Bacaterus / Daging / Inilah 5 Cara Menyimpan Daging Tanpa Kulkas dengan Mudah

Inilah 5 Cara Menyimpan Daging Tanpa Kulkas dengan Mudah

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juni 2019

Terdapat banyak metode atau cara menyimpan daging tanpa kulkas yang bisa diaplikasikan dengan mudah dan murah di dapur masing-masing. Metode-metode ini sudah cukup lama dipakai orang-orang untuk mengawetkan makanan mereka, termasuk daging. Karena sekarang sudah ada kulkas, proses menyimpan daging menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien.

Meskipun demikian, kita tetap harus mengetahui berbagai cara mengawetkan daging ini agar nantinya dapat bertahan di luar kulkas. Jika sewaktu-waktu listrik padam dalam jangka waktu yang lama sementara banyak daging tersimpan di dalam kulkas, maka metode ini bisa sangat bermanfaat untuk menyelamatkan daging-daging dari kebusukan.

1. Pengasapan/Smoking

* sumber: pixabay.com

Bagaimana orang zaman dulu menyimpan daging tanpa bantuan pendingin? Salah satu jawabannya adalah dengan diasap! Mengasap adalah salah satu metode tertua untuk mengawetkan daging. Di kampung biasanya daging-daging yang sudah di asap ini digantung di atas tungku agar lebih awet dan tidak lembab. Saat hendak dimasak, daging tinggal diambil sebagian.

Daging hasil pengasapan bisa sangat lezat dan baunya enak. Akan tetapi jangan berlebihan mengkonsumsi daging asap karena asap dari hasil pembakaran dapat mengandung zat yang disebut karsinogen. Pengasapan dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengawetkan dan menyimpan daging tanpa kulkas dalam situasi darurat. Tips mengasap daging dari wikiHow:

  • Garami daging sebelum dikeringkan dengan cara diasapi agar masa simpannya lebih lama.
  • Asapi daging pada suhu 63 derajat Celcius selama 7 jam atau pada suhu 68 derajat Celcius selama 4 jam (jika menggunakan alat pengasapan modern). Suhu pengasapan tidak boleh lebih dari 68 derajat Celcius karena daging bisa masak.
  • Beberapa bagian daging seperti sandung lamur mungkin memerlukan waktu pengasapan hingga 22 jam agar kering secara menyeluruh.
  • Gunakan termometer daging untuk memastikan daging mencapai suhu yang aman sebelum dikeluarkan dari pengasap. Daging ayam dan unggas lainnya harus bersuhu 74 derajat Celcius, daging giling 71 derajat Celcius, daging steak, chop, dan roast harus bersuhu 63 derajat Celcius.
  • Pilihan pengasapan bisa menggunakan gas, listrik, arang atau kayu.
  • Daging asap bisa bertahan 1-2 bulan dalam wadah kedap udara.

2. Penggaraman/Curing/Salting

* sumber: pxhere.com

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menyimpan daging tanpa kulkas adalah dengan menggaraminya. Ikan asin adalah salah satu contoh hasil yang dari penggaraman. Dengan menggunakan metode ini, ikan asin (ikan yang diasinkan) mampu bertahan lama tanpa bantuan pendingin.

Proses penggaraman daging tidak memerlukan banyak biaya, hanya saja untuk melakukannya dibutuhkan sedikit waktu dan upaya. Setelah proses ini selesai, daging harus digantung di tempat yang sejuk dan kering. Berikut adalah tips menggarami daging agar dapat bertahan di luar kulkas dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • Gunakan garam pengawet yang berkualitas. Jika tidak tersedia di toko, cobalah membelinya secara online.
  • Simpan daging di dalam wadah yang kedap udara dan pastikan seluruh bagian daging (termasuk lapisannya) tertutup garam. Semakin tebal garam, semakin lama pula waktu penyimpanannya. Formulanya seperti ini: jika ketebalan garamnya 2,5 cm, maka daging dapat bertahan tanpa kulkas kira-kira selama 7 hari.
  • Wadah penyimpanan daging harus disimpan di tempat yang dingin dengan suhu 2-4 derajat Celcius selama sebulan dan jangan dibekukan.
  • Daging yang diawetkan dengan garam dapat bertahan 3-4 bulan tanpa pendinginan jika disimpan dalam kemasan kedap udara.
  • Daging hasil penggaraman yang akan dimasak harus dibilas bersih dari garam terlebih dahulu.

3. Pengeringan/Dehydrating

Sumber: https://www.flickr.com/photos/yourbestdigs/

Kamu pasti sudah mengetahui kalau makanan yang dikeringkan memiliki masa simpan yang lebih lama daripada makanan basah. Hal itu karena tidak adanya unsur air dalam makanan yang dapat menyebabkan bakteri tumbuh dan membuat makanan membusuk. Dan hal ini juga berlaku untuk daging.

Pengeringan mungkin salah satu cara termudah dan sehat untuk menyimpan daging tanpa kulkas. Daging dapat dikeringkan dengan bantuan alat pengering yang disebut dengan dehidrator listrik atau dehidrator surya (tenaga matahari).

Dehidrator listrik dapat dijalankan dengan tenaga listrik yang mengaliri rumah kita. Sementara itu dehidrator surya bisa berjalan tanpa listrik, tetapi dengan syarat cuaca sedang bagus dan cerah. Jika ingin menyimpan daging tanpa kulkas dalam jangka waktu yang cukup lama, daging harus benar-benar kering 100%.

Tips pengeringan daging dari wikiHow:

  • Potong daging tipis-tipis dalam ukuran kecil dan memanjang.
  • Rebus potongan daging tersebut selama 3-5 menit agar bakteri yang menempel pada daging terbunuh.
  • Angkat dan tiriskan daging hingga benar-benar kering.
  • Gunakan dehidrator untuk pengeringan lebih lanjut dan sempurna. Jika tidak punya alat ini, kamu dapat memanggang daging dalam oven menggunakan pengaturan rendah selama 8-12 jam.
  • Daging yang dikeringkan dengan benar dan sempurna akan terasa lengket, keras, atau kasar.
  • Daging yang dikeringkan dengan cara ini akan bertahan 1-2 bulan dalam wadah kedap udara tanpa pendingin.

4. Pengasinan/Brining

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/eekim/

Cara ini hampir mirip dengan penggaraman. Dalam proses ini, daging diawetkan di dalam tempayan atau wadah yang berisi air asin. Metode ini sangat mudah kita lakukan. Cukup campurkan air dan garam (sebagian mungkin menambahkan gula), lalu rendam daging di dalam cairan tersebut (harus sepenuhnya terendam).

Ruangan tempat menyimpan daging yang diasinkan juga harus sejuk. Metode menyimpan daging tanpa kulkas ini sangat ideal untuk potongan daging tanpa lemak yang cenderung mengering saat dimasak. Daging yang diproses dengan cara ini akan menyerap banyak cairan dan garam, sehingga menghasilkan hidangan akhir yang lebih segar dan lebih beraroma.

5. Pengalengan dengan Pressure Canner/Pressure Canning

* sumber: www.healthycanning.com

Dalam bahasa Inggris metode ini disebut dengan pressure canning, yaitu sebuah teknik pengawetan makanan rumahan yang menggunakan peralatan khusus (disebut dengan pressure canner) untuk mengolah makanan pada suhu yang lebih tinggi. Hal ini utamanya digunakan untuk mengawetkan daging dan sayuran tanpa perlu menambahkan cairan dengan kadar asam yang tinggi.

Proses pengalengan daging dengan cara ini cukup mudah karena tidak membutuhkan banyak upaya. Setelah proses pengalengan selesai, daging dapat dipanaskan kembali jika ingin dimakan. Toples penyimpanannya pun dibuat portabel sehigga mudah digunakan. Kamu bisa mendapatkan pressure canner dengan harga yang cukup terjangkau di pasaran.

Untuk lebih jelasnya, kamu dapat menonton video YouTube cara mengawetkan daging dengan pressure canning di sini (di YouTube juga tersedia banyak video yang serupa).

Itulah beberapa cara menyimpan daging tanpa kulkas dengan mudah. Berbeda dengan makanan lain, daging dapat mengandung banyak bakteri yang bisa membuatnya cepat busuk. Oleh karena itu, jika ingin menyimpan daging tanpa kulkas dalam jangka waktu yang lama, maka bakteri-bakteri dalam daging ini harus dilenyapkan.

Metode-metode di atas dapat membantu menghilangkan bakteri-bakteri yang terdapat pada daging. Dengan mengasap misalnya, air yang terdapat pada daging bisa dihilangkan sehingga bakteri tidak dapat tumbuh. Sementara garam sejak dahulu kala telah dikenal sebagai obat alam untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk mengawetkan makanan.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar