Bacaterus / Kelinci / Ciri-Ciri Kelinci Hamil yang Perlu Diketahui Pemiliknya

Ciri-Ciri Kelinci Hamil yang Perlu Diketahui Pemiliknya

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kamu punya hewan peliharaan di rumah? Hewan apa yang ingin atau sedang kamu pelihara? Kucing yang lucu, anjing yang bersahabat, atau si imut kelinci? Apapun jenisnya, memiliki pengetahuan mengenai binatang yang dipelihara adalah hal yang wajib, apalagi jika berkaitan dengan perkembangbiakan.

Terlebih jika pilihanmu adalah si imut kelinci. Kelinci adalah mamalia dikenal sebagai hewan yang sangat produktif. Pada usia 5 bulan kelinci sudah memasuki masa subur dan sudah dapat dikawinkan. Dalam satu tahun kelinci dapat mengalami 5 kali siklus melahirkan dengan 3 hingga 15 ekor anak dalam satu siklus.

Pengetahuan perkembangbiakan kelinci perlu kamu ketahui agar kelinci dapat berkembang biak dengan baik. Seperti mengenali ciri atau tanda saat kelinci hamil, agar kamu bisa perlakukan calon induk kelinci dengan tepat. Hal ini penting lho agar janin dalam kandungan kelinci terjaga dengan baik juga terhindar dari keguguran.

Jadi, buat kamu yang ingin tahu apa saja ciri atau tanda kelinci hamil, Bacaterus sudah merangkum beberapa metode yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui kelinci milikmu hamil atau tidak. Yuk langsung saja simak bahasannya di bawah ini.

1. Tidak Tertarik pada Jantan

Tidak Tertarik pada Jantan

* sumber: www.vicnews.com

Setelah masa perkawinan, betina tidak langsung hamil. Secara umum, proses terjadinya janin dalam perut betina membutuhkan waktu sekitar 7 hari. Jika kelinci sedang mengandung mereka akan mengacuhkan pejantan. Kelinci betina juga akan cenderung menyerang kelinci jantan.

Kebanyakan kelinci betina akan bertindak tegas menyerang karena merasa terusik. Karena itulah hal ini bisa dijadikan tanda kemungkinan kelinci betinamu hamil. Ada baiknya jika kandang kelinci betina dan pejantan dipisahkan dahulu ya untuk menjaga kandungan janin kelinci.

2. Perubahan Perilaku

Perubahan Perilaku

* sumber: www.humanesociety.org

Kelinci betina yang hamil akan mulai mengalami perubahan perilaku seperti sikapnya yang galak dan juga agresif. Seperti menyerang jantan juga menyerang kamu sebagai sasarannya jika ia merasa terganggu atau ketakutan. Walaupun kamu adalah orang yang dikenal karena merawatnya, lebih baik berhati-hati agar tidak kena cakar.

Selain itu, mereka akan lebih sensitif dari biasanya, mereka juga menjadi lebih mudah stress. Penyebabnya adalah perubahan hormon pada tubuh induk kelinci yang mempengaruhi fisik dan psikisnya. Secara umum mereka cenderung lebih suka menyendiri.

3. Nafsu Makan Meningkat

Nafsu Makan Meningkat

* sumber: sheriando.blogspot.com

Seperti halnya manusia yang membutuhkan banyak asupan nutrisi saat sedang mengandung atau hamil, kelinci pun demikian. Terbentuknya janin dalam perut, membuat kelinci betina lebih lapar dari biasanya. Kamu jangan heran jika kelinci kamu menghabiskan makanannya dalam waktu singkat.

Porsi makan calon induk kelinci sebaiknya ditambah juga diperhatikan kualitasnya. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan janin mereka. Porsi minumnya pun ikut bertambah, kelinci yang sedang hamil akan lebih agresif dan sensitif jika lapar.

Untuk itulah asupan pakan perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati seperti meninggalkan makanan dan minuman yang cukup saat malam hari. Agar tidak kelaparan dan kehausan saat kamu meninggalkan kelinci untuk tidur, karena dapat membahayakan diri mereka dan janinnya.

4. Perubahan Pada Perut Kelinci

Perubahan Pada Perut Kelinci

* sumber: www.youtube.com

Perubahan bentuk fisik akan terjadi pada bagian perut kelinci, walaupun belum terlalu kentara di awal kehamilan. Biasanya peternak atau pemilik yang sudah mahir akan melakukan palpasi. Palpasi adalah perabaan di bagian tengah perut induk kelinci setelah 2 minggu dikawinkan. Hal ini harus dilakukan secara hati-hati.

Maka akan terasa adanya bulatan atau benjolan kecil dan lembut di prut bagian bawah. Jika memang terjadi kehamilan pada kelinci, perut sang induk yang membesar sudah terlihat di usia kandungan 10 hari. Perubahan yang bisa kamu lihat selain perutnya yang semakin membesar adalah putingnya yang juga mulai keluar.

5. Mengorek atau Menggali Kandang

Menggali Kandang

* sumber: sercadia.wordpress.com

Perilaku lainnya yang diperlihatkan si calon induk kelinci adalah mengorek-ngorek kandang. Jika kandang mereka beralaskan tanah, maka mereka akan menggali-gali tanah. Perilaku ini akan semakin sering dilakukan mendekati masa melahirkan. Calon induk kelinci akan giat melakukan ini sebagai naluri alami mereka.

Mereka akan mempersiapkan tempat yang menurut mereka nyaman untuk melahirkan calon anaknya. Beberapa kelinci mencoba menggali dalam kandangnya sejak 2 minggu kehamilan dan seterusnya. Ini semakin menunjukkan kehamilan positif kelinci betina.

Calon induk kelinci ini biasanya akan marah jika wilayah yang mereka gali dikuasai kelinci lain. Maka dari itu, jika usia kehamilan kelinci sudah sekitar 25 hari dan sudah mendekati masa melahirkan sebaiknya kelinci dipisahkan ke kandang khusus. Tujuannya agar induk kelinci memiliki tempat bersalin yang nyaman.

6. Bulu Kelinci Betina Rontok

Bulu Rontok

* sumber: small-pets.lovetoknow.com

Kelinci yang sedang hamil rata-rata akan mengalami kerontokan pada bulunya. Terlebih jika masa melahirkannya sudah dekat, biasanya tingkat kerontokan bulunya akan meningkat. Kelinci betina biasanya akan mencabuti bulunya dan mengumpulkan bahan apa saja yang bisa mereka buat sarang.

Namun, beberapa kelinci betina mungkin tidak mencabuti bulu-bulunya hingga beberapa jam saja sebelum melahirkan. Kamu bisa memberikan kelinci vitamin untuk mengatasinya, sehingga memperkecil resiko terjadinya loss hair atau kebotakan.

7. Terlihat Gelisah dan Membuat Sarang

Terlihat Gelisah

* sumber: myhouserabbit.com

Beberapa kelinci hamil menjadi putus asa untuk membangun sarangnya. Jika mereka biasanya terlihat tenang, saat mendekati masa kelahiran mereka akan terlihat gelisah dan mondar-mandir. Sebagai naluri alami mereka cenderung bersarang, bisa menyediakan kotak kardus dan juga jerami atau alas hangat lainnya.

Setelah membuat sarang biasanya kegelisahan kelinci akan berkurang. Kamu bisa melakukan uji coba seperti menumpukkan jerami atau rumput kering ataupun daun pisang kering yang sudah disuir-suir dalam kandang kelinci.

Jika memang kelinci hamil dan siap melahirkan mereka akan mulai mengambil rumput kering tersebut dan membuat sarang yang nyaman untuk tempat bersalin. Terkadang calon induk kelinci juga akan menunggu sampai malam untuk benar-benar membuat sarangnya.

Itulah 7 ciri utama kelinci hamil yang bisa membantu kamu untuk mengetahui apakah kelinci sedang hamil atau tidak. Tentunya ciri-ciri tersebut bantu kamu juga dalam memelihara kelinci tetap sehat dan berkembang biak dengan baik. Tahukah kamu bahwa kelinci memiliki masa kehamilan antara 30-35 hari saja atau hanya sekitar satu bulan.

Kemudian berjarak 15 hari saja setelah melahirkan, kelinci sudah bisa dikawinkan lagi. Namun, jika kamu memang berniat mengawinkan kelinci kamu lagi, ada baiknya menunggu setelah satu bulan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan induk kelinci hingga benar-benar pulih dan menjaga kesehatan bayi kelinci hingga mereka sudah tidak disusui sang induk.

Selain itu, kamu juga wajib memperhatikan kebersihan kandang secara rutin, sehingga kelinci kesayanganmu tidak terkena penyakit kulit dan infeksi lainnya yang berbahaya baginya dan kandungannya. Sekarang, jika kamu punya pertanyaan atau informasi lain yang ingin kamu bagi, kamu bisa menuliskannya di kolom komentar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *