Bacaterus / Presentasi / 10 Tips dan Cara Menyampaikan Pidato yang Baik dan Benar

10 Tips dan Cara Menyampaikan Pidato yang Baik dan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Maret 2019

Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak untuk menyampaikan pendapat atau membahas suatu peristiwa yang harus dibahas. Pidato dapat menyuarakan pernyataan atau yang lainnya. Pidato biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin di depan orang untuk menyampaikan berbagai macam hal. Orang yang ahli berpidato disebut dengan Orator.

Adapun pidato punya empat unsur utama yang wajib ada di pidato, yakni pembicara, materi yang akan diorasikan, pendengar dan tema. Bahkan, berpidato pun ada metodenya, mulai dari metode naskah, metode menghafal, metode ekstemporan, dan metode impromtu. Namun, selain unsur dan metodenya, ternyata berpidato juga punya teknik dan tipsnya tersendiri lho.

Saat berpidato, tentu saja kita harus mampu menarik perhatian para pendengar, salah satunya dengan cara membawakan pidato dengan baik agar para pendengar bisa dengan nyaman menyerap apa yang kita ucapkan. Lalu, bagaimakah cara membaca pidato yang baik itu? Di bawah ini kami telah merangkum beberapa cara menyampaikan pidato dengan baik.

10 Cara Pidato yang Baik

1. Memahami Materi yang Akan Disampaikan

Memahami Materi yang Akan Disampaikan

* sumber: www.idntimes.com

Sebelum membawakan sebuah pidato di depan para penonton, maka kamu harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu materi yang akan kamu sampaikan. Hal ini berguna untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan saat kamu menyampaikan pidato di depan banyak orang.

Cara agar kamu dapat memahami materi yang akan kamu bawakan saat berpidato yaitu ketahui terlebih dahulu tema apa yang akan disampaikan. Jika metode pidato yang hendak kamu bawakan adalah teknik membaca dan menghafal, maka latihan di depan cermin harus rutin kamu lakukan agar membuahkan hasil yang maksimal.

2. Membacanya dengan Tenang

* sumber: iana89.blogspot.com

Saat membacakan pidato di depan para penonton, tak sedikit orang yang merasa gugup. Hal inilah yang akan membuat pidatomu kurang baik. Maka dari itu, jangan tunjukan kegugupanmu pada para pendengar. Bacalah dengan tenang dan terkontrol agar semuanya berjalan dengan lancar agar para pendengar dapat menangkap apa yang kamu sampaikan.

Menenangkan diri di hadapan banyak orang bukanlah hal yang mudah, maka dari itu hal tersebut harus sering dilatih untuk meningkatkan kepercayaan diri kamu. Jika kamu menyampaikan pidatomu dengan kondisi yang tenang, maka apa yang kamu sampaikan akan mudah diserap oleh para pendengar.

3. Pakai Ekspresi yang Tepat

* sumber: www.bisnishack.com

Ekspresi tubuh dan wajah juga diperlukan saat membaca pidato guna mendalami apa yang disampaikan. Ekspresi tubuh dan mimik wajah harus sesuai dengan tema yang dibawakan. Jika pidato tersebut bertema tentang perjuangan, maka mimik wajah dan gerak tubuh juga harus menggambarkan semangat juang agar pidatomu lebih menarik.

Ekspresi yang menggambarkan pidato dapat menarik perhatian para pendengar. Berbeda jika ekspresi yang dikeluarkan oleh pembaca pidato tidak menggambarkan materi yang disampaikannya, malah akan membuat para penonton merasa bosan karena pidatomu tidak menarik.

4. Sampaikan dengan Suara yang Lantang

Sampaikan dengan Suara yang Lantang

* sumber: www.aktual.com

Suara yang dikeluarkan saat membaca pidato haruslah lantang. Hal ini dapat menarik perhatian para penonton agar terfokus pada apa yang kamu sampaikan dan dengan mudah menyerapnya. Suara yang lantang juga diperlukan agar semua penonton dapat mendengar apa yang kamu sampaikan.

Apalagi ketika sesorang berpidato dalam hal membujuk untuk melakukan sesuatu misalnya berpidato dalam urusan politik, maka suara yang lantang sangatlah diperlukan agar para penonton yakin dan terbujuk untuk melakukan apa yang kamu ucapkan.

5. Perhatikan Ejaan dan Tanda Baca

* sumber: www.kata.co.id

Memperhatikan ejaan dan tanda baca merupakan hal yang sangat penting saat berpidato. Dengan memperhatikan ejaan dan tanda baca, maka apa yang kamu sampaikan akan mudah diterima oleh para penonton. Bayangkan jika pidato tanpa memperhatikan ejaan dan tanda baca, bagaimana jadinya? Semua akan berakibat fatal.

Jika ejaan dan tanda baca tak diperhatikan, maka bisa jadi apa yang kamu sampaikan akan ambigu dan tidak jelas. Para penonton pun tak akan tertarik lagi terhadap apa yang kamu sampaikan. Maka dari itu, selalu perhatikan ejaan dan tanda baca agar pidatomu dinilai baik oleh para audiens.

6. Sampaikan Tanpa Terburu-buru

* sumber: m.merdeka.com

Masih berhubungan dengan cara menyampaikan pidato secara tenang, sampaikanlah pidato secara terperinci tanpa terburu-buru. Kuasai dirimu untuk membacanya secara perlahan tapi pasti menuju sasaran yang diinginkan. Dengan membaca pidato secara tenang tanpa terburu-buru maka pidato akan lebih mudah diterima.

Bertolak belakang jika penyampaian pidato tanpa terkontrol dan terburu-buru, maka pidato akan sulit dimengerti atau bahkan lebih berkemungkinan besar salah dalam pengucapan kalimat dalam menyampaikan pidato tersebut. Jadi, sampaikanlah pidato dengan tenang tanpa terburu-buru asalkan dapat diterima dengan baik oleh para penonton.

7. Menyapa Audiens

Menyapa audiens

* sumber: blog.jobs.id

Sebelum memulai pidato pada pokok pembicaraan, ada baiknya kamu menyapa para audiens terlebih dahulu dengan sapaan yang ramah. Seperti misalnya mengucapkan selamat pagi atau salam sejahtera dan yang lain sebagainya. Menyapa audiens ini merupakan hal yang penting untuk menarik perhatian sejak awal.

Dengan menyapa audiens terlebih dahulu dapat menimbulkan kesan yang sangat baik dan berpotensi besar terhadap apa yang akan kamu sampaikan untuk didengarkan. Maka dari itu, sapalah para audiens terlebih dahulu sebagai langkah awal untuk menarik perhatian mereka.

8. Awali dengan Senyuman

* sumber: artikelsenyuman.blogspot.com

Segala sesuatu yang baik harus diawali dengan yang baik pula. Maka dari itu, awali pidatomu dengan menebarkan senyuman yang tulus pada para audiens. Fungsinya hampir sama dengan menyapa para audiens yaitu untuk menarik perhatian para audiens sejak awal dan menambah kesan yang menyenangkan.

Dengan menebar senyuman di awal sebelum memulai pidato akan memperbesar kemungkinan para pendengar untuk menyukai caramu dalam melakukan tahapan-tahapan pidato. Jadi, lakukanlah langkah yang baik sejak awal agar pidatomu dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal.

9. Perhatikan Durasi

Selesaikan sebelum waktunya

Membaca pidato memang harus dengan kondisi tenang dan membacanya secara terperinci tanpa buru-buru. Akan tetapi, durasi waktu harus tetap diperhatikan dalam membaca pidato. Jangan sampai kamu mengabaikannya sehingga terkesan mengorupsi waktu yang telah ditetapkan.

Jika kamu mengabaikan durasi waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, hal ini akan berpengaruh terhadap penilaian para audiens karena kurangnya kedisiplinan terhadap penggunaan waktu seefisien mungkin. Jadi, selalu perhatikan waktu agar pidatomu dapat dinilai baik oleh para audiens terutama dalam acara perlombaan membaca pidato.

10. Berdiri Tegak dan Berwibawa

* sumber: www.pantau.com

Saat membawakan pidato, semua mata terpusat padamu. Maka dari itu, selalu tampilkan yang terbaik di depan audiens salah satunya adalah posisi tubuh. Posisi tubuh saat melakukan pidato haruslah tegak agar terkesan berwibawa. Tidak bungkuk atau tidak menampilkan posisi lainnya yang tak enak dipandang.

Itu dia beberapa cara berpidato dengan baik agar apa yang kamu sampaikan mudah diterima oleh para audiens. Bagaimana? Setelah membaca pemaparan di atas, apakah kamu siap memulai berpidato di depan para audiens? Semoga beberapa cara berpidato dengan baik sebagaimana telah kami paparkan di atas dapat kita terapkan dalam berpidato untuk kedepannya.

Tapi, jika kamu punya permasalahan gugup saat berbicara di depan banyak orang, maka coba 8 Tips Lancar Berbicara di Depan Umum ini.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah serta memperdalam ilmu pengetahuan. Untuk semua saran dan masukannya silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini. Sampai jumpa di artikel artikel, selanjutnya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar