Bacaterus / Fakta Ikan / Inilah Balaenoptera Musculus, Hewan Terbesar di Dunia

Inilah Balaenoptera Musculus, Hewan Terbesar di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Februari 2020

Bagi sebagian orang nama Balaenoptera Musculus tentu terdengar asing. Hewan terbesar yang masih ada hingga saat ini memang lebih populer dengan nama “Blue Whale” atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Paus Biru”. Makhluk raksasa yang berhabitat di lepas samudera ini memang bisa membuat orang yang melihat takjub.

Dengan ukurannya yang besar, tak jarang bila hewan ini menjadi objek penelitian ilmuan yang ada di seluruh dunia. Paus Biru merupakan hewan langka yang keberadaanya kian hari berkurang. Hal tersebut memang tak lepas dari campur tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Nah, bila kamu penasaran dengan hewan terbesar yang ada di muka bumi yang satu ini. Kali ini Bacaterus telah rangkum informasi mengenai Balaenoptera Musculus atau Paus Biru, Hewan terbesar di dunia yang masih hidup sampai hari ini. Simak ulasannya berikut ini ya!

Mamalia Terbesar di Bumi

Mamalia Terbesar di Bumi

Paus Biru adalah mamalia laut yang tergolong dalam sub ordo Paus Balin. Mamalia sendiri berasal dari bahasa latin “Mammae” yang berarti menyusui. Bagi sebagian orang mungkin hal tersebut masih mengundang tanda tanya. Apa yang membuat Paus Biru bisa termasuk ke dalam golongan mamalia?

Berdasarkan karakteristik yang terdapat dalam Paus Biru, makhluk tersebut memang memiliki ciri hewan mamalia pada umumnya. Nah, Paus Biru sendiri bernafas menggunakan paru-paru, berdarah panas serta memiliki kelenjar susu.

Paus Biru dapat bertahan di dalam air laut lebih dari 30 menit. Hal tersebut disebabkan oleh struktur tubuh Paus Biru yang mampu menyimpan oksigen ke dalam otot-ototnya, darahnya, serta ke dalam jaringan tubuhnya. Sementara di dalam paru-parunya sendiri hanya menyimpan 10 persen persediaan oksigen.

Paus Biru merupakan mamalia terbesar yang masih ada hingga saat ini. Paus Biru terbesar yang pernah ditemukan memiliki panjang sekitar 35 meter dengan berat sekitar 181 Ton bahkan mungkin lebih.  Berdasarkan bobot tubuhnya yang fantastis, Paus ini menjadi mamalia raksasa yang pernah ada di muka bumi.

Ukuran dari mamalia yang satu ini bahkan jauh lebih besar dari Brachiosurus, yaitu makhluk terbesar pada zaman Jura. Populasi Paus Biru yang cukup banyak ada pada abad ke-20. Karena perburuan liar yang dilakukan selama berabad-abad, hal ini membuat keberadaan mamalia yang satu ini terus berkurang bahkan hampir punah.

Sehingga pada tahun 1966, komunitas internasional, IWC mengeluarkan peraturan untuk melindungi hewan yang satu ini. Menurut salah satu laporan, populasi Paus Biru terdapat sekitar 5.000 sampai 12.000 ekor pada tahun 2002. Sebelumnya, populasi terbesar berada di Antartika dengan jumlah lebih dari 200.000 ekor Paus Biru.

Penurunan jumlah populasi Paus Biru akibat perburuan besar yang dilakukan manusia. Paus sendiri diburu karena memiliki banyak manfaat. Salah satunya Lemak dalam tubuh paus yang sering dimanfaatkan manusia sebagai bahan baku untuk pembuatan lilin, produk tekstil, dan pelumas mesin.

Namun, bukan itu saja, tulang dan gigi dari Paus Biru pun bisa dimanfaatkan sebagai barang-barang kebutuhan rumah tangga maupun aksesoris. Meskipun memiliki banyak manfaat namun perburuan mamalia tersebut memang sebuah tindakan yang tidak manusiawi yang tak layak untuk ditiru. Semoga hal tersebut tidak terjadi lagi di masa depan.

Makhluk Bersahabat

Makhluk Bersahabat

Seperti kita ketahui beberapa makhluk air memang memiliki sifat jinak seperti yang kita temukan pada sifat lumba-lumba dan Paus Biru yang sedang kita bahas. Meskipun Paus Biru memiliki ukuran tubuh yang super besar. Paus Biru dikenal juga sebagai makhluk yang sangat bersahabat dan tidak berbahaya bagi manusia.

Mamalia air satu ini biasa hidup sendiri atau dalam sebuah kelompok besar yang terdiri 20-50 ekor Paus. Di dunia sendiri terdapat 18 jenis paus yang tersebar di belahan Bumi. Keberadaan Paus Biru dapat dengan mudah ditemukan di semua Samudera, kecuali di Samudera Arktik. Paus Biru biasa tinggal di kedalam laut yang cukup jauh.

Mamalia ini juga termasuk dalam perenang handal. Paus biru diketahui mampu berenang dengan kecepatan 8 km per jam dengan kecepatan tertinggi mencapai 50 km per jam. Selain perenang yang handal. Paus biru juga mampu menyelamat di kedalaman 500 meter untuk mencari sumber makanan.

Makanan Paus Biru

Makanan Paus Biru

Makanan pokok ikan paus adalah Krill. Krill merupakan Crutstacea yang mudah ditemukan di Samudera. Krill juga dikenal sebagai udang geragu oleh penduduk pulau Jawa. Krill merupakan makanan yang sering diburu oleh banyak hewan, seperti burung, hiu Paus, cumi-cumi dan Paus Biru. Krill biasanya ditemukan dalam jumlah besar yaitu sekitar 10.000 Krill per meter kubik.

Makhluk kecil ini berukuran sekitar 8 mm sampai 19 mm. Krill termasuk dalam jenis hewan Arthropada atau hewan beruas yang dilapisi oleh kutikula atau cangkang keras yang melindungi organ penting tubuhnya. Krill sendiri masuk dalam kelas Crutstacea serta ordo Euphausacea. Di dunia sendiri terdapat 90 lebih jenis spesies Krill yang tersebar hampir di seluruh dunia.

Populasi Krill terbesar menempati samudera Arktik dan Antartika dengan jumlah 20 kg Krill dalam setiap meter kubik. Hewan ini biasa memakan hewan mikroskopik dan kerang muda. Krill sendiri mengandung banyak protein dan vitamin A. Hewan laut yang satu ini juga sering dimanfaatkan oleh manusia sebagai suplemen bagi tubuh.

Paus Biru biasa mengonsumsi Krill sebanyak 40 juta sehari atau sekitar 3.600 kg untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya per hari. Paus Biru biasa mengisi perutnya dengan Krill sebelum bermigrasi ke perairan yang lebih hangat untuk mulai berkembang biak.

Memiliki Suara Nyaring

Memiliki suara nyaring

Salah satu hal yang menarik dari Paus Biru bagi para ilmuan yang ada di seluruh dunia adalah suaranya yang sangat nyaring. Suara Paus Biru disebut sebagai yang paling keras yang pernah ada di muka Bumi.

Kekuatan suara mamalia raksasa ini bisa mencapai 188 desibel, suara yang cukup nyaring untuk mengalahkan mesin pesawat jet. Hal tersebut yang membuat suara Paus Biru bisa terdengar bahkan hingga ratusan kilometer di bawah laut.

Banyak peneliti yang menjelaskan bahwa suara nyaring yang dikeluarkan oleh Paus Baru tersebut merupakan bentuk komunikasi antara makhluk berdarah panas tersebut. Suara tersebut biasanya berlangsung sekitar 10 sampai 30 detik.

Menurut ilmuan asal Amerika Serikat bernama W. John Richardson dalam bukunya yang berjudul Marine Mammals and Noise menyatakan bahwa ada beberapa kemungkinan mengenai suara nyaring yang dikeluarkan Paus Biru.

Diantaranya untuk menjaga jarak antar mereka, mengenali spesies serta sebagai informasi untuk memberitahu sumber makanan yang telah ditemukan pada kelompoknya. Suara tersebut juga diperkirakan sebagai cara untuk mengenali habitatnya. Meskipun demikian tak ada yang bisa memastikan hal tersebut.

Nah, itulah Balaenoptera Musculus atau Paus Biru, hewan terbesar di dunia yang masih hidup sampai saat ini. Keberadaannya yang hampir punah tentu menjadi sebuah kabar buruk. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sudah sepantasnya kita menjaga apa yang telah Tuhan wariskan pada kita. Semoga informasi menarik yang telah Bacaterus sampaikan untuk kamu bisa bermanfaat.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *