Bacaterus / Anak Kucing / Inilah Cara Merawat Anak Kucing Supaya Tumbuh Sehat

Inilah Cara Merawat Anak Kucing Supaya Tumbuh Sehat

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2019

Kucing adalah hewan peliharaan paling populer di dunia. Selain kucing dewasa, anak kucing banyak dipilih dan menjadi peliharaan favorit karena tubuhnya yang mungil serta tingkah lakunya yang menggemaskan. Merawat anak kucing membutuhkan persiapan yang kamu harus membeli beberapa kebutuhannya sebelum membawanya pulang.

Selain itu, kamu juga harus memberikan perhatian lebih terutama pada anak kucing yang baru lahir atau masih dalam usia bayi. Jika kamu ingin mulai memelihara anak kucing dari hasil adopsi, atau tidak sengaja menemukan anak kucing di jalan, sebaiknya ketahui dulu cara merawat anak kucing dengan baik berikut ini.

1. Sediakan Tempat Tidur yang Nyaman dan Aman

Sediakan Tempat Tidur yang Nyaman dan Aman (Copy)

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tempat tidur yang nyaman dan aman bagi anak kucing. Anak kucing akan lebih aman jika dipelihara di dalam rumah. Sebaiknya tempatkan dalam ruangan khusus yang aman atau jauhkan dari jangkauan anak kecil.

Pastikan tempat tidur anak kucing adalah tempat yang hangat, kering, dan jauh dari gangguan hewan. Kamu bisa menggunakan kotak atau kardus bekas yang sudah dilapisi dengan handuk atau selimut bersih.

2. Jaga Anak Kucing Supaya Tetap Hangat

Jaga Anak Kucing Supaya Tetap Hangat (Copy)

Anak kucing belum bisa mengatur suhu badannya sendiri dan perlu menghangatkan diri dengan induknya. Jika anak kucing tidak memiliki induk, kamu bisa membantunya dengan menyediakan bantal pemanas. Atau gunakan botol panas yang dilapisi dengan handuk supaya anak kucing tetap hangat. Pastikan juga anak kucing kamu tidak terlalu hangat supaya membuatnya nyaman.

3. Bantu Anak Kucing ke Tempat Buang Air

Bantu Anak Kucing ke Tempat Buang Air (Copy)

Kamu perlu membantu anak kucing untuk buang air kecil dan besar saat beberapa minggu pertama. Biasanya anak kucing akan terangsang untuk mengeluarkan kotorannya setelah kelaminnya dijilat oleh induknya. Sebagai gantinya kamu bisa menggunakan waslap basah atau kain kasa basah untuk menggosok bagian kelamin anak kucing dengan lembut.

Gosok sampai anak kucing mengeluarkan kotorannya. Lalu letakkan anak kucing di dalam kotak pasir. Ketika sudah selesai, masukkan kembali anak kucing ke dalam kotaknya. Cuci atau buang kain segera dan keringkan kelamin anak kucing sebelum memasukkannya kembali ke dalam kotak.

4. Beri Makanan yang Tepat

Beri Makanan yang Tepat (Copy)

Memberi makan anak kucing tidak mudah, karena anak kucing yang sedang tumbuh membutuhkan kalori dan nutrisi tiga kali lebih banyak daripada kucing dewasa. Itulah mengapa penting untuk memilih makanan kucing yang berkualitas baik. Makanan dengan brand ternama adalah salah satu cara paling mudah untuk memastikan anak kucing kamu mendapatkan makanan yang tepat tanpa suplemen.

Untuk menjaga nafsu makannya, kamu harus membuat rutinitas pemberian makan. Cara terbaiknya adalah tidak memberinya makan secara berlebihan. Untuk makanan kaleng, kamu bisa memberikannya sebanyak dua sampai empat kali sehari. Makanan kaleng dinilai baik untuk anak kucing karena dapat menambah cairan dan mencegah sembelit.

5. Pastikan Selalu Tersedia Air Putih

Beberapa anak kucing tidak ingin minum air yang disimpan tepat di sebelah piring makanannya. Selain itu tidak sedikit anak kucing yang tidak ingin minum air kotor. Cobalah untuk memisahkan wadah air dengan wadah makanannya dan ganti secara rutin air tersebut supaya tetap bersih. Pertimbangkan untuk menyediakan air mancur kucing untuk membuatnya tetap terhidrasi.

6. Beri Susu Kucing

Beri Susu Kucing (Copy)

Salah satu nutrisi yang harus diberikan pada anak kucing adalah susu. Kamu bisa membeli susu kucing dari klinik dokter hewan atau toko hewan karena formulanya sama dengan susu induk kucing. Sebaiknya gunakan botol dot bayi untuk anak kucing.

Pastikan tidak memberi susu kepada anak kucing jika tubuhnya tidak hangat karena akan menyebabkan paru-parunya tersedak yang dapat membuatnya sulit bernapas. Selain itu, susu untuk anak kucing harus berada di suhu 35-36 derajat celcius.

7. Sediakan Tempat Bermain

Bermain sangat penting bagi anak kucing karena akan mengembangkan keterampilan fisik, olahraga, sekaligsu membuatnya bersenang-sennag. Anak kucing senang bermain, mengejar, dan berlarian.

Jika kamu hanya memiliki satu anak kucing, maka kamu akan lebih fokus membuat tempat bermainnya. Sehingga kamu dapat melatih anak kucing untuk tidak mengigit atau menggaruk benda lain di rumah.

8. Tambahkan Tempat untuk Mencakar

Tambahkan Tempat untuk Mencakar (Copy)

Anak kucing sudah basi menggaruk atau mencakar sejak usia dini. Ini adalah waktu yang tepat untuk melatihnya mencakar di tempat yang benar. Berikan tempat untuk mencakar atau menggoreskan kukunya saat ia bermain. Dorong anak kucing untuk menggunakannya dengan mainan.

Jika ia masih mencakar di temat yang salah, cukup beri tahunya dengan lembut dan jangan memukul atau menyemprotkan air. Selain itu kamu juga harus memotong cakarnya supaya anak kucing tidak merusak benda lain.

9. Jangan Terlalu Sering Memandikan Anak Kucing

Jangan Terlalu Sering Memandikan Anak Kucing (Copy)

Jika anak kucingmu kotor, kamu tentu perlu memandikannya. Sebaiknya gunakan sedikit sampo kucing dengan air hangat di dalam bak atau wastafel. Tetapi tidak perlu memandikan anak kucing terlalu sering karena akan bermasalah dengan kondisi kulitnya.

Setelah memandikannya, pastikan kamu mengeringkan tubuhnya dengan handuk hingga benar-benar kering. Selain tubuhnya, kamu juga harus menyikat giginya dengan sikat gigi yang lembut.

10. Seringlah Berinteraksi dengan Anak Kucing

Seringlah Berinteraksi dengan Anak Kucing (Copy)

Berinteraksi dengan anak kucing sangat penting untuk meningkatkan sosialisasinya. Ajak anak kucing untuk bermain denganmu dan usap badannya dengan lembut. Karena pada dasarnya anak kucing menyukai sentuhan lembut dan tenang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan anak kucing setiap hari selama sebulan pertama dapat meningkatkan kemampuan belajarnya. Anak kucing cenderung lebih mudah berinteraksi dengan manusia. Selain itu berinteraksi dengannya juga dapat mempercepat perkembangan anak kucing lebih awal.

11. Rutin Membersihkan Kotak Kotorannya

Rutin Membersihkan Kotak Kotorannya (Copy)

Kamu harus rutin membersihkan kotak pasir atau kotak kotorannya dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore. Gunakan sendok khusus kotoran kucing untuk membuang kotoran. Buang kotoran tersebut ke dalam tempat sampah dan semprot kotak kotoran dengan air panas dan sedikit cairan cuka lalu bilas dengan bersih.

Biarkan hingga mengeri sebelum mengisi ulang kotak dengan pasir baru. Sebaiknya sediakan dua kotak kotoran untuk diganti sehingga saat kamu membersihkannya, anak kucing tidak perlu menunggu tempatnya sampai selesai dibersihkan.

12. Perhatikan Tanda-Tanda Penyakitnya

Perhatikan Tanda-Tanda Penyakitnya (Copy)

Anak kucing lebih rentan terkena sejumlah penyakit. Sebaiknya kamu periksa mata, telinga, dan hidung anak kucing. Matanya harus cerah dan jernih dan hidungnya tidak mengeluarkan cairan. Telinganya pun harus bersih. Jika kamu melihat cairan keluar dari mata atau hidungnya, sebaiknya periksa segera ke dokter hewan.

Selain itu periksa bulu anak kucing kamu. Bulunya harus lembut, lebat dan tidak rontok. Hubungi dokter hewan jika anak kucingmu mengalami gejala-gejala seperti muntah, diare, kurang nafsu makan, sulit bernafas, mata bengkak, sulit buang air kecil dan air besar, kelelahan, dan mengi.

Memiliki anak kucing adalah pengalaman yang luar biasa bagi sebagian orang. Ambil cara atau langkah yang tepat untuk menjaga anak kucingmu sehat dan bahagia sehingga membuatnya dapat bertahan hidup lebih lama. Jika kamu punya saran lainnya tentang merawat anak kucing, silahkan beri tahu kami di kolom komentar.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar