Bacaterus / Keju / 9 Cara Menyimpan Keju Agar Tidak Rusak dan Tahan Lama

9 Cara Menyimpan Keju Agar Tidak Rusak dan Tahan Lama

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berbagai makanan yang ditambahkan dengan keju pasti rasanya menjadi lezat. Keju memang dapat membuat citarasa makanan jadi lebih gurih. Sayangnya, ketika membeli keju cheedar atau mozarella kita tidak menggunakan selutuh bagian keju tersebut. Kita hanya memerlukan beberapa bagian saja. Lantas, bagaimana dengan sisa keju yang sudah dibuka? Apakah harus dibuang?

Sejatinya, keju bisa disimpan untuk beberapa waktu kok. Asalkan Anda sudah menggunakan cara menyimpan keju yang benar, dijamin keju Anda tidak akan rusak dan tahan lama. Bacaterus akan berbagi cara menyimpan keju cheddar, mozarella, atau jenis keju lainnya di sini.

9 Cara Menyimpan Keju yang Baik

1. Jangan menyimpan di dalam plastik

Jangan menyimpan di dalam plastik Cara Menyimpan Keju

Sebagian orang menyimpan keju sisa dengan membungkusnya di dalam plastik. Kemudian, plastik berisi keju itu akan diletakkan begitu saja di dalam lemari es. Cara menyimpan keju seperti ini salah. Plastik adalah wadah terburuk untuk menyimpan keju.

Mengapa? Keju mengandung sejumlah minyak dan lemak. Apabila minyak dan lemak pada keju terpapar oleh plastik selama berhari-hari, maka rasa dan aroma plastik akan melekat pada keju tersebut. Alhasil, citarasa dari keju itu sendiri sudah tidak akan terasa lagi. Jadi, jika tidak terpaksa sebaiknya hindari menyimpan keju dalam plastik.

2. Tidak membungkusnya terlalu ketat

Tidak membungkusnya terlalu ketat

Aluminium foil adalah pembungkus yang cukup baik untuk menyimpan keju parmesan, mozarella, stilton, cheddar, gouda, dan hampir semua jenis keju. Namun, perlu Anda ketahui bahwa sebaiknya jangan membungkus keju terlalu ketat.

Meskipun aluminium foil adalah pembungkus keju yang ideal, tapi Anda harus memberi ruang udara untuk keju. Begitu juga jika Anda membungkus keju terlalu longgar, tekstur keju jadi mengeras karena banyak terpapar udara dari luar. Jadi, bungkus keju seadanya saja, jangan terlalu ketat tapi jangan terlalu longgar.

3. Pakai kertas pembungkus keju

Pakai kertas pembungkus keju

Tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya kertas khusus untuk membungkus keju sudah dijual di pasaran. Tekstur kertas pembungkus keju ini mirip dengan kertas minyak. Uniknya, kertas khusus ini dapat memberikan ruang udara pada keju tanpa membuat keju jadi mengeras.

Formaticum adalah merk pembungkus keju yang paling terkenal. Sayangnya, merk ini masih sulit ditemukan di Indonesia. Anda bisa memesan kertas keju ini melalui situs jual beli online. Pasalnya, keju yang disimpan dengan cara dibungkus menggunakan kertas khusus ini bisa bertahan hingga 2 minggu, lho.

4. Kertas lilin solusi pengganti kertas pembungkus keju

Kertas lilin solusi pengganti kertas pembungkus keju

Bila Anda kesulitan menemukan kertas pembungkus keju, opsi lainnya adalah menggunakan kertas lilin. Tekstur kertas lilin dan kertas pembungkus keju ini hampir sama. Dari pada Anda membungkus keju dengan plastik, bungkuslah keju sisa dengan kertas lilin.

Penggunaan kertas lilin untuk menyimpan keju ini memungkinkan keju bertahan untuk waktu yang cukup lama. Bahkan, daya tahan keju yang disimpan di dalam kertas lilin lebih lama dibanding keju yang dimasukkan ke dalam lemari es tanpa pembungkus apapun. Nah, buktikan sendiri dengan menyimpan keju sisa di rumah dengan memakai kertas lilin ini.

5. Bolehkah menyimpan keju lembut dalam wadah plastik?

Bolehkah menyimpan keju lembut dalam wadah plastik

Ada beberapa jenis keju dengan tekstur yang sangat lembut sehingga tidak bisa dibungkus dengan aluminium foil atau kertas pembungkus keju. Jenis keju yang teksturnya sangat lembut adalah mozarella yang sudah dilelehkan, ricotta, dan chèvre. Keju-keju ini memang sebaiknya disimpan dalam kemasan aslinya.

Akan tetapi, bagaimana jika keju tersebut sisa dan ingin dipakai untuk keesokan hari? Tak masalah menempatkan keju bertekstur lembut dalam wadah plastik. Namun, pastikan wadah plastiknya padat seperti tupperware. Tutup rapat wadah plastik tersebut, lalu masukkan ke dalam lemari es. Setiap kali Anda membuka dan menggunakan keju tersebut, sebaiknya pindahkan keju ke wadah plastik yang baru.

6. Jangan menyimpan keju tanpa pembungkus atau penutup

Jangan menyimpan keju tanpa pembungkus atau penutup

Mungkin Anda khawatir keju jadi berjamur jika dibungkus dengan kertas lilin atau aluminium foil. Ketahuilah bahwa keju lebih berisiko tinggi berjamur jika disimpan tanpa ditutup atau dibungkus oleh apapun. Jika ada bagian keju yang tidak berjamur, sebaiknya segera potong dan buang bagian yang berjamur.

Simpan keju tersebut di wadah yang berbeda, tapi sebelumnya oleskan wadah plastik dengan minyak zaitun atau canola agar keju tidak kering. Setelah itu, tutup rapat wadah plastik tersebut agar keju tidak kembali berjamur. Untuk keju padat sebaiknya disimpan di suhu ruangan, tapi jika itu adalah keju lembut simpanlah di dalam lemari es.

7. Simpan sampai tanggal kedaluwarsa

Simpan sampai tanggal kedaluwarsa

Ketika Anda sudah menggunakan cara menyimpan keju yang benar, tapi mengapa keju Anda masih berjamur, ya? Nah, cobalah untuk mengecek tanggal kedaluwarsa keju yang Anda beli. Biar bagaimana pun Anda menyimpan keju tersebut ketika sudah masuk tanggal kedarluwarsa maka keju akan berjamur dan tidak layak dikonsumsi.

Ketika membeli keju sebaiknya perhatikan tanggal kedarluwarsanya. Jika Anda berencana menggunakan keju itu dalam jangka waktu lama, pilih produk yang tanggal kedarluwarsanya masih lama. Setidaknya Anda tidak membuang keju secara sia-sia hanya karena kejunya sudah berjamur akibat kedarluwarsa.

8. Beli keju secukupnya

Beli keju secukupnya

Keju adalah produk dairy food di mana daya tahannya tidak terlalu lama. Apalagi jika Anda membeli keju segar yang tidak menggunakan pengawet pasti masa kedarluwarsanya sangat singkat. Jadi, untuk menghindari keju berjamur atau basi, belilah keju dengan jumlah secukupnya saja.

Ketika keesokan hari Anda ingin menggunakan keju untuk memasak, Anda dapat membelinya kembali di toko. Bahkan, mungkin Anda memperoleh keju yang lebih segar sehingga rasa makanan jadi lebih nikmat.

9. Aturan menyimpan keju di lemari es

Cara Menyimpan Keju

Ada yang mengatakan bahwa keju sebaiknya disimpan di lemari es. Namun, di satu sisi lemari es bisa membuat tekstur keju jadi lebih keras dan sulit untuk diolah. Lantas, apakah sebenarnya kita diperkenankan untuk menyimpan keju dalam lemari es?

Ternyata ada beberapa aturan mengenai penyimpanan keju dalam kulkas. Keju bisa disimpan di dalam kulkas dengan syarat sudah dibungkus dengan kertas pembungkus keju atau aluminium foil, bisa juga keju dimasukkan ke dalam wadah sejenis tupperware.

Kemudian, letakkan keju di laci sayuran (biasanya berada di bagian paling bawah lemari es). Suhu di laci sayuran ini tidak terlalu dingin dan tidak membuat keju mengeras. Hindari menyimpan keju di laci bagian tengah kulkas, apalagi di bagian freezer jika Anda tidak ingin keju jadi membeku.

Nah, serba-serbi cara menyimpan keju ini bisa Anda lakukan untuk menyimpan keju cheddar, parmesan, mozarella, dan jenis keju lainnya. Agar tidak rusak, Anda memang harus menyimpan keju secara tepat dalam wadah yang sesuai.

Apabila Anda masih khawatir keju menjadi rusak bila disimpan dengan cara ini, maka belilah keju dengan jumlah yang secukupnya sehingga Anda tak perlu menyimpan keju. Bingung mencari merk keju mozarella terbaik? Klik di sini untuk mengetahui rekomendasi merk keju mozarella berkualitas.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *