5 Fakta J-Drama Perfect World yang Penuh Kisah Menyentuh

Ditulis oleh Siti Hasanah

Drama-drama mengenai yang mengangkat kisah slice of life adalah salah satu jenis drama yang banyak digemari. Sineas Jepang adalah salah satu yang jago meramu kisah seperti ini.

Berbicara tentang drama yang sangat menyentuh, Perfect World (2019) adalah salah satu drama dengan muatan slice of life yang kaya.

Drama ini berkisah tentang percintaan Itsuki Ayukawa (Tori Matsuzaka) dan Tsugumi Kawana (Mizuki Yamamoto) yang tidak berjalan lancar karena Itsuki adalah seorang difabel.

Meskipun kisah romansa mereka mengisi setengah dari cerita yang diusung, tapi ada banyak nilai-nilai kehidupan yang terselip di dalam kisahnya. Simak yuk fakta drama Perfect world yang sudah kami rangkum di bawah ini! 

Baca juga: 10 Film Jepang Terbaik di Tahun 2022

1. Kisahnya Diangkat dari Manga

Kisahnya Diangkat dari Manga

Disabilitas adalah sebuah isu sosial yang cukup banyak diangkat dalam sebuah drama, baik itu drama Jepang, Korea ataupun drama-drama negara lain.

Isu yang sering kita dengar di kehidupan sehari-hari ini memang bukan hal yang baru, namun tidak semua orang paham cara memperlakukan difabel dengan baik dan hal-hal yang sering dialami orang-orang seperti Itsuki.

Isu sosial yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga dunia ini menginspirasi Rie Aruga untuk manga ciptaannya. Rie pertama kali menulis manga Perfect World tahun 2014.

Kisah penuh haru antara Itsuki dan Tsugumi kemudian diadaptasikan ke dalam bentuk live action series sepanjang 10 episode yang dibintangi oleh Tori Matsuzaka dan Mizuki Yamamoto.

2. Manga Perfect World Ada 12 Volume

Manga Perfect World Ada 12 Volume

Series manga Perfect World ditulis dan diilustrasikan oleh Rie Aruga ini pertama kali dirilis di majalah Kiss bulan Februari 2014.

Sejauh ini, kisah Itsuki dan Tsugumi sudah dituangkan ke dalam 12 volume manga yang terbit di Jepang yang semuanya dirilis oleh Kodansha, perusahaan penerbitan terbesar di Jepang.

Di tahun 2018, Kodansha kemudian membeli lisensi series manga tersebut secara digital. Itu berarti pihak mereka berhak menggunakan kisah yang ditulis oleh Rie menjadi karya apapun.

Nah, pada bulan Januari 2019, Rie mengumumkan bahwa ia tidak akan melanjutkan serial manganya. Namun, ada kabar baik bagi penggemar setia Itsuki dan Tsugumi. Ia mengungkapkan bahwa karyanya akan dibuat live action.

3. Sudah Dibuat Versi Film dan Drama

Sudah Dibuat Versi Film dan Drama

Jika kamu googling dengan kata kunci “Perfect World” untuk mencari drama ini, akan muncul tiga hasil pencarian, yakni versi manga, film dan drama.

Setelah manga karya Rie Aruga ini sukses besar di pasaran, ia kemudian setuju karyanya diangkat ke layar lebar. Maka, Perfect World versi film pun dirilis di tahun 2018. 

Perfect World versi film dibintangi oleh Hana Sugisaki sebagai Tsugumi dan Takanori Iwata sebagai Itsuki Ayukawa. Film ini digarap oleh sutradara kawakan Jepang, Kenji Shibayama dan naskahnya ditulis oleh Keiko Kanome.

Baik kisah film dan dramanya, sama-sama mengikuti perjalanan hubungan Itsuki dan Tsugumi meskipun ada side story yang membedakannya.

Selang setahun berikutnya, Perfect World versi drama dirilis. Ada banyak perbedaan dari film dan dramanya, mulai dari kru sampai pemain utamanya.

Perfect World versi drama digarap oleh sutradara Shiraki Keiichiro dan Miyake Yoshihige. Dua sutradara ini menggandeng penulis Nakatani Mayumi untuk menulis naskahnya.

Sementara itu, aktor ternama, Tori Matsuzaka memerankan karakter Itsuki Ayukawa, arsitek jenius yang mengalami kelumpuhan dari pinggang sampai kaki akibat mengalami kecelakaan di malam nahas setelah ia berlatih basket di gym kampusnya.

Tori Matsuzaka beradu peran dengan aktris muda yang namanya sedang naik daun, Mizuki Yamamoto. Ia memerankan karakter Tsugumi, gadis yang diam-diam jatuh hati pada Itsuki sejak zaman SMA.

4. Dibanjiri Pujian dan Mencapai Pencapaian Gemilang

Dibanjiri Pujian dan Mencapai Pencapaian Gemilang

Baik series manga dan live action film serta dramanya, Perfect World sama-sama mendulang kesuksesan. Sejak volume pertama dari manga ini dirilis, banyak kritikus film dan anime yang mengaku menyukai jalan cerita dan latar belakang yang diusung Rie Aruga.

Penggemar menilai bahwa kisahnya ditulis dengan perhitungan yang teliti dan informasi yang kayak akan dunia difabel. Sebagai seorang yang sempurna secara fisik, Rie Aruga berhasil menghadirkan gambaran dunia dari perspektif seorang penyandang cacat yang duduk di kursi roda dengan sangat detail. 

Para kritikus film Amerika menilai bahwa Rie sangat cermat memasukan info-info seputar keadaan di masyarakat Jepang terhadap disabilitas. Hal itulah yang membuat narasi yang dipaparkan dalam drama ini justru terasa realistis.

Kisah yang digambarkan oleh sutradara melalui karakter Itsuki dan Tsugumi disebut sebagai kisah yang membuat citra kaum difabel terangkat. Penonton yang berada di posisi yang sama dengan Itsuki merasa terwakilkan dengan kisah yang diangkat.

Usaha keras Rie Aruga terbayar karena Perfect World berhasil mendapatkan penghargaan Shojo Manga pada Kodansha Manga Award ke-43 dan beberapa penghargaan lainnya.

Filmnya pun mendapat sambutan yang meriah dan meraih kesuksesan yang gemilang. Film tersebut berhasil nongkrong di peringkat ke-4 Box Office Jepang dan meraup keuntungan kotor $622 juta.

Pencapaian ini membawa film Perfect World masuk ke dalam 50 besar film dengan keuntungan tertinggi di Jepang tahun itu.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram