Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Dumbo (2019), Film Keluarga yang Hangat

Review & Sinopsis Dumbo (2019), Film Keluarga yang Hangat

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di awal kemunculan di dunia sinematografi, Disney banyak membuat karya yang ajaib. Binatang yang mempunyai kemampuan luar biasa, seperti bisa berbicara, terbang dan lainnya. Keunikan itu membuat Disney menjadi tolak ukur bagi dunia hiburan dengan sajiannya yang bisa dinikmati segala usia.

Salah satu karya yang dikeluarkan Disney adalah Dumbo. Nggak tanggung-tanggung, nama orang yang menyutradarai filmnya pun dipilih dari nama besar yaitu Tim Burton yang sebelumnya berhasil membangkitkan kembali Alice in Wonderland dan Maleficient.

Sudah pernah nonton film Dumbo? Kalau belum menonton dan penasaran dengan ceritanya, simak dulu yuk ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis dumbo

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Fantasy, Drama
  • Produksi: Walt Disney Pictures, Tim Burton Productions, Infinite Detective Productions, Secret Machine Entertainment
  • Sutradara: Tim Burton
  • Pemain: Colin Farrell, Danny De Vito, Michael Keaton, Eva Green, Alan Arkin

Holt Farrier adalah seorang veteran tentara yang kehilangan satu lengannya di medan perang. Dia memiliki dua orang anak. Seorang anak perempuan bernama Milly dan seorang anak lelaki bernama Joe. Sepulangnya dari tugas militer, dia kembali ke kehidupan lamanya yaitu menjadi anggota rombongan sirkus.

Keadaan sudah berubah di hidup Holt. Istrinya sudah nggak ada, banyak hewannya yang sudah dijual dan pertunjukkan sirkus pun sudah nggak seramai dulu. Max Medici, pemimpin sirkus kemudian memberi tugas pada Holt untuk menjadi pengurus gajah Asia, Mrs. Jumbo yang sedang hamil.

Ketika melahirkan, anaknya mempunyai penampilan yang nggak biasa yaitu kupingnya yang jauh lebih besar dibanding ukuran gajah pada umumnya. Max melihat kondisi anak gajah ini nggak lazim menyuruh Holt untuk menyembunyikan telinganya yang besar.

Pertunjukkan pun dimulai dan sang anak gajah tampil. Telinganya yang disembunyikan keluar dan dapat dilihat penonton yang langsung mengejeknya dengan sebutan Dumbo. Mrs. Jumbo marah melihat sang anak diperlakukan nggak layak sampai menewaskan Rufus, pengurusnya yang kejam.

Merasa nama sirkusnya akan tercemar, Max memutuskan untuk menjual Mrs. Jumbo. Milly dan Joe menghabiskan waktu bersama Dumbo yang ternyata memiliki kemampuan spesial, bisa terbang dengan menggunakan telinganya sebagai sayap. Setelah dicari-cari ternyata pemicunya adalah adanya bulu yang disentuhkan sehingga bisa membuat ia mau terbang.

dumbo

Dumbo kembali tampil di pertunjukkan sirkus dan kemampuannya yang bisa terbang membuat penonton berdecak kagum. Kabar itu sampai di telinga Vandevere, seorang pemilik taman hiburan yang menawarkan kerja sama dengan Max untuk pertunjukkan sirkus di tempatnya. Dengan iming-iming uang yang besar, Max pun menyetujui usulan Vandevere.

Setibanya di New York, Dumbo dilatih supaya bisa terbang dengan seorang pemain trapeze, Colette. Sayangnya, penampilan pertamanya bisa dibilang gagal karena dia nyaris terjatuh dan terbang melarikan diri menemui ibunya. Vandevere yang marah karena merasa Dumbo hanyalah aset yang merugikan mulai mempunyai rencana jahat untuk membunuh Mrs. Jumbo.

Holt merasa tugasnya sebagai pengurus yang ikut melatih Dumbo gagal. Begitu juga dengan Max yang merasa Vandevere nggak puas dengan kerja samanya karena Dumbo nggak memenuhi ekspektasi. Di sisi lain, Vandevere mulai menghalalkan segala cara supaya Dumbo bisa menjadi aset terbaiknya dalam menghasilkan uang. Akankah Dumbo selamat dari ketamakan Vandevere?

Remake dari Film Animasi

Remake dari Film Animasi

Disney sedang gencar-gencarnya untuk mengenalkan film-filmnya ke generasi baru. Oleh karena itu, ia sedang giat menghidupkan kembali karakter-karakter di film terdahulu untuk dikemas lebih modern dari segi sinematografi. Hanya saja usaha itu nggak berjalan mudah karena semua filmnya yang terdahulu adalah film animasi.

Dumbo pertama kali muncul di tahun 1941 dalam bentuk film animasi. Dari segi cerita, Dumbo yang dirilis tahun 2019 masih menyimpan inti yang sama dengan versi terdahulunya, yaitu gajah kecil yang lahir berbeda dan mendapat perlakuan yang nggak adil. Cerita itu diadaptasi menjadi live-action, membuat Dumbo harus mengalami penyesuaian a la sang sutradara, Burton.

Polemik Karakter di Film Dumbo

Polemik Karakter di Film Dumbo

Di film Dumbo yang dirilis pada tahun 1941, murni bercerita tentang perjuangan gajah kecil bernama Dumbo bersama induknya, Mrs. Jumbo. Di edisi yang dirilis pada tahun 2019, karakter manusia ditambahkan sebagaimana menurut Burton bahwa film Dumbo versinya akan memperlihatkan karakter manusia yang kuat.

Berbeda dengan Lion King sebagai contoh yang dalam versi terbarunya tetap mempertahankan karakternya sebatas hewan saja.

Kemunculan karakter manusia di film Dumbo tahun 2019 sempat menjadi polemik karena beberapa orang menganggap film Dumbo sudah berubah terlalu jauh dari versi aslinya. Langkah yang diambil Burton memang beresiko, apalagi ketika harus mengubah sesuatu yang sifatnya mendasar.

Gaya Burton yang Nyentrik dan Gothic

Gaya Burton yang Nyentrik dan Gothic

Burton dikenal sebagai sutradara yang menampilkan karyanya dalam cara yang nyentrik dengan banyak unsur gothic di dalamnya. Walau begitu, dia bisa mengemasnya dengan apik dan menghasilkan karya visual yang membuat kita kagum ketika melihatnya. Hal itu juga yang dia lakukan ketika membuat Dumbo.

Warna, kostum yang dipilih dalam film Dumbo akan langsung mengingatkan kita akan ciri khas Burton yang seperti memberi sentuhan magis. Dibuat sedikit pucat tapi di sisi lain bisa memperlihatkan warna-warni yang membuat mata kita seperti dibuai oleh caranya menghasilkan visualisasi merupakan salah satu keunikan Dumbo karya Burton.

Banyak Pesan Positif

Banyak Pesan Positif

Dumbo sejatinya ditujukan untuk menjadi film keluarga. Artinya orang dari berbagai usia bisa menontonnya tanpa terkecuali sebagaimana tujuan dari karya-karya yang dihasilkan Disney. Kerjasama antara Disney dengan Burton menjadi menarik karena Burton dikenal sebagai sutradara yang senang akan unsur-unsur gelap.

Burton tetap memberi unsur gelap di Dumbo karyanya, seperti menunjukkan Holt yang merasa hidupnya begitu malang tapi ingin terlihat tegar di depan anaknya. Begitu juga dengan sosok Max yang digambarkan mata duitan setelah sirkus miliknya kesulitan untuk mendatangkan keuntungan.

Di balik gelapnya cerita yang ditampilkan Burton, banyak pesan positif yang coba disampaikan. Di antaranya adalah Milly dan Joe yang selalu menemani Dumbo ketika dia diejek atau gagal melakukan trik ketika sedang melakukan pertunjukkan sirkus. Selain itu, adegan-adegan itu seperti memberi pesan pada para penonton agar memperlakukan binatang dengan baik.

Kemunculan karakter manusia bukan hanya menjadi pemanis walau beberapa mengatakan terlalu mendominasi. Burton seperti ingin menyampaikan bahwa Vandevere merupakan perwujudan manusia tamak sesungguhnya. Vandevere hanya memikirkan tentang keuntungan yang bisa dia hasilkan dan menghalalkan berbagai cara sampai menyakiti hewan.

Seperti film Disney yang lain, menonton Dumbo akan membawa kita merasa seperti anak kecil lagi. Kita nggak akan dibuat bingung untuk menentukan siapa protagonis dan siapa yang antagonis. Sebagai film keluarga, Dumbo bisa dijadikan pilihan yang bagus dengan banyaknya adegan yang akan membuat hati kita hangat ketika menontonnya.

Kalau kamu lagi rindu menjadi anak kecil, menonton film ini bisa jadi salah satu cara untuk mengobati kerinduanmu. Kamu juga bisa mengajak orang rumah untuk menonton bersama. Jangan lupa untuk membagikan kesan-kesan yang kamu dapatkan setelah menonton filmnya, ya! Kamu bisa membagikannya di kolom komentar yang sudah disediakan, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *