bacaterus web banner retina

Fakta Pisang Musa, Terbesar di Dunia yang Ada di Papua

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 18 Februari 2021

Pisang adalah buah yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Buah ini merupakan buah yang terkenal dan termasuk ke dalam jenis makanan. Pisang mempunyai rasa yang lezat dan kaya akan manfaat. Di Indonesia setidaknya terdapat 20 jenis pisang yang dapat dikonsumsi. Setiap jenis pisang mempunyai rasa, warna, berat dan ukuran yang berbeda.

Selain varietas pisang di atas ada satu jenis pisang yang mendapat sebutan sebagai pisang raksasa atau dalam bahasa latin pisang raksasa ini disebut dengan Musa Ingens. Kata tersebut diambil dari bahasa latin, Musa berarti pisang dan Ingens artinya berlebihan.

Awal Mula Ditemukan Pisang Raksasa

Awal Mula Ditemukan Pisang Raksasa

* sumber: jogja.tribunnews.com

Pisang terbesar di dunia seukuran bayi manusia ini pertama kali ditemukan pada tahun 1954 oleh seorang peneliti yang bernama NW Simmond. Lalu, seorang peneliti lain bernama Jeff Daniels kembali menemukan pohon yang sama di tahun 1989.

Jeff Daniells berkunjung ke Papua dengan didanai oleh sebuah lembaga Board of Plant Genetik Resource. Ia tiba di tanah Papua New Guinea tahun 1989 dan kembali mematenkan penemuan pisang raksasa tersebut tahun 1992.

Menurut Jeff pisang raksasa ini hanya dapat ditemukan di dataran tinggi bagian timur daerah pegunungan Papua. Seperti di Kassam Pass, Mt. Piora. Kybor, Kamang, bukit Minj, Aiyura, Bundi Kara dan di atas sungai Tsau di bagian utara wilayah Banz.

Temuan ini sangat menghebohkan banyak pihak. Perlahan semakin banyak orang yang penasaran dengan pisang terbesar dari Papua ini. Hal ini menyebabkan banyak orang dan para penjelajah yang mendatangi pegunungan Arfak.

Karakterisiktik Pisang Raksasa Musa Ingens

Karakterisiktik Pisang Raksasa Musa Ingens

* sumber: www.liputan6.com

Pisang raksasa ini ditemukan di salah satu wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua. Wilayah ini merupakan kabupaten yang baru dimekarkan dari kabupaten Manokwari pada tahun 2012 lalu.

Daerah ini merupakan kawasan konservasi dan masih memiliki banyak kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Pisang raksasa yang ditemukan baru-baru ini di kabupaten pegunungan Arfak menambah kekayaan tumbuhan yang ada di alam Papua.

Kepala pusat penelitian Keanekaraaman Hayati Universitas Papua Manokwari mengatakan bahwa pisang raksasa ini merupakan tanaman endemik di Papua New Guinea.

Kabar mnengenai adanya Musa Ingens atau pisang raksasa yang ditemukan di Papua ini menjadi kabar menggemparkan ini membuat penasaran masyarakat di seluruh dunia. Karakteristik pohon pisang ini sangat berbeda dari pisang yang biasa ditemukan di Indonesia.

Rata-rata ketinggian pohon pisang tidak lebih dari 2m saja. Namun, bagi pohon Musa Ingens ia dapat tumbuh sampai 25 meter. Pohon pisang raksasa ini dapat tumbuh di area dengan ketinggian 900-2.000 mdpl.

Untuk memanjat pohon setinggi 25 meter tentu membutuhkan alat bantu. Oleh karena itu orang-orang di sana membuat tangga dadakan yang dibuat dengan cara menancapkan kayu kecil pada batang pohon pisang raksasa ini.

Pisang raksasa ini mempunyai diameter batang yang mencapai 2 meter. Daunnya pun lebar dan besar. Ukuran daunnya bisa mencapai panjang 5 meter dan lebar 1 meter. kelopak daun pisang raksasa ini terlihat licin seperti lilin dan bagian bawahnya berwarna kemerahan.

Jantung pisang dari pohon pisang raksasa ini sangat berat dan besar. Ia bisa tumbuh sepanjang 10 cm. Jantung pisang ini bisa terdiri dari 16-25 bunga.

Ukuran buahnya pun tak kalah besar. Berat satu tandan pisang ini dapat sampai mencapai berat 60 kg. Sedangkan buah pisang yang matang mencapai panjang 18 cm dan lebar 3-4 cm.

Buah pisang raksasa ini dapat dikonsumsi layaknya pisang pada umumnya. Berdasarkan pengalaman orang yang telah mencicipi pisang raksasa ini, rasa dari pisang ini hambar. Terdapat banyak biji di dalam buahnya.

Namun, perlu berhati-hati mencicipi buah raksasa ini sebab di dalam buahnya terdapat biji-biji yang besar dan menyebar di seluruh daging buah.

Walaupun pisang raksasa ini kurang lezat untuk dikonsumsi, warga Papua lebih banyak menggunakannya sebagai obat tradisional. Mereka percaya bahwa pisang ini dapat mengobati beberapa penyakit.

Terlepas dari rasanya yang kurang lezat, pisang raksasa ini punya manfaat lain. Pelepah daun pisangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan. Pelepah pohon pisang raksasa ini lebar dan tebal serta cukup kuat untuk diolah sebagai bahan baku.

Baca juga: Inilah 10 Jenis Pisang di Dunia yang Rasanya Paling Enak

Karakteristik Pisang Raksasa Musa Arfakiana Argent

Karakteristik Pisang Raksasa Musa Arfakiana Argent

* sumber: jogja.tribunnews.com

Musa Ingens bukan satu-satunya pisang raksasa yang tumbuh di tanah Papua. Ada satu varietas lain yang juga ukurannya raksasa namun berbeda gen. Pisang raksasa ini dinamai Musa Arfakiana Argent. Kedua pisang raksasa ini adalah anggota terbesar familie Musaceae.

Pisang raksasa, baik Musa Ingens dan Arfakiana merupakan sebuah keunggulan dari keberagaman hayati di pegunungan Arfak. Yang unik dari Musa Arfakiana adalah anti gravitasi yang dimiliki oleh tanda pisangnya.

Tandan pisan lazimnya menjuntai ke bawah mengikuti tarikan gravitasi bumi, namun tidak bagi pohon pisang raksasa ini. Tandan pisang Musa Arfakiana malah menjulur lurus ke atas.

Pisang raksasa yang berada di pegunungan Arfak ini adalah kekayaan hayati yang harus dilestarikan dengan usaha-usaha konservasi. Agar tanamannya terhindar dari kepunahan. Berbagai penelitian gencar dilakukan oleh para ahli untuk menguak rahasia pisang langka ini.

Oleh sebab itu pemerintah bertekad akan mengembangkan daerah pegunungan Arfak sebagai kabupaten yang mempunyai kekayaan alam endemik yang unik yang tidak terdapat di daerah lain.

Pembibitan Musa Ingens

Pembibitan Musa Ingens

* sumber: www.internewss.com

Sama seperti pisang pada umumnya, pisang raksasa dari Papua ini juga berkembang biak melalui tunas. Tunas tersebut muncul dari bonggol pohonnya. Sayangnya tunas pisang raksasa sangat jarang tumbuh sehingga tanaman ini sulit dikembangkan.

Konon, pisang raksasa juga dapat dikembangbiakkan melalui biji yang terdapat pada buahnya. Di alam liar, biji pisang raksasa biasanya berkecambah dengan sangat tidak teratur dan memerlukan waktu lama untuk biji berkembang menjadi anakan pisang.

Biji tersebut sangat keras dan butuh waktu satu tahun agar biji berkembang menjadi kecambah. Ketika kecambah tumbuh maka tunas baru akan muncul lalu, lama-lama akan menjadi anakan pisang.

Meskipun pohon pisang raksasa ini sulit dikembangkan, namun banyak juga masyarakat yang berusaha mengembangkannya. Akhirnya banyak yang mencoba merekayasa proses pembibitan agar buah dapat dikembangkan.

Mereka merendam biji pisang selama kurang lebih tiga hari. Selama proses perendaman pastikan air diganti setiap hari. Setelah itu, biji yang sudah jadi benih pisang ditempatkan di pot yang berisi tanah lembap dan subur.

Jangan tempatkan pot di tempat yang terkena langsung cahaya matahari. Sinar matahari yang terlalu banyak tidak baik untuk benih pisang raksasa.

Atur suhu agar mencapai 15-180C selama 2-3 minggu pertama. Kemudian naikan suhu menjadi 25-300C setelah itu tunggu sampai biji berubah menjadi kecambah. Prosesnya perkembangan biji menjadi kecambah memang memakan waktu lama.

Nah, itu tadi informasi mengenai buah pisang raksasa yang membuat heboh dunia. Tertarik untuk mencicipi rasa buah pisang paling besar di dunia ini? Atau ingin menjelajahi pegunungan Arfak yang eksotis?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram