bacaterus web banner retina

10 Fakta Menarik Film Dune yang Menarik untuk Diketahui

Dune adalah sebuah film fiksi ilmiah kolosal yang menjadi salah satu film terbaik di tahun 2021, bahkan mungkin juga sepanjang masa. Kedetailan produksi dalam menerjemahkan materi novelnya sungguh sangat luar biasa.

Berhasil menepis semua keraguan, film ini berhasil menyita perhatian moviegoers di seluruh dunia, para kritikus, juga juri Oscar.

Di balik film ini terdapat beberapa fakta yang menarik serta unik di sekitarnya. Mau tahu apa saja fakta itu? Langsung simak artikel berikut yang akan mengupas tuntas semua hal menarik dari film ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Dune (2021), Kisah Kolosal Sang Terpilih

1. Adaptasi Ketiga Novel Dune

Adaptasi Ketiga Novel Dune

Novel Dune yang terbit di tahun 1965, langsung menarik perhatian para pembacanya. Menjadi awal dari saga yang besar, novel ini menjadi pondasi cerita yang sangat kokoh bagi kisah setelahnya yang dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Menjadi novel laris tentu membuka jalan yang luas untuk diadaptasi ke dalam film. Film yang menjadi adaptasi pertama ialah Dune yang dirilis di tahun 1984 karya David Lynch.

Meski sudah diproduksi dalam skala besar, nyatanya film ini dianggap gagal, baik secara kualitas juga dari sisi penghasilan. Hal ini seolah membenarkan anggapan bahwa novel ini sangat sulit untuk diterjemahkan ke dalam film, atau istilahnya unfilmable.

Adaptasi yang kedua ialah sebuah miniseri tiga episode yang dirilis di channel Syfy pada tahun 2000. Meraih penghargaan Emmy Awards di kategori Outstanding Cinematography dan Outstanding Special Visual Effects, miniseri ini tampil sedikit lebih baik dari versi film sebelumnya.

Miniseri ini kemudian melanjutkan kisahnya ke judul berikutnya, Children of Dune. Ditayangkan di tahun 2003 dan terdiri dari tiga episode, miniseri ini berhasil meraih Emmy lagi di kategori Outstanding Special Visual Effects.

Dan akhirnya, film adaptasi berikutnya dirilis di tahun 2021, yang semakin memperteguh saga Dune di dunia perfilman.

2. Disutradarai oleh Penggemar Novelnya

Disutradarai oleh Penggemar Novelnya

Sutradara Denis Villeneuve adalah penggemar berat novel saga Dune. Mengadaptasi novel ini ke dalam film adalah impian masa kecilnya dimana dia tumbuh dengan membaca rangkaian novel ini.

Villeneuve berusaha menerjemahkan isi novelnya dengan setia dan tidak menjadikan film Dune (1984) sebagai referensinya.

Dia berjanji akan membuat film impiannya ini setelah menyelesaikan dua film sci-fi, Arrival (2016) dan Blade Runner 2049 (2017). Villeneuve bahkan menolak untuk menyutradarai film No Time to Die (2021) agar bisa fokus mengerjakan film ini.

3. Iringan Musik Digubah oleh Hans Zimmer

Iringan Musik Digubah oleh Hans Zimmer

Sebuah film kolosal tidaklah akan menarik apabila tidak diiringi oleh komposisi musik yang megah di dalamnya. Dan salah satu maestro di bidang tersebut ialah Hans Zimmer.

Peraih Oscar lewat komposisi musiknya di film The Lion King (1994) ini ternyata juga adalah penggemar berat novel saga Dune. Oleh karena itu, dia langsung menerima penawaran dari Denis Villeneuve tanpa pikir panjang lagi.

Melakukan sesi rekaman di masa pandemi Covid-19, Hans Zimmer mengumpulkan anggota paduan suara melalui FaceTime, sedangkan musiknya dimainkan di rumahnya.

Saat menang di pentas Oscar, Hans Zimmer tidak bisa hadir karena sedang mengadakan pentas di Eropa. Jason Momoa maju menerima penghargaan itu atas nama Hans Zimmer.

4. Syuting di Dua Benua

Syuting di Dua Benua

Sebagian besar syuting film ini dilakukan di Origo Film Studios Budapest, Hungaria, yang dimulai pada 18 Maret 2019. Banyak adegan dengan setting interior dilangsungkan di studio besar tersebut. Sedangkan untuk setting lokasi Planet Arrakis, beberapa tempat di Jazirah Arab menjadi pilihan utama.

Liwa Oasis di Uni Emirat Arab yang indah dijadikan latar belakang planet dengan gurun pasir sejauh mata memandang itu. Rub’ al-Khali di Abu Dhabi menjadi lokasi syuting ketika Paul dan Lady Jessica berlindung di tengah gurun.

Wadi Rum di Yordania yang terkenal dengan julukan “Lembah Bulan” juga dijadikan lokasi pertemuan Paul dengan Stilgar dan para ksatria Fremen.

Sedangkan untuk menggambarkan Planet Caladan yang didominasi oleh lautan, dipilihlah Stadlandet, Norwegia. Keseluruhan syuting selesai pada 26 Juli 2019. Meski begitu, ada beberapa syuting tambahan lagi yang dilakukan di Budapest pada bulan Agustus 2020.

5. Referensi Bela Diri Setiap Bangsa

Referensi Bela Diri Setiap Bangsa

Setiap bangsa di dunia Dune ini memiliki gaya bela diri yang berbeda. Pengarah pertarungan Roger Yuan menjelaskan referensi gaya bela diri tersebut.

Bangsa Atreides memiliki gaya bela diri berdasarkan seni bela diri dari Filipina. Sedangkan untuk bangsa Harkonnen yang terlihat sadis, dia mengambil referensi dari gaya bertarung bangsa Mongol Kuno.

Dan untuk pasukan Sardaukar, dia terinspirasi dari dua kebudayaan ksatria, yaitu Samurai dari Jepang dan pasukan penjaga Raja Norwegia Harald Fairhair yang pernah hidup di abad ke-10 bernama Ulfhednar.

Samurai memang sudah diakui sebagai ksatria berpedang paling sakti, sedangkan Ulfhednar diakui ketaatan kepada rajanya dan tradisi mandi darah sebelum bertempur.

6. Keunikan Ornithopter

Keunikan Ornithopter

Di dalam film ini, kita melihat pesawat unik yang digunakan sebagai alat transportasi di Planet Arrakis yang dinamakan ornithopter. Pesawat ini hampir serupa dengan helikopter, hanya saja baling-baling untuk menerbangkannya memiliki putaran yang berbeda.

Berasal dari akar bahasa Yunani, ornithos yang artinya burung dan pteron yang artinya sayap, seharusnya cara terbang pesawat ini seperti kepakan sayap burung.

Tapi yang tampak di film, bentuk dan putaran baling-balingnya lebih menyerupai cara terbang capung yang dalam bahasa Latin disebut anisoptera.

Baling-baling mengepak saat pesawat lepas landas, dan ketika sudah mulai melaju, baling-baling itu memanjang dengan sempurna tergantung kecepatan yang digunakan.

Untuk lebih jelasnya, simak dengan seksama adegan saat Duke Leto menerbangkan salah satu ornithopter untuk berkeliling di Planet Arrakis.

7. Kental Eskatologi dan Referensi Islam

Kental Eskatologi dan Referensi Islam

Di agama-agama Samawi, Messiah (Sang Penyelamat) menjadi sosok yang paling ditunggu di akhir zaman untuk menyelamatkan umat manusia dari fitnah kesesatan.

Tidak disangka, Frank Herbert memasukkan salah satu unsur eskatologi Islam tentang kedatangan Al-Mahdi dengan apik ke dalam jalan cerita novelnya ini.

Paul Atreides dianggap sebagai “Lisan al-Ghaib” yang akan menggenapkan ramalan tentang kedatangan sang penyelamat kaum Fremen dari penindasan. Sosok Paul disesuaikan dengan gambaran tentang Al-Mahdi.

Dia berasal dari keturunan raja, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, menguasai berbagai macam keterampilan dan strategi perang, jiwa dengan kekuatan iman, hati yang lembut dan penuh keadilan.

Seorang sosok pemimpin sempurna memang belum terlihat di film pertama ini, tapi benih-benih menuju kesana sudah mulai terlihat.

Di kisah selanjutnya, Paul akan menjadi figur utama dalam memimpin kaum Fremen untuk mendapatkan kemerdekaannya dari bangsa penindas yang zalim. Kaum Fremen juga digambarkan di dalam film menggunakan bahasa yang berakar dari bahasa Arab.

Contohnya adalah julukan sandworm, Shai-Hulud, yang berasal dari bahasa Arab “Sya-in Khuluud” artinya sesuatu yang abadi. Begitupun Stilgar memanggil Lady Jessica dengan sebutan “Sayyidah” yang artinya pemimpin wanita.

Di dalam novelnya, masih banyak kosakata kaum Fremen yang merupakan serapan dari bahasa Arab, antara lain Muad’Dib yang berasal dari kata “Mu-addib” artinya pengajar.

Ada lagi Usul dari kata “Ushul” artinya prinsip pokok dan Shari-a dari kata “Syarii’ah” artinya tuntunan. Juga ada julukan Shaitan bagi orang jahat yang berasal dari kata “Syaithaan”, artinya setan.

Selain itu, kaum Fremen juga memiliki buku petunjuk agama yang dikombinasikan dengan panduan bertahan hidup di gurun yang bernama Kitab Al-Ibar.

Frank Herbert mengambil inspirasi nama buku ini dari sebuah kitab karya Ibnu Khaldun berjudul Kitab Al-Ibar, artinya buku pelajaran, yang berisi sejarah dunia pada umumnya dan kaum Berber secara khusus.

8. Dirilis Serentak di Bioskop dan Streaming

Dirilis Serentak di Bioskop dan Streaming

Dune menjadi salah satu film yang termasuk ke dalam Project Popcorn dari HBO Max, dimana seluruh film yang dirilis oleh Warner Bros Pictures di bioskop akan tayang bersamaan secara streaming selama sebulan di platform baru milik HBO ini.

Sebagai salah satu cara ajang promosi, proyek ini ditentang oleh sutradara Denis Villeneuve, karena akan mengurangi pendapatan film dari tiket bioskop.

Tapi pencapaian film ini di media streaming sangat luar biasa. Di tiga minggu awal penayangan, film ini selalu berada di puncak daftar film yang paling banyak ditonton.

Tercatat 3,9 juta penonton di Amerika telah menyaksikannya di bulan pertama penayangan. Kemudian angka ini bertambah setelah Dune masuk sebagai nominator Oscar hingga mencapai angka 5,3 juta penonton di bulan Maret 2022.

9. Mendulang Banyak Oscar

Mendulang Banyak Oscar

Dune adalah film kolosal berskala besar yang indah secara visual dan dalam secara makna. Sejak jauh hari, bahkan sebelum dirilis, film ini sudah diprediksi akan berjaya di berbagai ajang penghargaan film. Salah satunya adalah Academy Awards, ajang penghargaan film paling bergengsi sedunia.

Masuk nominasi di 10 kategori bukanlah hal yang biasa bagi sebuah produksi film, dan Dune berhasil membawa pulang Oscar dari 6 kategori, yaitu Best Production Design, Best Film Editing, Best Cinematography, Best Visual Effects, Best Original Score, dan Best Sound.

Nyaris seluruh kategori teknis direbut oleh film ini yang menandakan bahwa seluruh yang ditampilkan di layar adalah bukti kerja keras seluruh tim produksi dalam menciptakan sebuah film yang berkualitas. Film ini juga merupakan nominator Best Picture.

10. Banyak Bintang Marvel

Banyak Bintang Marvel

Sebagai sebuah film besar, Dune dibintangi oleh para aktor dan aktris terkenal. Dan uniknya, beberapa diantaranya pernah dan sedang beraksi di film-film produksi Marvel Studios.

Josh Brolin adalah pemeran Thanos di film Avengers: Age of Ultron (2015), Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019). Dia juga memerankan Cable di film Deadpool 2 (2018).

Lalu ada Dave Bautista yang membawakan karakter Drax the Destroyer yang menjadi bagian tim Guardians of the Galaxy.

Oscar Isaac adalah pemeran Moon Knight di serial Disney+, Zendaya adalah MJ di tiga film Spider-Man, Stellan Skarsgard adalah Prof. Erik Selvig dari film Thor (2011), dan David Dastmalchian sebagai Kurt di dua film Ant-Man.

Itulah 10 fakta unik dan menarik yang ada di seputar film Dune. Kedahsyatan film ini, dan film sequel-nya, akan selalu dibicarakan oleh moviegoers di sepanjang masa.

Tentunya apresiasi yang tinggi sudah disematkan pada film ini yang bisa menjadikannya sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa. Jika belum menonton film ini, langsung disimak sekarang juga, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram