Bacaterus / Cerpen / Wajib Tahu, Ini 13 Ciri-Ciri Cerpen yang Jarang Diperhatikan

Wajib Tahu, Ini 13 Ciri-Ciri Cerpen yang Jarang Diperhatikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang tidak kenal cerita pendek atau biasa orang menyebutnya dengan singkatan cerpen, merupakan cerita yang disajikan dengan alur yang pendek namun memiliki pesan yang sama dengan cerita biasa. Cerita pendek merupakan karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan tokoh yang penuh akan pertikaian. Peristiwa yang mengharukan dan menyenangkan serta mengandung pesan yang tidak mudah dilupakan.

Dalam karya sastra, cerpen sebagai salah satu jenis dengan bentuk prosan dan bersifat fiktif. Biasanya cerpen menceritakan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh dalam ringkas namun tetap mempunyai konflik dan penyelesaiannya.

Saat membaca cerita pendek, kita merasa bahwa cerita ini tidak memiliki ciri khas selain yang disebut pada namanya, yaitu cerita yang pendek. Namun, tahukah kamu ada beberapa ciri yang membuat cerita pendek memiliki syarat agar dapat dikategorikan menjadi cerita pendek tersebut. Berikut ada 13 ciri cerita pendek yang jarang diperhatikan, mari simak di bawah ini!

1. Maksimal 10 Ribu Kata

Maksimal 10 Ribu Kata

Bukan merupakan aturan yang pasti dan tertulis memang, namun pada umumnya cerpen tidak boleh lebih dari 10.000 kata. Hal ini karena kebiasaan penulis dan diterima di berbagai penjuru dunia, kemudian banyak diakui sebagai salah satu ciri dari si cerpen tersebut.

Selain itu, ciri-ciri cerpen tersebut juga memudahkan pembaca membedakan mana cerita pendek dan mana yang bukan.

2. Bersifat Fiktif

Bersifat Fiktif

Dikatakan sebagai cerita pendek apabila cerita ini memiliki unsur fiktif di dalamnya. Nilai yang disajikan bisa saja berasal dari imajinasi atau pengalaman yang di lebih-lebihkan agar cerita yang disajikan terlihat lebih menarik dan seru untuk dibaca. Namun, karena hal ini bersifat fiktif mengartikan bahwa cerita yang dibuat tidak terjadi pada kehidupan nyata.

3. Jalan Ceritanya yang Ringkas

Jalan Ceritanya yang Ringkas

Hal yang kerap kali sulit dibedakan antara pendek dan ringkas. Cerpen merupakan cerita pendek yang kandungannya dapat tersampaikan dengan baik kepada sang pembaca cerita. Hal ini dikarenakan cerita yang dibuat, disajikan secara ringkas dan mudah dipahami segala umur.

4. Bercerita tentang Aktivitas Kehidupan Sehari-hari

Bercerita tentang Aktivitas Kehidupan Sehari-hari

Entah disajikan dalam latar manusia, hewan, atau benda mati yang seolah hidup, cerita pendek akan menaruh latar aktivitas kehidupan sehari-hari yang biasa manusia pada umumnya lakukan.

Hal ini bertujuan agar pembaca tidak terlalu berat dalam mengimajinasikan suasana yang sedang terjadi di alam cerita. Penggambaran cerita pendek ini pun harus terlihat cukup familiar dengan pembacanya.

5. Hanya Mempunyai 1 Alur Cerita

Hanya Mempunyai 1 Alur Cerita

Mempunyai ceritanya yang diharuskan selesai dalam 10 ribu kata, mengharuskan cerita pendek tidak boleh memiliki alur yang rumit. Artinya alur yang berjalan, baik maju ataupun mundur harus diselesaikan tanpa menambahkan sub-plot atau alur cerita lainnya.

Dengan begitu dapat diartikan juga bahwa pada setiap cerpen memiliki satu alur berupa masalah dan penyelesaian di akhir ceritanya.

6. Menggunakan Kata yang Sederhana

Menggunakan Kata yang Sederhana

Penggunaan kata yang sederhana, efektif, dan ekonomis menjadi ciri khas cerpen selanjutnya. Lain halnya dengan sajak, puisi, atau pantun, cerpen justru menggunakan kata yang mudah dimengerti dan dipahami. Hal ini agar pembaca mengerti dan tidak menimbulkan kesan dua makna atau ambigu.

7. Alur Cerita Lurus

Alur Cerita Lurus

Sebagian besar penulis cerpen membuat karya cerita pendeknya beralur lurus dan maju. Selain membuat cerita menjadi ringkas hal ini juga dapat membuat pembaca mampu menebak kearah mana cerita ini akan dibawa. Penempatan alur maju juga membuat pembaca mengingat kejadian yang sudah dilewati.

8. Penokohan Cerita yang Sederhana

Penokohan Cerita yang Sederhana

Hampir seluruh cerita ingin memperkenalkan tokohnya terlebih dahulu agar cerita yang dibuat mampu dirasakan penggambaran suasana si tokohnya. Begitu juga dengan cerpen, tokoh yang diperkenalkan pada cerpen pada umumnya dibuat dengan sederhana. Hal ini dikarenakan kata yang terbatas pada setiap ceritanya dan penokohan sederhana juga membuat pembaca mampu mengingat sang tokoh utama.

9. Tidak Menggambarkan Semua Kisah Tokohnya

Tidak Menggambarkan Semua Kisah Tokohnya

Terbatasnya kata dari cerita pendek ini membuat penulis cerpen harus mampu memperkenalkan tokoh lainnya dengan ringkas dan berjalan pada alur. Biasanya tokoh utama lah yang akan menggambarkan dan menceritakan tokoh-tokoh lain dengan berbagai cara. Misalnya, salah satu caranya dengan perlakuan tokoh utama, atau ucapan tokoh utama, atau monolog dari tokoh utama, atau hal lain yang ada memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh lain.

10. Dapat Dibaca Sekali Duduk

Dapat Dibaca Sekali Duduk

Keterbatasan karakter cerpen yang hanya 10 ribu kata, membuat cerita pendek tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca keseluruhan isi cerpen. Bahkan tingkat keberhasilan pembuat cerpen dapat dirasakan pembaca manakala ia mampu memahami dan menceritakan ulang isi cerita itu secara detail. Hal ini berarti pembawaan penulis terhadap cerpen memang bagus dan menarik.

11. Meninggalkan Kesan Bagi Pembacanya

Meninggalkan Kesan Bagi Pembacanya

Kerap kali cerita pendek ataupun novel memberi kesan tersendiri untuk pembacanya. Pada cerita pendek kesan yang diciptakan haruslah kesan yang mendalam, karena dengan begitu pembaca dapat terhanyut larut dalam ceritanya.

Misalnya sebuah cerpen yang menggunakan kalimat yang lucu, sehingga pembaca akan mudah menceritakan kembali tanpa harus membaca ulang kembali ceritanya. Kesan tersebut akan membuat pembaca mudah mengingat isi dari cerpen.

12. Terdapat Masalah dan Konflik Serta Penyelesaian

Terdapat Masalah dan Konflik Serta Penyelesaian

Hampir dalam setiap kisah memiliki masalah dan konflik yang seru. Begitu pula dengan cerpen, yang memiliki setidaknya satu permasalahan yang disajikan. Namun, tidak lupa disertai dengan penyelesaian dari masalah pada cerita tersebut.

13. Memiliki Pesan dan Amanat

Memiliki Pesan dan Amanat

Bukan hal yang asing pada setiap cerpen memiliki pesan dan amanat yang tertulis maupun tersirat. Namun, kebanyakan dari sang penulis cerpen ini membiarkan sang pesan tidak tertulis jelas. Hal ini diperuntukkan agar sang pembaca dapat mengambil hikmah dari berbagai sudut pandang pada isi cerpen tersebut.

Misalnya dengan cerita pendek tentang kelinci dan kura-kura, sebagai hewan yang sombong kelinci menyepelekan kura-kura saat pertandingan lomba lari. Namun, karena kesombongannya kelinci jadi lalai, sehingga kura-kura lah yang meraih juara.

Penulis tidak menjelaskan secara jelas amanat dari cerpen tersebut, namun dengan mudah kamu akan bisa memetik pesan dan amanat dari kisah kelinci dan kura-kura. Ini adalah sebagai salah satu ciri-ciri cerpen yang selalu mempunyai amanat dan pesan terselubung di balik kisahnya.

Nah, itu adalah 13 ciri ciri cerpen yang biasanya jarang orang perhatikan dalam pembuatannya. Akhirnya kamu sudah tahu kan, maka dari itu jangan sampai kamu salah ketika ingin membuat cerpen. Perhatikan detail ke-13 ciri-ciri cerpen tersebut.

Lalu, apakah kamu sudah siap menulis cerpen dengan 13 ciri-ciri di atas? Kira-kira cerita apa yang akan kamu angkat, tulis di kolom komentar ya! Yuk, kunjungi juga langkah-langkah membuat cerpen yang bagus.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *