Bacaterus / Sastra / Mau Tahu Ciri-Ciri Puisi? Kita Bahas Lengkap di Sini!

Mau Tahu Ciri-Ciri Puisi? Kita Bahas Lengkap di Sini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menulis bukan cuma kegiatan untuk mengisi waktu luang. Tulisan-tulisan yang dihasilkan sangat mungkin untuk dijadikan karya. Entah sebagai penikmat atau pembuat, sebuah karya punya tempat sendiri di kehidupan sehari-hari. Ada banyak jenis karya sastra yang berasal dari kegiatan menulis, salah satunya adalah puisi.

Semua orang pasti pernah membaca puisi. Entah itu karena hobi atau ketika belajar di bangku sekolah. Namun, karya sastra yang kita baca itu sangat beragam. Lalu bagaimana sebuah karya sastra kemudian disebut puisi? Apa yang membedakan puisi dengan karya sastra lainnya? Jawabannya adalah ciri-cirinya.

Setiap karya sastra punya ciri-ciri sendiri, begitu pula puisi. Jadi, untuk bisa menentukan apakah sebuah karya sastra itu puisi atau bukan, kita harus mengenali dulu ciri-ciri puisi. Ini penting untuk diketahui karena tidak semua karya sastra yang kita baca adalah puisi. Tidak semua untaian kata yang indah bisa disebut puisi.

Selain puisi ada banyak karya sastra lain seperti prosa, pantun, atau hikayat. Semua karya sastra itu sama-sama dihasilkan melalui tulisan dan sama-sama dijadikan media untuk menyampaikan perasaan. Namun sebenarnya, karya-karya itu punya ciri-ciri yang menjadi pembeda. Mau tahu ciri-ciri puisi? Kita Bahas Lengkap Di Sini!

Ciri-Ciri Puisi Puisi Umum

Puisi sendiri dibedakan menjadi tiga ciri, ada yang umum, lama, dan kontemporer. Nah, untuk mengetahui selengkapnya, coba baca ulasan berikut.

1. Menggunakan Bait

Menggunakan Bait

Ciri puisi secara umum yang pertama adalah bentuk penulisannya. Puisi ditulis dengan bait yang terdiri dari baris-baris. Sementara karya sastra lain umumnya berbentuk paragraf. Ciri puisi yang satu ini cukup memudahkan kita untuk membedakan puisi dengan karya sastra lain bahkan sebelum membacanya.

2. Diksi yang Digunakan

Diksi yang Digunakan

Ciri puisi secara umum selanjutnya adalah tentang diksi yang digunakan. Orang-orang yang suka membaca puisi pasti tahu kalau diksi yang digunakan dalam puisi bersifat kiasan. Jadi meski puisi cenderung pendek dan padat, kita tetap bisa merasakan keindahannya. Sejalan dengan itu, ada kalanya sebait puisi perlu dibaca berulang-ulang supaya kita dapat memahami maknanya.

3. Majas yang Dominan

Majas yang Dominan

Untuk yang belum tahu, majas adalah gaya bahasa yang kerap digunakan penulis untuk menyampaikan pesan di dalam karya tulisnya secara imajinatif dan kias. Majas yang dominan adalah salah satu ciri puisi secara umum. Jangan heran kalau setiap orang punya penafsiran berbeda akan sebait puisi yang sama.

4. Rima

Rima

Puisi nggak cuma soal untaian kata yang indah dan bermakna. Rima juga menjadi salah satu ciri puisi secara umum. Diksi yang digunakan pasti mempertimbangkan rima. Nggak cuma secara tekstual, rima juga menjadi pembeda ketika sebuah puisi dibawakan secara verbal. Nggak heran kalau banyak orang suka menonton pembacaan puisi.

5. Unsur yang Tidak Ditonjolkan

Unsur yang Tidak Ditonjolkan

Kalau dalam karya sastra lain unsur-unsur seperti setting, alur, dan tokoh pasti menjadi unsur yang ditonjolkan. Dalam puisi, unsur-unsur tersebut tidak ditonjolkan. Unsur yang tidak ditonjolkan itu adalah salah satu ciri puisi secara umum dan bukan kesalahan. Sebuah puisi tetap utuh meski setting, alur, dan tokohnya tidak ditonjolkan.

Ciri-Ciri Puisi Puisi Lama

Itulah ciri-ciri puisi secara umum. Kemudian, puisi juga terbagi lagi menjadi puisi lama dan puisi baru atau yang lebih sering disebut dengan puisi kontemporer. Tentu saja keduanya punya ciri yang berbeda. Setelah mengetahui ciri-ciri puisi secara umum, mari kita lanjut dengan mengupas ciri-ciri puisi lama dan puisi kontemporer.

1. Metode Penyebarannya

Metode Penyebarannya

Puisi lama menyebar dari mulut ke mulut. Nggak heran mengingat jaman dulu akses untuk menulis nggak semudah sekarang. Malah, masih banyak sekali orang dewasa yang nggak bisa menulis dan membaca. Sungguh luar biasa, dengan banyaknya keterbatasan, tapi tetap bisa menghasilkan karya.

2. Tidak Tertulis

Tidak Tertulis

Karena metode penyebarannya dari mulut ke mulut, puisi lama disampaikan secara lisan, bukan tulisan. Namun yang luar biasa adalah, banyak puisi lama yang masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Ini menandakan kalau setiap karya punya umur yang sangat panjang, bahkan lebih panjang dari pembuatnya. Jadi, jangan ragu untuk berkarya teman-teman!

3. Terikat pada Aturan

Terikat pada Aturan

Ciri puisi lama berikutnya adalah terikat pada aturan. Jaman dulu referensi masih sangat terbatas dan akses masih sangat sulit. Aturan yang mengikat puisi lama antara lain jumlah suku kata dan suku kata dalam baris, jumlah baris dalam bait, dan rima. Inilah salah satu ciri yang membuat puisi lama mudah dikenali.

4. Anonim

Anonim

Kamu mungkin pernah membaca sebait puisi tapi nggak tahu siapa penulisnya? Bisa jadi itu adalah puisi lama. Disampaikan secara verbal dan menyebar dari mulut ke mulut membuat puisi lama menjadi anonim. Keterbatasan yang ada membuat orang-orang sulit untuk memastikan siapa yang pertama kali membuat puisi itu pada jaman dulu.

5. Gaya Bahasanya

Gaya Bahasanya

Gaya bahasa juga menjadi ciri yang membuat puisi lama mudah dikenali. Puisi lama cenderung menggunakan gaya bahasa yang statis dan klise. Gaya bahasa yang digunakan puisi lama tentu sangat berbeda dengan yang digunakan pada puisi baru. Sebagaimana manusia, bahasa juga berkembang.

Baca juga: Cara Membuat Puisi yang Bagus dan Indah bagi Pemula

Ciri-Ciri Puisi Puisi Kontemporer

Kalau puisi lama sudah kita ketahui ciri-cirinya, bagaimana dengan puisi kontemporer? Nggak lengkap rasanya kalau kita nggak membahas ciri-ciri puisi kontemporer. Nggak bisa dipungkiri, kalau puisi-puisi kontemporerlah yang lebih banyak dibaca generasi muda. Jadi, kita bahas juga ciri-ciri puisi kontemporer, yuk?

1. Lebih Bebas

Lebih Bebas

Ciri pertama dari puisi kontemporer adalah bentuknya yang lebih bebas. Ini disebabkan oleh banyaknya referensi yang bisa dimanfaatkan oleh para penulis dan didukung oleh semakin mudahnya akses karena perkembangan teknologi. Puisi kontemporer nggak terikat seperti puisi lama karena lebih mengutamakan ekspresi jiwa.

2. Lebih Eksperimental

Lebih Eksperimental

Kalau kamu membaca puisi dan menemukan hal-hal baru di dalamnya, kemungkinan besar itu adalah puisi kontemporer. Perkembangan jaman memungkinkan para penulis untuk melakukan berbagai eksperimen yang kemudian menghasilkan banyak hal-hal baru yang nggak kita temukan dalam puisi lama.

3. Bentuk yang Dinamis

Bentuk yang Dinamis

Kalau puisi lama cenderung statis, puisi kontemporer lebih dinamis. Itu berlaku untuk cara penulisan, diksi, sampai ke rima. Semua hal yang terasa statis dalam puisi lama akan terasa dinamis dalam puisi kontemporer. Bisa dibilang, itulah yang paling memudahkan kita untuk membedakan. Meski demikian, puisi lama dan puisi kontemporer punya keindahan masing-masing, teman-teman!

4. Pengarangnya Diketahui

Pengarangnya Diketahui

Kalau puisi lama punya ciri anonim karena disampaikan melalui lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, puisi kontemporer nggak demikian. Kalau kamu menemukan sebait puisi di media sosial, pasti kamu juga akan menemukan siapa pengarangnya. Malah seringkali lengkap dengan tahun pembuatannya.

Dengan memahami ciri-ciri puisi, tentu akan memudahkan kita untuk membedakan antara puisi dengan karya sastra lainnya. Apakah teman-teman punya puisi favorit? Kalau ada, boleh dibagikan di kolom komentar. Entah puisi lama atau puisi kontemporer, keduanya sama-sama bisa menjadi referensi dan bahan pembelajaran untuk para pembaca yang membutuhkan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *