Bacaterus / Tungau / Kenali 4 Ciri Digigit Tungau dan Cara Mengobatinya

Kenali 4 Ciri Digigit Tungau dan Cara Mengobatinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Melalui video yang diunggah di kanal Youtube resmi Baim, Paula menceritakan bahwa di kepala Kiano ada 10 bentol-bentol karekan digigit tungau. Meskipun mengaku telah membersihkan ruangan dan alas yang dipakai oleh Kiano ketika bermain, tetap saja mahluk mikroskopis tersebut tidak mau pergi.

Memang, sulit sekali mendeteksi keberadaan tungau. Pasalnya mahluk tersebut tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Kemunculannya ibarat gerilyawan yang tiba-tiba menyerang tanpa diketahui lawan. Tahu-tahu timbul ruam merah dan gatal-gatal dipermukaan kulit.

Tentang Tungau yang Harus Kamu Ketahui

Tentang Tungau yang Harus Kamu Ketahui

* sumber: sukabumiupdate.com

Tungau merupakan sekelompok organisme yang menyerupai serangga. Ukurannya sangat kecil, hanya 1/4 sampai 1/3 milimeter. Mana bisa melihat mahluk sekecil itu tanpa bantuan alat bukan?

Jika dilihat di bawah mikroskop, tungau terlihat seperti laba-laba putih kecil tanpa sayap dan mata. Umur tungau tergolong pendek. Tungau jantan hanya hidup selama 30 hari, sedangkan tungau betina umurnya mencapai 90 hari.

Bukan cuma gigitannya saja loh yang bikin gatal-gatal. Ketika tungau hinggap di kulit, hewan ini meninggalkan kotoran dan kulitnya. Kotoran dan kulit tersebut memicu rasa gatal hebat yang membuat kita ingin terus menggaruk.

Tungau sangat menyukai tempat lembap dan berdebu. Sofa, tempat tidur, kursi adalah contoh tempat-tempat yang disukai oleh tungau. Selain itu bulu hewan perliharaan pun bisa jadi tempat tinggal para tungau.

Gejala Umum Digigit Tungau

Gejala Umum Digigit Tungau

* sumber: www.merdeka.com

Gejala umum yang terjadi karena digigit tungau adalah munculnya ruam merah pada kulit. Kemudian muncul benjolan kecil yang mengeras, gatal-gatal, nyeri di dekat tanda ruam, kulit bengkak dan melepuh.

Di samping itu, digigit tungau kemungkinan menimbulkan reaksi alergi seperti sesak nafas, batuk dan nyeri pada dada karena alergi tersebut. Mengganggu, bukan?

Ciri Digigit Tungau Berdasarkan Jenis Tungau

Ciri Digigit Tungau Berdasarkan Jenis Tungau

* sumber: www.higienis.com

Jenis-jenis tungau yang umum ditemui dan sering menimbulkan alergi pada manusia adalah tungau Chigger, tungau debu rumah, Sarcoptes Scabiei dan Demodex. Gigitan tungau sulit diidentifikasi.

Kemungkinan kamu tidak merasakan gigitannya sampai ada sensasi gatal dan perih yang muncul. Gejala-gejala yang ditimbulkannya pun bervariasi. Tergantung pada jenis tungau yang menggigit.

1. Infeksi dan Demam

Infeksi dan Demam

* sumber: www.hellodoctor.co.za

Dua gejala ini disebabkan oleh gigitan tungau Chigger. Tungau ini biasanya menggigiti bagian tubuh seperti pergelangan kaki, pinggang, dan ketiak. Dalam satu hari bekas gigitannya akan memerah, lalu mengeras dan meradang.

Tungau Chigger merupakan larva dari keluarga tungau Trombiculid. Tungau ini mengeluarkan cairan enzim yang akan melunakan lapisan epidermis kulit sehingga menyebabkan ruam.

Meskipun menimbulkan sensai gatal yang sangat mengganggu, Usahakan untuk tidak menggaruk bekas gigitannya. Karena sekalinya digaruk akan sulit berhenti. Rasa gatalnya akan bertambah. Dikhawatirkan garukan yang berlebihan akan menimbulkan infeksi.

2. Kudis

Kudis

* sumber: www.popmama.com

Gejala ini timbul akibat gigitan tungau Sarcoptes Scabiei. Tanda kudis yang muncul berupa gatal-gatal merah dan berair. Gatal-gatal kudis seperti ini akan lebih parah dan memburuk pada malam hari.

Ketika tungau jenis ini menggigit kamu, kemungkinan gejalanya tidak akan terasa dalam beberapa minggu. Namun, lama-lama akan muncul benjolan dan kulit melepuh.

Lebih parah lagi jika terkena gigitan tungau Sarcoptes Scabiei akan muncul ruam di beberapa bagian tubuh, seperti sela-sela jari, lipatan lutut dan siku, area pinggang dan payudara atau bokong, alat kelamin (pria) dan bagian bawah kaki.

Jika sudah terkena kudis karena tungau ini kamu harus segera mendapat perawatan medis. Karena kudis merupakan penyakit menular, perawatannya pun harus tepat.

3. Masalah Kulit dan Rambut

Masalah Kulit dan Rambut

* sumber: cms.sehatq.com

Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa tungau jenis Demodex berkontribusi menyebabkan masalah kulit wajah. Gejala yang ditimbulkan meliputi kulit gatal-gatal, kasar dan bersisik, kulit kemerahan, sensitifitas kulit meningkat, ada sensasi terbakar pada kulit.

Tungau jenis Demodex bisa hidup pada folikel rambut, wajah dan bagian tubuh lain seperti dada dan leher. Tungau Demodex terdiri dari dua jenis, Demodex Brevis dan Demodex Folliculorum.

Demodex Brevis biasanya memakan sel-sel kelenjar folikel rambut. Mereka biasanya berada di area leher dan dada. Sedangkan Demodex Follicurolum hinggap pada rambut dan wajah. Area yang sering yaitu pipi, hidung, dagu, bulu mata, alis, telinga, lipatan kulit dan alis.

4. Gangguan Pernafasan

Gangguan Pernafasan

* sumber: www.klikdokter.com

Gejala yang diakibatkan gigitan tungau yang cukup parah adalah timbulnya sesak nafas atau asma. Biasanya tungau debu betah di bagian rumah yang berdebu, pada kulit-kulit mati manusia atau pada bulu hewan peliharaan.

Meskipun tungau jenis ini tidak menggigit namun, namun feses dan protein yang berasal dari tungau dapat memicu alergi pada kulit. Jika terpapar tungau debu, akan muncul bercak kecil dan benjolan merah disertai infeksi pernafasan.

Gejala infeksi pernafasan yang diakibatkan tungau debu yakni bersin dan hidung tersumbat, mata terasa gatal, merah dan berair, gatal-gatal pada hidung, mulut dan tenggorokan, dada terasa sesak, batu dan mengeluarkan bunyi ketika bernafas.

Tungau debu umumnya menyerang anak-anak. Tungau jenis ini, sekalipun telah mati bisa menyebabkan reaksi alergi. Untuk orang dengan riwayat asma, terkena tungau debu akan memperburuk penyakit yang telah diderita sebelumnya.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Tungau di Kasur Secara Mudah

Penanganan Pertama pada Gigitan Tungau

Penanganan Pertama pada Gigitan Tungau

* sumber: lifestyle.okezone.com

Sebagai langkah awal penanganan gigitan tungau adalah dengan cara mengendalikan tungau agar gigitannya tidak menjalar ke mana-mana. Selanjutnya, kompres bagian yang digigit tungau dengan air dingin.

Selain itu, membersihkan wajah dengan pembersih yang berbahan dasar minyak dan gunakan eksfoliator. Untuk gejala akibat tungau debu Imunoterapi merupakan cara paling efektif untuk mengobatinya.

Kecuali bekas gigitan tungau Scabiei, secara umum, bekas gigitan tungau lainnya dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan pereda nyeri dan krim anti gatal. Namun, jika masih belum hilang sebaiknya kamu periksakan ke dokter.

Setelah diperiksa biasanya dokter akan memberikan resep obat untuk mengobati bekas gigitan tungau. Obat-obatan tersebut biasanya mengandung:

  • Antihistamin
Antihistamin

* sumber: news.rusabook.com

Antihistamin mampu meredakan gatal, pilek dan bersin. Obat ini bekerja menghalau histamin yang dilepaskan saat sistem kekebalan tubuh bertemu alergen. Antihistamin merupakan jenis obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter.

  • Dekongestan
Dekongestan

* sumber: health.grid.id

Obat ini membantu memperkecil jaringan yang membengkak di kulit atau saluran hidung. Dekongestan spray dapat menghilangkan alergi. Jika digunakan lebih dari tiga hari berturut-turut, dekongestan justru akan menyebabkan hidung tersumbat.

Obat ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena dapat berpotensi meningkatkan tekanan darah tinggi. Bagi orang dengan riwayat penyakit jantung dan glukoma sebaiknya hindari obat-obatan ini.

  • Kortikostreroid
Kortikostreroid

* sumber: hellosehat.com

Obat ini digunakan untuk mengobati peradangan. Karena mampu mengobati berbagai jenis penyakit obat ini mendapat sebutan sebagai obat dewa. Walaupun ampuh mengobati banyak keluhan tapi, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping berbahaya.

Kostikorsteroid dalam bentuk spray hidung akan mengontrol gejala demam dan mengurangi peradangan. Obat ini mempunyai dosis dan efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat oral.

  • Tea Tree Oil

Tea Tree Oil

Tea tree oil diyakini dapat mengobati gigitan bekas tungau Demodex. kamu cukup aplikasikan minyak esensial ini pada kulit kepalamu. Oleskan tea tree oile dua kali sehari dan tunggu hasilnya.

  • Krim Permethrin
Krim Permethrin

* sumber: doktersehat.com

Obat berbentuk salep ini mengandung antiparasitik. Biasanya digunakan untuk mengobati kudis. Permethrini bekerja menghancurkan sel parasit yang mungkin dibawa oleh tungau yang mengigit kulit kita.

Nah, itulah seputar tungau yang perlu kamu ketahui. Hiii… Ngeri sekali ya mahluk ini. Meski sangat kecil, namun dia bisa sangat merepotkan dan merusak jika menggigit. Pastikan rumah dan lingkungan sekitar selalu bersih agar tungau dan kuman-kuman lainnya tidak betah bersarang.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *