6 Fakta Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh

Ditulis oleh Suci Maharani R

Mencuri Raden Saleh (2022) memang bukan sekedar film yang membuat para penontonnya terhibur. Film karya Angga Dwimas Sasongko ini memang memberikan banyak dampak, salah satunya kepedulian akan sejarah.

Makanya, belakangan ini banyak orang yang mulai penasaran dengan sosok Raden Saleh dan lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.

Para penggemar penasaran, sebenarnya siapa sosok Raden Saleh dan apa yang membuat lukisan buatannya sangat spesial?

Tak hanya masyarakat awam saja yang mencari tahu dan banyak yang ingin mengenal sosok pelukis legendaris ini. Bahkan seluruh cast film ini juga menyempatkan diri untuk mempelajari kehidupan hingga karya-karya Raden Saleh.

Bagi kamu yang penasaran soal lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh. Kali ini, Bacaterus akan memberikan beberapa fakta menarik mengenai lukisan tersebut. Jadi jangan sampai ketinggalan informasi lengkapnya, kamu bisa membacanya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Mencuri Raden Saleh (2022)

1. Karya Pertama Buatan Raden Saleh

Karya Pertama Buatan Raden Saleh_

Banyak anak muda Indonesia yang memang tidak mengenal sosok legendaris satu ini. Raden Saleh Syarif Bustaman adalah seorang pelukis ternama Indonesia yang karyanya populer banget.

Belajar melukis dari seniman Eropa, salah lukisan paling populer dan berharga buatannya adalah “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Fyi, ternyata lukisan legendaris ini adalah karya pertama buatan Raden Saleh lho.

Tapi, karya pertamanya ini tidak hanya sebuah lukisan yang memiliki nilai seni yang tinggi. Tetapi, terdapat berbagai emosi dan simbol pemberontakan yang ditujukan untuk Belanda.

Raden Saleh menjadikan lukisan ini sebagai wadahnya untuk rasa nasionalismenya. Ia menunjukkan bahwa, Pangeran Diponegoro ditangkap dalam keadaan yang sangat terhormat dan gagah berani.

Kalau dilihat-lihat, lukisan karya Raden Saleh ini memang bergaya eropa dan memiliki sentuhan romantisme. Hal ini dikarenakan Raden Saleh terinfluence dari guru dan beberapa lukisan Eropa, contohnya lukisan karya Gallant.

Ide dari pembuatan lukisan ini, tercatat dalam surat Raden Saleh untuk kawannya Adipati Ernst II dari Sachsen-Coburg dan Gotha pada 12 Maret 1857.

2. Potret Dari Kisah Nyata Pangeran Diponegoro

Potret Dari Kisah Nyata Pangeran Diponegoro

Bagi kamu yang berpikir bahwa lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” ini adalah khayalan sang pelukis. Sepertinya harus membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Pasalnya, lukisan karya Raden Saleh ini terinspirasi dari kisah nyata yang benar-benar terjadi pada Pangeran Diponegoro.

Tepatnya pada tahun 1830, merupakan masa-masa paling penting bagi Pangeran Diponegoro.Tahun tersebut adalah masa-masa akhir perjuangannya untuk Indonesia, karena Belanda telah berkhianat.

Pada awalnya, Pangeran Diponegoro diundang oleh Belanda ke Magelang untuk merundingkan rencana gencatan senjata. Tapi kenyataannya, Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya malah ditangkap dan diasingkan oleh Belanda.

Kejadian ini tercatat sebagai salah satu sejarah penting dalam masa-masa perjuangan Indonesia. pangeran Diponegoro sendiri adalah salah satu pahlawan yang selalu dikenang hingga sekarang.

Hal inilah yang membuat Raden Saleh ingin mengabadikan kejadian penting dan bersejarah ini. Ia ingin memperlihatkan, situasi dan emosi seperti apa yang terjadi dalam aksi penangkapan tersebut.

3. Perlawanan untuk Pelukis Belanda

Perlawanan Untuk Pelukis Belanda

Memang, alasan dibalik pembuatan lukisan ini karena Raden Saleh ingin memperlihatkan kenyataan pada seluruh dunia. Namun hal ini tidak datang begitu saja, nyatanya keinginan ini datang pasca ia melihat sebuah lukisan karya pelukis Belanda.

Nicolaas Pieneman adalah pelukis yang ditugaskan untuk mendokumentasikan momen penangkapan Pangeran Diponegoro.

Sang pelukis menuangkan kejadian yang dilihatnya dalam kanvas dan menamainya “Lukisan Bersejarah tentang Penangkapan Seorang Pemimpin Jawa Diponegoro”.

Dalam lukisan tersebut, Pangeran Diponegoro diperlihatkan dengan wajah lesu dan tidak berdaya. Sedangkan Jenderal De Kock diperlihatkan sebagai sosok pria angkuh dan berkuasa di hadapan sang Pangeran.

Raden Saleh merasa geram ketika ia melihat lukisan Nicolaas Pieneman tersebut di Eropa. Hingga pada tahun 1856, Raden Saleh berhasil membuat lukisan yang jadi simbol perlawanannya pada Pieneman.

Ia menggambarkan Pangeran Diponegoro sebagai sosok pria yang gagah dan terlihat menahan amarahnya. Ia ingin menunjukkan, bahwa Pangeran Diponegoro terus melawan hingga akhir dan tidak hanya pasrah.

Baca juga: 11 Artis Indonesia yang Pernah Memerankan Tokoh Pahlawan

4. Dihadiahkan Kepada Raja Belanda

Dihadiahkan Kepada Raja Belanda

Dalam surat yang dikirimkan oleh Raden Salah pada Adipati Ernst II dari Sachsen-Coburg dan Gotha, ia juga menuliskan beberapa detail penting.

Dalam surat tersebut, ia mengutarakan keinginannya untuk memberikan lukisan ini pada Raja Willem III yang saat itu memimpin Belanda. Tujuannya hanya satu, Raden Saleh ingin memberikan sindiran atas pengkhianatan Belanda pada Pangeran Diponegoro.

Itulah kenapa, ia menggambarkan situasi Raden Saleh berseberangan dengan situasi yang ada dalam lukisan Nicolaas Pieneman.

Tak hanya itu, Raden Saleh memberikan berbagai detail penting lainnya yang bisa dikatakan untuk merendahkan Belanda. Seperti rasa enggan Raden Saleh untuk menggambarkan bendera Belanda dalam lukisannya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram