Bacaterus / Film Perang / 10 Film Perang Terbaik Sebelum Perang Dunia 2

10 Film Perang Terbaik Sebelum Perang Dunia 2

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Desember 2019

Film bertema perang sangat lekat dengan perfilman Hollywood. Di era-era awal perfilman ranah Amerika yang kemudian menjadi pusat perfilman dunia, banyak mengusung tema tersebut. Sebut saja film perang terbaik “The Birth of a Nation” produksi 1915.

Setelahnya banyak sekali film-film bertema perang yang diproduksi hingga saat ini, dan kebanyakan meraih beberapa penghargaan penting di dunia perfilman. Untuk menentukan film-film bertema perang mana saja yang menjadi terbaik di genrenya adalah sebuah pilihan yang sulit.

Untuk itu, kami membaginya menjadi 3 bagian dengan 3 kurun waktu yang berbeda. Di bagian pertama ini, kami akan membahas berbagai judul film perang yang bersetting sebelum Perang Dunia II.

10 Film Perang Terbaik Sebelum Perang Dunia 2

1. All Quiet On The Western Front

film perang terbaik ALL QUIET ON THE WESTERN FRONT

Film produksi 1930 ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Erich Maria Remarque, disutradarai oleh Lewis Milestone yang meraih Best Director di ajang Academy Awards lewat film ini. Bersetting di era Perang Dunia I di kesatuan tentara Jerman yang menceritakan perjalanan sekelompok tentara mulai dari pelatihan hingga ke medan perang dengan segala kesulitan yang dihadapi.

Dianggap oleh kebanyakan media sebagai film perang yang mendekati kenyataan, film ini masuk dalam daftar film terbaik versi AFI dan termasuk salah satu film yang terdaftar di National Film Registry karena nilai budaya, sejarah dan estetikanya.

2. Paths Of Glory

PATHS OF GLORY

Film perang dunia produksi 1957 ini disutradarai oleh sineas besar pada masa itu, Stanley Kubrick, dan dibintangi oleh aktor laris pada masanya, Kirk Douglas. Merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Humphrey Cobb.

Bersetting di era Perang Dunia I di kesatuan tentara Prancis yang sedang berusaha mematahkan serangan Jerman dengan mengerahkan pasukan untuk misi bunuh diri. Setelah serangan itu gagal total, dipilihlah 3 orang untuk dibawa ke pengadilan atas dakwaan tindakan pengecut oleh seorang jenderal.

Hanya kolonel pasukan tersebut yang membela mereka meski diapun gagal menyelamatkan mereka. Lewat beberapa tindakan investigasi dan lobby sana-sini, akhirnya dia bisa menjebak sang jendral pengecut yang telah menuduh kesatuannya sebagai pasukan pengecut.

3. Glory

GLORY

Film yang disutradarai oleh Edward Zwick yang terkenal sebagai sineas dengan seni sinematografi apik ini dibintangi oleh Matthew Broderick, Denzel Washington (meraih Best Supporting Actor di ajang Academy Awards lewat film ini), Morgan Freeman dan Cary Elwes.

Deretan aktor itu mampu memberikan penampilan terbaik di film yang dibuat berdasarkan kumpulan surat Kolonel Robert Gould Shaw, novel One Gallant Rush karya Peter Burchard dan kumpulan foto karya Lincoln Kirstein.

Bersetting di era American Civil War, Kolonel Robert Shaw memimpin pasukan infantri yang berisi tentara Afrika-Amerika pertama dalam sejarah. Meskipun pada akhirnya mereka kalah dan gugur dalam perang, jasa-jasa mereka diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sejak pemerintahan Abraham Lincoln.

4. Dances With Wolves

DANCES WITH WOLVES

Dances with Wolves” adalah film produksi 1990 yang disutradarai, diproduseri dan dibintangi oleh Kevin Costner yang diakui para kritikus film sebagai film terbaiknya. Kevin Costner menggarap film ini selama 5 tahun dan mengantarkannya meraih Best Picture dan Best Director di ajang Academy Awards.

Bersetting di era American Civil War, menceritakan seorang letnan yang berusaha membangun kembali benteng di batas luar perbatasan negaranya. Bersinggungan dengan 2 suku Indian yang saling berseteru, sang letnan bersahabat, yang akhirnya tumbuh percintaan, dengan seorang wanita dari salah satu suku tersebut yang mengangkatnya sebagai warga kehormatan.

Tetapi bagi negaranya, dia dianggap sebagai pengkhianat dan dijatuhi hukuman, tetapi berhasil diselamatkan oleh suku Indian sahabatnya. Yang menarik dari film ini adalah penggunaan bahasa asli Indian Sioux dengan terjemahan di layar, membuktikan keseriusan Costner sebagai sutradara.

5. The Last Of The Mohicans

THE LAST OF THE MOHICANS

Film yang bersetting pada French and Indian War di Amerika ini dibintangi oleh Daniel Day-Lewis dan di sutradarai oleh Michael Mann. Di produksi pada 1992, film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya James Fenimore Cooper dan juga film adaptasinya pada 1936 lalu.

Berkat penampilan yang kuat dari Day-Lewis dan chemistry-nya yang apik dengan Madeleine Stowe, film perang Amerika ini mengalir dengan lancar dan layak untuk disimak. Bahkan karakter Hawkeye yang diperankan Day-Lewis masuk sebagai salah satu Hero terbaik versi AFI.

6. Gettysburg

GETTYSBURG

Film produksi 1993 yang sering dianggap sebagai film terbaik tentang American Civil War ini disutradarai oleh Ronald F. Maxwell. Film ini sendiri merupakan adaptasi dari novel The Killer Angels karya Michael Shaara.

Menceritakan salah satu pertempuran terbesar dalam rentetan sejarah panjang American Civil War. Berkisah tetang 3 hari persiapan perang dengan 3 karakter utama berbeda untuk setiap harinya, sehingga memakan durasi yang panjang selama 271 menit.

Hal ini akan melatih kesabaran kita sebagai penonton. Tetapi semua terbayar dengan visualisasi pertempuran di akhir film. Film perang barat ini memiliki prequel berjudul “Gods and Generals” produksi 2003 yang tidak bisa menyamai kesuksesan film ini.

7. The Patriot

THE PATRIOT

Film fiksi tentang sosok pejuang kemerdekaan Amerika yang disutradarai oleh Roland Emmerich dan dibintangi oleh Mel Gibson ini diproduksi pada 2000 silam. Banyak menimbulkan kontroversi karena tokoh fiktif yang membuka jalan bagi kemerdekaan Amerika pada masa revolusi Amerika dianggap menyalahi sejarah bangsa Amerika.

Tetapi salah satu film perang terbaik sepanjang masa ini juga menuai banyak pujian karena adegan pertempuran yang dahsyat dan sinematografi yang apik, meski banyak juga yang mengkritik jalan ceritanya yang terlalu melodramatis.

8. The Last Samurai

THE LAST SAMURAI

Film yang disutradarai oleh Edward Zwick yang kaya akan sinematografi ini diproduksi pada 2003 dan dibintangi oleh Tom Cruise. Dalam Film ini ia berperan sebagai kapten tentara Amerika yang diminta oleh pemerintah Jepang untuk melatih pasukannya demi membuka jalan westernisasi di negara tersebut di era setelah berakhirnya American Civil War.

Ketika pasukannya kalah oleh kumpulan samurai dan dirinya disekap di desa para samurai, sang kapten mempelajari budaya dan ajaran samurai dan menyadari akan kesalahan pemerintah dalam hal westernisasi yang melupakan akar budayanya sendiri.

Pada akhirnya sang kapten membela para samurai dan berjuang bersama melawan tentara pemerintah. Meski akhirnya kalah, tetapi sang kapten mampu menyadarkan kaisar akan maksud para samurai menolak westernisasi. Film ini meraih pendapatan yang luar biasa saat peredarannya di seluruh dunia, mencapai total $ 456 juta.

9. Master and Commander: The Far Side Of The World

Master and Commander The Far Side Of The World

Film perang di lautan produksi 2003 ini disutradarai oleh Peter Weir dan dibintangi oleh Russell Crowe. Film ini merupakan adaptasi dari 3 novel dari 20 novel petualangan Jack Aubrey karya Patrick O’Brian.

Pertempuran di lautan yang jauh sangat berbeda dengan di daratan membuat visualisasi di film ini sangat menakjubkan. Dentuman meriam-meriam dari masing-masing kapal dan efek kerusakan yang ditimbulkannya, ditampilkan dengan sangat baik dan begitu nyata.

Jalan ceritanya pun menarik. Meski semuanya fiksi, termasuk para karakternya, tetapi setting era Napoleonic Wars ini diolah sedemikian baiknya, sehingga masuk dalam nominasi Oscar untuk beberapa kategori, meski akhirnya hanya meraih Best Cinematography dan Best Sound Editing.

10. War Horse

Film perang terbaru produksi 2011 karya sineas kawakan Hollywood Steven Spielberg ini mengisahkan tentang persahabatan seorang remaja dan kuda peliharaannya yang kemudian terpisah oleh Perang Dunia I. Sang remaja akhirnya mendaftarkan diri ke dalam kemiliteran demi untuk menelusuri dan mencari jejak kuda kesayangannya tersebut.

Dengan melalui berbagai macam pertempuran dan kesulitan perang lainnya, akhirnya majikan dan peliharaannya tersebut bertemu kembali, membuktikan keterikatan hati diantara mereka berdua.

Seperti biasa, Spielberg membawa semua kru favoritnya, seperti Janusz Kaminski sebagai cinematographer, Michael Kahn sebagai editor, Rick Carter sebagai art director dan John Williams sebagai composer. Sayang, meski banyak dinominasikan di ajang Academy Awards, tetapi film ini gagal membawa pulang piala Oscar.

Nah itulah kumpulan film perang terbaik yang mengambil setting sebelum perang dunia kedua. Di artikel selanjutnya kami juga akan membahas film perang dunia 2 terbaik dan film terbaik pasca perang dunia II. Jika Anda memiliki rekomendasi film terbaik lainnya yang belum ada di daftar ini, silahkan bagikan dengan kami di kolom komentar di bawah ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *