Bacaterus / Anak Kucing / Ciri-Ciri Kucing yang Mau Melahirkan serta Cara Membantunya

Ciri-Ciri Kucing yang Mau Melahirkan serta Cara Membantunya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Para cat lovers yang memelihara kucing betina mungkin akan menghadapi hal ini suatu saat di dalam hidup si meong, yaitu kucing hamil. Entah itu karena memang Anda kawinkan dengan kucing jantan peliharaan Anda, peliharaan teman Anda, atau peliharaan kenalan Anda (karena biasanya suka ada sistem “peminjaman” atau “saling pinjam” kucing untuk dikawinkan).

Atau, kalau kucing Anda suka dibiarkan keluar rumah, bisa saja terjadi accident dengan kucing jantan liar. Bagaimana pun caranya, kucing yang hamil perlu Anda perhatikan. Apalagi ketika mereka mendekati waktu melahirkan. Jika Anda masih perdana dalam urusan ini, atau mungkin sudah lupa, inilah ciri-ciri kucing mau melahirkan dari Bacaterus untuk Anda.

Ciri-ciri Kucing yang Akan Melahirkan

Sebelum membahas tanda kucing mau melahirkan, pastikan dulu perut kucing buncit memang karena hamil dan bukan sakit, ya. Masa hamil kucing tidak sama seperti manusia (9 bulan). Kucing mengandung selama 2 bulan saja, lebih tepatnya 58-67 hari.

Dalam satu kali hamil, kucing bisa melahirkan 1-6 anak kucing! Kalau perut kucing sudah semakin besar dan waktunya sudah mendekati 2 bulan, Anda perlu prepare. Ini adalah ciri-ciri kucing mau melahirkan.

1. Selera Makan Berkurang

* sumber: www.babycenter.com

Kalau ini gejalanya mirip manusia, ya. Ketika hamil, biasanya orang jadi malas makan dengan alasan mual atau memang kurang berselera. Itu dikarenakan perut yang semakin membesar menekan organ-organ di dalam tubuh, sehingga kita merasa begah. Itu dirasakan juga oleh ibu kucing.

Selain karena merasa begah, kucing juga lebih sulit bergerak dan mudah lelah semakin perutnya membesar. Walaupun begitu, tetap berikan kucing Anda makanan berkualitas tinggi untuk kebaikan ibu kucing dan anak-anak kucing di dalam kandungan. Jika nafsu makan kucing berkurang drastis hingga tidak mau makan, sebaiknya dibawa ke dokter hewan, karena bisa saja gejala ini dikarenakan hal lain.

2. Tidur Lebih Lama

* sumber: www.petstorynews.com

Kucing tidur selama 16-18 jam sehari. Jangan kaget, karena waktu tidur normal untuk kucing jauh lebih lama dibandingkan manusia, melebihi dua kali lipatnya kita. Jadi, catatlah berapa jam kucing Anda yang lagi hamil tertidur. Jika lebih dari 18 jam, itu bisa berarti dia sudah semakin dekat ke waktu melahirkan.

3. Sering Membersihkan Diri

* sumber: www.shutterstock.com

Kucing memang suka membersihkan diri dengan cara menjilati seluruh tubuhnya, tapi ketika dia terlalu sering melakukannya, itu menjadi tanda-tanda kalau dia mau melahirkan. Apalagi kalau dia sering menjilati lubang kencingnya. Jadi, perhatikan ya!

4. Gelisah

* sumber: www.vettedpetcare.com

Kucing hamil Anda terlihat gelisah? Mungkin dia akan melahirkan! Beberapa tanda kalau kucing gelisah di antaranya mondar-mandir, mengeong terus menerus dan mencari tempat untuk sembunyi. Perasaan gelisah atau takut akan membuat kucing ngumpet, karena itu membuat dia merasa lebih aman dan terhindar dari apapun yang menyebabkan dia takut.

5. Mencari Tempat Sepi dan Terpencil

* sumber: www.sheknows.com

Lanjutan dari yang di atas, jika waktu melahirkan semakin dekat, atau tepatnya sekitar 1-2 minggu sebelum waktu kelahiran, maka kucing Anda secara naluriah akan mencari-cari tempat sepi dan terpencil. Mungkin saja dia akan memilih sudut lemari pakaian, kolong kasur, bawah kursi, apapun itu tempat yang terpencil, gelap dan tidak terlalu luas.

Hal ini dikarenakan kucing memiliki insting untuk melindungi anak-anaknya nanti dari predator, hewan atau manusia lain yang tak dia kenal (dan dianggap sebagai ancaman). Karena tempat-tempat tersebut akan menjadi lokasi melahirkannya nanti, sebaiknya Anda membersihkannya dan menyiapkan sarang untuknya.

6. Mengeluarkan Air

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=3PYiDIzNmj4

Seperti manusia, ketika akan lahiran suka ada yang pecah ketuban terlebih dahulu, kan? Kucing juga begitu. Jika air ketuban kucing sudah bocor, maka dia akan segera melahirkan detik itu juga (atau paling tidak, segera setelah itu). Kalau sudah begini jangan diganggu, ya. Tapi jangan lupa dicek juga siapa tahu kucing Anda membutuhkan bantuan.

Psst, air ketuban berbeda dengan kencing darah, ya. Jika kucing Anda sedang hamil dan dia kencing darah, mungkin ada tanda-tanda kejanggalan dalam kehamilannya. Selain kencing darah, ada tanda komplikasi lainnya seperti air kencing hijau kekuningan (menandakan infeksi pada rahim). Jika hal-hal ini terjadi, sebaiknya segera dibawa ke veterinarian alias dokter hewan.

Membantu Kucing Melahirkan

Kadang kita gemas ingin membantu persalinan kucing kita, kan? Padahal sebenarnya kucing tidak perlu bantuan seperti kita berteriak “dorong.. terus.. semangat!”, toh dia tidak akan mengerti dan malah merasa semakin panik ketika melihat ada orang di sekitarnya ketika dia melahirkan. Tapi, ada kok cara Anda untuk membantu mempersiapkan kucing untuk bersalin. Berikut cara-caranya:

1. Cukur Bulu Kucing

* sumber: videohive.net

Kucing lokal biasanya tak memiliki bulu yang panjang, tapi untuk kucing ras lain atau ras campuran mungkin saja bulunya bisa tumbuh cukup panjang. Pertimbangkan untuk mencukur bulunya sedikit ketika mendekati HPL (hari perkiraan lahir). Jangan dicukur tipis, cukur seperlunya saja, fokuskan pada area puting dan bokong. Jika Anda kesulitan, pergi ke salon hewan!

Jika Anda terlambat memotong bulu kucing tepat waktu, ya sudah mau bagaimana lagi, jangan mencukur bulunya ketika air ketuban sudah pecah atau setelah dia melahirkan. Biarkan saja, karena takutnya bayi-bayi kucing malah kesulitan mengenali bau ibu mereka jika bulunya dicukur.

2. Buatkan Sarang

* sumber: thewirecutter.com

Seperti yang sempat disinggung di atas, buatkanlah sarang untuk kucing Anda. Untuk melahirkan, kucing membutuhkan tempat yang tenang, sepi, agak gelap, hangat, pokoknya tempat yang membuat dia merasa aman.

Pastikan tempat tersebut bukan lokasi yang sering dilewati orang dewasa, apalagi anak kecil yang belum mengerti apa-apa dan juga hewan peliharaan Anda yang lain seperti anjing, atau bahkan kucing lain. Karena, si induk kucing bisa merasa terancam kalau ada orang atau sesuatu di sekitarnya ketika dia akan melahirkan.

Tempatnya juga perlu dipertimbangkan, apakah dekat dengan akses air minum, makanan dan tempat buang airnya. Jika jauh, Anda dekat-dekatkan saja ke sarang baru yang kucing Anda tentukan. Tapi, jangan biarkan tempat buang air terlalu dempet dengan sarangnya juga, ya. Simpanlah sekitar jarak 2 kaki (60 cm) di dekat sarang.

Untuk membuat sarangnya sendiri biasanya menggunakan kardus saja. Pilih kardus yang besar tapi rendah, seperti kardus bekas air minum gelas plastik. Isi kardus dengan handuk, kain halus, atau koran juga cukup sebenarnya.

Pastikan semua benda yang Anda gunakan tidak memiliki aroma menyengat. Jika sebelumnya si meong belum menentukan tempat, dan Anda sudah membuatkannya sarang duluan, tunjukkan saja padanya tempat tersebut ketika dia sudah mendekati waktu melahirkan.

3. Jaga Jarak

* sumber: steemit.com

Ketika proses melahirkan sudah berlangsung, jaga jarak Anda. Pastikan orang lain dan hewan lain di rumah juga jangan sampai mendekat. Jangan nyalakan musik atau televisi keras-keras di dekat kucing juga. Biarkan dia melahirkan dengan perasaan dan situasi yang tenang.

Tapi, jangan tutup ruangan tersebut, ya. Pastikan Anda tetap bisa memantau dan mendengarnya kalau-kalau terjadi kesalahan dalam proses bersalinnya.

4. Persiapan Darurat

* sumber: www.animalwised.com

Harus ada persiapan darurat juga, nih, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Peralatan yang perlu Anda siapkan diantaranya adalah kotak pengangkut (sarang kucing untuk traveling/untuk dibawa ke dokter). Siapkan kotak ini di tempat yang mudah dijangkau Anda, kalau bisa di dekat sarang kucing juga disimpannya, agar kalau kucing perlu dibawa ke dokter bisa langsung Anda angkut.

Siapkan juga handphone untuk menghubungi dokter hewan kepercayaan Anda. Jika kucing kesulitan melahirkan, mungkin dia harus disesar. Jadi, pastikan Anda sudah menyiapkan dananya juga, ya.

Untuk barang lainnya Anda bisa menyiapkan handuk kering yang bersih untuk membersihkan bayi kucing. Anda juga bisa membeli susu bubuk untuk bayi kucing dan botol susunya di toko hewan jika nanti ternyata si meong tidak mau menyusui atau anak-anaknya kesulitan menyusu.

Jadi, begitulah ciri-ciri kucing yang mau melahirkan. Nah, kalau Anda punya pengalaman lain soal kucing yang mau melahirkan, bisa ceritakan di kolom komentar. Tapi, kalau Anda butuh tips lain soal kucing, silakan klik di sini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *