Bacaterus / Kucing / Inilah Cara Merawat Kucing Anggora dengan Baik dan Benar

Inilah Cara Merawat Kucing Anggora dengan Baik dan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Februari 2020

Kucing anggora adalah jenis yang natural, bukan buatan manusia. Kucing ini sudah ada di Turki setidaknya sejak abad ke-15. Jadi, walaupun di beberapa negara ada ‘versi’ anggoranya sendiri (termasuk di Indonesia juga ada anggora lokal kita sendiri), anggora Turki adalah salah satu yang kuno.

Anggora biasanya berbulu putih dengan mata biru atau hijau. Tetapi, sebenarnya anggora memiliki banyak warna dan pola, termasuk tortoiseshell (hitam-cokelat), tabby (loreng, bisa abu-hitam, oranye-putih, hitam-oranye, dll) dan juga calico (tiga warna putih-oranye-hitam).

Ukuran kucing anggora selalu kecil hingga sedang, tidak bisa menjadi raksasa. Anggora adalah jenis kucing domestik. Kepribadian mereka yang ‘anggun’ membuat jenis ini diinginkan oleh orang-orang tertentu. Mereka bisa hidup rukun di rumah dengan orang dewasa, anak-anak kecil dan juga hewan lain.

Kucing anggora adalah kucing yang aktif dan sosial, sehingga dia suka berada di sekitar keluarga mereka. Mereka penuh kasih sayang dan lembut, walaupun ada sifat nakalnya juga yang akan keluar jika mereka merasa kurang diperhatikan oleh keluarganya. Untuk merawat kucing anggora, lakukanlah hal-hal di bawah ini yang telah Bacaterus siapkan untuk Anda.

Grooming

Kucing adalah hewan peliharaan yang sangat bersih dan rapi, makanya kita akan sering melihat mereka menjilati diri sendiri, pipis dan pup di tempat yang telah disediakan dan sebagainya. Tetapi, beberapa kucing mungkin tidak dapat merawat diri sendiri, seperti ketika mereka obesitas sehingga tidak bisa menjangkau bagian tubuhnya.

Atau, ketika kucing memiliki kutu, bulu yang terlalu lebat, kotoran telinga dan kuku yang sudah panjang. Mereka tentu tidak bisa melakukan grooming seperti itu sendiri, jadi Anda harus membantunya selaku pemiliknya.

1. Sisir Bulu

Grooming yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan setiap hari untuk kucing anggora adalah menyisir bulu mereka. Jika Anda menyikat bulu kucing secara teratur, perawatan harian ini tidak akan memakan waktu lama. Menyisir bulu kucing bukanlah sesi ‘penyiksaan’ yang berlangsung selama 30 menit.

Kucing anggora memiliki bulu sutra yang indah dengan panjang sedang. Bulu mereka tidak memiliki lapisan bawah, sehingga bulu mereka tidak mudah kusut. Namun, Anda tetap harus menyikat bulu mereka setiap hari atau setiap beberapa hari sekali agar tetap terlihat bagus.

Gunakan sikat logam bergigi panjang untuk bulu kucing yang lebih panjang. Anda dapat menemukan sisir ini di toko hewan peliharaan. Kucing berbulu panjang dan lebat seperti anggora hanya membutuhkan beberapa menit saja setiap harinya untuk menjaga kondisi bulunya. Jika Anda memiliki jenis kucing lainnya yang berbulu pendek, menyikat bulu mereka sebanyak 3x seminggu saja sudah cukup.

2. Potong Kuku

* sumber: www.istockphoto.com

Potong kuku adalah bagian dari grooming rutin yang perlu Anda lakukan. Walaupun terdengar aneh, kenapa juga kita harus memotong kuku hewan? Tapi, langkah ini benar dibutuhkan. Seperti kuku manusia, kuku kucing juga akan memanjang.

Jika terlalu panjang, kucing Anda tak bisa lagi menarik kukunya ke dalam dan itu akan membuat mereka kesulitan bergerak karena kukunya bisa menyangkut di karpet dan permukaan lunak lainnya.

Kuku yang dibiarkan terlalu panjang pun akan melengkung dan akan menjadi ingrown nail. Bukannya tumbuh keluar, kuku akan menusuk daging dan terus tumbuh ke dalam. Itu sangat menyakitkan, loh.

Jadi, Anda harus memotong kuku kucing setiap beberapa minggu atau setiap satu bulan sekali. Anda bisa memotong kuku mereka sendiri, membawa mereka ke dokter hewan atau salon hewan jika Anda tidak berani.

3. Bersihkan Telinga

Terkadang kucing dapat membersihkan telinga mereka sendiri, tetapi tidak semuanya mau (dan mungkin ada bagian yang tidak terjangkau oleh mereka). Karena itu, Anda harus sering mengintip isi telinga kucing Anda untuk melihat apakah mereka perlu dibersihkan.

Gunakan bola kapas atau kain basah untuk membersihkan telinga kucing. Gosok dengan lembut bagian dalam tutup telinga dengan kain kasa atau bola kapas, hindari memasukkan sesuatu ke saluran telinga mereka.

Pastikan untuk membersihkan telinga kucing Anda setiap dua minggu sekali. Ini akan menghilangkan semua kotoran dan menghindari penumpukan. Lalu, bagaimana mengetahui telinga kucing Anda bersih atau tidak? Mudah saja, telinga yang bersih berwarna pink (merah muda) dan tidak berbau.

Telinga kucing yang kotor akan terlihat lebih gelap, kotorannya terlihat, serta sangat mungkin memiliki bau yang busuk. Jika telinga kucing Anda terlihat banyak sekali kotoran yang menumpuk dan baunya busuk sekali, lebih baik ke dokter saja karena ini bisa jadi karena penyakit.

4. Sikat Gigi

* sumber: www.animalkind.com

Bukan cuma manusia yang harus gosok gigi, hewan juga, termasuk kucing! Kenapa? Karena kucing dapat terserang penyakit periodontal jika giginya tidak dirawat. Anda dapat mencegah penyakit gusi dan juga gigi dengan sering menggosok gigi si meong.

Pastikan untuk menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi kucing. Jangan pernah gunakan pasta gigi manusia pada kucing, karena fluorida di dalam pasta gigi manusia itu beracun untuk kucing.

Tapi, ini tak akan mudah, memang. Anda harus membiasakan si miaw dengan pasta gigi. Untuk melakukan ini, mulailah dengan membiarkan kucing Anda mencicipi pasta gigi. Letakkan sedikit di jari Anda, lalu biarkan kucing menjilatnya. Setelah kucing Anda terbiasa dengan rasa pasta gigi,

Gerakkan jari Anda di sepanjang gusi mereka. Jika dilihat si kucing sudah terbiasa, pakai sikat gigi dan juga pasta gigi. Gerakkan dengan hati-hati di sepanjang gusi. Kerjakan setiap gigi satu per-satu sampai Anda menyikat semua gigi mereka.

Menjaga Kesehatan Jangka Panjang

Bukan cuma grooming, Anda wajib menjaga kesehatan kucing Anda untuk ke depannya. Beberapa caranya adalah dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Beri Makanan Berkualitas

Beri makan kucing anggora dengan makanan kucing berkualitas tinggi. Kucing anggora memiliki struktur tulang yang lemah, Anda harus memastikan mereka tidak mengalami obesitas. Jadi, berilah makan kucing Anda makanan berbasis daging.

Periksa daftar bahan dasar pada label makanan yang Anda beli. Jangan beri makanan kucing Anda yang mengandung kurang dari 40% protein (dan sebaiknya itu dari daging).

Cari sertifikasi pada makanan kucing untuk memastikan kualitasnya. Anda juga dapat konsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan saran makanan kucing yang sebaiknya mereka konsumsi.

Untuk memantau berat badan kucing anggora Anda, timbanglah mereka sebulan sekali. Jika kucing Anda mulai bertambah beberapa kilo, kurangi makanannya atau konsultasi lagi dengan dokter untuk mengetahui langkah apa yang sebaiknya Anda ambil.

2. Rutin Kontrol ke Dokter

* sumber: ontariospca.ca

Kucing anggora biasanya kucing yang sehat, tetapi mereka bisa mengalami masalah kesehatan yang fatal seperti jantung dan pendengaran. Apalagi kucing anggora dengan dua warna mata yang berbeda (satu hijau dan satu biru), mereka cenderung tuli sebelah. Mereka kemungkinan besar hanya bisa mendengar di telinga yang sejajar dengan mata biru mereka.

Jadi, untuk memastikan mereka tetap sehat, bawa kucing Anda ke dokter hewan secara teratur, setidaknya satu kali per tahun. Tak hanya mengontrol kesehatan mereka, berikan juga vaksinasi dan booster pada kucing Anda.

Seperti vaksin FPV, Rabies, FeLV, FIV, FIP, Chlamydophila felis, Bordetella dan Feline Giardia. Walaupun vaksin-vaksin ini sebaiknya diberikan langsung atau segera setelah kucing baru Anda adopsi. Sedangkan vaksin rabies sebaiknya diberikan setiap setahun sekali.

3. Menetralkan/Mengebiri

Spay, neuter, adalah istilah untuk menetralkan atau mengebiri kucing. Hal ini sebaiknya Anda lakukan jika Anda tidak berencana untuk membiakkan kucing Anda. Usia ideal untuk menetralkan kucing adalah sejak mereka berusia 5-6 bulan.

Memandulkan kucing membantu mengurangi perilaku negatif kucing seperti spray marking, serta membantu mengurangi risiko tumor mammae dan infeksi rahim yang umum terjadi pada kucing betina yang belum dikebiri.

Menciptakan Lingkungan yang Nyaman

Kucing anggora berbeda dengan kucing kampung, mereka kucing elegan yang lebih suka berdiam di rumah bersama orang-orang yang menyayanginya. Ciptakanlah lingkungan yang sehat dan nyaman untuk membuat kucing anggora Anda selalu bahagia.

1. Berinteraksi dengan Kucing

*Sumber: https://www.pinterest.co.kr/pin/365847169723370680/

Sering-seringlah berinteraksi dengan kucing Anda. Anggora merupakan kucing sosial. Mereka senang berada di sekitar keluarga manusia mereka, mengikuti aktivitas apa pun yang Anda lakukan. Jadi, pastikan Anda meluangkan waktu setiap hari bersama kucing Anda. Kucing anggora cocok untuk semua anggota keluarga, termasuk anak-anak dan manula.

2. Sediakan Tempat Bermain

Sediakan banyak tempat bermain untuk kucing Anda, terutama tempat untuk mereka panjat. Karena, kucing anggora suka sekali memanjat dan melompat. Anda pasti akan menemukan mereka sedang memanjat rak buku, lemari, tangga dan tempat-tempat lainnya. Pertimbangkan lah untuk meletakkan pohon kucing, rak kucing dan perabotan vertikal lainnya untuk playground sang meong.

3. Berikan Mainan Lainnya

*Sumber: https://www.pinterest.es/pin/558798266256083067/

Selain cat tree, beri lah kucing Anda banyak mainan lainnya. Mereka adalah kucing yang aktif, jadi berikan lah media untuk mereka beraktivitas supaya mereka tak bosan. Soalnya, kalau mereka bosan, bisa saja mereka melakukan sesuatu yang negatif seperti merusak barang, misalnya.

Beberapa contoh mainan kucing anggora yang cocok adalah tikus-tikusan, mainan gantung, main lempar bola atau main laser supaya dikejar-kejar si miaw! Psst, mainan tak harus selalu beli, DIY juga bisa, kok. Banyak videonya di YouTube.

4. Beri ‘Teman’

Berikan teman untuk kucing Anda. Kucing sosial ini tak hanya akrab dengan manusia, tapi juga dengan hewan lainnya. Jika Anda sering meninggalkan kucing anggora sendirian di rumah karena Anda bekerja, lebih baik pertimbangkan untuk membeli hewan peliharaan lagi, seperti anjing misalnya.

Begitulah cara merawat kucing anggora yang benar. Jadi, bukan hanya soal merawat tubuhnya saja karena Anda juga perlu memerhatikan kondisi psikis kucing. Nah, jika Anda punya pengalaman memelihara kucing anggora, bisa bagikan pada pembaca lain di kolom komentar, ya.

Tapi, kalau Anda butuh pencerahan dalam merawat kucing persia, sebaiknya baca artikel Cara Merawat Kucing Persia ini, ya. Semoga membantu!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *