bacaterus web banner retina

Inilah 7 Fakta Menarik dari Film Love and Leashes (2022)

Film Love and Leashes (2022) jadi bahan perbincangan pasca perilisannya. Beragam penilaian pun diterima film yang dibintangi Lee Jun Young dan Seohyun ini.

Mengangkat tema BDSM, Love and Leashes (2022) mungkin mengecewakan sebagian penontonnya karena tidak banyak menampilkan adegan-adegan panas, seperti pada film BDSM luar negeri.

Sebagian penonton merasa menikmati jalan cerita yang menitikberatkan pada informasi tentang BDSM serta hubungan manusia yang saling memahami kebutuhan masing-masing.

Di luar itu semua, Love and Leashes (2022) tidak ada salahnya untuk kamu tonton. Sebelum itu ada beberapa fakta Love and Leashes (2022) yang mungkin bisa membuatmu tambah penasaran. Simak yuk!

Baca juga: Sinopsis & Review Love and Leashes (2022), Soroti Isu BDSM

1. Diadaptasi dari Webtoon

Diadaptasi dari Webtoon

Cerita-cerita yang di termuat di webtoon banyak diadaptasi ke dalam berbagai drama atau film Korea Selatan. Belakangan fenomena ini bukan lagi jadi hal yang mengejutkan.

Setelah Hellbound (2021), giliran Love and Leashes (2022), produk adaptasi dari webtoon yang ditayangkan Netflix. Love and Leashes (2022) diangkat dari webtoon berjudul Moral Sense karya Gyeowool. Komik yang tayang di situs Naver ini mulai terbit pada 22 Januari 2017 sampai 25 Agustus 2018.

Dalam komik dua karakter utama bernama Jeong Ji Woo dan Jeong Ji Hu. Karakter yang digambarkan dalam film relatif sama dengan versi webtoon, termasuk usia Ji Woo yang lebih tua 4 tahun dari Ji Hoo.

Alur ceritanya juga tidak jauh berbeda. Ji Woo yang tertarik pada Ji Hoo tidak berusaha menjauh setelah mengetahui rahasia besar pemuda itu. Dia juga menerima tawaran Ji Hoo menjadi mistress-nya.

Dari sanalah petualangan Ji Woo mengenai BDSM dimulai. Dalam webtoon cerita Moral Sense memiliki sekitar 140 episode dan hanya ada satu bagian yang memperlihatkan dua karakter utamanya berciuman.

2. Bawa Tema Berani dan Berbeda

Bawa Tema Berani dan Berbeda

Fakta Love and Leashes (2022) membawa tema yang berani dan sensitif menjadi topik hangat seiring penayangannya di Netflix 11 Februari 2022 lalu. Khususnya untuk penikmat aneka hiburan dari Korea Selatan yang terbiasa dengan genre drama romantis.

Meski sudah lumayan banyak film-film Korea memiliki scene yang lebih panas, isu BDSM yang digembor-gemborkan Love and Leashes (2022) melalui sinopsis dan preview cukup provokatif.

Apalagi di dalam posternya, Lee Jun Young dan Seohyun berpose cukup berani dan mengandung makna tersirat yang harus diakui berpotensi menimbulkan banyak reaksi.

Tema BDSM di industri hiburan Korea modern, rasa-rasanya baru Love and Leashes (2022). Ia bahkan dianggap sebagai pelopor film-film dewasa dari Korea yang nantinya bisa membuka pintu bagi masuknya film-film sejenis.  

3. Bagikan Informasi tentang Fetish BDSM

Bagikan Informasi tentang Fetish BDSM

Love and Leashes (2022) dengan temanya yang ‘unik’ tampaknya melakukan persiapan mendetail, terutama terkait informasi mengenai BDSM.

Mengikuti karakter Ji Woo yang baru mengenal BDSM, film ini menceritakan bagaimana dia mencari tahu informasi tentang BDSM. Selama nonton film ini kamu seperti sama-sama belajar dengan Ji Woo mengenai definisi Submissive and Dominant behavior dalam praktik BDSM.

Ji Woo mendapatkan informasi tentang cara-cara menjadi “tuan” yang diharapkan para “budak”. Dia juga mencari tahu hal-hal yang membuat pihak submissive merasa puas dan senang. Lebih jauh, Ji Woo sampai belajar cara mengikat tubuh yang biasa dilakukan para dominant pada submissive-nya.

Selesai nonton bukan tidak mungkin kamu akan mulai mempertanyakan posisimu dalam hubungan pada makna yang lebih luas; apakah kamu tipe yang senang mengendalikan atau senang dikendalikan? Menikmati saat disakiti atau puas melihat pasangan tersakiti?

4. Adegan Tidak Vulgar Fifty Shades of Grey (2016)

Adegan Tidak Vulgar Fifty Shades of Grey (2016)

Dengan tema yang dewasa dan berani semacam itu, Love and Leashes (2022) uniknya hampir tidak memuat adegan-adegan dewasa yang kelewat vulgar seperti film BDSM sejuta umat, Fifty Shades of Grey (2016).

Film ini menyesuaikan dengan karakter utamanya sebagai newbie di dunia BDSM sehingga tidak ada adegan seksual dengan penyiksaan yang berlebihan. Hanya ada satu adegan sensual yang dilakoni Seohyun dan Lee Jun Young, itu pun sebatas berciuman.

Untuk selanjutnya film ini lebih banyak menggambarkan perkembangan hubungan mereka serta orang-orang di sekitar dan konflik lain yang menyerang Ji Woo dan Ji Hoo. Secara keseluruhan Love and Leashes (2022) adalah film drama romantis dewasa dengan bumbu BDSM.

5. Lee Jun Young Menaikkan Berat Badan Hingga 9 Kg

Lee Jun Young Menaikkan Berat Badan Hingga 9 Kg

Lee Jun Young yang berperan sebagai Jung Ji Hoo mantap menerima tawaran yang diberikan karena tertarik dengan karakter Ji Hoo.

Jun Young menilai karakternya sangat realistis karena setiap manusia pasti punya sisi rahasia yang tidak dia bagikan bahkan pada keluarga. Untuk lebih menghidupkan karakternya, Jun Young bahkan sampai rela menaikkan berat badan hingga 9 Kg.

Citra yang lebih berisi merupakan permintaan sutradara karena karakter Ji Hoo digambarkan sebagai seorang penurut, persis seperti anjing besar kepada majikannya.

Alhasil Jun Young harus menambah porsi dan jadwal makan menjadi 6 kali sehari. Dia juga tidak segan makan 6 burger sekaligus serta mengonsumsi camilan lain.

Namun, perjuangan Jun Young menambah berat badan hingga 9 Kg belum tampak secara bentuk sehingga sutradara masih terus memintanya menaikkan berat badan.

Selain sibuk makan karena berat badannya harus naik, Jun Young juga banyak mempelajari sifat-sifat anjing Golden Retriever, terutama kebiasaannya untuk tersenyum hangat. 

6. Disutradarai oleh Wanita, Sutradara Like for Likes (2016)

Disutradarai oleh Wanita, Sutradara Like for Likes (2016)

Fakta Love and Leashes (2022) selanjutnya yaitu film ini disutradarai oleh Park Hyun Jin, seorang sutradara wanita yang melakukan debut penyutradaraan pada 2008 lalu dan langsung mendapat apresiasi bergengsi.

Kala itu film yang Park Hyun Jin buat berjudul Lovers of 6 Years (2008). Film tersebut mendapat penghargaan Popular Star Award di ajang Blue Dragon Film Awards.

Film lainnya yang cukup terkenal lahir dari tangan Park Hyun Jin adalah Like for Likes (2016) yang dibintangi Yoo Ah In, Kang Ha Neul, ESom, Lee Mi Yeon, Choi Ji Woo dan Kim Joo Hyuk.

Film ini menceritakan tiga kisah romantis dari tiga pasangan yang lebih banyak mengandalkan media sosial untuk mengkomunikasikan perasaan mereka.

7. Angkat Beberapa Isu Penting

Angkat Beberapa Isu Penting

Selain mengangkat isu tentang BDSM, fakta Love and Leashes (2022) selanjutnya adalah film ini juga menyenggol beberapa isu penting lainnya.

Pada menit-menit awal terasa sekali kalau karakter wanita di film ini, khususnya Ji Woo mendapat perlakuan seksis dari atasannya. Sang atasan juga tampak lebih sensitif dan hobi memojokkan Ji Woo di depan pekerja lain.

Selain di awal film, bagian akhir Love and Lashes (2022) juga sarat dengan isu-isu sensitif yang banyak menimpa wanita, sebut saja kekerasan seksual, verbal, trauma sampai budaya patriarki yang membelenggu.

Keresahan tersebut dimasukkan ke dalam plot, sekaligus menjadi bumbu yang membuat cerita berakhir lebih emosional.

Itu dia beberapa fakta Love and Leashes (2022), film drama romantis dengan bumbu yang cukup berani dan sensitif. Kalau kamu tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang BDSM atau melihat suatu hubungan dari kacamata kebutuhan dasar manusia, film Love and Leashes (2022) bisa coba ditonton. 

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram