King's Man Merupakan Film Terakhir Bradley James Allan

The King's Man Merupakan Film Terakhir Bradley James Allan

Dalam film-film laga, penggunaan stuntman atau pemeran pengganti merupakan hal yang sudah lumrah, begitu juga dalam film The King’s Man. Bradley James Allan adalah stuntman yang terlibat dalam film garapan Matthew Vaughn ini.

Dia adalah stuntman legendaris yang sudah terlibat dalam beberapa film yang diproduksi oleh Jackie Chan juga film Shang-Chi And The Legend of The 10 Rings.

Karier stuntman Bradley ternyata berakhir di film The King’s Man. Film ini merupakan proyek terakhirnya. Bradley meninggal pada tanggal 7 Agustus 2021. Kabar meninggalnya Bradley dibagikan oleh Jackie Chan di situs web resminya.

Meski para stuntman jarang mendapatkan pengakuan di Hollywood, mereka tetap melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin. Bradley sudah beraksi di lebih dari 20 film dan kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

10. The King's Man Diadaptasi dari Komik

The King's Man Diadaptasi dari Komik

Seri film "Kingsman" bukan murni hasil pemikiran dari sutradara Matthew Vaughn. Semua seri film tersebut diadaptasi dari komik serial berjudul "The Secret Service" yang ditulis oleh Mark Millar.

Seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari karya Millar, film "Kingsman" pun mengubah sebagian detail dari cerita komiknya.

Detail cerita yang paling kentara berbeda dari cerita komik adalah Perang Dunia I yang digunakan sebagai setting dalam film "The King's Man”.

Latar cerita dalam komik bukanlah era Perang Dunia I, melainkan era modern. Penggunaan Perang Dunia I ini jauh menyimpang dari sumbernya.

Itulah 10 Fakta tentang The King’s Man, film tentang aksi mata-mata yang sering dikatakan mirip dengan film James Bond.

Film ini awalnya akan dirilis pada tahun 2019, tapi mengalami penundaan beberapa kali dikarenakan pandemi Covid-19. Setelah menunggu dua tahun akhirnya film ini dirilis pada tahun 2021.

The King’s Man baru bisa disaksikan di aplikasi nonton streaming setelah 45 hari penayangannya di bioskop. Film ini meraup pendapatan sebesar kira-kira 125 juta dolar AS, sedangkan anggaran pembuatannya hampir mencapai 100 juta dolar AS.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram