bacaterus web banner retina

Sudah Tahu, Belum? Inilah 13 Fakta Film The Human Centipede

The Human Centipede merupakan salah satu film horor yang banyak dibicarakan di kalangan penikmat film gore. The Human Centipede digarap oleh Tom Six yang merangkap sebagai sutradara, penulis cerita, sekaligus produsernya. Filmnya sendiri mengisahkan tentang ‘manusia kelabang’, yaitu beberapa manusia yang digabungkan secara brutal dengan menjahit mulut ke anus.

Seri The Human Centipede terdiri dari 3 film, yaitu The Human Centipede (First Sequence) yang dirilis tahun 2009, The Human Centipede 2 (Full Sequence) yang dirilis 2011, dan The Human Centipede 3 (Final Sequence) yang dirilis 2015. Ketiga-ketiganya termasuk film yang kontroversial karena dinilai terlalu sadis. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa film ini juga memiliki penggemar setianya tersendiri.

Di balik filmnya yang mengundang pro dan kontra, The Human Centipede memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin belum diketahui oleh penontonnya. Mulai dari ide pembuatan film hingga gugatan hukum terhadap aktornya. Nah, ini dia 13 fakta film The Human Centipede dari yang pertama hingga ketiga.

1. Berawal dari Guyonan Sang Sutradara

the-human-centipede-1_

Ide pembuatan film The Human Centipede berasal dari pemikiran Tom Six soal hukuman bagi predator anak. Saat itu Tom Six melihat berita di televisi tentang kasus penganiayaan anak, tapi si pelaku ternyata hanya mendapat hukuman ringan. Tom Six kemudian berceletuk bahwa si pelaku harusnya dihukum dengan cara dijahit mulutnya ke pantat seorang sopir truk yang gemuk.

Dari guyonan tersebut, Tom Six mulai memgembangkan idenya untuk membuat film horor tentang manusia kelabang. Meski ide awalnya ingin menghukum pelaku kejahatan, Tom Six sedikit mengubah gagasannya dan membuat cerita klise ala film horor Hollywood.

Ia pun membuat kisah tentang gadis Amerika yang tersesat saat berlibur di Jerman dan akhirnya bertemu dengan si penjahat. Ide awal soal pelaku kejahatan baru benar-benar Tom Six aplikasikan di film ketiga yang berlatar belakang penjara.

2. ‘Manusia Kelabang’ Memungkinkan Secara Medis

the-human-centipede-2_

Meski membuat film fiksi, Tom Six tetap ingin memastikan bahwa konsep manusia kelabang bukanlah sesuatu yang mustahil di dunia nyata. Karena itu sutradara asal Belanda ini berkonsultasi dengan seorang dokter bedah profesional. Saat Tom Six mengungkapkan idenya, dokter tersebut langsung merasa jijik dan menganggap Tom Six aneh.

Akan tetapi, sang dokter kemudian setuju untuk melanjutkan konsultasi tentang manusia kelabang dengan syarat namanya tidak dipublikasikan. Namun dalam sebuah wawancara, Tom Six pernah mengatakan bahwa dokter bedah tersebut sebenarnya adalah ayah dari kekasihnya saat itu.

Sang dokter lalu membuat laporan lengkap mengenai operasi penggabungan manusia kelabang dan berkesimpulan bahwa konsep tersebut memungkinkan secara medis. Dengan catatan, orang yang menjadi manusia kelabang harus rutin mendapat injeksi nutrisi agar tetap bertahan hidup.

3. Puluhan Aktris Tolak Casting karena Jijik

the-human-centipede-3_

Tom Six terbang ke Amerika untuk mencari pemeran karakter Lindsay dan Jenny. Saat menggelar audisi, Tom Six sengaja tidak menyebutkan aspek tentang penyambungan mulut ke anus. Ia hanya mengumumkan bahwa audisi ini dilakukan untuk film horor Eropa yang kontroversial. Audisi ini pun menarik perhatian banyak aktris dan tak sedikit yang ingin ikut casting.

Namun saat Tom Six membocorkan gambar konsep manusia kelabang, hampir 70 aktris memilih keluar dari audisi dan menganggap film Tom sebagai pornografi. Di antara mereka yang bertahan, banyak juga yang memilih keluar saat disuruh berpose merangkak. Pada akhirnya, hanya beberapa aktris saja yang tersisa dan benar-benar bersedia untuk di-casting.

Namun hal seperti ini hanya terjadi pada saat audisi film pertama. Pada audisi untuk sekuelnya, para peserta audisi sudah tahu tentang film The Human Centipede yang saat itu memang cukup populer berkat ide ceritanya yang kontroversial.

4. Sutradara Merahasiakan Isi Film Saat Mencari Investor

the-human-centipede-4_

Tak hanya saat menggelar audisi pemain, Tom Six juga merahasiakan isi film dan tidak membeberkan konsep manusia kelabang saat mencari investor untuk filmnya. Agar investor mau mendanai filmnya, Tom Six hanya menjelaskan bahwa ia sedang membuat film horor berskala internasional.

Investor diberi tahu bahwa film horor ini akan melibatkan beberapa manusia yang dijahit jadi satu, tapi tidak dijelaskan lebih detail bagian mana yang dijahit. Tom Six rupanya khawatir bahwa ide menjahit mulut ke anus akan membuat investor 'kabur'. Investor baru mengetahui ide gila Tom ketika film selesai dibuat, namun menurut sang sutradara, investor senang dengan hasil filmnya.

5. Beberapa Pemain Muncul Lagi di Sekuelnya

the-human-centipede-5

Salah satu keunikan seri film The Human Centipede adalah adanya beberapa aktor maupun aktris yang muncul lagi di sekuelnya dengan peran yang berbeda. Satu-satunya pemain inti di film pertama yang tidak membintangi sekuel hanyalah Ashley C. Williams yang memerankan tokoh Lindsay.

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa pemain The Human Centipede yang kembali terlibat dalam film kedua atau ketiga:

  • Dieter Laser sebagai Josef Heiter (The Human Centipede 1) dan Bill Boss (The Human Centipede 3)
  • Ashlynn Yennie sebagai Jennie (The Human Centipede 1) dan dirinya sendiri (The Human Centipede 2)
  • Akihiro Kitamura sebagai Katsuro (The Human Centipede 1) dan tahanan no.333 (The Human Centipede 3)
  • Peter Blankenstein muncul di ketiga film, yaitu sebagai Detektif Voller (The Human Centipede 1), Alan (The Human Centipede 2), dan sebagai tahanan no.106 (The Human Centipede 3)
  • Laurence R. Harvey sebagai Martin Lomax (The Human Centipede 2) dan Dwight Butler (The Human Centipede 3).
  • Bill Hutchens sebagai Dr. Sebring (The Human Centipede 2) dan tahanan no.488 (The Human Centipede 3).

6. Ide Film Kedua Datang Dari Kecemasan Penonton

the-human-centipede-6_

Kemunculan film pertama menciptakan kekhawatiran pada sebagian orang. Mereka takut kalau film The Human Centipede benar-benar akan menginspirasi psikopat di dunia nyata untuk membuat manusia kelabang. Ketakutan tersebut sampai di telinga Tom Six hingga sang sutradara membuatnya sebagai gagasan inti di film kedua.

Menurut Tom Six, kebanyakan sekuel hanya meneruskan atau bahkan mirip dengan cerita di film pertama. Ia menginginkan sekuel yang jauh berbeda. Jadi alih-alih membuat tokoh dokter yang sempurna secara fisik, kecerdasan, dan karier, Tom Six memilih karakter yang bertolak belakang.

7. Karakter Martin Lomax di Film Kedua Nyaris Tanpa Dialog

the-human-centipede-7_

Seperti yang diketahui, Tom Six menginginkan tokoh utama yang jauh berbeda dari film pertamanya. Ia pun menciptakan karakter Martin Lomax, seorang pria obesitas, bertubuh pendek, menderita asma, dan memiliki keterbelakangan mental. Dengan sifatnya tersebut, Martin pun jarang bicara pada orang lain.

Dalam film kedua, karakter ini nyaris tidak memiliki dialog. Ia hanya mengeluarkan suara tawa atau desahan dan tidak pernah benar-benar mengucapkan suatu kalimat. Martin hanya mengungkapkan perasaannya lewat ekspresi wajah atau tindakan tertentu

8. Film Kedua Dibuat Hitam Putih

the-human-centipede-8_

Berbeda dengan film pertama atau ketiga, The Human Centipede 2 dirilis dalam format hitam putih. Tom Six sebenarnya menggarap filmnya dengan format berwarna, tapi akhirnya memutuskan mengubahnya menjadi hitam putih. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi tentang kenapa film kedua tidak dibuat berwarna.

Muncul anggapan bahwa film ini terlalu ‘berdarah’ dan dibuat hitam putih agar bisa lulus sensor. Di pihak lain, Tom Six membeberkan bahwa ia memilih format hitam putih agar filmnya terasa lebih dark dan terkesan lebih mengerikan.

Namun di tahun 2015, Tom Six merilis set Blu-ray The Human Centipede: The Complete Sequence yang di dalamnya terdapat film kedua dalam versi berwarna.

9. Dicekal di Beberapa Negara

the-human-centipede-9_

Film The Human Centipede tak hanya menampilkan kekerasan dan penyiksaan sadis yang penuh darah, tapi juga mengandung pornografi dengan beberapa adegan vulgar. Hal ini membuat film buatan Tom Six tersebut dicekal di beberapa negara, terutama film kedua yang tingkat kesadisannya dianggap paling tinggi dibanding film pertama dan ketiga.

Film kedua dicekal oleh British Board of Film Censors (BBFC) yang menuntut untuk memotong 32 adegan agar bisa lulus sensor. Setelah lulus sensor pun BBFC akan mencantumkan rating 18+ untuk film tersebut karena dinilai masih terlalu vulgar.

Selain Inggris, film ini juga dicekal di Jerman, Australia, dan juga New Zealand. Saat rilis di Amerika, Tom Six diberitakan menerima ancaman pembunuhan gara-gara filmnya tersebut. Sedangkan di Australia, pemutaran perdana filmnya dikabarkan sempat didemo oleh kelompok agama yang menuding film ini terinspirasi dari setan.

10. Dieter Laser Nyaris Digugat karena Menolak Main Film Ketiga

the-human-centipede-10_

Setelah perilisan film kedua, sutradara Tom Six dan produser Ilona Six langsung menawari Dieter Laser untuk kembali bermain di film ketiga. Saat itu Dieter Laser setuju dan sudah tanda tangan kontrak, ia juga dijanjikan akan menerima skrip dalam waktu beberapa minggu kemudian.

Akan tetapi, Dieter Laser sangat terkejut setelah menerima dan membaca skrip secara keseluruhan. Tujuh minggu menjelang syuting, Dieter Laser menolak memerankan Bill Boss dan membuat produksi film tertunda. Sang aktor mengaku kalau ia tidak menyukai karakter yang akan ia perankan di film ketiga.

Hal ini membuat Tom Six mengancam akan membuat tuntutan hukum terhadap Dieter Laser. Tom Six sendiri terus berusaha mempengaruhi Dieter Laser agar mau memerankan Bill Boss. Pada akhirnya, perbedaan pendapat antara Tom Six dan Dieter Laser bisa diselesaikan dengan baik. Sang aktor juga bersedia terlibat di film ketiga dan gugatan hukum pun dibatalkan.

11. Muncul Manusia Kepompong di Film Ketiga dan Rencana Pembuatan Filmnya

the-human-centipede-11_

Jika manusia kelabang masih belum cukup sadis dan menjijikkan, Tom Six membuat 'inovasi' baru dengan memunculkan manusia kepompong di The Human Centipede 3. Dalam film tersebut, sang tokoh utama yang bernama Bill Boss sengaja menciptakan manusia kepompong khusus untuk tahanan yang divonis hukuman mati dan hukuman seumur hidup.

Konsepnya tetap sama seperti manusia kelabang, yaitu menyatukan beberapa tahanan dengan menjahit mulut ke anus. Bedanya, tangan dan kaki para tahanan akan diamputasi sepenuhnya sehingga mereka akan kesulitan bergerak.

Setelah perilisan film ketiga, Tom Six mengatakan tidak akan ada lagi film tentang manusia kelabang. Akan tetapi, ia berjanji bahwa suatu saat nanti ia akan membuat film tentang human caterpillar atau manusia kepompong. Ia juga mengungkapkan bahwa film tersebut akan menampilkan tokoh antagonis wanita dan syutingnya bakal dilakukan di Jepang.

12. Rating dan Pendapatan Film Ketiga Paling Buruk Dibanding yang Lain

the-human-centipede-12_

Terkadang sekuel dari sebuah film tidak mampu menandingi prestasi film pertamanya, hal ini ternyata juga terjadi pada The Human Centipede. Meski film keduanya lebih sadis dengan karakter tokoh utama yang cukup kuat, film kedua mendapat review buruk dari penikmat film.

Di beberapa situs film seperti IMDb dan Rotten Tomatoes, film kedua medapatkan rating yang lebih rendah ketimbang film pertama. Namun film The Human Centipede 3 rupanya memiliki nasib yang lebih buruk lagi. Ratingnya benar-benar jeblok, bahkan pendapatan film ini jauh di bawah penghasilan dari film pertama dan kedua.

Jika dua film pendahulunya masih bisa mengumpulkan pendapatan hingga ratusan ribu dolar, film ketiga hanya mendapatkan penghasilan sekitar 16 ribu dolar selama masa penayangannya. Tak hanya itu, dari ketiga film, hanya Final Sequence yang masuk nominasi  Golden Raspberry Awards atau Razzie Awards, sebuah penghargaan untuk film-film terburuk.

13. Tokoh Antagonis Hanya Menang di Film Ketiga

the-human-centipede-13_

Di film pertama, Josef Heiter tewas tertembak, sedangkan dua korbannya meninggal setelah menjadi manusia kelabang. Di film kedua, semua manusia kelabang dibunuh, sedangkan Martin Lomax tidak diketahui nasibnya setelah kabur dengan penuh kesakitan. Tapi ending film mengisyaratkan bahwa Martin masih hidup dan semua yang terjadi di film kedua hanyalah mimpi atau khayalan belaka.

Sementara di film ketiga, sang tokoh antagonis utama yang bernama Bill Boss tetap hidup sampai akhir. Para manusia kelabang pun diceritakan masih hidup dan tidak ada yang meregang nyawa. Selain itu, ide menghukum napi dengan membuat manusia kelabang akhirnya disetujui oleh gubernur. Dengan demikian, villain di film ketiga bisa dianggap menang.

Itu dia 13 fakta yang berkaitan dengan ketiga film The Human Centipede. Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkan, film ini tampaknya akan terus dibicarakan di kalangan penikmat horor hingga bertahun-tahun mendatang. Kalau kamu sudah pernah menontonya, kamu lebih suka film yang ke berapa?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram