Bacaterus / Telur / 10 Cara Menyimpan Telur yang Benar agar Tidak Cepat Busuk

10 Cara Menyimpan Telur yang Benar agar Tidak Cepat Busuk

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Telur merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Anda bisa menggunakan telur untuk membuat makanan atau kue. Pokoknya, telur sudah menjadi makanan yang sangat umum di berbagai penjuru dunia.

Ketika membeli telur dalam jumlah banyak, kita sering bingung saat harus menentukan tempat penyimpanan telur, entah itu di kulkas atau tanpa kulkas. Lantas, bagaimana dan di mana seharusnya kita menyimpan telur?

Untuk menjawab kebingungan Anda dan pembaca lainnya, Bacaterus sudah merangkum berbagai serba-serbi cara menyimpan telur di dalam kulkas atau tanpa kulkas. Bukan hanya cara menyimpan telur ayam negeri atau kampung, kami juga akan berbagi cara yang tepat untuk menyimpan telur asin.

10 Cara Menyimpan Telur yang Benar

1. Cuci Telur Setelah Membeli

Cuci Telur Setelah Membeli Cara Menyimpan Telur

“Haruskah kita mencuci telur sebelum dicuci?” Pertanyaan ini menimbulkan jawaban pro dan kontra, di mana banyak orang yang bingung menentukan apakah telur harus dicuci dulu atau dibiarkan begitu saja sebelum disimpan. Jawabannya adalah cuci telur Anda sebelum disimpan.

Proses mencuci telur ini bertujuan untuk menghindari bakteri salmonela yang bisa masuk ke dalam telur melalui pori-pori yang terdapat pada cangkang telur. Bakteri salmonela dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut. Jadi, bila Anda berencana menyimpan telur untuk waktu yang lama sebaiknya cucilah telur tersebut sampai bersih.

2. Simpan Telur dalam Karton Khusus

Simpan Telur dalam Karton Khusus

Ketika membeli telur di supermarket, kita akan mendapat karton yang bermanfaat untuk membungkus telur. Faktanya, karton itu bukan hanya untuk membungkus telur, tapi juga untuk melindungi telur dari guncangan atau benturan yang bisa menimbulkan keretakan.

Menyimpan telur di dalam karton juga lebih baik dari menyimpan telur di dalam plastik. Pasalnya, karton memiliki pori-pori yang dapat membuat telur tetap memperoleh sirkulasi udara. Jika tidak ada karton, Anda bisa menempatkannya dalam mangkuk atau wadah yang terbuka. Ingat, jangan gunakan wadah tertutup untuk menyimpan telur jika tidak ingin telur cepat busuk.

3. Hindari Menyimpan Telur di Pintu Pulkas

Hindari Menyimpan Telur di Pintu Pulkas

Setiap kulkas modern pasti sudah dilengkapi dengan rak penyimpanan telur yang terdapat di bagian pintu. Akan tetapi, cara menyimpan telur yang aman di dalam kulkas adalah meletakkan telur dalam sebuah wadah (karton khusus telur lebih baik), lalu masukkan wadah tersebut ke rak di lantai 2 atau 3 di dalam kulkas.

Alasannya adalah suhu di dalam kulkas lebih stabil karena ketika kita membuka pintu kulkas, makanan dan minuman yang diletakkan di pintu kulkas akan terkontaminasi dengan suhu ruang. Telur yang disimpan di bawah suhu 20 derajat celcius cenderung lebih bebas bakteri.

4. Simpan Telur di Luar Kulkas

Simpan Telur di Luar Kulkas

Sebagian masyarakat memiliki kebiasaan menyimpan telur di dalam kulkas. Setiap merk lemari es memang menyediakan rak penyimpanan telur yang berada di bagian dalam pintu kulkas. Faktanya, menyimpan telur pada suhu ruang cenderung lebih awet dibanding menyimpan di dalam kulkas, lho.

Anda tak perlu menyimpan telur di kulkas karena telur memiliki kultikula yang membuat bagian dalam telur tetap segar. Telur yang disimpan di luar kulkas bisa bertahan dalam waktu 3-4 minggu, tergantung kualitas telurnya. Perhatikan saja di toko atau supermarket, telur tidak pernah disimpan di dalam lemari pendingin, bukan?

5. Telur Tidak Bisa Disimpan Berbulan-bulan

Telur Tidak Bisa Disimpan Berbulan-bulan

Alasan masyarakat masih menyimpan telur di dalam kulkas adalah mereka percaya bahwa suhu dingin dapat menghambat bakteri yang menyebabkan pembusukan. Ya, telur memang bisa disimpan di dalam kulkas dengan suhu 0 – 15 derajat celcius.

Sayangnya, hal tersebut tidak menjamin bahwa telur bisa bertahan dalam waktu 6 bulan. Dalam hitungan minggu saja telur juga bisa rusak meskipun disimpan di lemari es.

Telur dengan kualitas sebaik apapun tidak akan mampu bertahan di dalam kulkas selama 6 bulan. Jadi, jika ingin menyimpan telur di kulkas usahakan untuk segera mengonsumsinya dalam waktu 2-3 minggu dari tanggal pembelian.

6. Posisi Penyimpanan Telur

Posisi Penyimpanan Telur

Cara menyimpan telur dengan memperhatikan posisi telurnya ini sering terabaikan oleh banyak orang. Kita hanya memasukkan telur dalam sebuah wadah atau menata dalam rak telur yang ada di kulkas tanpa memperhatikan posisi telurnya.

Sebagai informasi, posisi terbaik untuk menyimpan telur adalah bagian runcing telur diletakkan di bagian bawah. Hal ini berfungsi untuk menjaga kantong udara yang terdapat di bagian tumpul tetap berada di atas. Pasalnya, jika kantong udara berada di bawah maka isi telur akan mendesak kantong udara sehingga dapat merusak kualitas telur.

7. Jangan Menyimpan Telur di Dekat Makanan Beraroma Menyengat

Jangan Menyimpan Telur di Dekat Makanan Beraroma Menyengat

Sebagian besar orang mengira bahwa cangkang telur cukup kuat untuk melindungi isinya. Ya, cangkang telur memang cukup kuat untuk melindungi isinya, tapi cangkang telur juga memiliki pori-pori yang dapat memungkinkan bakteri masuk ke dalam telur.

Nah, pori-pori ini juga dapat membuat aroma makanan yang berada di sekitar telur dapat mengontaminasi telur. Oleh karena itu, sebaiknya hindari menyimpan telur di dekat makanan yang memiliki aroma menyengat, seperti petai, ikan asin, durian, dan terasi.

8. Cara Menyimpan Telur Rebus

Cara Menyimpan Telur Rebus

Bagaimana cara menyimpan telur rebus? Apakah caranya sama dengan cara menyimpan telur mentah? Untuk menyimpan telur rebus, Anda perlu mengupas kulitnya terlebih dahulu. Kemudian, tempatkan telur dalam wadah yang tertutup seperti tupperware.

Jangan lupa untuk memasukkan sehelai tisu yang sudah dibasahi dengan air mineral. Tisu basah ini akan membantu menjaga kelembaban telur rebus agar tidak rusak. Selain itu, Anda juga bisa merendam telur di dalam air mineral, lalu memasukkannya ke dalam lemari es. Telur rebus bisa bertahan hingga 3 hari jika disimpan dengan cara ini.

9. Cara Menyimpan Telur yang Sudah Dikocok

Cara menyimpan telur yang sudah dikocok

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengocok telur tapi tidak jadi menggunakannya untuk memasak, Anda dapat menyimpan telur yang sudah dikocok itu di dalam kulkas. Masukkan saja telur di rak lantai 2 atau 3 di dalam lemari es. Telur yang sudah dikocok bisa bertahan hingga 24 jam jika disimpan di dalam kulkas bersuhu rendah.

10. Cara Menyimpan Telur Asin

Cara menyimpan telur asin

Telur asin memiliki daya tahan yang cukup tinggi. Anda bisa menyimpan telur asin dalam suhu ruangan selama 4-5 minggu. Namun, jika Anda ingin telur asin yang sudah direbus jadi semakin awet, simpan telur asin di dalam kulkas dengan suhu 12-15 derajat celcius dengan kelembaban 70-80%.

Sama seperti telur ayam, Anda harus menjauhkan telur asin dari makanan berbau menyengat agar tidak merusak cita rasa telur asin tersebut.

Yuk, coba 10 cara menyimpan telur ayam dan telur asin di atas. Tak perlu khawatir telur menjadi cepat rusak jika Anda menggunakan 10 cara ini. Untuk informasi mengenai cara memilih telur yang baik dan segar untuk dikonsumsi, silakan baca artikel ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

2 Responses

  1. salam sejahtera
    saya mau tanya kalo telur ayam yang sudah d.kocok dan dicampur air apakah bisa tahan lama?
    berapa ketahananya ya/berapa maksimal penyimpananya?
    mohon pencerahanya
    makasih salam sejahtera

    1. Bagi Anda yang sudah terlanjur mengocok telur tapi tidak jadi menggunakannya untuk memasak, Anda dapat menyimpan telur yang sudah dikocok itu di dalam kulkas. Masukkan saja telur di rak lantai 2 atau 3 di dalam lemari es. Telur yang sudah dikocok bisa bertahan hingga 24 jam jika disimpan di dalam kulkas bersuhu rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *