bacaterus web banner retina

Inilah 7 Fakta Menarik Seputar Film Ziarah yang Bikin Baper!

Film Ziarah (2017) yang disutradarai oleh B.W Purba Negara baru-baru ini kembali populer di kalangan masyarakat. Banyak orang yang mengatakan, mereka terenyuh dengan perjuangan Mbah Sri untuk menemukan makam suaminya.

Di sisi lain, mereka juga baper karena plot twist yang diberikan membuat banyak orang merasakan sedih dan hancurnya hati Mbah Sri.

Tapi, di balik semua perasaan tadi, banyak juga yang mempercayai bahwa kisah dalam film Ziarah (2017) itu nyata. Hal ini sempat menjadi perdebatan yang panjang bagi para warganet, terutama untuk para pengguna TikTok dan Twitter.

Mereka juga mencari tahu, bagaimana kabar Mbah Sri sekarang, apakah cita-citanya dimakamkan di samping pusara sang suami menjadi kenyataan?

Biar tidak penasaran lagi dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, sepertinya kamu harus membaca artikel di bawah ini. Bacaterus akan membagikan mengenai fakta-fakta menarik seputar pembuatan film Ziarah (2017), berikut informasi lengkapnya.

Baca Juga: Review & Sinopsis Ziarah, Kesetiaan Hingga Maut Memisahkan

1. Secara Implisit, Terinspirasi dari Kisah Nyata

Terinspirasi Dari Kisah Nyata, Tapi Secara Tidak Eksplisit_

Memang banyak orang yang memperdebatkan keabsahan cerita dalam film Ziarah (2017). Banyak orang yang percaya bahwa kisah Mbah Sri dan Ki Prawiro ini nyata, sebagian ada yang bilang itu fiksi.

Sebenarnya film ini bisa dikatakan sebagai kisah nyata secara tidak langsung, karena tidak semua hal di film ini terjadi secara nyata.

B.W Purba Negara sebagai penulis dan sutradara di film Ziarah (2017), mengatakan bahwa film ini memang terinspirasi dari kisah nyata, tapi kisahnya berasal dari pengalamanya saat menjadi relawan dalam pembuatan film mengenai bencana tsunami di Aceh.

Selama menggarap film tersebut, B.W Purba Negara mendengarkan berbagai kisah dari orang tua di sana. Berbagai kisah yang mengharukan itu membuat para korban tsunami harus berusaha berdamai dengan keadaan dan masa lalu.

Dari kisah inilah, selama dua tahun B.W Purba Negara menggarap naskah dan skenario untuk film Ziarah (2017). Jadi, bisa dipastikan bahwa karakter Mbah Sridan lainnya hanya fiktif belaka, tapi premisnya memang berasal dari kisah nyata.

2. Nenek Ponco Sudah Wafat di Tahun 2022

Nenek Ponco Sudah Wafat di Tahun 2022_

Mengikuti viralnya film Ziarah (2017), banyak orang yang penasaran dengan sosok Mbah Sri yang diperankan oleh Mbah Ponco Sutiyem.

Siapa sosok Mbah Ponco dan bagaimana keadaannya sekarang ini? dikutip dari VOI, kabar duka melingkupi seluruh kru dan pemeran film Ziarah (2017). Tepat pada hari Rabu tanggal 5 Januari 2022, Mbah Ponco diberitakan meninggal dunia.

Dari akun instagram resmi @filmziarah, B.W Purba Negara mengunggah makam Mbah Ponco yang dihiasi dengan payung dan bunga di atas pusaranya.

Mbah Ponco Sutiyem wafat di usianya yang menginjak 105 tahun dan dimakamkan di Gunung Kidul, Yogyakarta. Mbah Ponco berperan sebagai Mbah Sri di usianya yang sudah memasuki 95 tahun, tapi kharismanya berhasil memukau banyak orang.

Mbah Ponco berhasil membawa pulang Special Jury Award kategori akting terbaik dunia perfilman Asia Tenggara. Sayangnya kesehatan Mbah Sri menurun sekitar satu tahun yang lalu pasca sang suami meninggal dunia. Sejak saat itu kesehatan Mbah Ponco semakin memburuk, ia sulit untuk makan dan semakin hari tubuhnya semakin lemah.

3. Mengarahkan Para Pemerannya sambil Bercerita

Mengarahkan Dengan Cara Bercerita_

Melakukan proses syuting dengan nenek berusia sepuh, tentu hal ini menjadi hal yang paling menantang bagi B.W Purba Negara. Belum lagi kenyataannya, Mbah Ponco tidak memiliki pengalaman berakting sama sekali.

Alhasil, sebagai sutradara, B.W Purba Negara harus memiliki trik agar Mbah Ponco bisa mengikuti seluruh arahannya dengan baik.

Dari sinilah tercetus ide untuk mengarahkan Mbah Ponco dengan menggunakan metode bercerita. Selama proses syuting berjalan, B.W Purba Negara dengan sabar menceritakan setiap detail apa yang harus dilakukan oleh Mbah Ponco.

Ia menceritakan dialog apa yang harus dikatakan oleh Mbah Ponco sebagai Mbah Sri yang mencari suaminya. Setelah ia selesai bercerita, maka B.W Purba Negara memberikan kesempatan untuk Mbah Ponco menceritakan ulang.

Hal ini memang efektif untuk membantu Mbah Ponco memahami karakternya, bahkan trik ini juga termasuk dalam proses editing. Ketika Mbah Ponco lupa detail adegannya, maka tim editing-lah yang harus bekerja keras untuk mengakali kekurangan ini.

Baca Juga: Inilah 7 Pemeran Penting yang ada di Dalam Film Ziarah (2017)

4. Mendapatkan Apresiasi di Kancah Internasional

Ziarah Sangat Diapresiasi oleh Luar Negeri_

Sudah dirilis sejak tahun 2017, ternyata banyak masyarakat Indonesia yang baru tahu mengenai film Ziarah (2017) di tahun 2022.

Film ini mulai mendapatkan perhatian semenjak salah satu pengguna twitter membagikan perasaannya saat menonton film Ziarah. Sejak saat itu, film ini langsung menjadi trending di berbagai platform media sosial, salah satunya adalah TikTok.

Namun di balik kepopuleran film ini, banyak orang yang baru menyadari bahwa Ziarah (2017) bukanlah film sembarangan. Film ini telah meraih berbagai penghargaan di banyak ajang perfilman bergengsi di Asia.

Bahkan, film ini berhasil membawa pulang kategori Skenario Terbaik dan Special Jury Award di ajang ASEAN International Film Festival tahun 2016.

Tidak hanya itu, Majalah Tempo juga memberikan penghargaan kepada B.W Purba Negara sebagai penulis Skenario Terbaik. Tidak hanya itu saja, dalam perhelatan Salamindaw Asian Film Festival Philippine, film ini membawa pulang piala Best Asian Film di tahun 2016.

5. Biaya Produksi Terbatas

biaya produksi terbatas_

Fakta satu ini mungkin sudah bisa diprediksi oleh banyak orang bahwa Ziarah (2017) adalah film yang dibuat dalam anggaran yang terbatas. Kesederhanaan ini terlihat dari kualitas film dan pencahayaannya.

Tapi, inilah kelebihan dari film Ziarah! B.W Purba Negara memproduksi film ini secara gerilya bersama Goodworks, Hide Project Films, Limaenam Films dan Super 8mm Studio.

Namun, semua kesederhanaan yang terlihat, membuat para penonton semakin masuk ke dimensi kehidupan Mbah Sri. Para penonton diajak untuk merasakan perjuangan Mbah Sri yang terus berjalan dengan kaki rentanya.

Kesederhanaan ini juga berhasil memberikan gambar-gambar yang menarik. Keindahan alam di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta menjadi salah satunya.

Selain itu, film B.W Purba Negara juga hanya mengambil beberapa warga lokal untuk terlibat dalam film Ziarah. Tidak ada kriteria khusus dan casting.

Sang sutradara hanya memilih beberapa orang secara acak, salah satunya adalah petani lokal bernama Ponco Sutiyem. Dikutip dari KRJOGJA, film ini melakukan seluruh proses syutingnya di beberapa daerah di Yogyakarta bersama dengan kru setempat.

6. Premier di Puncak Gunung Gambar

Premier Pertamanya di Puncak Gunung Gambar_

Jika kebanyakan film melakukan pemutaran perdananya di bioskop atau gedung-gedung besar, hal ini tidak berlaku untuk film Ziarah (2017). Justru mereka memiliki cara sendiri yang sangat berbeda.

Alih-alih menghabiskan banyak anggaran untuk menyewa gedung, B.W Purba Negara membawa para penonton untuk naik ke puncak Gunung Gambar, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Tepat pada tanggal 13 Mei 2017, mereka melakukan penayangan perdana yang terbatas bersama dengan penduduk lokal. Bahkan pemutaran ini dilakukan cukup sederhana.

Uniknya, film Ziarah (2017) diperlihatkan menggunakan layar plug-in. Cara yang unik dan antimainstream ini menjadi ide yang sangat brilian, karena semakin membuat filmnya berbeda dari film pada umumnya.

7. Pujian Hanung Bramantyo untuk B.W Purbanegara

Pujian Hanung Bramantyo Untuk B.W Purbanegara_

Menjadi salah satu cameo dalam film Ziarah (2017), kehadiran Hanung Bramantyo mengejutkan para penonton. Ternyata kehadiran Hanung Bramantyo ini karena ia kagum pada sosok sutradara film Ziarah. Bagi Hanung, B.W Purba Negara adalah sosok yang berani melawan mainstream dan memiliki pandangan estetik yang luar biasa.

Hanung memuji bahwa B.W Purba Negara bisa membuat film fiksi terasa begitu nyata bagi para penontonnya. Bahkan ia mengatakan sangat berterimakasih karena bisa menjadi bagian dari film Ziarah, yang membuatnya banyak belajar.

Baginya, B. W Purba Negara adalah sutradara yang bisa membuat penonton hanyut dengan kisah-kisah fiksi yang terasa seperti kisah nyata.

Inilah beberapa fakta menarik di balik pembuatan film Ziarah (2017) yang viral banget di Twitter dan TikTok.

Menjunjung tinggi kearifan lokal, tak aneh kalau masyarakat bisa begitu terhanyut dengan menganggap kisah dalam film ini nyata. Bahkan, keahlian B.W Purba Negara pembuat film fiksi terasa nyata, sampai diakui oleh Hanung Bramantyo.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram