bacaterus web banner retina

8 Fakta Film Penyalin Cahaya yang Menarik Diketahui

Menjadi film yang sangat dinantikan kehadirannya di Netflix, Penyalin Cahaya (2021) membuktikan kualitasnya. Film yang berhasil meraih 12 Piala Citra ini memang mengusung isu yang sedang hangat dan marak terjadi di Indonesia.

Kasus pelecehan seksual yang diterima oleh para pelajar, sayangnya hal ini malah ditutupi oleh instansi pendidikan. Penyalin Cahaya (2021) memperlihatkan bagaimana para korban berusaha untuk survive di bawah ingatan mengerikan.

Bahkan film ini juga menunjukkan, bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan, laki-laki pun bisa menjadi korbannya. Belum lagi kekuatan uang yang membuat korban terpaksa harus berdamai dengan pelaku yang telah meninggalkan ingatan pahit.

Beberapa hal yang ada di atas merupakan segelintir fakta-fakta menarik dari film Penyalin Cahaya (2021). Pasalnya masih banyak fakta lainnya yang perlu diketahui, penasaran? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Review dan Sinopsis Film Indonesia Penyalin Cahaya (2021)

1. Penulis Skenarionya Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

Penulis Skenarionya Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

Kisah seorang penulis cerita yang melakukan pelecehan seksual pada teman-temannya, ternyata terjadi di tubuh kru film Penyalin Cahaya (2021).

Hal ini bermula ketika kasus ini viral di Twitter, warganet berbondong-bondong mengutarakan kekecewaan dan kekesalan mereka. Ternyata salah satu co-writer untuk Penyalin Cahaya diketahui sebagai terduga pelaku pelecehan seksual tahun 2019.

Hal ini tentu membuat banyak orang marah, bagaimana bisa film yang mengangkat isu pelecehan seksual ditulis oleh terduga pelaku pelecehan seksual?

Bukankah ini termasuk dalam sebuah penghinaan bagi para korban, alhasil masyarakat merasa sangat kecewa dengan fakta ini. Mereka mempertanyakan, bagaimana bisa pihak produksi film bisa melewatkan hal sepenting ini?

2. Tim Penyalin Cahaya Berpihak Pada Penyintas

Tim Penyalin Cahaya Berpihak Pada Penyintas

Setelah kasus ini viral di media sosial, pihak rumah produksi Penyalin Cahaya (2021) akhirnya menyampaikan sikapnya. Rekata Studi dan Kaninga Pictures mengunggah sebuah pernyataan dalam akun twitternya. Mereka mengatakan akan memihak pada penyintas yang hingga sekarang masih berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Dalam unggaha tersebut, mereka menyatakan bahwa nama terlapor telah dihapus dari kredit film Penyalin Cahaya (2021). Hal ini disebut sebagai pernyataan sikap tim produksi film yang sangat konsen dengan korban dan kasus yang sedang berjalan.

Tidak hanya oleh akun medsos rumah produksi, Wregas Bhanuteja selaku sutradara juga mengunggah pernyataan sikap tersebut di akun medsos pribadinya.

3. Tidak Menyebutkan Nama Pelaku Secara Gamblang

Tidak Menyebutkan Nama Pelaku Secara Gamblang

Meski telah menyampaikan pernyataan sikapnya, ternyata hal ini tetap saja tidak membuat netizen merasa puas. Pasalnya ada satu hal yang sangat disayangkan, ketika tim produksi Penyalin Cahaya (2021) tidak berani mempublikasikan nama terlapor.

Setelah sekian lama mencari tahu, nama Henricus Pria Setiawan muncul sebagai terduga kasus pelecehan seksual. Hal ini bermula di tahun 2019, kasus pelecehan terduga pelaku didiskusikan di forum pencegahan kekerasan seksual di industri film.

Henricus Pria Setiawan diketahui menjadi penerima Piala Citra sebagai Penulis Skenario Terbaik untuk film Penyalin Cahaya (2021). Kini namanya telah resmi dihilangkan dari kredit film dan tengah menantikan statusnya di pengadilan.

4. Kecewaan Hanna Al Rasyid dengan Penyalin Cahaya

Kecewaan Hanna Al Rasyid Dengan Penyalin Cahaya

Mungkin banyak orang yang penasaran, kenapa ada nama Hanna Al Rasyid yang terseret dalam kontroversi ini. Ternyata Hanna Al Rasyid pernah menjadi narasumber dan membagikan kisahnya sebagai seorang penyintas kekerasan seksual.

Saat mendengar bahwa salah satu kru Penyalin Cahaya (2021) ternyata seorang terlapor kasus kekerasan seksual, tentu saja ia sangat marah. Hanna Al Rasyid langsung buka suara di akun Twitter pribadinya, ia menyampaikan rasa gundah dan kecewanya akan isu tersebut.

Namun ia juga sangat mengapresiasi kesigapan Wregas Bhanuteja yang langsung menghubunginya dan meminta maaf. Namun Hanna tetap meminta pertanggung jawaban atas isu yang berkembang, sehingga dikemudian hari hal seperti ini tidak terulang lagi.

5. Film yang Menyuarakan Dilema Para Penyintas

Film yang Menyuarakan Dilema Para Penyintas

Beralih ke isu sosial yang diangkat dalam film Penyalin Cahaya (2021), memang isu ini sedang marak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Banyak penyintas kekerasan seksual yang pada akhirnya enggan bersuara, karena tidak mendapatkan dukungan.

Dilema yang dirasakan oleh para korban ini akhirnya bisa disuarakan dengan baik dalam film ini. Penyalin Cahaya (2021) menunjukkan faktor apa saja yang membuat para penyintas kekerasan seksual enggan untuk bersuara. Bahkan alasan seseorang melakukan kekerasan seksual tidak hanya soal nafsu atau beralasan “khilaf” saja.

Film ini menjadi pukulan keras bagi instansi dan orang-orang yang selalu menyalahkan korban, sadarlah bahwa hal ini bisa terjadi pada siapapun dan kondisi apapun.

6. Pelecehan Seksual Bisa Terjadi pada Gender Apapun

Pelecehan Seksual Bisa Terjadi pada Gender Apapun

Sadar atau tidak, Penyalin Cahaya juga sedikit mengangkat mengenai korban pelecehan seksual yang terjadi pada pelajar Indonesia.

Namun tidak hanya perempuan yang bisa menjadi korban, pria pun bisa menjadi korban dan sama-sama kesulitan untuk survive. Contohnya seperti Tariq, meski terlihat begitu manly dan tegas, nyatanya ia juga bisa menjadi korban pelecehan oleh temannya sendiri.

Lebih parahnya lagi, Tariq masih harus berhadapan dengan Rama setiap harinya di teater. Poin ini menjadi sangat penting, pasalnya yang namanya kekerasan seksual itu tetap berdampak buruk.

Bahkan jika korbannya adalah pria, bukan berarti pria itu lemah tapi pengalaman seperti ini sangat menakutkan. Korbannya tetap akan merasakan kecewa dan takut, hal ini sangat berpengaruh pada kesehatan mentalnya.  

7. Keenganan Instansi Pendidikan Membela Penyintas

Keenganan Instansi Pendidikan Membela Penyintas

Di tahun 2021, sepertinya kita sudah sering mendengarkan korban kekerasan seksual yang terjadi pada para pelajar. Mirisnya mereka menjadi korban di tempat teraman dan dari orang yang seharusnya mendidiknya.

Sekolah menjadi salah satu tempat terjadinya kekerasan seksual terbanyak dan sedihnya, instansi pendidik tersebut selalu saja tutup mata akan isu ini.

Sudah banyak kasus yang terjadi, contohnya seperti kasus di Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya hingga kasus di Universitas Negeri Jakarta.

Bahkan untuk kasus di Universitas Riau, terdapat dugaan bahwa korban ditekan oleh universitas, dengan cara namanya dihilangkan saat yudisium. Film Penyalin Cahaya (2021) mem-frame tindakan tersebut dengan sangat baik dan relate dengan kenyataan yang ada.

8. Meraih 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia

Meraih 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia

Dibalik segala kontroversi nya, Penyalin Cahaya (2021) tidak bisa dipungkiri menjadi film terbaik di tahun 2021. Pasalnya film ini berhasil meraih berbagai macam penghargaan, mulai dari melakukan penayangan di Festival Film Internasional Busan 2021. Lalu di tanah air, film ini berhasil membawa pulang 12 Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2021.

Mulai dari kategori Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penata Busana Terbaik, semuanya berhasil dibawa pulang. Berkat Penyalin Cahaya (2021), Chicco Kurniawan pemeran Amin berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria terbaik. Lalu Jerome Kurnia berhasil membawa pulang piala untuk nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Inilah depalan fakta menarik dari film Penyalin Cahaya (2021) yang sedang hangat diperbincangkan. Jika kamu penasaran dengan review dan siapa saja aktor yang terlibat dalam film ini. Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lengkapnya, hanya di Bacaterus.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram