Bacaterus / Kucing / Waspada! Ini 10 Ciri-Ciri Kucing Peliharaan Menderita Sakit

Waspada! Ini 10 Ciri-Ciri Kucing Peliharaan Menderita Sakit

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 April 2019

Tidak seperti Anjing, kucing diketahui tidak menunjukkan emosinya yang bisa mempersulit pemilik hewan peliharaan untuk mengetahui apakah kucing mereka merasa sehat atau tidak. Berikut adalah tanda dan gejala yang harus kamu cari untuk tahu apakah kucingmu sakit dan situasi seperti apa yang membuatmu harus membawa kucingmu ke dokter hewan.

Bacaterus akan membahas beberapa ciri kucing peliharaan menderita sakit. Sebagai pemilik kucing, kamu harus mengetahui ciri-cirinya berikut ini.

1. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan Nafsu Makan

* sumber: canna-pet.com

Kehilangan nafsu makan bisa menjadi hal yang normal bagi kucing tetapi tetap hal ini tidak boleh diabaikan. Jika kucing melewatkan makan sesekali tetapi sebaliknya makan secara normal maka kamu harus memperhatikan dengan seksama trennya.

Jika kucing berhenti makan secara total atau hanya makan dalam jumlah sedikit, kamu harus berkonsultasi dengan dokter hewan. Kurang makan bahkan untuk beberapa hari dapat menyebabkan masalah serius yang disebut perlemakan hati atau lipidosis hati.

2. Masalah dengan Kotak Pasir

Masalah dengan Kotak Pasir

* sumber: www.catbehaviorsolved.com

Jika kucingmu selalu baik-baik saja ketika menggunakan kotak pasir, dan kemudian tiba-tiba mulai membuat kekacauan di luar kotak, itu pertanda ada masalah. Masalah kesehatan yang dapat menyebabkan masalah dengan kotak pasir di antaranya infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dan batu kandung kemih.

Hal ini bisa menjadi benar jika kamu mengesampingkan kekhawatiran yang jelas seperti kebersihan. Kucing tidak akan menggunakan kotak pasir yang  kotor seperti manusia menggunakan toilet kotor.

Jika kucingmu tampak kesulitan buang air kecil atau buang air besar, segera bawa mereka ke dokter hewan. Jika kucing mencoba pergi ke kamar mandi dan tidak menghasilkan membuang apapun, kucing-kucing itu bisa jadi mengalami penyumbatan di suatu tempat, yang bisa berakibat fatal jika tidak dirawat. Ini biasanya benar jika kucing juga tampak kesakitan, seperti menangis saat mencoba ke kamar mandi.

3. Gusi yang Berubah Warna

Gusi yang Berubah Warna

* sumber: www.justanswer.com

Jika ada yang aneh dengan kucing itu, cek bagian di atas taringnya. Gusi kucing harus berwarna merah muda. Jika gusi berwarna lain, itu tanda ada sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan serius.

Menurut Vetstreet gusi yang tampak sangat pucat atau lambat berubah lagi menjadi warna pink mungkin mengindikasikan kucing mengalami anemia, syok atau sirkulasi yang buruk. Gusi atau lidah kebiruan dapat berarti kekurangan oksigen yang mengancam jiwa kucing.

Gusi merah terang dapat mengindikasikan keracunan panas atau karbon monoksida, dan gusi kuning bisa menandakan kucing menderita penyakit kuning. Jadi, liat bagian bawah kumisnya.

4. Muntah

Muntah

* sumber: cat.reviews

Masalah yang sangat umum pada kucing dengan banyak penyebab adalah muntah. Penyebabnya bisa karena makan sesuatu yang beracun atau tidak bisa dimakan (contohnya tali), hingga infeksi, penyakit saluran kemih, atau diabetes sampai bola bulu.

Gejala muntah biasanya tampak jelas, dan termasuk di antaranya mengiler dan perut yang mengembang. Muntah dapat dengan cepat membuat kucing mengalami dehidrasi, jadi jika kucing terus muntah atau bertingkah buruk, segera hubungi dokter hewan. Mungkin akan membantu untuk mengumpulkan sampel muntah kucing dan membawanya bersama saat pergi ke dokter hewan.

5. Kutu

Kutu

* sumber: www.mycat.com.au

Masalah kesehatan kucing eksternal yang sangat umum adalah kutu. Tapi itu kutu adalah salah satu penyakit yang bisa kamu tangani dengan mudah. Tanda-tanda kucing memiliki kutu di antaranya:

  • Tidak berhenti menggaruk
  • Terdapat kotoran kutu di kulitnya (kotoran kutu terlihat seperti titik-titik hitam kecil)
  • Kulit merah atau teriritasi
  • Sering menjilat
  • Infeksi kulit atau hot spot (infeksi kulit yang sangat gatal)
  • Rambut rontok

Kutu dapat hidup lebih dari satu tahun, dan kucing peliharaanmu dapat berisiko menderita anemia jika masalahnya menjadi serius. Jadi pastikan untuk mengobati masalah kutu kucing dan mencegah munculnya kutu di masa datang.

Tanyakan pada dokter hewan tentang cara mengontrol kutu yang terbaik untuk kucing. Perawatan termasuk obat oral, bedak, busa, dan obat topikal.

Baca artikel cara mengatasi kutu kucing untuk segera memberikan penanganan terbaik bagi kucing yang berkutu.

6. Kebiasaan Tidur Berubah

Kebiasaan Tidur Berubah

* sumber: www.hepper.com

Seperti halnya manusia, kucing yang sedang sakit atau merasa sakit akan sulit beristirahat. Jadi jika kucingmu, yang biasanya tidur atau memiliki pola tidur yang teratur, tiba-tiba mulai suka begadang terus-menerus mengeong atau diam sepanjang malam, maka sudah waktunya untuk memeriksanya ke dokter hewan.

Atau jika kucingmu yang biasanya aktif, tiba-tiba mulai tidur lebih banyak, bahkan selama waktu makan, maka itu artinya dia berusaha menghilangkan rasa sakit dengan cara beristirahat.

7. Diare

Diare

* sumber: heartmindandseoul.com

Diare adalah tanda lain yang menunjukkan bahwa kucing kesayanganmu sedang sakit. Banyak hal yang dapat menyebabkan diare pada kucing, di antaranya makanan busuk, parasit usus, penyakit hati,  alergi, infeksi, kanker, dan banyak lagi.

Gejala diare adalah tinja yang encer, berair, atau cair. Bergantung pada penyebabnya, diare dapat berlangsung selama sehari, seminggu, atau berbulan-bulan.

Jika kucing peliharaanmu mengalami diare, berikan air tawar segar yang banyak pada kucing untuk mencegah dehidrasi. Kemudian singkirkan makanan kucing tidak lebih dari 12 hingga 24 jam.

Bawa kucing ke dokter hewan jika dia masih mengalami diare setelah satu hari atau jika kucing terlihat muntah, kotoran berwarna gelap, berdarah, lesu, atau kehilangan nafsu makan atau jika kucing berusaha keras untuk buang air besar.

8. Suhu Tubuh yang Tidak Normal

Suhu Tubuh yang Tidak Normal

* sumber: www.reference.com

Suhu normal kucing adalah antara 37.7 sampai 39.1oC. Suhu di atas atau di bawah angka-angka itu adalah tanda untuk memanggil dokter hewan. Tentu saja untuk tahu kamu harus mengukur suhu kucingmu. Berikut cara mengukur suhu kucing menurut Vetstreet:

Sebelum mengukur suhu tubuh kucing, pertama-tama lumasi dahulu termometer rektal dengan petroleum jelly atau pelumas pribadi, keduanya boleh digunakan dan masukkan 1 hingga 1,5 inci ke dalam dubur kucing. bergantung pada termometernya, biarkan alat tersebut di dalam dubur kucing mulai dari 10 detik hingga satu menit.

9. Perubahan pada Buang Air Kecil

Perubahan pada Buang Air Kecil

* sumber: www.smallanimaltalk.com

Jika kucingmu mengalami perubahan dalam buang air kecil, pastikan untuk segera diatasi. Tanda-tanda tersebut sering menunjukkan masalah saluran kemih atau masalah ginjal. Jika kamu melihat perubahan frekuensi atau kuantitas urin, buang air kecil yang tidak sesuai, atau darah dalam urin, segera jadwalkan kunjungan ke dokter hewan.

Jika kucing terlihat kesusahan atau kesakitan ketika buang air kecil dan tidak ada yang keluar, ini mungkin situasi yang darurat, terutama pada kucing jantan. Bawa segera kucingmu ke dokter hewan.

10. Perubahan Kepribadian

Perubahan Kepribadian

* sumber: bigwnews.com

Mungkin perubahan kepribadian normal ketika terjadi seiring waktu, terutama seiring bertambahnya usia kucing peliharaanmu. Akan tetapi, jika kucingmu yang biasanya ramah tiba-tiba berubah jadi agresif atau kucingmu yang biasa tampak bahagia dan percaya diri tiba-tiba jadi penakut, sebaiknya segeralah membawa kucingmu ke dokter hewan untuk diperiksa.

Jika kucing terlihat bingung atau disorientasi, maka ini situasi yang lebih mendesak. Jangan tunda lagi. Segera pergi ke dokter hewan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar