Bacaterus / Tips Microsoft Office / Inilah Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Format yang Benar

Inilah Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Format yang Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Februari 2020

Setelah kemarin kita membahas cara membuat daftar isi otomatis, kali ini kita akan membahas komponen lain yang berkaitan dengan bidang akademik yakni daftar pustaka. Banyak penulis ataupun mahasiswa yang belum mengetahui cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar untuk makalah, skripsi, jurnal, karya ilmiah, ataupun buku yang mereka tulis.

Padahal daftar pustaka merupakan komponen wajib yang akan memberikan informasi kepada para pembaca mengenai sumber yang berkaitan dengan buku yang mereka baca. Daftar pustaka juga merupakan bentuk apresiasi dari seorang penulis kepada pengarang buku yang telah ia kutip atau ia ambil referensinya.

Saat ini terdapat berbagai macam format yang umum digunakan dalam penulisan daftar pustaka seperti format MLA (The Modern Language Association) dan format APA (American Psychological Association). Selain kedua format tersebut, terdapat juga format-format khusus untuk bidang ilmu tertentu seperti kedokteran, biologi, kimia, hukum, dan lainnya.

Secara umum, teknik penulisan daftar pustaka yang lazim digunakan di Indonesia biasanya mengurutkan nama keluarga si penulis dari A hingga Z. Baris pertama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri, sedangkan baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam. Jarak antar baris biasanya adalah 1,5 spasi.

Terdapat empat unsur yang wajib dicantumkan dalam setiap daftar pustaka. Meskipun kita menggunakan format penulisan daftar pustaka yang berbeda-beda, namun keempat unsur ini tetap harus ada. Keempat unsur tersebut adalah:

  1. Nama penulis atau pengarang
  2. Tahun diterbitkannya tulisan atau karangan
  3. Judul buku atau artikel
  4. Data publikasi yang berisi kota penerbit dan nama perusahaan penerbit.

Apa Itu Daftar Pustaka?

Buku Jurnal

* sumber: unsplash.com

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi V, daftar pustaka didefinisikan sebagai “daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.” Definisi tersebut sudah sejalan dengan praktik pembuatan daftar pustaka yang selama ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Namun begitu, ada beberapa hal penting lain yang perlu dipahami tentang daftar isi selain definisinya.

Pertama, daftar isi memuat tidak hanya buku, tetapi juga sumber-sumber lain yang dikutip di dalam karya tulis. Sumber-sumber lain itu artikel jurnal, artikel surat kabar atau majalah, artikel dari situs web, kamus, ensiklopedia, hasil wawancara, grafik, tabel, peraturan pemerintah, dokumen undang-undang, dan sebagainya.

Kedua, daftar isi berfungsi sebagai penjejak kutipan. Ini berarti, setiap kali kita mengambil kutipan dari suatu sumber, kita harus membuat penanda kutipan di dalam teks, dan memasukkan identitas sumber itu ke dalam daftar isi. Maka dari itulah tadi saya katakan bahwa daftar isi merupakan salah satu indikator plagiarisme.

Ketiga, daftar isi memiliki aturan penulisan yang baku. Tentang aturan baku ini, ada kampus yang mengikuti standar internasional seperti APA, Chicago, dan MLA. Namun begitu, ada pula yang mengikuti standar nasional seperti yang dicontohkan dalam Pedoman Umum Bahasa Indonesia (PUEBI). Bahkan, beberapa kampus ada yang menerapkan tradisi pengutipan sendiri yang bisa jadi sedikit atau banyak berbeda dari format-format yang disebut sebelumnya.

Format Dasar Penulisan Daftar Pustaka

Berikut ini adalah aturan dasar penulisan daftar pustaka sebagaimana dicontohkan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Aturan dasar ini biasanya digunakan oleh umum, tidak terikat pada satu kampus tertentu, atau disiplin ilmu tertentu, sehingga biasa digunakan oleh penulis umum.

  1. Entri daftar pustaka diurutkan secara alfabetis.
  2. Urutan data pustaka yang dicantumkan dalam tiap entri:
    1. nama penulis,
    2. tahun terbit,
    3. judul artikel (jika bersumber dari artikel dalam buku, jurnal, majalah, atau situs web)
    4. judul buku,
    5. penerbit,
    6. tempat terbit
  3. Nama penulis dibalik, dalam artian nama belakang dicantumkan lebih dulu baru nama depan dan tengah. Sebagai contoh, nama penulis Ratih Sukarsini akan ditulis Sukarsini, Ratih. Contoh lain, jika nama penulis terdiri dari tiga kata atau lebih, misalnya Hilman Mulya Nugraha, namanya akan ditulis Nugraha, Hilman Mulya.
  4. Nama penulis ditulis tanpa gelar.
  5. Judul artikel diapit oleh tanda petik (“…”).
  6. Judul buku, nama surat kabar, nama majalah, atau situs web dicetak miring.
  7. Setiap data unsur tersebut dipisah dengan tanda baca titik (.), kecuali antara penerbit dan tempat terbit dipisahkan dengan tanda titik dua (:).
  8. Entri daftar isi diakhiri dengan tanda titik.

Format urutannya adalah:

format daftar pustaka 1

Sebagai ilustrasi penggunaan, berikut ini saya buatkan contoh pembuatan daftar pustaka untuk beberapa buku.

Jika kedua data buku tersebut dimasukkan ke dalam daftar pustaka, pertama-tama kita harus melepaskan dulu gelar yang melekat pada nama penulis kemudian mengubah susunan nama penulis kedua buku tersebut. Penulis buku (a) menjadi “Wahab, Samik” sedangkan penulis buku (b) menjadi “Suwelo, Ismu Suharsono”.

Selanjutnya, kita mengurutkan entri daftar pustaka secara alfabetis berdasarkan nama belakang tersebut. Karena nama Suwelo diawali dengan huruf s yang diurutkan lebih dulu daripada Wahab yang diawali huruf w, buku Suwelo akan diurutkan lebih dulu daripada Wahab.

Kemudian, susun data-data lainnya berdasarkan urutan yang telah disebutkan di atas. Jangan lupa gunakan tanda-tanda baca pemisah yang tepat!

format daftar pustaka 1

Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Jumlah Pengarangnya

Jika Anda ingin menuliskan daftar pustaka dari satu buku dengan lebih dari satu pengarang, maka Anda perlu mengikuti aturannya sebagai berikut.

1. Penulis Dua Orang

Bagaimana cara menulis entri daftar pustaka jika buku yang dirujuk ternyata dikarang oleh dua orang? Secara garis besar, prosedur dan susunan data bukunya sama dengan yang telah dipaparkan di atas. Perbedaannya terletak pada cara penulisan nama penulis. Ada beberapa alternatif yang bisa diikuti.

Variasi (1): menggunakan nama belakang penulis saja.

penulis dua orang

 

Variasi (2): nama penulis ditulis lengkap dengan format nama penulis pertama dibalik (nama depan, nama belakang), sedangkan nama penulis kedua tidak dibalik.

penulis dua orang 2

3. Penulis Tiga Orang atau Lebih

Untuk penulis buku yang lebih dari tiga orang, biasanya hanya digunakan nama belakang dari penulis pertama. Nama penulis lainnya diwakilkan dengan singkatan dkk. atau et. al.

Yang perlu diingat adalah penggunaan singkatan konsisten. Gunakan dkk. atau et. al. secara seragam, jangan bercampur atau bergantian. Selain itu, jika menggunakan singkatan et. ak. ingat pula untuk mencetakmiringkannya karena singkatan tersebut berasal dari bahasa Latin et allii.

Penulis Tiga Orang atau Lebih

Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Sumbernya

Beda sumber yang diamnil, maka penulisan daftar pustakanya pun berbeda. Berikut beberapa cara penulisan daftar pustaka berdasarkan sumbernya.

1. Sumber Diambil dari Buku

cara menulis daftar pustaka

Untuk daftar pustaka yang sumbernya diambil dari buku, maka semua unsur di atas wajib dimasukkan dengan urutan: nama belakang penulis, nama depan (boleh disingkat), tahun penerbitan, judul buku, kota asal, dan penerbit. Berikut adalah contoh dari buku yang ditulis oleh satu pengarang:

Badudu, J.S. 1985. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.

Jika buku tersebut ditulis oleh dua pengarang, maka semua namanya harus ditulis. Penulis pertama ditulis sebagaimana ketentuan, sedangkan nama penulis kedua ditulis dengan urutan biasa. Di antara kedua nama tersebut disisipkan kata “and” atau “dan”. Contoh:

Chambers, J.K. and Peter Trudgill. 1980. Dialectology. New York: Cambridge University Press.

Jika buku tersebut ditulis oleh lebih dari dua orang, maka penulis pertama ditulis sebagaimana ketentuan kemudian ditambahkan singkatan “dkk.” atau “et al.” di belakangnya. Contoh:

Gilman, Sander, et al. 1993. Hysteria Beyond Freud. Berkeley: U of California.

Jika beberapa buku ditulis oleh seorang penulis yang sama, maka nama penulis cukup ditulis satu kali pada buku pertama, sedangkan untuk buku berikutnya cukup dibuat garis sepanjang 7 ketukan dan diakhiri dengan titik. Judul buku diurutkan berdasarkan tahun terbitnya. Contoh:

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik I: Pengantar ke Arah Ilmu Makna. Bandung: Eresco.
——-. 1994. Wacana Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: Eresco.

Sedangkan apabila tahun diterbitkannya sama, maka harus dibubuhkan huruf a,b, dan seterusnya di belakang tahunnya. Contoh:

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993a. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco.
——- 1993b. Semantik I: Pengantar ke Arah Ilmu Makna. Bandung: Eresco.

Jika buku tersebut merupakan hasil terjemahan, maka setelah penulisan judul bukunya harus ditambah kata “Trans.” dan juga nama penerjemahnya. Contoh:

Homer. 1996. The Odyssey. Trans. Robert Fagles. New York: Viking.

Jika buku tersebut merupakan hasil suntingan, maka dibelakang nama penyunting atau editor harus ditambah kata”Ed.” dalam tanda kurung. Contoh:

Philip, H.W.S. and Simpson, G.L. (Ed.). 1976. Australia in the World of Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commission.

Jika buku tersebut merupakan edisi lanjutan dari edisi-edisi sebelumnya, maka edisinya tersebut harus dituliskan. Contoh:

Gabriel, J. 1970. Children Growing Up: Development of Children’ Personality (third ed.). London: University of London Press.

2. Sumber Diambil dari Artikel

Menulis buku

* sumber: pixabay.com

Jika kita mengambil sumber dari artikel yang terdapat pada buku kumpulan artikel, maka kita harus mencantumkan judul artikel tersebut disertai dengan judul dan pengarang bukunya. Contoh:

Russel, T. 1998. “An Alternative Conception: Representing Representation”. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.), Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.

Namun begitu, untuk penulisan artikel seperti ini, sebenarnya kita harus tetap berpandu pada pedoman penulisan karya ilmiah yang berlaku di kampus masing-masing. Ini karena aturan untuk penulisan pustaka, terutama artikel jurnal dan publikasi berkala lainnya seringkali memiliki gaya selingkung (inhouse style) yang berlaku di kampus masing-masing.

Ada kampus tertentu yang menggunakan gaya APA, ada yang menggunakan gaya MLA, ada pula yang menggunakan gaya Chicago. Sistem-sistem pengutipan dan penulisan daftar pustaka tersebut akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

3. Sumber Diambil dari Internet

Sumber Diambil dari Internet

 

Saat ini internet juga menjadi salah satu referensi pembuatan tulisan yang cukup banyak digunakan. Hingga saat ini format penulisan daftar pustaka dari internet masih banyak diperdebatkan mengingat terlalu banyaknya variasi tulisan yang ada di internet.

Namun secara umum, penulisan daftar pustaka yang bersumber dari internet harus mencantumkan nama penulis, tahun, judul, alamat situs tempat tulisan tersebut dipublikasi, dan tanggal tulisan tersebut diakses. Pola penulisan sumber pustaka daring adalah sebagai berikut.

Nama pengarang. (tanggal terbit, gunakan “tanpa tahun” jika tidak ada). Judul artikel. Nama situs web. Diakses pada <tanggal pengaksesan> melalui <http://alamatweb.com>.

Contoh:

Thomson, A. 1998. The Adult and the Curriculum, (Online), (http:/ /www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.homl.  diakses 30 Maret 2000).

Sedangkan bila artikel tersebut diambil dari jurnal online, maka kita juga harus mencantumkan edisi atau volume dari jurnal tersebut. Contoh:

Supriadi, D. 1999. Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent Initiatives dalam Educational Policy Analysis Archives, (Online), vol 7, (http:/ /epaa.asu.edu /epaa/v7n7. Html, diakses 17 Maret 2000).

Apabila sumber tulisan tersebut diambil dari forum diskusi online, maka kita harus mencantumkan tanggal tulisan tersebut dibuat serta alamat forum onlinenya. Contoh:

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), ([email protected], diakses 22 Februari 2010).

Email juga dapat dijadikan referensi sebuah tulisan. Format penulisan daftar pustakanya harus menyertakan pengirim serta penerima email tersebut. Contoh:

Naga, D.S. ([email protected]). 1 Oktober 2009. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah ([email protected]).

4. Sumber Diambil dari Majalah dan Koran

cara menulis daftar pustaka dari koran

Majalah dan koran alias surat kabar juga menjadi sumber rujukan favorit untuk jenis tulisan tertentu. Jika kita mengambil rujukan dari artikel yang terdapat pada sebuah majalah, maka kita juga harus mencantumkan nama majalah, edisi penerbitan, serta halaman dari artikel tersebut. Contoh:

Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor, XX (4): 57-61.

Format serupa juga berlaku jika kita mengambil referensi dari koran, di mana kita harus mencantumkan nama koran, tanggal penerbitan, dan juga halaman dari artikel tersebut. Contoh:

Cipto, B. 2000, 27 April. Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat, halaman 8.

Sedangkan apabila kita mengambil artikel atau berita dari koran yang tidak ada nama penulisnya, maka cukup untuk menulis nama koran tersebut di awalnya. Contoh:

Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, halaman 3.

5. Sumber dari Undang-Undang dan Dokumen Resmi

undang-undang

Penulisan daftar pustaka yang diambil dari undang-undang dan dokumen resmi tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Untuk tulisan yang diambil dari sebuah dokumen resmi, maka kita harus mencantumkan instansi yang mengeluarkan dokumen tersebut. Contoh:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Depdikbud.

Sedangkan untuk undang-undang, peraturan pemerintah, keppres, dan berbagai dokumen lain yang berkaitan dengan negara, maka cara menulis daftar pustaka nya seperti ini:

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.

6. Sumber Diambil dari Video, Film, atau Wawancara

tv interview

Video dan film sering dijadikan sebagai rujukan untuk tulisan di bidang tertentu. Untuk rujukan yang bersumber dari video, maka kita harus mencantumkan pembuat video tersebut beserta dengan durasi videonya. Contoh:

Burke, J. 2009. Distant Voices, BBC Videocasette, London, UK. 45 mins.

Jika sumber yang kita ambil merupakan sebuah film, maka kita harus mencantumkan produser dari film tersebut beserta dengan durasinya. Contoh:

Oldfield, B. (Producer) 1977. On the Edge of the Forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia, 30 mins.

Sedangkan untuk sumber dari sebuah wawancara, maka kita harus menuliskan orang yang diwawancarai, topik wawancara, pewawancara, dan juga waktu publikasinya. Contoh:

Indrayana, Deny. 2010. Kasus Gayus Tambunan. Wawancara oleh Global TV dan ditayangkan 27 Maret, pukul 19.15.

Format Penulisan Daftar Pustaka Menurut Standar APA

Beberapa kampus ada pula yang menerapkan sistem pengutipan internasional seperti APA, MLA, dan Chicago. Ketiga sistem ini bukan hanya berbeda di cara penulisan daftar pustaka, tetapi juga berbeda lingkungan pengguna.

Sistem APA adalah singkatan dari American Psychological Association. Sistem APA seringkali digunakan oleh orang-orang di lingkungan akademik ilmu-ilmu sains atau sosial. Beberapa aturan dasar dalam sistem ini antara lain sebagai berikut.

  1. Format penulisan daftar pustaka mengikuti pola:

Nama penulis. (tahun terbit, diapit tanda kurung). Judul buku (dicetak miring). Tempat terbit: penerbit.

  1. Nama penulis dibalik—nama belakang lalu nama depan dan tengah. Nama belakang dan nama depan dipisahkan dengan tanda koma (,). Selain itu, nama depan ditulis dengan inisial saja alih-alih kata lengkap.
  2. Sisanya sama seperti aturan standar nasional seperti pada PUEBI yang telah dijelaskan di atas.

Contoh penggunaan daftar isi bergaya APA:

Format Penulisan Daftar Pustaka Menurut Standar APA

1. Penulisan Nama Pengarang Lebih dari Satu Orang dalam Gaya APA

Hal lain yang unik pada daftar pustaka gaya APA adalah penulisan entri pustaka jika penulisnya lebih dari satu orang. Aturan penulisan daftar pustaka tersebut sebagai berikut.

  1. Semua nama penulis mengikuti format standar APA, yaitu nama belakang ditulis lebih dulu dari nama depan (nama belakang, inisial nama depan dan tengah).
  2. Nama depan hanya dituliskan inisial.
  3. Jika penulis terdiri dari dua orang, pisahkan nama-nama penulis dengan tanda koma (,) dan simbol ampersand (&).
  4. Jika penulis terdiri dari tiga orang atau lebih, cantumkan semua nama penulis, maksimal hingga enam penulis.
  5. Jika penulis lebih dari enam orang, hilangkan nama penulis setelah penulis keempat, ganti dengan tanda elipsis (…), kemudian tuliskan nama penulis terakhir.
  6. Format data penerbitan lainnya menyesuaikan dengan jenis pustaka.

Contoh format penulisannya seperti berikut.

Penulisan Nama Pengarang Lebih dari Satu Orang dalam Gaya APA

2. Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal Ilmiah, Surat Kabar, atau Majalah Gaya APA

Selain itu, APA juga punya format sendiri dalam penulisan daftar pustaka untuk jurnal ilmiah, surat kabar, atau majalah. Untuk penulisan daftar pustaka artikel dari jurnal ilmiah, ikuti format penulisan seperti berikut.

Nama penulis. (tahun). Judul artikel (dicetak tegak, tanpa tanda petik). Nama jurnal/koran/majalah, volume (nomor [diapit tanda kurung]), nomor halaman.

Contoh:

Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal Ilmiah, Surat Kabar, atau Majalah Gaya APA

Untuk Penulisan dari majalah dan surat kabar, ikuti format berikut.

Nama penulis. (tanggal terbit dengan urutan tahun, bulan-tanggal). Judul artikel ditulis tegak tanpa diapit tanda petik . Nama majalah/koran dicetak miring, nomor terbitan, halaman kutipan.

Contoh:

Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal Ilmiah, Surat Kabar, atau Majalah Gaya APA

Format Penulisan Daftar Pustaka Menurut Standar MLA

Selain sistem APA, ada pula yang menggunakan sistem penulisan daftar pustaka gaya MLA. MLA adalah singkatan dari Modern Language Association. Gaya MLA biasanya digunakan oleh orang-orang di lingkungan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Gaya MLA yang berlaku saat ini adalah MLA edisi kedelapan.

Ciri khas sistem MLA adalah sebagai berikut.

  1. Penulisan nama depan dan nama belakang yang tetap dibalik namun tidak disingkat (apabila di bukunya memang tidak disingkat), berbeda dari sistem APA yang harus berupa inisial/singkatan.
  2. Penempatan tahun terbit bukan setelah nama penulis tetapi setelah judul buku atau setelah tempat terbit dan penerbit.
  3. Apabila sumber tersebut dikutip satu kali saja dalam teks, nomor halaman harus dicantumkan di belakang tahun terbit dari sumber pustaka.

Contoh penulisan sistem MLA:

Format Penulisan Daftar Pustaka Menurut Standar MLA

Pada contoh di atas, hampir tidak ada perbedaan antara penulisan sumber dari buku maupun dari artikel jurnal. Keduanya menggunakan penempatan tahun di belakang, sebelum nomor halaman. Perbedaan sistem MLA dari APA adalah munculnya nomor halaman di belakang entri daftar pustaka. Namun begitu, nomor halaman tidak perlu dicantumkan jika kita mengutip sumber yang sama berkali-kali.

1. Penulisan Nama Pengarang Lebih dari Satu Orang dalam Gaya MLA

Berbeda dari sistem APA yang menampilkan seluruh nama penulis jika tidak lebih dari tujuh orang, gaya MLA hanya menuliskan maksimal dua orang penulis. Berikut ini aturan penulisannya.

  1. Tuliskan nama penulis pertama dibalik: nama belakang, nama depan, kemudian beri tanda koma (,).
  2. Tuliskan nama penulis kedua tanpa dibalik
  3. Pisahkan penulis pertama dengan penulis kedua dengan kata dan.
  4. Jika pustaka sumber memiliki tiga orang penulis, cukup tuliskan nama penulis pertama (yang dibalik) kemudian ikuti dengan tanda koma (,) dan singkatan atau et. al.

Dari aturan tersebut, berikut contoh penulisan sumber pustaka yang terdiri dari dua penulis dan tiga penulis atau lebih.

2. Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal, Surat Kabar, dan Majalah Gaya MLA

Untuk penulisan daftar pustaka artikel dari jurnal ilmiah, ikuti format penulisan seperti berikut.

Nama penulis. “Judul artikel (diapit tanda petik). Nama jurnal ilmiah, volume, nomor, tahun terbit, halaman.

Berikut ini contoh penulisan daftar pustaka jurnal bergaya MLA.

Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal, Surat Kabar, dan Majalah Gaya MLA

Jika artikel yang dikutip berasal dari surat kabar atau majalah, pola yang digunakan adalah sebagai berikut.

Format Penulisan Daftar Pustaka Menurut Standar MLA 2

Membuat Daftar Pustaka di Microsoft Word

Setelah memahami format-format pembuatan daftar pustaka untuk berbagai jenis sumber pustaka, kita dapat membuat daftar pustaka dengan menyiapkan format teknis lembar daftar pustaka.

Pertama, buat judul bab “Daftar Pustaka” dengan cetak tebal (bold) di bagian atas halaman pertama daftar pustaka. Jangan lupa sesuaikan ukuran hurufnya—biasanya judul bab berukuran 14 poin atau lebih besar daripada teks naskah (body text).

Selanjutnya, atur pengaturan margin, indentasi, serta jenis dan ukuran huruf untuk teks entri daftar pustaka sesuai petunjuk dalam pedoman teknis karya ilmiah di masing-masing kampus. Mengikuti pedoman ini penting karena tidak menutup kemungkinan teknis penulisan daftar pustaka berbeda-beda untuk tiap kampus.

Namun begitu, untuk ukuran standarnya, hampir setiap kampus menggunakan pengaturan margin dan spasi seperti berikut.

  1. Margin atas 4 cm, margin kiri 4 cm, margin kanan 3 cm, margin bawah 3 cm. Ada pula pengaturan margin yang berbeda. Namun begitu, biasanya margin daftar pustaka tidak berbeda dari margin bagian isi karya ilmiah.
  2. Spasi yang digunakan umumnya 1 spasi untuk tiap entri. Perpindahan antar entri daftar pustaka biasanya menggunakan 1,5 atau 2 spasi. Namun, ada pula yang tidak menggunakan spasi tambahan sehingga tiap baris daftar pustaka menggunakan ukuran spasi yang sama.
  3. Ketentuan hanging indent bisa berbeda-beda, namun standarnya adalah setengah inci, atau sekitar 1,27 cm.

Langkah-langkah pengaturannya pada Microsoft Word adalah sebagai berikut:

  • Pertama, buka jendela pengaturan Page Setup dengan mengeklik tab Page Layout, kemudian klik tanda panah kecil di ujung kolom Page Setup (lihat gambar).

Membuat Daftar Pustaka di Microsoft Word 1

  • Pada kotak dialog yang muncul, atur ukuran margin pada kotak Top, Left, Bottom, dan Right.

  • Setelah itu, buka jendela pengaturan paragraf dengan mengeklik kanan pada laman teks. Pada menu yang muncul pilih Paragraph….

  • Kemudian, atur Indentation agar tetap 0 cm. Namun pada pilihan Special, klik kotak menu pilihan, kemudian pilih Hanging indent, lalu isikan 1,72 cm di kotak By. Pengaturan ini untuk membuat hanging indent setengah inci dari margin kiri.
  • Selanjutnya, jika anda menggunakan pengaturan spasi 1 untuk tiap entri daftar isi, ubah Line Spacing menjadi Single. Akhirnya, tekan tombol OK untuk menetapkan pengaturan.

  • Dengan pengaturan tersebut, contoh entri daftar isi yang terbuat seperti berikut.

  • Apabila ketentuan di pedoman penyusunan daftar pustaka Anda mewajibkan adanya spasi tambahan di antara tiap entri pustaka, buka lagi pengaturan Paragraph. Kemudian ubah ukuran Spacing Before menjadi 0 pt dan Spacing After menjadi 12 pt. Selanjutnya, tekan OK.

  • Dengan pengaturan seperti itu, kita akan mendapatkan daftar pustaka dengan bentuk pemformatan seperti gambar berikut.

Sebenarnya, masih banyak sekali hal yang berkaitan dengan penulisan daftar pustaka. Utamanya, tentang aturan-aturan penulisan entri pustaka yang lebih spesifik dari tiap-tiap gaya (MLA, APA, maupun Chicago). Akan tetapi, setidaknya sumber-sumber dan aturan yang saya sarikan di sini adalah yang paling umum digunakan dalam setiap karya ilmiah.

Untuk pedoman pemformatan yang tepat, sekali lagi, sebaiknya Anda berpandu pada pedoman penulisan karya ilmiah yang berlaku di instansi atau kampus masing-masing. Kalaupun Anda menggunakan gaya internasional seperti APA dan MLA, Anda dapat mengunduh pedomannya secara daring dari internet.

Anda bisa mengunjungi situs APA di sini. Lalu, untuk mengikuti pedoman MLA bisa kunjungi link ini. Terakhir, Anda juga perlu mengunjungi halaman Chicago Manual of Style untuk mendapatkan pedoman secara internasional.

Itulah beberapa cara menulis daftar pustaka dari Bacaterus. Cara penulisan di atas mungkin agak sedikit berbeda dengan yang pernah Anda lihat atau pelajari karena memang saat ini banyak format penulisan yang digunakan. Namun secara umum, format di atas dapat digunakan untuk berbagai tulisan yang Anda buat. Jika Anda mengetahui format penulisan daftar pustaka yang baru, bisa sharing di kolom komentar, ya. Semoga membantu!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

3 Responses

  1. kalau bukunya dari internet (bentuk file) bagaimana penulisannya? Terima kasih.

  2. Untuk penulisan daftar pustaka dari laman web, apakah wajib dicantumkan waktu atau jam aksesnya?

  3. kalau dari youtube penulisanya gimana yaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *