Bacaterus / Ikan Cupang / Inilah Cara Merawat Anak Ikan Cupang Supaya Tumbuh Sehat

Inilah Cara Merawat Anak Ikan Cupang Supaya Tumbuh Sehat

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Warna yang mencolok, sisik yang warna-warni, bentuk sirip yang unik dan menarik adalah beberapa pertimbangan yang membuat orang tertarik memelihara ikan cupang. Ikan dengan nama latin Betta sp ini habitat aslinya adalah di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura dan Vietnam.

Karakter ikan ini agresif dan unik oleh karenanya sering digunakan sebagai ikan adu atau fighting fish. Merawat ikan cupang tergolong mudah dan sederhana. Namun, merawat ikan cupang dewasa dan anak ikan cupang itu berbeda.

Wadah Tepat untuk Merawat Anak Ikan Cupang

* sumber: redhillbetta.50webs.com

Ada yang wajib kamu ketahui tentang ikan cupang dan anak ikan cupang sebelum mempraktekkan langsung cara merawat anak ikan cupang sejak telur ikan menetas. Hal tersebut adalah pengetahuan dan informasi mengenai ikan cupang dan anak ikan cupang.

Merawat anak ikan cupang membutuhkan teknik dan praktek yang telaten. Namun, kamu juga harus paham karakteristik ikan cupang agar dapat ditempatkan dan diperlakukan dengan tepat. Sebab semua jenis ikan cupang mempunyai karakter berbeda.

Walaupun merawat ikan cupang itu tidak sulit, kamu tetap harus memperhatikan kesehatan dan kebersihan kolam tempat merawat anak ikan cupang. Ikan cupang memang terkenal dengan kemampuan bertahan hidup yang baik pada daerah yang kurang layak.

Namun, jangan lupa bahwa ikan rentan terkena stres jika ditempatkan pada satu wadah atau kolam yang terdiri dari beberapa ikan cupang. Terlebih lagi tinggal satu wadah dengan ikan rivalnya.

Wadah atau kolam yang kecil, infeksi bakteri, dan daerah hidup yang kurang nutrisi akan menghambat pertumbuhan ikan cupang. Apalagi anak ikan cupang belum memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik seperti cupang dewasa.

Christel Moons, seorang profesor dari fakultas kedokteran hewan di Universitas Ghent Belgia dalam makalahnya menjelaskan bahwa penting sekali untuk membuat wadah kolam di mana ikan cupang atau anak cupang dapat hidup nyaman dengan ikan cupang lainnya.

Melalui berbagai penelitian dan uji coba yang dilakukan oleh Dr. Moons terhadap ikan cupang membuktikan bahwa ikan cupang dapat merasa sakit dan tidak bahagia ketika ia berhadapan dengan sesuatu yang mengusiknya.

Menurutnya ikan cupang atau anak ikan cupang sama seperti makhluk lainnya juga. Mereka dapat merasa stres dan tidak bahagia. Oleh karenanya jika berniat untuk membudidayakan ikan cupang, pastikan kamu menempatkan anak ikan cupang dalam wadah yang tepat.

Wadah atau kolam yang ukurannya sesuai dapat membantu proses pembesaran dan perawatan anak ikan cupang. Sehingga anak ikan cupang sehat dan lebih kuat.

Merawat Anak Ikan Agar Tumbuh Sehat

Dalam budidaya ikan cupang, dibanding merawat ikan cupang dewasa, proses merawat anak ikan merupakan proses yang sangat sulit. Anak ikan tergolong rentan dan perlu perawatan yang baik. Dari ribuan telur ikan yang menetas, hanya beberapa yang dapat bertahan hidup.

Di kalangan pecinta ikan cupang, proses inilah yang dapat menyita waktu dan perhatian sebab anak-anak ikan yang menetas harus diberi perawatan telaten. Langkah-langkah berikut ini bisa kamu aplikasikan agar anak ikan cupang dapat bertahan menjadi ikan dewasa

1. Jangan Pisahkan Indukan Jantan

* sumber: fisharoma.com

Perlu kamu ketahui bahwa telur ikan cupang dapat menetas dalam waktu 48 jam. Setelah telur-telur tersebut menetas anak ikan cupang belum bisa berenang. Mereka hanya mengambang dan mengapung di permukaan air.

Pada fase ini anak-anak ikan cupang masih perlu indukan jantan. Indukan jantan tersebut akan membimbing anak ikan cupang agar tetap berada di permukaan air. Ketika ada anak ikan cupang yang tenggelam, indukan jantan dapat membantunya kembali ke permukaan.

Oleh sebab itu, ketika telur menetas jangan langsung pisahkan anak-anak ikan cupang dengan indukan jantan sampai anak ikan cupang bisa berenang tanpa bantuan indukan jantan.

2. Beri Pakan Telur Rebus

* sumber: lifestyle.okezone.com

Anak ikan cupang yang baru menetas tidak perlu diberi pakan sebab ia masih mempunyai cadangan makanan yang berasal dari telurnya. Setelah dua hari selanjutnya anak ikan cupang baru bisa diberi makan.

Menurut seorang pecinta ikan yang membudidayakan ikan cupang, pakan ikan pertama anak ikan cupang adalah kuning telur rebus. Beri pakan secukupnya saja. Jangan sampai telur rebus tidak habis dan malah akan menjadi busuk sehingga menyebabkan anak ikan mati.

Pakan ikan dengan menggunakan telur rebus ini hanya sekali dilakukan. Selanjutnya, anak ikan cupang dapat diberi pakan yang lain. Kamu bisa menggunakan air rendaman daun ketapang untuk pakan anak ikan cupang.

Air rendaman daun ketapang ini digunakan sebagai pakan ikan sebab di dalam air rendaman tersebut terdapat plankton dengan ukuran yang sesuai untuk anak ikan cupang yang sangat kecil. Gunakan jumlah air rendaman daun ketapang secukupnya.

Setelah anak ikan berusia dua minggu, anak ikan dapat mulai diberi pakan ikan lain. Misalnya dengan kutu air (microworm). Untuk pemberian pakan pertama, biasanya anak ikan diberi kutu air. Gunakan kutu air sedikit saja pada pemberian pakan di dua minggu pertama.

Lalu, pada pemberian pakan selanjutnya kamu dapat menambah kuantitas kutu airnya. Pebisnis budidaya ikan cupang lain ada yang menciptakan pakan ikan sendiri. Pakan ikan buatannya ini disebut dengan vinegar eel.

Pakan ciptaannya ini merupakan pakan alternatif pengganti kutu air yang susah didapatkan. Vinegar eel dijual seharga Rp10.000 per botolnya. Pakan buatannya ini diklaim lebih hemat dan lebih ekonomis sebab dapat digunakan sebagai pakan sampai berminggu-minggu.

Di samping itu, hasil anak ikan yang diberi pakan vinegar eel meningkat sebanyak 80% dibanding dengan pakan lainnya. Pembudidaya ikan cupang juga ada yang menggunakan artemia sebagai pakan ikan cupang yang berusia satu minggu. Artemia adalah sejenis udang yang berukuran sangat kecil. Artemia biasa hidup di daerah pesisir dengan kadar garam tinggi.

3. Pergantian Air Rutin

* sumber: www.hyundaiatoz.com

Selama telur menetas menjadi anak ikan cupang, air tidak perlu diganti. Selama kurang lebih 2 minggu kamu tidak perlu mengganti air. Bahkan setelah dua minggu, air tidak usah diganti seluruhnya. Cukup ganti air sebanyak 50% dari keseluruhan air kolam atau wadah.

Atau bisa juga dipindahkan ke dalam kolam yang lebih besar setelah anak ikan berusia lima minggu. Kebutuhan pakan anak ikan cupang akan bertambah seiring anak-anak ikan tersebut semakin besar.

Oleh karena semakin sering diberi pakan, air kolam akan semakin cepat kotor. Maka perlu dilakukan pergantian air secara rutin agar anak ikan cupang tumbuh sehat.

Organ labirin ikan cupang terbentuk dalam waktu 4-6 minggu. Organ labirin ikan cupang yang bergerak akan terlihat dari keaktifan anak-anak cupang bergerak ke atas permukaan air untuk bernafas. Hal itu juga menyebabkan air cepat kotor, jadi harus sering dibersihkan.

4. Lakukan Teknik Siphon dan Tambahkan Tanaman Air

* sumber: www.apg-wi.com

Saat anak ikan cupang berusia 4 minggu, naluri bertarung ikan ini akan mulai muncul. Di usia ini anak ikan cupang seharusnya ditempatkan pada wadah atau kolam terpisah. Hal ini dilakukan guna menghindari ikan cupang berkelahi dan saling melukai.

Tambahkan pula tananam air atau hidrilia atau bisa juga menggunakan tali rafia ke dalam kolam ikan. Tali rafia dan hidrila berguna untuk mengurangi kemungkinan anak ikan cupang bertemu dengan anak ikan cupang lainnya.

Dengan begitu perkelahian antar anak ikan cupang dapat terhindarkan. Selain itu usahakan untuk sering melakukan proses siphon, yaitu menyedot kotoran ikan cupang dan dikeluarkan melalui selang.

Nah itu dia cara merawat anak ikan cupang yang dapat kamu praktekan di rumah. Merawat anak ikan cupang memang butuh perhatian ekstra, namun tidak sulit dilakukan jika rutiin dan telaten. Silakan dicoba!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *