Bacaterus / Review Film Korea / Review & Sinopsis Full House: Drama Komedi Romantis Klasik

Review & Sinopsis Full House: Drama Komedi Romantis Klasik

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagi yang benar-benar sudah lama menjadi penggemar K-Drama pasti kalian tidak asing dengan Full House. K-drama klasik yang dibintangi oleh Rain dan Song Hye Kyo ini rilis pada tahun 2004. Meskipun pada saat itu K-Drama belum se-mainstream sekarang dan internet juga belum berkembang seperti saat ini, Full House mampu mendulang kepopuleran secara internasional.

Lantas apa yang membuat banyak orang tertarik untuk menonton drama Full House? Simak review di bawah ini ya!

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2004
  • Genre: Romance, Comedy
  • Network: KBS
  • Produksi: Kim Jong-hak Production
  • Sutradara: Pyo Min Soo
  • Pemeran: Song Hye Kyo, Rain, Han Eun Jung, Kim Sung Soo
  • Jumlah episode: 16

Han Ji Eun (Song Hye Kyo) merupakan seorang gadis penulis novel online dan ia tinggal di sebuah rumah yang disebut “Full House”. Rumah tersebut dibangun oleh ayahnya dan setelah orangtuanya meninggal ia tinggal di rumah itu sendirian.

Selama ini untuk memenuhi kehidupannya, Ji Eun bergantung dari uang warisan dan ia sadar bahwa uang itu saja akan bertahan lama. Maka dari itu ia berusaha keras untuk mencari penerbit yang yang mau mempublikasikan tulisannya supaya kebutuhan finansialnnya terpenuhi.

Suatu hari dua temannya Yang Hee Jin yang ternyata sedang hamil dan Shin Dong Wook menipunya dengan memberikan sebuah tiket liburan gratis ke Shanghai, China. Mereka berdalih semuanya mulai dari tiket hingga akomodasi benar-benar gratis. Karena mereka sudah berteman selama bertahun-tahun, Ji Eun mempercayai mereka dan akhirnya pergi ke Shanghai.

Saat Ji Eun sedang di Shanghai, ternyata kedua temannya itu justru menjual rumah Ji Eun. Mereka memalsukan tanda tangan Ji Eun, sehingga seolah-olah pemilkiknya lah yang menjual rumah itu. Hal tersebut mereka lakukan karena mereka dalam keaadan tersedak ditambah lagi Hee Jin sedang hamil.

Lalu sepulangnya Ji Eun dari Shanghai, ia menemukan rumahnya sudah di jual dan uang miliknya pun sudah tidak ada. Dan yang membuatnya tambah shock, ternyata pemilik baru dari rumahnya adalah aktor terkenal Lee Young Jae yang kebetulan mereka pernah bertemu beberapa kali saat perjalanan liburannya ke Shanghai dan pertemuan keduanya tidak bisa dikatakan baik.

Karena Young Jae melihat Ji Eun benar-benar tak punya tempat untuk bermukim, akhirnya Young Jae menawarkan kesepakan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di tempatnya agar Ji Eun dapat membeli kembali rumahnya.

Suatu saat Young Jae merasa lelah karena terus menerus dirundungi oleh skandal ditambah lagi gadis yang ia sukai selama bertahun-tahun menyukai orang lain. Maka dari itu ia menawarkan pernikahan kontrak selama 6 bulan pada Ji Eun. Dan Ji Eun menerima tawaran itu karena Young Jae menjanjikan akan memberikan kembali rumahnya setelah kontrak mereka selesai.

Love-Hate Relationship

Love-Hate Relationship

Kesan pertama pertemuan Young Jae dan Ji Eun memanglah tidak baik. Dari awal mereka bertemu keduanya selalu saja bertengkar. Ditambah lagi sifat mereka sangatlah bertolak belakang. Ji Eun merupakan gadis yang ceria, polos dan berantakan sedangkan Young Jae mempunyai pribadi yang dingin, galak, dan sangat menyukai kebersihan.

Hal-hal tersebut membuat mereka berdua sangat sering mengolok-olok satu sama lain dan berargumen karena hal-hal kecil. Namun, semakin lama mereka menjalani pernikahan kontrak mereka, keduanya mulai mengenal satu sama lain hingga akhirnya perasaan suka saling tumbuh diantara keduanya.

Tsundere Young Jae

Tsundere Young Jae

Diawal kisah dari drama ini Young Jae sudah menyukai teman masa kecilnya Hye Won selama bertahun-tahun dan sayangnya Hye Won justru menyukai orang lain. Tetapi, setelah menjalani pernikahan dengan Ji Eun, perlahan Young Jae mulai menyukai Ji Eun.

Namun karena Young Jae bingung dengan perasaannya yang setelah bertahun-tahun hanya menyukai Hye Won, ia bersikap buruk pada Ji Eun. Ia sering meninggikan suaranya saat berbicara dengan Ji Eun dan juga mengolok-oloknya sebagai bentuk penyangkalan terhadap perasaannya pada Ji Eun.

Tetapi terkadang Young Jae juga menunjukan sisi pedulinya pada Ji Eun dengan caranya sendiri. Dan semakin berkembangnya jalan cerita, Young Jae mulai sering menunjukan perhatiannya pada Ji Eun.

Well-Produced OST

Well-Produced OST

Beberapa faktor yang membuat sebuah drama sukses bukan hanya datang dari storyline dan juga para pemainnya, soundtrack juga mempunyai peranan penting, Soundtrack yang dirilis untuk drama Full House ini sangat cocok dengan seluruh tema yang digambarkan pada drama ini mulai dari adegan komedinya, romantis, fluffy hingga saat adegan sedih.

Seperti saat Young Jae ataupun Ji Eun menunjukan adegan dimana mereka mulai saling menyukai lagu “I Think I Love You” yang dinyanyikan oleh Byul akan menemani adegan tersebut. Lalu, pada adegan dimana Young Jae sedang bersedih, lagu “Destiny” dari WHY dapat membuat suasana tersebut semakin intens.

Jika kalian pernah menonton drama ini, pasti kalian masih mengingat beberapa soundtrack-nya dan setuju bahwa Full House merupakan salah satu drama Korea dengan soundtrack paling solid.

Did You Know?

Did You Know?

Full House merupakan drama yang diadaptasi dari manhwa yang ditulis oleh Won Soo-yeon dengan judul yang sama. Dan selama masa penanyangannya, drama ini menerima sambutan yang baik hingga pernah meraih rating sebesar 42%.

Tidak hanya di Korea, Full House juga sempat ditayangkan di stasiun TV di beberapa negara Asia dan juga Australia, Mexico hingga Algeria. Saking populernya, beberapa negara bahkan turut memproduksi remake dari drama ini.

Tidak hanya dramanya, rumah yang digunakan untuk syuting drama ini juga tak kalah populer. Tidak seperti drama pada umumnya, rumah yang digunakan sebagai setting drama ini merupakan rumah sungguhan yang memang mereka bangun khusus untuk drama ini.

Arsitektur dari rumah ini ditambah dengan kepopularitasan dramanya membuat rumah ini sering dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun internasional. Namun sayangnya rumah dengan desain cantik ini sudah tidak ada karena bencana angin topan yang terjadi pada tahun 2013.

Final Thought

Final Thought

Full House merupakan drama pertama yang pernah saya tonton karena saat itu Full House sempat tayang di salah satu stasiun televisi di Indonesia. Dan saya juga sempat menonton ulang drama ini beberapa kali. Saya menikmati “love quarrel” yang ditampilkan oleh Young Jae dan Ji Eun dan juga comedy antics yang drama perlihatkan.

Namun setelah saya menonton drama-drama lain, saya merasa penyelesaian plot utama dari drama ini terlalu berputar-putar. Hampir setiap kali hubungan mereka berkembang pasti ada saja hal yang mengganggu keduanya. Selain itu, butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya Young Jae dan Ji Eun benar-benar mengkomunikasikan perasaan mereka

Meskipun plot dari drama ini benar-benar fiksi dan predictable namun Full House tetap membuat saya betah untuk menontonnya kembali. I guess that’s the charm of classic drama. Mereka tetap dapat menghibur para penonton dengan cara mereka sendiri meskipun secara plot dan sinematografi-nya tidak sespektakuler drama modern.

Sehingga secara keseluruhan saya memberi skor 7/10 untuk Full House. Lalu bagaimana dengan kalian? Bagaimana penilaian kalian mengenai drama klasik ini? Share pendapat kalian di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *