bacaterus web banner retina

Fakta-Fakta Menarik dari Film The Medium yang Menegangkan

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 20 Oktober 2021

The Medium (2021) memang menjadi film bergenre horor yang paling menakutkan di tahun 2021. Pasalnya film ini memang sangat berbeda dengan kebanyakan film horor yang mementingkan jumpscare. Film ini menitik beratkan pada cerita yang intense dan akting yang sangat menakjubkan dari seluruh pemainnya.

Saking hype dan terkenalnya film ini, banyak orang yang katanya tidak sanggup untuk menontonnya. Tapi dari sini juga banyak orang yang penasaran dengan praktek Shamanisme yang diangkat dalam film ini. Tak hanya itu, ada banyak hal-hal menarik lainnya yang bikin banyak orang penasaran, mungkinkah kisah Mink ini nyata?

Makannya kali ini kita akan mencari tahu mengenai fakta-fakta menarik dari film The Medium (2021). Kira-kira apa saja? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Medium (2021)

1. Apa itu Shamanisme?

Apa itu Shamanisme

Saat menonton film The Medium, kita diperlihatkan sebuah ritual yang dipercaya sebagai bagian dari Shamanisme. Tapi tahukah kalian apa sebenarnya shamanisme? Dikutip dari Wikipedia, Shamanisme adalah ajaran yang meyakini bahwa roh dapat menyusup kedalam tubuh manusia yang disebut Syaman. Syaman diartikan sebagai dukun atau tukang sihir, yang akan kehilangan kesadaran untuk berinteraksi dengan arwah.

Syaman berbeda dengan manusia lainnya, mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki kemampuan spiritual. Makannya dahulu mereka dijadikan sebagai orang berpengaruh, di Korea Selatan para saman merupakan profesi turun temurun. Praktek Shamanisme memang kental terjadi di Isan, bagian Timur Laut Thailand, yang juga tempat syuting film ini.

Meski tidak tahu secara pasti, sepertinya praktek shamanisme ini tidak berlawanan dengan agama Buddha di Thailand. Karena dalam film pun Nim banyak menghafal mantra-mantra untuk membantu proses pengusiran roh jahat yang ada dalam tubuh Mink. Sepertinya beberapa ritual yang dilakukan dukun memang berdampingan dengan agama Buddha di sana.

2. Benarkah Dewa Bayan Benar-Benar Ada?

Benarkah Dewa Bayan Benar-Benar Ada?

Saat menonton film The Medium (2021), kita diberikan narasi bahwa semua benda dan alam memiliki roh. Hal ini memang benar adanya, bahkan tidak hanya di bagian Timur Laut Thailand, tapi di daerah lainnya juga. Tapi benarkah Dewa Bayan itu nyata? Sejujurnya saya sendiri tidak menemukan apapun mengenai keabsahan adanya Dewa Bayan.

Tidak ada penjelasan mengenai siapa itu Dewa Bayan, sepertinya hal ini bagian fiktif yang diangkat untuk menguatkan premis. Tapi untuk daerah Phuket, saya menemukan ada beberapa nama dewa atau roh yang dipuja. Sebut saja Khruu Waat, Phothawchaajmyang, Phothawsongmyang dan lainnya. Dewa atau roh penjaga ini memiliki fungsinya masing-masing, namun tugas mereka adalah melindungi manusia.

Informasi lebih lengkap ada di online paper “A Glance At Shamanism In Southern Thailand” by Mary Jane and Jackson T. Gandour. Di sini kamu bisa mendapatkan banyak hal menarik mengenai praktek shamanisme yang ada di phuket secara lebih jelas. Mulai dari dewa/roh apa, medium yang digunakan dalam ritual hingga proses berjalannya ritual saat roh memasuki medium.

3. The Medium adalah Tipe Baru Film Horor

The Medium adalah Tipe Baru Film Horor

Kesuksesan yang didapatkan dari film The Medium (2021) memang sesuatu yang sudah diantisipasi sejak lama. Tapi ada satu hal yang di katakan oleh Banjong Pisanthanakun, “It is a new type. The new type of horror film is different because it makes people feel fear gradually”. Ucapnya saat melakukan interview bersama dengan The Korean Herald sebelum filmnya dirilis.

Banjong juga menambahkan bahwa sulit baginya untuk membuat film yang bisa menanamkan rasa takut. Ia sudah menonton banyak film, tapi ia selalu saja merasa kehilangan rasa takut saat menontonnya. Makannya pria ini ingin benar-benar membuat film yang memberikan efek seram yang menempel. Ia mengatakan The Medium (2021) adalah tipe baru dari film horor yang akan ditemui.

Karena bukan menegangkan karena kaget, tapi rasa takut yang datang secara perlahan yang menyiksa pikiran. Hal ini terbukti dengan gaya slow-burning yang di perlihatkan, membuat filmnya terasa sangat intense. Ia menambahkan bahwa keduanya sepakat tidak ingin membuat film yang menakuti, tapi membuat penonton melihat apa yang mereka yakini.

4. Kolaborasi Sutradara Ternama Korea Selatan dan Thailand

Kolaborasi Sutradara Ternama Korea Selatan dan Thailand

Mungkin hal ini sudah menjadi rahasia umum, kalau The Medium (2021) adalah karya dari dua sutradara terkenal asal Thailand dan Korea Selatan. Tapi disini kamu akan di buat lebih mengenal siapa itu Banjong Pisanthanakun dan Na Hong-jin lebih detail. Banjong Pisanthanakun adalah sutradara yang disebut sebagai ahlinya film-film horor yang populer dan sukses.

Sebut saja Pee Mak (2013) film ini mendapatkan kesuksesan yang sangat besar tapi ada film horor lainnya yang lebih menakutkan. Sebut saja Shutter (2004) film yang menceritakan pasangan kekasih yang diteror oleh roh seorang wanita lewat foto yang mereka ambil. Saking populer dan bagusnya, film ini sempat diadaptasi mulai dari berbagai film India hingga Amerika.

Lalu ada Na Hong Jin yang mengambil bagian sebagai produser dan screenplay untuk The Medium (2021). Bagi para pecinta film horor terutama dari Korea Selatan, pria ini mendapatkan banyak penghargaan sampi dijuluki masternya film horor, sebut saja The Chaser (2008) yang menjadikannya Best Director di Grand Bell Awards and Korean Film Awards.

Lalu The Yellow (2010) yang berhasil di tayangkan dalam Un Certain Regard section di 2011 Cannes Film Festival. Pria yang mendapatkan gelar master di Korean Nation University of Art ini menjadi salah satu sutradara paling dinantikan karyanya. Benar saja, kini kolaborasinya dengan Banjong Pisanthanakun berhasil membuat banyak orang terkesan.

5. Banjong Pisanthanakun Fans Berat Na Hong-Jin

Banjong Pisanthanakun Fans Berat Na Hong-Jin

Pasti banyak yang penasaran, kenapa bisa Banjong Pisanthanakun dan Na Hong-Jin memulai kerjasama. Bagaimana ceritanya dua sutradara horor terbaik di Asia ini bisa saling mengenal satu sama lain? Dikutip dari The Korea Herald, Banjong Pisanthanakun membagikan kisah dan kesannya bisa bekerjasama dengan Na Hong Jin.

Dalam wawancara via Zoom, Banjong Pisanthanakun mengatakan bahwa dirinya adalah fans dari Na Hong-Jin. Pria ini mengatakan ia sangat terkesan dengan film-film Na Hong-Jin, karena benar-benar membuatnya ketakutan. Sensasi ini membuat Banjong sangat mengagumi, Na Hong Jin dan tidak percaya bisa bekerjasama dengannya.

“At first I could not believe that I got to work with director Na Hong-jin. As a fan, I could not believe that this was actually happening and was nervous”, ucapnya saat di wawancarai. Apalagi proses syuting memang tidak mudah, karena mereka terpengaruh pendamic Covid-19. Tapu Banjong berusaha untuk bisa memahami perspektif dan niat dari Na Hong-Jin akan film ini.

6. Masuk Box Office dan Direspon Positif

Masuk Box Office dan Direspon Positif

Kesuksesan The Medium (2021) sudah tercium sejak awal, desas desus kolaborasi Banjong Pisanthanakun dan Na Hong-jin sangat dinantikan. Hebatnya film ini langsung di 25th Bucheon International Fantastic Film Festival pada 11 Juli 2021. Tak hanya itu, film ini meraih penghargaan sebagai Bucheon Choice Award untuk film terbaik.

Tak butuh waktu lama, The Medium (2021) langsung merangkak ke posisi satu di box office Korea di hari pertama pembukaanya. Bahkan film ini berhasil mengalahkan Black Widow (2021) dan berada di posisi 6 sebagai film terlaris di Korea tahun 2021. Hal lainnya yang tidak kalah membanggakan adalah film ini benar-benar mendapatkan respon positif dari kritikus film.

Di Korea Selatan banyak kritikus yang memberikan penilaian tinggi karena berhasil memberikan tontonan yang menegangkan. Tak hanya menyanjung soal ide cerita dan keindahan budaya Thailand, tapi akting para pemainnya dipuji habis-habisan. Seo Jeong Won dari Maeil Business menyebutkan film ini sangat lengkap dan memberikan efek trauma, karena porsinya kebrutalannya.

7. Ritual Perdukunan yang Ada di Thailand

Ritual Perdukunan yang Ada di Thailand

Berbicara tentang dukun, pasti penasaran dong kira-kira ritual apa saja sih yang berkaitan erat dengan hal ini? Kamu bisa melihat prakteknya di film The Medium (2021), saat Nim sedang menyembuhkan seorang pria yang tiba-tiba lumpuh karena memakan ular. Nim melakukan sebuah ritual untuk bisa menghilangkan pengaruh dari roh ular yang dimakan pria tersebut.  

Saya akan menyebutkan ritual Saiyasat, sebuah praktik upacara sihir ilmu hitam untuk mendapatkan keselamatan. Ritual ini sangat populer saat masa-masa Thailand melakukan peperangan, karena mereka percaya ritual ini akan membantu menjaga hidup. Saiyasat ini hingga sekarang masih ada, bahkan kabarnya banyak orang berpengaruh sengaja melakukan hal ini.

Tujuannya tentu saja hanya untuk menjaga kekuasaan dan keselamatan mereka agar tidak ada yang mengganggu. Berbeda dengan Indonesia, ritual perdukunan sepertinya tidak bertentangan dengan keagamaan disana. Hanya saja ilmu hitam memang bukanlah hal yang baik, serta tidak semua dukun mempraktekan ilmu hitam.

Inilah fakta-fakta menarik dari film The Medium (2021) yang perlu kamu ketahui, film ini memang sangat menarik. Bagi kamu yang berani mungkin film ini akan memuaskan hasrat mu, tapi bagi yang penakut sebaiknya jangan coba-coba untuk menontonnya.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram