Bacaterus / Bayi / Inilah Cara Menjemur Bayi yang Benar agar Tetap Sehat

Inilah Cara Menjemur Bayi yang Benar agar Tetap Sehat

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sudah menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia untuk menjemur bayi pada pagi hari, terutama ketika bayinya baru lahir. Menjemur bayi dipercaya dapat membantu pertumbuhan tulang bayi karena mengandung vitamin D.

Alasan lainnya para orang tua menjemur bayi mereka adalah karena percaya sinar matahari dapat mengobati jaundice alias penyakit kuning yang dialami hampir semua bayi baru lahir.

Yang sering terjadi adalah bayi dibuka semua pakaiannya, bahkan kadang tanpa popok juga, tidak dipayungi atau pun diberi penutup mata, lalu dijemur di bawah matahari secara langsung. Padahal, ini salah, loh! Cara ini sangat salah dan tidak direkomendasikan oleh dokter anak.

Walaupun sinar matahari mampu memecah bilirubin secara efektif, yang mana satu jam sinar matahari sama dengan 6 jam di bawah lampu bilirubin khusus di rumah sakit, penyakit kuning bukan sepenuhnya disembuhkan oleh sinar matahari, melainkan ASI. Tujuan lain menjemur bayi adalah membuatnya dehidrasi sehingga asupan ASI semakin meningkat.

Bahkan sebagian besar bayi yang kuning tidak membutuhkan perawatan khusus, karena warna kuning pada bayi baru lahir itu normal, dan setelah beberapa hari atau minggu akan menghilang sendiri.

Kecuali memang kadar bilirubin bayi tak kunjung turun, konsultasikan dengan dokter Anda. Tapi, bukan berarti menjemur bayi itu tidak bermanfaat, loh. Boleh, asal ikuti cara menjemur bayi yang benar yang sudah Bacaterus rangkum berikut ini.

1. Perhatikan Waktu

* sumber: www.shutterstock.com

Sebelum menjemur bayi, Anda harus tahu waktu yang tepat untuk melakukannya. Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah di bawah jam 10 pagi. Kecuali jika Anda tinggal di lokasi yang sinar mataharinya terik, lebih baik di bawah jam 9 pagi.

Dan, ini mungkin jarang diketahui orang, tapi Anda bisa menjemur bayi pada sore hari juga, ya. Yaitu di atas jam 4 sore ketika sinar matahari sudah tidak terik tapi suhu udara masih hangat.

2. Beri Alas yang Nyaman

* sumber: www.thebump.com

Untuk menjemur bayi, tempatkan mereka di keranjang tidur, tumpukan selimut, bouncer, atau tempat lainnya yang sekiranya nyaman buat bayi. Sebaiknya tempat itu datar, atau kalau ingin sedikit tinggi pun disesuaikan agar bayi tetap dapat bernafas dengan baik. Tapi, kalau pun tidak ditaruh, Anda bisa juga menjemur bayi sambil menggendongnya.

3. Pakaikan Baju

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Bz-qxhHRJjU

Ini yang sering orang salah kaprah. Banyak sekali orang yang menelanjangi bayi mereka ketika menjemurnya, berharap sinar matahari lebih banyak terserap oleh buah hati. Padahal, menjemur bayi langsung di bawah sinar matahari langsung dalam keadaan telanjang sangat kurang tepat.

Perlu diketahui kalau kulit bayi sangatlah sensitif dan tipis, sehingga lebih mudah terbakar sinar matahari daripada kulit kita orang dewasa. Selain masalah sunburnt atau kulit terbakar matahari, bayi juga rentan terhadap penyakit seperti batuk flu yang bisa dipicu oleh cuaca/angin dingin.

Makanya, Anda harus memakaikan baju (secukupnya) saat menjemur bayi. Tidak perlu hangat-hangat, cukup selembar kaos dan celana juga cukup.

4. Beri Pelindung

* sumber: www.parents.com

Jangan biarkan bayi menatap langsung sinar matahari! Kita saja yang orang dewasa pasti pusing dan sakit mata ketika melihat matahari langsung, apalagi bayi? Makanya, selain diberi pakaian, beri bayi Anda pelindung ekstra seperti topi, kacamata, atau mungkin payung.

5. Gunakan Sunblock

* sumber: momlovesbest.com

Sinar matahari yang mencapai kulit sensitif bayi tidak hanya dapat menyebabkan luka bakar yang tidak nyaman tetapi juga memberi mereka risiko kerusakan kulit jangka panjang. Ini mungkin terdengar aneh, tapi bayi pun membutuhkan tabir surya. Tapi, bayi yang mana dulu? Ternyata, bayi usia 0-6 bulan tidak dianjurkan menggunakannya karena kulit mereka masih sangat sensitif.

Sedangkan bayi di atas 6 bulan justru sangat dianjurkan menggunakan tabir surya ketika dijemur atau pun ketika keluar rumah untuk bermain. Pilih tabir surya dengan proteksi minimal SPF 15, lebih tinggi SPF-nya maka lebih baik. Oleskan ke seluruh tubuh yang terekspos sekitar 15 menit sebelum keluar rumah.

6. Jangan Jemur di Bawah Sinar Matahari Langsung!

* sumber: www.mumplusone.co.uk

Selain menelanjangi bayi, banyak sekali orang tua yang mencari spot di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari. Padahal ini-sangat-salah! Lokasi yang paling baik untuk menjemur bayi adalah di dalam ruangan di dekat jendela. Jadi kita hanya menggunakan sinar matahari yang tidak langsung. Dan, pastikan ruangan itu hangat.

Anda bisa menjemur bayi bahkan pada hari berawan, loh! Karena sesungguhnya sinar matahari itu menembus kaca, makanya dalam dunia kecantikan Anda tetap dianjurkan menggunakan SPF walaupun bekerja di dalam ruangan. Menjemur bayi di dalam rumah tidak akan membuat kulit bayi Anda karena sinar ultraviolet, tapi tetap dapat menangkap vitamin D.

7. Durasi Menjemur Bayi

* sumber: www.fatherly.com

Di daerah dingin Anda mungkin bisa saja menjemur bayi hingga 20 menit, dua kali sehari (pagi dan sore). Dan, jika Anda menjemurnya di dalam ruangan maka aman-aman saja karena bayi tidak akan terbakar kulitnya.

Namun, dengan iklim tropis di negara kita ini sebaiknya jangan lama-lama ketika menjemur bayi. Cukup maksimal 15 menit saja (bukan untuk satu sisi, tapi dua sisi, alias bayi sudah dibolak-balik). Dalam kurun waktu 10-15 menit saja sebenarnya bayi sudah mendapatkan cukup vitamin D yang mereka butuhkan.

8. Jika Kulit Bayi Terbakar Sinar Matahari..

* sumber: id.pinterest.com

Jika kulit bayi Anda sudah terlanjur terbakar, baik itu karena menjemur mereka terlalu lama atau cara menjemur yang kurang tepat, segera atasi secepat mungkin. Kulit bayi dapat terbakar sinar matahari akibat mendapatkan terlalu banyak paparan sinar ultraviolet (UV).

Ciri-ciri sunburn pada bayi adalah kulitnya tampak merah dan terasa panas. Bahkan jika sunburn-nya sudah ekstrim, kulit bayi bisa bengkak dan melepuh, dilanjut bayi yang terkena demam.

Pertolongan pertama ketika bayi sunburnt adalah, tempelkan kain basah di area kulit yang terbakar selama 10 menit. Ulangi beberapa kali hingga kulit yang memerah mereda. Ingat, kain basah, ya, bukan es!

Jangan sampai Anda menempelkan es langsung ke kulit bayi, apalagi yang sudah terbakar sinar matahari. Jika bayi demam, Anda bisa memberikan obat penurun demam atau konsultasikan lagi dengan dokter anak.

Ya, itulah cara menjemur bayi yang benar versi Bacaterus. Menjemur bayi memang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhannya, tapi itu harus dilakukan dengan benar agar tidak blunder. Jangan lupa segera beri bayi ASI atau sufor (susu formula) setelah menjemurnya agar bayi tidak dehidrasi, ya.

Oh iya, kalau Anda kesulitan menenangkan bayi yang menangis, kami punya beberapa cara dan tipsnya di artikel Cara Menenangkan Bayi yang Nangis ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *