bacaterus web banner retina

8 Fakta Menarik Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Perilisan film Doctor Strange in the Multiverse of Madness di tahun 2022 disambut dengan penuh antusias oleh moviegoers, terutama para fans sejati Marvel.

Terbukti dengan penuhnya bioskop dan langsung bertenggernya film ini di posisi kedua film terlaris di tahun 2022 di minggu pertamanya.

Dengan cerita yang menjanjikan perjalanan antar semesta, film ini menebus harapan penggemarnya dengan tampilan multiverse yang cukup baik.

Film ini juga memunculkan banyak fakta menarik seputar tema, catatan produksi dan respon publik terhadapnya. Apa saja fakta menarik tersebut? Langsung disimak saja artikel berikut.

1. Film Marvel Cinematic Universe ke-28

1. Film Marvel Cinematic Universe ke-28

Dalam urutan perilisan film-film Marvel Cinematic Universe, Doctor Strange in the Multiverse of Madness menjadi film ke-28 yang termasuk ke Phase Four dalam rangkaian kisah semesta Marvel tersebut. Tapi apakah kalian tahu bahwa film ini rencananya akan dirilis sebelum film Spider-Man: No Way Home?

Sejatinya film ini memasuki proses syuting di bulan Mei 2020, tapi karena pandemi Covid-19, syuting ditunda dan dilanjutkan pada November 2020. Sedangkan film Spider-Man: No Way Home sudah memulai syuting terlebih dahulu sejak bulan Oktober 2020.

Ketika jadwal syuting dan perilisan film mengalami perubahan, penulis naskah Michael Waldron langsung dihubungi oleh pihak eksekutif Marvel untuk mengubah naskahnya sedikit.

Waldron diminta menyesuaikannya dengan naskah Spider-Man: No Way Home yang ditulis oleh Chris McKenna dan Erik Sommers.

Uniknya lagi, selain Spider-Man: No Way Home dan Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang melangsungkan syuting secara berbarengan, film MCU lainnya Thor: Love and Thunder juga menjalani proses syuting di waktu yang sama.

Akhir syuting ketiga film ini hanya berbeda satu bulan saja dan rilis dalam waktu yang berdekatan sehingga kesan kontinuitas cerita bisa dipertahankan.

2. Perjalanan Menembus Multiverse

Perjalanan Menembus Multiverse

Ide adanya multiverse dimunculkan oleh Mysterio di film Spider-Man: Far from Home (2019) meski nyatanya itu hanyalah kebohongan belaka.

Multiverse mulai terbuka faktanya saat Doctor Strange ingin membantu Peter Parker untuk menghapuskan ingatan publik dan orang-orang tersayang tentang identitas dirinya di film Spider-Man: No Way Home.

Sihir Doctor Strange malah menuai petaka, dimana para musuh Spider-Man dari semesta lain masuk ke Earth-616.

Beruntung dua Spider-Man dari semesta lain membantu Spider-Man di semesta yang kita kenal dan melumpuhkan perlawanan para musuh-musuhnya.

Setelah itu, Doctor Strange membalikkan sihirnya dan semua pelintas semesta kembali ke semestanya semula.

Dan kini muncul sosok superhero yang mudah berpindah semesta dengan kekuatan yang belum bisa dia kendalikan. Kemampuan America Chavez membuka portal semesta hanya terjadi ketika dia berada di situasi terjepit saja.

Karena America Chavez, Doctor Strange berpetualang menembus beberapa semesta untuk mencari jawaban dan cara mengalahkan Scarlet Witch.

Meski hanya terfokus di dua semesta saja, tapi kilasan kehidupan di berbagai semesta sempat diperlihatkan ketika America Chavez dan Doctor Strange menembus beberapa semesta dalam sekali jalan.

Selain itu, Doctor Strange juga bertemu dengan dirinya dari semesta lain yang memegang kitab Darkhold sebagai sumber kekuatannya. Tentu saja, Doctor Strange harus bertarung dengannya.

Penggambaran multiverse di film ini mungkin tidak serumit yang kita harapkan, karena bisa dibilang film ini hanyalah jembatan penghubung dan pengantar pemahaman kita akan multiverse.

Dan di film berikutnya, fenomena lain dari multiverse yang dinamakan incursion akan membuat kita semakin penasaran.

Satu teori multiverse yang diperkenalkan di film ini ialah bahwa mimpi yang kita lihat saat tidur adalah kejadian yang dialami diri kita di semesta lain.

Adegan pembuka dimana Doctor Strange dengan rambut kuncir kuda tewas di tangan sosok iblis adalah mimpi bagi Doctor Strange di semesta Earth-616.


Padahal itu benar-benar terjadi dan dibuktikan dengan jasad Doctor Strange tersebut yang dibawa masuk ke Earth-616 oleh America Chavez. Menanggapi teori ini, Wong memiliki respon yang cukup menggelitik tentang mimpinya.

3. Totalitas Elizabeth Olsen dalam Berakting

Totalitas Elizabeth Olsen dalam Berakting

Sejak kehadirannya di film Avengers: Age of Ultron (2015), penampilan Elizabeth Olsen sebagai Wanda Maximoff selalu mengesankan. Pertama kali muncul sebagai sosok antagonis, Wanda kemudian berpindah ke sisi para Avengers di film-film selanjutnya.

Karena tingginya animo para fans kepada karakter ini, maka Wanda dibuatkan serial tersendiri, WandaVision.

Dan film Doctor Strange in the Multiverse of Madness ini melanjutkan secara langsung kisah dari akhir serial tersebut yang sangat memilukan.

Hubungan serial itu dan film ini terasa sangat erat, bukan hanya dari sisi cerita tetapi juga emosinya. Atmosfer mencekam akibat munculnya sisi kelam Wanda sebagai Scarlet Witch berasal dari emosi ini.

Ada hal yang unik dari proses syuting yang dilakukan oleh Elizabeth Olsen di film ini. Ternyata dia langsung terbang ke London, lokasi syuting film ini, dua hari setelah menyelesaikan syuting episode terakhir serial WandaVision.

Jadi inilah sebabnya kenapa emosi yang dibawa Wanda masih terasa sangat kental, karena dalam kenyataannya Olsen syuting dua produksi ini secara simultan.

Performa akting Elizabeth Olsen sangat apik di film ini. Semua sangat emosional, mulai dari ekspresi, gestur, hingga intonasi suara.

Bahkan kita dibuat tidak rela ketika Scarlet Witch mengorbankan dirinya untuk menghancurkan Gunung Wundagore. Spekulasi bertebaran, apakah hidup Wanda berakhir di sini atau dia akan muncul kembali di film lain di masa depan.

4. Kembalinya Sam Raimi ke Film Bergenre Superhero

Kembalinya Sam Raimi ke Film Bergenre Superhero

Meski sudah lebih dari satu dekade, tapi kesuksesan trilogi Spider-Man karya Sam Raimi seolah masih terasa baru saja berlalu. Meski film Spider-Man 3 (2007) menuai banyak kritikan pedas, trilogi ini tetaplah tercatat sebagai salah satu yang tersukses, baik secara kualitas juga tingkat penghasilannya.

Sempat kecewa dengan genre superhero, karena sebenarnya dia masih ingin meneruskan dua film Spider-Man lagi, Sam Raimi kembali mengarahkan film superhero Marvel lagi lewat film ini.

Momennya terasa tepat, karena kerinduan moviegoers akan sosok Spider-Man Tobey Maguire terobati dengan kehadirannya di film Spider-Man: No Way Home.

Sam Raimi sebenarnya bukanlah pilihan pertama yang dipilih oleh Marvel untuk menggantikan Scott Derrickson yang turun dari kursi sutradara.

Tapi atas saran dari agennya, Sam Raimi yang merupakan fans Doctor Strange menjawab tantangan dan harapan dari para fans Marvel dengan menyutradarai film ini.

Film ini juga menandakan kembalinya Sam Raimi sebagai sutradara setelah terakhir kali membesut film di tahun 2013 silam, yaitu Oz the Great and Powerful.

5. Kehadiran Kolaborator Sam Raimi

Kehadiran Kolaborator Sam Raimi

Dengan duduknya Sam Raimi di kursi sutradara, beberapa kolaborator langganannya kemudian datang menyusul. Salah satunya adalah komposer Danny Elfman yang pernah bekerja sama dengan Sam Raimi di film Spider-Man (2002), Spider-Man 2 (2004) dan Oz the Great and Powerful (2013).

Elfman berhasil menghadirkan nuansa mencekam penuh keajaiban dengan komposisi musiknya di film ini. Selain itu, masih ada lagi aktor Bruce Campbell yang juga tampil sebagai cameo di trilogi Spider-Man.

Di film ini Campbell hanya tampil di satu adegan sebagai pedagang pizza yang disihir oleh Doctor Strange yang membuatnya memukuli diri sendiri selama tiga minggu.

Adegan ini mengingatkan kembali ingatan kita dengan perannya di film Evil Dead II (1987) yang diteror oleh tangannya sendiri.

6. Film Marvel Cinematic Universe Pertama dengan Nuansa Horror

Film Marvel Cinematic Universe Pertama dengan Nuansa Horror

Ada nuansa yang berbeda dari film ini jika dbandingkan dengan film-film MCU lainnya, yaitu kentalnya atmosfer horror yang mencekam.

Semua berkat pengarahan dari Sam Raimi yang dikenal juga sebagai sineas spesialis film-film horror. Ada beberapa referensi film-film horror klasik yang dimunculkannya di film ini.

Yang paling terlihat adalah pengambilan gambar kamera dari sudut pandang orang pertama yang bergerak memburu targetnya.

Gaya ini adalah ciri khas Sam Raimi yang pernah dipakai juga di trilogi Evil Dead karyanya. Lalu Scarlet Witch yang keluar dari cermin mengingatkan kita akan kengerian Sadako saat keluar dari TV di film Ring (1998).

Dan penampilan Wanda yang wajahnya penuh luka tapi terus mengejar Doctor Strange, America Chavez dan Christine Palmer sekilas terlihat seperti adegan di film Carrie (1976).

Bahkan kitab Darkhold pun memiliki kesamaan dengan buku Naturom Demonto di film The Evil Dead (1981). Semua ini membuat sosok Scarlet Witch sebagai penebar teror yang sangat menakutkan.

7. Kontroversi LGBT dalam Film

Kontroversi LGBT dalam Film

Seperti film MCU sebelumnya, Eternals (2021), film Doctor Strange in the Multiverse of Madness juga ditolak penayangannya di beberapa negara karena adanya karakter lesbian di film ini, terutama di negara-negara Arab.

America Chavez diceritakan memiliki dua ibu yang hidup bersama. Meski hanya satu adegan, tapi hal ini sudah cukup menyiratkan pesan tentang pasangan sesama jenis.

Di dalam komiknya, America Chavez juga diceritakan adalah seorang superhero lesbian. Dan di dalam film ini, banyak sekali hal-hal kecil yang menyiratkan kesan tersebut.

Salah satunya adalah tulisan di bagian depan jaket yang dikenakannya, “amor es amor”. Ini adalah istilah dalam bahasa Spanyol yang menjadi mantra populer di komunitas LGBTQ.

8. Kemunculan Dewan Illuminati

Kemunculan Dewan Illuminati

Illuminati adalah sebuah dewan yang beranggotakan para pemimpin dari kelompok superhero. Sejak kemunculannya di komik pada tahun 2005, anggotanya seringkali berganti.

Di film ini, dewan Illuminati beranggotakan 6 superhero, yaitu Karl Mordo, Peggy Carter, Blackagar Boltagon, Maria Rambeau, Reed Richards, dan Charles Xavier.

Kita sudah sama ketahui bahwa Charles Xavier/Professor X adalah pemimpin dari X-Men dan Reed Richards/Mr. Fantastic adalah ketua dari Fantastic Four.

Kehadiran mereka berdua meresmikan bergabungnya kelompok masing-masing ke dalam Marvel Cinematic Universe.

Sedangkan Peggy Carter/Captain Carter adalah versi lain dari Captain America dari serial animasi What If…?, Blackagar Boltagon adalah versi lain dari Black Bolt di serial Inhumans, dan Maria Rambeau adalah versi lain dari Captain Marvel.

Sementara itu, Karl Mordo bertindak sebagai pengganti Doctor Strange di semestanya yang sudah dieksekusi mati.

Dari anggota tetap Illuminati dalam komiknya, hanya dua superhero lagi yang tidak hadir, yaitu Tony Stark/Iron Man dan Namor.

Iron Man diceritakan sudah meninggal dunia dalam MCU di peperangan melawan Thanos. Sementara itu, tadinya Namor akan dihadirkan di film ini, tapi ditunda. Namor disinyalir akan hadir perdana di film Black Panther: Wakanda Forever (2022).

Itulah beberapa fakta menarik tentang film Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Kesuksesan film ini membuat film-film MCU selanjutnya semakin ditunggu oleh para moviegoers.

Cerita yang semakin kompleks tentang multiverse memunculkan banyak kemungkinan kehadiran superhero baru atau superhero lama dalam versi lain dari semesta berbeda.

Keberhasilan penampilan Tobey Maguire dan Andrew Garfield di film Spider-Man: No Way Home, memunculkan asa kehadiran kembali Iron Man dan Captain America.

Tapi jika dimunculkan tidak dengan konsep dan penceritaan yang kuat, justru akan memudarkan kesan nostalgia yang diharapkan. Jadi tidak sabar menunggu film MCU selanjutnya, bukan? Tapi, tonton dulu film ini segera, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram