Bacaterus / Menyusui / Inilah 10 Cara Terbaik Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

Inilah 10 Cara Terbaik Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 November 2019

Apakah anda berniat menyapih anak dan masih bingung bagaimana cara memulainya? Bagi sebagian besar ibu, menyapih anak mungkin dirasa cukup sulit. Apalagi dengan keadaan anak yang sangat sering menyusu. Karena sudah terbiasa menyusu langsung dari payudara ibu, saat berhenti anak cenderung menjadi lebih rewel.

Nah, bagi Anda yang sudah memantapkan hati untuk menyapih sang buah hati, berikut kami rekomendasikan beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel.

1. Tentukan Waktu yang Tepat

 

Tentukan Waktu yang Tepat

* sumber: www.gltc.co.uk

Sangat penting bagi anak untuk mengkonsumsi ASI sampai usia 6 bulan sejak ia dilahirkan. ASI mengandung gizi lengkap yang mudah dicerna. Selain itu juga Undang-Undang di Indonesia mengatur hak anak untuk diberikan ASI eksklusif dari sejak lahir hingga usia 6 bulan. Setelah anak berusia 6 bulan, Anda bisa mulai memberikan makanan pendamping ASI atau yang kita sebut dengan MPASI.

Menyusui anak lebih dari dari usia 1 tahun tentu boleh dilakukan. Biasanya ketika anak sudah menginjak usia ini, ia akan lebih tertarik untuk minum dari gelas atau cangkir. Menurut para ahli, inilah salah satu ciri anak sudah siap untuk disapih. Namun, kebutuhan setiap anak berbeda-beda. Waktu yang tepat untuk menyapih anak tergantung dari kebutuhan dan kesiapan anak dan juga ibunya.

Organisasi kesehatan dunia, WHO menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif sampai usia anak 2 tahun. Walaupun mungkin Anda merasa tidak tega, kebiasaan anak menyusu harus perlahan dihentikan maksimal pada usia ini.

2. Buat Anak Kenyang

Buat Anak Kenyang

* sumber: www.madeformums.com

Salah satu alasan anak menyusu tentu karena ia merasa lapar. Pada dasarnya, anak yang sudah bisa duduk tegak dalam waktu yang cukup lama, sudah siap untuk diberikan makanan selain ASI. Perhatikan dan kenalilah makanan apa yang anak sukai. Jika anak diberikan makanan yang tepat, secara otomatis frekuensi menyusunya akan berkurang.

Berikan makanan yang sehat sesuai dengan usia anak. Dengan memberikan makanan yang sehat, kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi walaupun sudah tidak diberi ASI. Hindari makanan-makanan yang sifatnya instant.

3. Buatkan Makanan yang Menarik

Buatkan Makanan yang Menarik

* sumber: ourordinarylife.com

Saat menyapih anak, Anda bisa mencoba membuat makanan yang menarik. Anda bisa mencari berbagai referensi dari buku atau internet. Karena sebenarnya anak menyukai makanan yang tekstur dan rasanya berbeda dari Air Susu Ibu.

Namun jika anak tidak menyukai makanan yang ibu berikan, jangan pernah memaksa. Cobalah berikan makanan lain yang mungkin anak sukai. Ketika anak sudah merasa kenyang, ia juga akan mengurangi kebiasaan menyusunya.

4. Kurangi Frekuensi Menyusui Secara Bertahap

Kurangi Frekuensi Menyusui Secara Bertahap

* sumber: www.austinbabywearing.org

Anda bisa mulai mengurangi frekuensi anak dalam menyusu dengan cara menghilangkan satu sesi menyusui. Akan lebih sulit mungkin untuk menghilangkan sesi menyusu yang menjadi favorit anak. Biasanya anak sangat menikmati waktu menyusu pada pagi hari setelah bangun tidur, juga pada malam hari baik sebelum tidur ataupun tengah malam.

Cobalah menghilangkan satu sesi menyusui secara bertahap, setiap hari dalam waktu kurang lebih selama satu minggu. Dengan cara ini, tidak akan terjadi pembengkakan payudara yang membuat Anda tidak nyaman.

Untuk permulaan, Anda bisa coba menghilangkan sesi menyusui di siang atau sore hari. Sebagai gantinya, berikan anak camilan sehat atau ganti dengan susu formula. Jangan lakukan ini dengan paksaan, karena mungkin anak merasa kehilangan waktu kebersamaan dan kehangatan bersama ibunya. Bertahanlah dengan penuh rasa kasih sayang.

5. Ubah Rutinitas Malam Hari

Ubah Rutinitas Malam Hari

* sumber: albatrong.info

Anak-anak menyukai rutinitas. Karena mereka merasa aman dengan mengetahui apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Maka dari itu melakukan suatu kegiatan agar menjadi rutinitas atau kebiasaan anak sebelum tidur sangat penting untuk dilakukan.

Ganti kebiasaan menyusu sebelum tidur dengan bernyanyi, membaca buku cerita, atau melakukan permainan bersama. Jika si kecil sudah mengerti, buat ia memilih hal apa yang ingin dilakukan sebelum ia tidur. Lakukanlah selama beberapa hari sampai anak tidak ingat menyusu dan merasa kebiasaan barunya lebih menyenangkan.

6. Pengalihan Perhatian

Pengalihan Perhatian

* sumber: littlelearningclub.com

Banyak ibu merasa kesulitan ketika menyapih anak karena menyusui dikaitkan dengan hubungan kelekatan antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika diajarkan untuk berhenti menyusu, anak cenderung rewel.

Alihkan perhatian anak sebelum ia teringat untuk menyusu dengan menawarkan sesuatu yang lain. Ibu bisa lakukan kegiatan bersama dengan anak seperti berjalan-jalan di taman, melakukan playdate, dan memakan camilan bersama.

7. Gantikan dengan Susu Formula

Gantikan dengan Susu Formula

* sumber: sleepingshouldbeeasy.com

Agar proses menyapih lebih cepat, beberapa ibu memang langsung mengganti ASI dengan memberikan susu formula. Namun apakah pemberian susu formula sebagai pengganti ASI memang diwajibkan?

Seperti kita tahu, anak sudah bisa diberi makanan selain ASI pada usia 6 bulan keatas. Bahkan sejak usia 12 bulan keatas anak sudah bisa diberi susu sapi segar. Itupun apabila diperlukan. Jadi, selain karena adanya rekomendasi dokter apabila anak memiliki kondisi medis tertentu, susu formula sifatnya tidak wajib.

Namun, pemberian susu formula pada anak bukanlah pilihan yang buruk. Sesuaikan saja dengan kebutuhan anak. Perhatikan apakah anak Anda bisa menerima susu formula atau tidak. Segera tindaklanjuti apabila anak menunjukkan reaksi alergi terhadap susu formula.

8. Kenalkan Anak pada Cangkir

Kenalkan Anak pada Cangkir

* sumber: lovejennyblog.com

Mengajari anak untuk minum menggunakan cangkir bisa dimulai saat anak sudah mengkonsumsi makanan padat yaitu pada usia 6 bulan keatas. Apabila anak masih merasa kesulitan, biasakan ia minum menggunakan sippy cup yang memiliki bentuk unik dan bergambar.

Bagaimana dengan penggunaan botol susu yang desainnya mirip dengan puting payudara ibu? Minum susu menggunakan botol memang memiliki beberapa keuntungan, diantaranya anak lebih cepat tidur dan cenderung merasa lebih tenang. Namun menggunakan botol susu dicurigai menjadi penyebab kerusakan gigi pada anak. Kebiasaan menggunakan botol susu juga dinilai cukup sulit untuk dihentikan.

Itulah mengapa langsung mengenalkan anak pada cangkir di usia dini dinilai lebih baik dibandingkan membiasakan anak menggunakan botol susu.

9. Sabar Adalah Kunci, Jangan Terburu-Buru

Sabar Adalah Kunci, Jangan Terburu-Buru

* sumber: www.thepragmaticparent.com

Jangan menunjukan kemarahan pada si kecil. Kesabaran Anda akan membantu anak mengerti dan memahami apa permintaan Anda sebagai ibunya. Tidak bisa dipungkiri bahwa ikatan emosional antara ibu dan anak memang sangat kuat, apalagi pada saat menyusui.

Tetaplah berikan pelukan hangat saat anak bangun tidur serta pada malam hari sebelum tidur. Temani anak sampai benar-benar tertidur. Dengan cara ini, anak tidak akan merasa kehilangan momen kebersamaan yang selama ini ada ketika menyusui.

10. Hindari Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Trauma

Hindari Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Trauma

* sumber: playfulnotes.com

Pada akhirnya, menyapih anak tergantung pada kesiapan anak dan sang ibu. Tahap ini tidak bisa dilakukan dengan paksaan. Hindari menyapih dengan cara-cara yang bisa menyebabkan trauma pada anak. Mungkin Anda pernah mendengar bahwa orang-orang jaman dahulu menyapih anak dengan cara mengoleskan brotowali, cabai atau bahkan balsem.

Cara seperti ini sangat tidak dianjurkan. Selain “kejam” mengoleskan cabai atau balsem pada puting payudara bisa membuat mulut anak terbakar. Sedangkan brotowali bisa saja membuat anak muntah bahkan diare.

Cobalah menyapih anak disertai cinta dan kasih sayang. Karena bagaimana pun, menyapih anak merupakan keputusan ibu dan anak. Berapa lama Anda akan menyusui anak, tergantung keinginan dan kebutuhan anak. Percayalah pada naluri Anda sendiri sebagai seorang ibu, tanpa terlalu khawatir apa yang ada di pikiran orang lain.

Nah, itulah beberapa cara untuk menyapih anak agar tidak rewel. Sudahkah Anda menerapkannya? Apakah ada cara lain yang Anda lakukan untuk membantu anak berhenti menyusui? Silahkan bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar. Baca juga artikel cara mengatasi anak yang rewel pada malam hari ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar