Bacaterus / Donasi Palu untuk Meringankan Beban Saudara-saudara Kita

Donasi Palu untuk Meringankan Beban Saudara-saudara Kita

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 Desember 2018

Belum habis duka menyelimuti bangsa Indonesia setelah Pulau Lombok dihantam gempa bertubi-tubi hingga membuat banyak masyarakatnya terpaksa harus tinggal di tenda-tenda pengungsian. Kembali datang musibah yang membuat hati kita bergetar karena banyaknya korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa maupun tsunami di Palu, Sulawesi.

Informasi terbaru yang saya baca dari ACT mengabarkan bahwa tidak kurang dari 1.203 orang meninggal dalam gempa dan tsunami Palu-Donggala. Kekuatan gempa yang mencapai 7,4 skala Richter pada Jumat sore tanggal 28 September 2018 tidak hanya menyebabkan ribuan jiwa melayang, melainkan menyebabkan juga berbagai fasilitas umum serta ratusan rumah maupun bangunan luluh lantak dan nyaris rata dengan tanah.

donasi palu

Para korban gempa dan tsunami Palu-Donggala yang mengalami luka berat maupun ringan kini ditangani dan tersebar di berbagai Rumah Sakit. Jumlah korban yang mengungsi tidak kurang dari 16.000 orang. Dan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Sekalipun pemerintah maupun negara-negara tetangga sudah juga ikut membantu mengulurkan tangan untuk para korban bencana di Palu. Namun tentu saja jumlah donasi yang dibutuhkan tetap sangat besar, mengingat dampak gempa maupun tsunami serta jumlah para pengungsi yang saat ini hidup serba kekurangan.

Melihat nasib malang yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, saya secara pribadi ingin mengajak teman-teman untuk mengulurkan tangan memberikan donasi. Donasi Palu bisa disalurkan melalui berbagai lembaga seperti ACT (aksi cepat tanggap), aplikasi Bukalapak, KitaBisa.com, BRI Syariah, UI, UGM, dan masih banyak yang lainnya.

Donasi Palu sangat dibutuhkan mengingat saat ini para pengungsi kesulitan mendapatkan air bersih, tempat tinggal yang layak, BBM, jaringan listrik yang terbatas, kekurangan makanan, selimut, dan lain-lain.

Penyebab gempa dan tsunami di Palu Sulawesi

Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), penyebab utama terjadinya gempa bermagnitudo 7,4 (skala richter) di Donggala adalah akibat adanya aktivitas sesar Palu Koro. Gempa ini termasuk jenis gempa dangkal karena lokasi episenter dan kedalamannya hanya berada pada kedalaman 10 km saja.

Menurut Institut Teknologi Bandung (ITB), LIPI, dan BPPT, penyebab terjadinya tsunami pasca gempa diakibatkan oleh dua hal yaitu, akibat adanya longsoran sedimen di dasar laut pada kedalaman 200-300 meter, dan yang kedua akibat gempa lokal. Gempa lokal tersebut terjadi di bagian luar Teluk Palu.

Wilayah-wilayah terdampak gempa

Wilayah terdampak gempa terparah tentu saja adalah wilayah Donggala dan Palu. Namun selain dua wilayah tersebut, ada dua wilayah lainnya yang juga mengalami kondisi tidak jauh berbeda dengan dua wilayah yang telah disebutkan yaitu, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi.

Komunikasi yang masih lumpuh dan jaringan listrik yang masih padam hingga saat ini membuat BNPB belum mengetahui secara pasti separah apa kondisi dan kerusakan kedua wilayah tersebut yang disebut belakangan.

Pengungsi gempa dan tsunami Palu

Pasca terjadinya gempa dan tsunami, setidaknya ada sekitar 16.000 orang lebih yang mengungsi di beberapa titik seperti, di wilayah Palu dan Donggala serta beberapa wilayah lainnya. Khusus untuk kota Palu, pengungsian tersebar di 24 titik.

Seperti yang telah saya sampaikan di atas, saudara-saudara kita ini sangat membutuhkan uluran tangan karena kondisi mereka yang sangat sulit. Mereka membutuhkan selimut, pakaian, tenda, handuk, makanan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bagi Anda yang ingin membantu saudara-saudara kita, Anda bisa menyalurkan bantuan melalui donasi Palu yang digalang oleh berbagai lembaga maupun tempat-tempat penggalangan dana terpercaya.

Selain bantuan logistik, para korban juga membutuhkan bantuan SDM dari tim SAR, relawan, petugas medis, TNI, termasuk juga alat berat dan anggaran yang akan digunakan untuk memulihkan kondisi yang terdampak gempa maupun tsunami.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar