Bacaterus / Kesehatan / 10 Etika dan Tata Cara Menjenguk Orang Sakit yang Baik

10 Etika dan Tata Cara Menjenguk Orang Sakit yang Baik

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Oktober 2018

Siapa pun tidak menginginkan jatuh sakit. Namun, sakit adalah salah satu hal yang tidak bisa dihindari meskipun kita sudah berusaha menjaga kesehatan. Ketika ada teman, saudara, atau kerabat yang jatuh sakit, sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk menjenguk mereka. Orang yang sakit akan merasa terhibur jika dijenguk oleh orang lain. Jadi, luangkan waktu Anda untuk menjenguk kenalan yang sedang terbaring sakit.

Menjenguk orang sakit ada tata cara dan etikanya. Tata cara dan etika menjenguk orang sakit ini berguna agar kita tidak mengecewakan teman atau kerabat yang kita jenguk. Bacaterus akan membagikan 10 etika dan tata cara menjenguk orang sakit yang benar.

10 Etika dan Tata Cara Menjenguk Orang Sakit

1. Pilih Waktu yang Tepat

Pilih Waktu yang Tepat Cara Menjenguk Orang Sakit

Beberapa rumah sakit menerapkan jam berkunjung yang harus Anda patuhi. Cara menjenguk orang sakit yang benar adalah datang saat jam berkunjung rumah sakit demi kenyamanan orang yang Anda jenguk dan pasien yang lainnya.

Apabila orang yang akan dijenguk tidak berada di rumah sakit, cobalah membuat janji terlebih dahulu dengan orang yang sedang sakit atau kerabatnya. Tentukan waktu yang tepat agar Anda bisa menemui orang tersebut tanpa mengganggu waktu istirahat atau proses pengobatannya.

2. Berpakaian Rapi dan Sopan

Berpakaian Rapi dan Sopan

Etika yang harus Anda ingat ketika menjenguk orang sakit adalah berpakaian yang sopan dan rapi. Hargai orang sakit dan keluarganya dengan berpakaian yang sepantasnya. Jangan berpakaian terbuka atau terlalu santai karena Anda sedang mengunjungi orang sakit, bukan sedang jalan-jalan di mall.

Etika berpakaian ini berlaku ketika menjenguk orang sakit di rumah maupun rumah sakit. Saat menjenguk seseorang, Anda mungkin akan bertemu dengan kerabatnya yang juga datang menjenguk. Jangan sampai pakaian Anda yang kurang sopan menjadi buah bibir dari para kerabat si sakit.

3. Perhatikan Ketenangan Pasien

Perhatikan Ketenangan Pasien

Orang yang sakit pasti membutuhkan ketenangan. Ketika menjenguk orang sakit di rumah sakit, terutama di kamar yang ditempati oleh lebih dari satu pasien, Anda harus menjaga ketenangan. Meskipun itu adalah jam besuk, Anda harus tetap menjaga sikap untuk menciptakan suasana yang tenang.

Saat datang bersama rombongan besar, usahakan masuk secara bergantian. Jangan masuk secara berbarengan agar tidak mengganggu ketenangan pasien dan tetangganya (jika orang sakit yang dikunjungi berbagi kamar dengan pasien lain). Cobalah untuk tidak membawa anak kecil ke rumah sakit agar tercipta suasana yang lebih tenang.

4. Duduk di Dekat Pasien

Duduk di Dekat Pasien

Tata cara menjenguk orang sakit adalah duduk dekat dengan pasien, usahakan posisi Anda berada di dekat kepala pasien. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa Anda memang ingin menjenguk dan tidak khawatir tertular penyakitnya. Kecuali, jika ada himbauan dari pihak rumah sakit atau keluarga pasien untuk tidak berada terlalu dekat dengan pasien, maka Anda tidak perlu duduk di dekatnya.

Apabila pasien yang Anda jenguk masih bisa berkomunikasi, posisi duduk yang dekat akan memudahkannya berbicara dengan Anda. Jangan ragu untuk menyentuh tangan pasien karena body language seperti ini sangat berarti bagi pasien. Sentuhan di tangan pasien akan memberikan semangat kepadanya untuk segera pulih.

5. Jangan Memberondong dengan Pertanyaan

Jangan Memberondong dengan Pertanyaan

Ketika bertemu pasien, jangan langsung memberondongnya dengan pertanyaan seperti, “Kok bisa sakit sih?”, “Bagaimana kronologinya?”, atau “Apa kata dokter tentang penyakitmu?” Sadarkah Anda bahwa pertanyaan yang terlalu banyak akan membuat pasien merasa terganggu dan risih.

Cukup tanyakan bagaimana kondisinya saat ini. Jika pasien memang ingin menceritakan segalanya kepada Anda, maka Anda hanya cukup mendengarkannya saja. Jangan paksa dia menjawab semua pertanyaan Anda karena kondisinya masih belum pulih.

6. Tidak Menakut-nakuti Pasien

Tidak Menakut-nakuti Pasien

Dulu tetanggaku ada yang sakit sepertimu, eh besoknya meninggal!” Pernahkah Anda mendengar orang yang mengucapkan kata-kata yang terkesan menakut-nakuti pasien? Atau mungkin Anda sendiri pernah berada di posisi yang sama, yakni menakuti pasien.

Tindakan seperti ini sangat tidak dibenarkan. Orang yang sakit membutuhkan semangat agar lekas sembuh. Menakut-nakuti pasien hanya akan menambah beban dirinya sehingga tidak kunjung sembuh.

7. Bawa Buah Tangan

Bawa Buah Tangan

Membawa buah tangan memang bukan suatu kewajiban. Namun, membawa buah tangan sudah menjadi tata cara menjenguk orang sakit di Indonesia. Buah tangan tidak harus selalu makanan, bawakan bunga atau benda-benda lain yang disukai oleh pasien.

Jika ingin membawakan makanan, pastikan Anda membeli makanan yang memang bergizi dan sehat untuk dikonsumsi pasien. Akan tetapi, bila makanan tersebut tidak bisa dikonsumsi pasien, minimal penjaga dan kerabat pasien di sana bisa turut mengonsumsinya.

8. Hindari Menjenguk Terlalu Lama

Hindari Menjenguk Terlalu Lama

Selayaknya orang yang sedang sakit, mereka tentu membutuhkan istirahat yang cukup. Kehadiran kita memang cukup menyenangkan pasien, tapi jika kita terlalu lama berada di sana bisa-bisa kita mengganggu waktu istirahat pasien.

Agar tidak mengganggu pasien, perhatikan durasi waktu menjenguk. Usahakan untuk tidak terlalu lama menjenguk, cukup 30 menit saja. Kecuali, jika pasien sendiri yang meminta Anda untuk tetap tinggal, maka tak masalah Anda menjenguk dalam waktu yang lama.

Meskipun si pasien mengizinkan Anda untuk berada di sana lebih lama, Anda tetap harus memperhatikan ketenangan pasien lainnya. Pastikan kehadiran Anda tidak mengganggu waktu istirahat pasien lain.

9. Jangan Membandingkan Penyakit Lain

Jangan Membandingkan Penyakit Lain

Penyakitmu sih belum seberapa dibanding penyakit yang pernah kualami dulu.” Kata-kata seperti ini tidak seharusnya diucapkan kepada pasien yang sedang sakit. Sangat tidak etis jika Anda membandingkan penyakit yang sedang ia derita dengan penyakit yang mungkin pernah Anda alami.

Tidak ada sakit yang “lebih baik” karena tidak ada sakit yang enak. Daripada menyinggung perasaan pasien dan keluarganya, jagalah tutur kata Anda. Hindari kata-kata negatif yang terkesan membandingkan penyakit pasien dengan penyakit orang lain. Mungkin maksud Anda adalah menghibur pasien. Namun, belum tentu pasien dan keluarganya menangkap kata-kata Anda sebagai penghiburan.

10. Berikan Semangat pada Pasien dan Keluarga

Berikan Semangat pada Pasien dan Keluarga

Selain penghiburan, pasien membutuhkan semangat dari setiap orang yang menjenguknya. Meskipun penyakit pasien tidak parah, Anda harus tetap memberikan mereka semangat dengan kata-kata seperti, “Cepat sembuh, ya! Biar kita bisa jalan-jalan lagi.”

Memberi bantuan semangat tidak hanya melalui kata-kata, tapi juga tindakan. Tawarkan bantuan tenaga atau materi jika pasien tidak mampu dan Anda pun sanggup memberikannya. Apabila Anda tidak bisa memberikan bantuan berupa tenaga dan materi, setidaknya ucapkan kata-kata positif untuk menyemangati pasien dan keluarganya.

Etika dan tata cara menjenguk orang sakit ini sangat perlu diterapkan ketika Anda menjenguk siapa pun yang sedang sakit. Selain melakukan tata cara di atas, Anda pun harus mendoakan teman, keluarga, atau kerabat yang sedang sakit agar segera diberikan kesembuhan dan kekuatan.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment