Bacaterus / Jalan-Jalan / Wisata Dunia / 9 Destinasi Wisata di Pulau Jeju yang Indah dan Memesona

9 Destinasi Wisata di Pulau Jeju yang Indah dan Memesona

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2018

Jika Indonesia memiliki Bali sebagai salah satu destinasi wisata yang mendunia, Korea Selatan memiliki Pulau Jeju yang ketenarannya sama seperti Pulau Bali. Pulau Jeju dulu dikenal dengan nama Tamna yang artinya “negara pulau”. Di zaman Dinasti Goryeo, nama Tamna berganti menjadi Jeju yang artinya “provinsi besar di seberang lautan”.

Sebelum menjelajahi Pulau Jeju, mari kita gali apa yang menjadi keunikan pulau ini. Pulau Jeju letaknya terpisah dari daratan Korea memiliki bahasa Korea dengan dialek yang khas. Penduduk Pulau Jeju memakai dialek bahasa lokal, yang disebut Jejueo, untuk berkomunikasi. Dialek ini berbeda dengan dialek standar bahasa Korea umumnya.

Selain itu, mereka memiliki haenyo. Haenyo adalah sebutan untuk para perempuan Pulau Jeju yang dari zaman dulu kala terkenal akan kemahirannya menyelam. Mereka biasanya menyelam untuk mencari abalon dan bulu babi laut.

Keindahan Pulau Jeju tak hanya menarik para pasangan yang akan berbulan madu tapi juga sutradara drama Korea. Beberapa drama Korea hits, seperti Dae Jang Geum, Goong, Playful Kiss, Boy Over Flowers, dan Secret Garden, berlokasi syuting di pulau ini.

Sebagai salah satu destinasi wisata terkenal, Pulau Jeju memiliki banyak tempat-tempat yang sangat menarik untuk dijelajahi. Ada berbagai jenis wisata di Pulau Jeju, seperti wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Berikut ini 9 destinasi wisata di Pulau Jeju yang menarik untuk dikunjungi saat berlibur ke Korea Selatan.

9 Destinasi Wisata di Pulau Jeju

1. Seongsan Ilchulbong

Seongsan Ilchulbong

Salah satu destinasi wisata alam favorit yang menjadi incaran para pelancong adalah Seongsan Ilchulbong. Puncak Matahari Terbit adalah julukan untuk tempat ini. Seperti julukannya, Seongsan Ilchulbong terkenal di kalangan pengunjung sebagai spot untuk menyaksikan matahari pagi menyingsing.

Dulunya, Seongsan Ilchulbong berada di dalam laut. Namun, karena erupsi vulkanik bawah laut yang terjadi kira-kira 5.000 tahun yang lalu, akhirnya muncul kawah yang mirip seperti mangkuk. Puncak Seongsan Ilchulbong dikelilingi oleh batu-batu yang tajam.

Pemandangan di sebelah utara dan tenggara Seongsan Ilchulbong adalah jurang yang tajam dan laut lepas, sedangkan sebelah barat laut dihiasi dengan bukit dengan hamparan rumput hijaunya yang menyejukkan mata.

Kamu yang senang wisata alam, jangan sampai melewatkan Seongsan Ilchulbong. Jika ingin melihat pemandangan matahari terbit dengan warna keemasan yang menakjubkan, tak ada tempat sebaik puncak Seongsan Ilchulbong. Tantangannya hanya satu, yaitu deretan tangga yang mengular. Namun lelah itu akan terbayar saat menyaksikan kemilau sinar matahari yang terbit dari ufuk timur.

Karena letak Seongsan Ilchulbong yang berhadapan langsung dengan laut lepas, jangan lupa untuk membawa baju tebal jika tak tahan dengan hembusan angin kencang. Untuk sampai di tempat ini, kamu bisa naik bus nomor 111 atau 112 dari Bandar Udara Jeju. Lama perjalanan sekitar 1.5 – 2 jam. Harga tiket masuk 2,000 Won untuk orang dewasa dan 1,000 Won untuk remaja dan anak-anak.

2. Cheonjiyeon Falls

Cheonjiyeon Falls

Air Terjun Cheonjiyeon adalah salah satu dari tiga air terjun terkenal di Pulau Jeju, selain Air Terjun Cheonjeyeon dan Jeobang. Air Terjun Cheonjiyeon terletak di daerah Seogwipo. Nama Cheonjiyeon memiliki arti “langit yang terhubung dengan bumi”.

Untuk sampai ke Air Terjun Cheonjiyeon, kamu harus berjalan kaki dari pintu masuk menelurusi jalan yang kanan-kirinya ditumbuhi pohon rindang. Di bawah Air Terjun Cheonjiyeon terdapat kolam dengan warna hijau turquoise.

Selain air terjun, banyak pemandangan alam lainnya yang bisa dinikmati sambil berjalan santai, salah satunya adalah sungai yang jernih yang di atasnya terdapat jembatan penyeberangan yang terbuat dari beton dan blok-blok. Banyak orang yang menjadikan jembatan ini sebagai spot selfie atau wefie.

Jika kamu ingin berkunjung ke Air Terjun Cheonjiyeon, kamu bisa naik bus dan taksi. Harga tiket masuknya sama dengan Seongsan Ilchulbong, 2, 000 Won untuk orang dewasa dan 1,000 Won untuk remaja dan anak-anak.

3. Jeongbang Falls

Jeongbang Falls

Selain Cheonjiyeon, salah satu air terjun terkenal di Jeju adalah Jeongbang. Yang unik dari air terjun Jeongbang adalah airnya yang langsung mengalir ke laut. Ketinggian Air Terjun Jeongbang sekitar 23 meter. Air turun dari jurang ke dalam kolam berwarna biru tua yang di bawahnya berisikan pasir kasar berwarna abu-abu.

Air Terjun Jeongbang tidak mengalir tiap musim. Ada masa para pengunjung tak bisa menyaksikan pemandangan air mengalir di Air Terjun Jeongbang. Dengan menuruni tangga, tak kurang dari lima menit dari tempat parkir, kamu bisa langsung sampai di air terjun ini. Harga tiket masuknya 2.000 Won untuk dewasa dan 1.000 Won untuk remaja dan anak-anak.

4. Cheonjeyeon Falls

Cheonjeyeon Falls

Air terjun ketiga yang terkenal di Pulau Jeju adalah Air Terjun Cheonjeyeon. Nama lain untuk Air Terjun Cheonjiyeon adalah “kolam dewa”. Legendanya mirip dengan Jaka Tarub dan tujuh  bidadari. Diceritakan tujuh peri yang bertugas melayani Raja Langit turun dan mandi di air terjun ini.

Ada dua air terjun lagi yang terdapat di area Air Terjun Cheonjeyeon. Untuk sampai ke tiga air terjun tersebut, kamu harus berjalan menyusuri jalan kecil berlapis batu dan tangga-tangga.

Suasana di Cheonjeyeon sama seperti di Cheonjiyeon, kanan-kiri dihiasi pohon hijau yang rindang serta sungai yang dialiri air yang jernih. Suasana di sekitar Air Terjun Cheonjeyeon yang tenang dan “adem”, cocok bagi kamu yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan asri.

5. Seonimgyo Bridge

Seonimgyo Bridge

Jembatan Seonimgyo terletak di dekat Air Terjun Cheonjeyeon. Dengan bentuk yang melengkung, jembatan ini terbentang dari timur ke barat. Letaknya tepat di atas sungai yang berada di antara air terjun kedua dan ketiga yang ada di sekitar Air Terjun Cheonjeyeon. Nama lain jembatan ini adalah Jembatan Tujuh Peri atau Chilseongyeogyo.

Di kedua sisi Jembatan Seonimgyo dihiasi gambar peri. Disebutkan bahwa jembatan ini adalah simbol jalan turunnya para peri. Jembatan ini selesai dibuat tahun 1984 dan menghabiskan 400 juta Won. Untuk menyeberangi jembatan ini tidak dipungut bayaran alias gratis. Pemandangannya yang indah membuat Jembatan Seonimgyo sayang jika tidak diabadikan melalui jepretan kamera.

6. Cheonjeru Tower

Cheonjeru Tower

Cheonjeru Tower terletak di ujung Jembatan Seonimgyo. Apa itu Cheonjeru? Cheonjeru adalah sebuah tower yang dibangun dengan menggunakan arsitektur tradisional Korea. Di palang-palang yang menyangga atap terdapat lukisan tujuh peri yang turun dari langit. Ada juga lukisan dewa gunung yang memiliki hubungan dengan air terjun di Pulau Jeju.

Tiap bulan Mei diadakan Festival Chilseonyeo di tempat ini. Jika kamu datang pada bulan Mei ke Pulau Jeju, pastikan untuk menyaksikan festival yang menarik tersebut. Sama seperti Jembatan Seonimgyo, tempat ini tak memungut bayaran kepada pengunjung.

7. Saeyeongyo Bridge

Saeyeongyo Bridge

Jembatan Saeyeongyo jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki. Jembatan ini merupakan jembatan pejalan kaki terpanjang di daerah tenggara Korea Selatan yang menghubungkan Pelabuhan Seogwipo dan Saeseom Island. Dibuka pada bulan September 2009, jembatan ini menarik perhatian para pengunjung yang datang ke Pulau Jeju.

Daya tarik jembatan Saeyeongyo adalah adanya lampu LED yang terpasang di jembatan yang akan menyala di malam hari. Tak heran bila banyak pengunjung yang datang saat hari mulai gelap. Keindahan cahaya lampu membuat jembatan ini tempat favorit untuk berswafoto.

Di dekat jembatan terhampar laut yang dihiasi batuan karang yang besar-besar. Orang-orang senang duduk atau berdiri di batu-batu karang tersebut sambil menikmati pemandangan matahari terbenam yang berwarna kemerahan.

8. Yongduam Rock

Yongduam Rock

Jika kamu kenal Batu Hiu di daerah Pangandaran di Ciamis, di Pulau Jeju ada Yongduam Rock atau Batu Kepala Naga. Banyak turis, terutama turis asing, berbondong-bondong mengunjungi Yeongduam Rock untuk melihat penampakan batu yang berbentuk kepala naga tersebut.

Batu tersebut merupakan batu hasil letusan vulkanik. Karena terpaan angin dan laut maka batu itu berubah bentuk menjadi mirip dengan kepala naga. Menurut legenda setempat, naga ini perwujudan dari utusan Raja Naga yang ditugaskan untuk mengumpulkan ramuan kehidupan di Gunung Halla. Selain versi tadi, ada juga versi lain mengenai Yongduam Rock ini.

Kunjungan ke Yongduam Rock gratis, tak dipungut bayaran. Jika kamu merasa batu itu biasa-biasa saja, kamu bisa menikmati pemandangan laut yang dihiasi batu-batu karang.

9. Teddy Bear Museum

Teddy Bear Museum

Museum Teddy Bear tidak hanya ada di Korea Selatan tapi di seluruh dunia. Museum Teddy Bear pertama ada di Hampshire, Inggris. Di Korea Selatan, ada tiga Museum Teddy Bear, di Seoul Namsan Tower, di Pulau Jeju dan di Gunsan di Provinsi Jeollabuk. Ketiganya memiliki isi yang tak jauh berbeda. Perbedaan hanya terletak di luas dan bentuk bangunan.

Para penyuka boneka Teddy akan senang berada di tempat ini. Di sini pengunjung bisa menyaksikan beraneka ragam bentuk dan gaya boneka Teddy. Boneka-boneka lucu ini dipakaikan baju yang bermacam-macam bergantung zaman yang diusung. Mereka juga bisa bergerak-gerak yang membuat boneka-boneka itu tampak lebih menarik.

Untuk masuk ke museum ini, kamu harus merogoh kocek agak dalam. Orang dewasa dikenakan tiket seharga 10.000 – 13.000 Won. Para remaja hanya dikenakan tiket seharga 9.000 – 10.000 Won. Di museum ini juga terdapat tempat penjulan oleh-oleh jika kamu ingin memiliki boneka-boneka lucu tersebut.

9 destinasi wisata yang disebutkan di atas adalah sebagian dari banyak destinasi wisata yang ada di Pulau Jeju. Karena pulaunya tak terlalu besar, kamu bisa menjelajahi beberapa tempat wisata dalam beberapa hari saja. Dari 9 tempat wisata yang telah dijelaskan, adakah yang kamu ingin kunjungi? Atau kamu mau tahu tempat wisata di Korea? Silakan kunjungi artikel 10 tempat wisata di Korea Selatan yang wajib dikunjungi ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Siti Hasanah
Sansan adalah panggilan yang tersemat pada sesosok perempuan pecinta traveling. Saat gejolak jiwa traveling mereda, dia senang mengabadikan buah pikirannya ke dalam tulisan. Selain traveling, dia juga senang sekali memotret walaupun bukan tukan potret profesional. Foto-foto hasil jepretannya banyak dipampang di instagram. Jika galau melanda, makan dan nonton “drakor” adalah pilihan favoritnya.

Leave A Comment