10 Fakta Menarik Film The Omen Karya Richard Donner

Ditulis oleh Siti Hasanah

The Omen adalah salah satu film horor klasik yang sukses menarik perhatian penonton. Film ini disutradarai oleh Richard Donner, yang juga dikenal sebagai sutradara film Superman 1978.

The Omen pertama kali dirilis pada tahun 1976. Film ini berkisah tentang keluarga Robert Thorn (Gregory Peck) dan Katherine (Lee Remick).

Keduanya harus menghadapi teror menakutkan paska sang suami secara diam-diam mengadopsi seorang bayi laki-laki dari panti asuhan bernama Damien untuk menggantikan bayinya yang telah meninggal saat dilahirkan.

Menghadirkan jalan cerita seru, film horor ini menyimpan fakta menarik yang harus diketahui penonton. Seperti apa itu? Yuk, simak ulasan yang akan Bacaterus bahas dalam artikel di bawah ini!

Baca juga: Sinopsis & Review The Omen (1976), Munculnya Anak Iblis

1. Dua kali ganti judul

Dua kali ganti judul

The Omen adalah salah satu film horor yang sukses meneror penonton dengan jalan ceritanya yang menarik. Film yang berfokus pada kehidupan keluarga Thorn dengan seorang anak adopsi laki-laki bernama Damien ini berhasil menghadirkan atmosfer yang cukup menegangkan sepanjang jalan cerita.

Nah, sebelum akhirnya film ini meraih kesuksesan, film besutan sutradara Richard Donner ini diketahui telah mengganti judul untuk film tersebut sebanyak dua kali.

Untuk pertama kali film tersebut diberi judul dengan 'The Antichrist', kemudian berganti menjadi 'The Birthmark', dan berakhir dengan 'The Omen', yang artinya 'Pertanda'.

2. Audisi Damien yang unik

Audisi Damien yang unik

Salah satu karakter inti yang sukses membuat penonton ngeri adalah sosok anak laki-laki bernama Damien, yang diperankan apik oleh aktor cilik Harvey Stephen. Pemilihan Stephen untuk memerankan karakter Damien si anak misterius di film tersebut memang cukup unik.

Pasalnya, selama audisi Stephen dinilai berhasil menunjukkan sifat agresif saat menyerang sutradara dengan beberapa pukulan dan teriakan yang memekakkan telinga.

Hal inilah yang kemudian membuat sang sutradara memutuskan untuk memilih aktor kelahiran London, Inggris tersebut untuk memerankan sosok anak iblis bernama Damien Thorn.

3. Mengalami banyak insiden menakutkan

Mengalami banyak insiden menakutkan

Hal yang cukup menakutkan dari film ini adalah banyaknya insiden mengerikan yang meliputi para kru maupun para pemainnya. Sampai-sampai beberapa pihak menyebut film yang dibuat Mace Neufeld Productions ini membawa kutukan.

Mengingat pada hari pertama syuting, beberapa anggota kru yang berada di dalam sebuah mobil mengalami kecelakaan tabrakan.

Insiden mengerikan juga sempat dialami oleh pemainnya, yaitu Gregory Peck dan penulis skrip David Seltzer. Dimana pesawat yang ditumpangi keduanya harus disambar petir selama perjalanan menuju Inggris.

Namun, insiden yang cukup mengerikan diketahui terjadi pada desainer efek khusus di balik kematian di film The Omen, John Richardson. Setelah dua bulan perilisan film tersebut, ia harus mengalami kecelakaan mobil yang membuat asistennya meninggal dengan cara tragis.

4. Lee Remick ketakutan

Lee Remick ketakutan

Dalam salah satu adegan film yang berlokasi di kebun binatang. Lee Remick harus menjalani adegan penyerangan yang dilakukan sekelompok Baboon.

Pada awalnya, petugas kebun binatang menggunakan bayi Baboon untuk mendapatkan adegan. Namun, sayangnya itu tidak berjalan dengan mulus.

Pada akhirnya petugas menempatkan Baboon alfa dan sekelompok kera di dalam mobil. Hal tersebut membuat adegan tampak sempurna.

Menurut sang sutradara, teror di wajah Remick saat melakukan adegan itu bukanlah pura-pura. Aktris kelahiran Los Angeles, California, Amerika tersebut memang benar-benar sangat ketakutan.

5. Merubah warna rambut

Merubah warna rambut

Damien Thorn memang berhasil mencuri perhatian penonton. Penampilan Harvey Stephens dalam memerankan karakternya memang cukup memukau.

Entah itu dengan ekspresinya yang dingin maupun penampilannya yang terlihat misterius. Di dalam film, Damien sendiri digambarkan sebagai sosok anak berambut hitam dan tampak bengis dengan tatapan matanya yang tajam.

Untuk mendapatkan ekspresi dan tampilan yang sesuai dengan karakternya yang dingin dan jahat. Harvey Stephen bahkan harus merelakan rambut pirangnya diubah menjadi lebih gelap. Hal itu pun dianggap cukup berhasil memberi efek mengerikan dari karakter yang dimainkannya.

6. Menggunakan ikan yang sudah mati

Menggunakan ikan yang sudah mati

Film berdurasi sekitar 111 menit tersebut memang banyak menghadirkan adegan mengerikan seperti kematian yang tragis, dan berbagai fenomena aneh yang dialami oleh karakternya dalam film.

Dalam beberapa adegan yang melibatkan para hewan. Donner memang cukup menjaga agar tidak melukai hewan-hewan tersebut.

Salah satunya seperti adegan yang mengharuskan mangkuk ikan mas pecah dimana sang sutradara kemudian memutuskan menggunakan ikan sarden yang telah mati dan diberi warna oranye untuk adegan tersebut. Donner menyebut tidak ingin membunuh ikan apa pun hanya untuk keperluan syuting film.

7. The Best Score OSCAR

The Best Score OSCAR

Salah satu aspek penting yang membuat film The Omen semakin menarik adalah scoring yang digunakan dalam film.

Jerry Goldsmith, yang merupakan komposer untuk 300 film dan televisi Amerika Serikat dianggap berhasil menghidupkan jalan cerita dengan scoring yang diciptakannya.

Berkat keahliannya, Goldsmith diketahui berhasil meraih Academy Award pertama kali untuk keterlibatannya dalam film 'The Omen'.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram